CLEFT Chapter 7

CLEFT Chapter 7
by Luna

Genre:
Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Kang Soo Jin

Support Cast:
Kim Haneul | Choi Siwon | Lee Hyukjae

Cuap-cuap Author:
Cuma mau bilang:
Happy Reading^^

cleft

Warning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—

Cho Hanna menatap garang putranya yang tengah menggandeng tangan menantunya. Menautkan jari-jemari mereka dan pertama kalinya setelah beberapa tahun ini Kyuhyun hidup seperti mayat, putranya itu tersenyum!

Dari yang dia dengar, Kyuhyun menggunakan alasan pernikahan untuk membalas dendam pada Soo Jin. Apa ini berhubungan dengan kecelakaan yang menimpa Kyuhyun dan ternyata berkaitan dengan Soo Jin? Kenapa Haneul tidak pernah bercerita apapun.

Hanna pikir Kyuhyun menikahi gadis itu karena cinta. Ternyata, bukan? Lantas, kenapa Kyuhyun terus mempertahankan pernikahannya? Buat apa?

Sejujurnya, dia tidak sejahat yang dipikirkan orang-orang. Mereka yang tidak tahu-menahu alasan kenapa dia selalu menolak gadis yang menjadi pilihan putranya.

Dia terlalu menyayangi Kyuhyun. Dia suka berpikiran macam-macam.

Kemungkinan gadisnya hanya memanfaatkan Kyuhyun sehingga bisa menguras kekayaan putranya. Atau berpura-pura mencintai Kyuhyun sehingga putranya jadi buta akan cinta dan rela memberikan apapun demi gadisnya.

Pikiran itulah yang menyebabkan kebencian pada gadis pilihan Kyuhyun. Tidak seperti Haneul. Gadis itu sangat transparan menunjukkan perasaannya. Sedangkan Kyuhyun, putranya itu tahu, tapi dia berpura-pura tidak tahu demi mempertahankan persahabatan mereka.

Hanna lebih senang jika Kyuhyun mau mengenalkan gadisnya padanya dulu. Hanna hanya ingin Kyuhyun terbuka pada ibunya sendiri. Jangan biarkan pikirannya merusak kepercayaannya pada putranya.

Dulu dirinya mungkin belum sempat mengenal baik siapa itu Lee Seena, mendiang istri pertama Kyuhyun. Tidak dengan Kang Soo Jin. Perlahan, dia merasakan keberadaan gadis itu di sisi Kyuhyun ternyata memiliki efek yang bagus dalam kehidupan putranya.

Lalu, sekarang apa? Kenyataan Soo Jin hanya dimanfaatkan untuk membalas sakit hati Kyuhyun apa ini bisa diteruskan? Satu-satunya jalan, mereka harus berpisah. Buat apa mempertahankan pernikahan jika beralasan kejam di baliknya?

Hanna akan memisahkan mereka. Biarlah, biar Kyuhyun berpikir dirinya jahat. Toh, putranya itu sendiri yang memakai alasan tidak logis dan realistis untuk mengikat seorang gadis dalam ikatan pernikahan.

.

.

.

Bercinta dengan Kyuhyun. Lagi?

Kepulangan mereka dari Jeju berdampak buruk pada kesehatan Soo Jin. Gadis itu pusing tujuh keliling. Informasi terbaru beberapa waktu ini mengusik ketenangannya.

Kemarahannya belum mereda. Sementara di sisi lain, dia mati penasaran dengan kehidupan lama Kyuhyun. Dia menginginkan penjelasan tentang siapa itu Lee Seena.

Tapi, dengan gamblangnya pria itu mengatakan akan menceritakan masa lalunya jika Soo Jin mau bercinta lagi dengannya.

Dasar pria gila. Apa semua pikiran pria semesum dia? Tidak habis pikir. Memakai seribu alasan demi mendapatkan kepuasan di ranjang.

Kyuhyun bergumam dalam tidurnya. Rambutnya yang berantakan menusuk-nusuk dagu Soo Jin. Dia tertidur di atas bahu istrinya sepanjang perjalanan. Selama itu pula bahunya kesemutan.

Tidak hanya itu, kedua lengannya itu melingkar erat di sekitar pinggangnya. Seolah sedang memenjarakannya dan tidak membolehkannya berpaling barang sebentar.

Kenapa pria itu tidak tidur saja di kamar, malah memilih tidur di luar, memakai bahunya pula. Kalau begini caranya bisa-bisa sampai di Seoul bahunya tinggi sebelah. Soo Jin menghela napas panjang.

Pria itu bergumam lagi tidak jelas. Kepalanya terantuk-antuk ke depan tanpa sadar dan hampir jatuh jika Soo Jin tidak sigap menangkap kepala itu dan mengembalikannya pada posisi semula. Bahunya.

Tidak ingin Kyuhyun terjungkal dan terbangunkan dari tidur panjangnya, Soo Jin meraih pinggang Kyuhyun mendekat. Tidak menyisakan sesenti pun jarak di antara mereka.

Tangan mungilnya mendekap tubuh pria itu dari samping. Sementara kepalanya bergerak miring, menekan kepala Kyuhyun agar menetap di bahunya.

Jangan berpikiran macam-macam. Dia bukan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Hanya, memastikan pria itu tidur tidak sampai terjatuh.

“Aku seperti sedang menidurkan bayi besar.”

Suara dehaman keras dari belakang menyentak Soo Jin. Gadis itu langsung gelagapan begitu melihat ibu mertuanya berdiri tak jauh darinya sambil menyilangkan tangan di depan dada. Tatapan Hanna sulit diartikan. Tapi dari situ Soo Jin yakin ada sesuatu yang ingin dibicarakan wanita tua itu.

“Ikut denganku.”

Soo Jin menggaruk tengkuknya dan secara perlahan mulai menyingkirkan tubuh Kyuhyun yang menempel padanya kemudian membaringkan pria itu di bangku panjang tempat yang mereka duduki.

Pria itu meracau saat merasakan kenyamanannya berubah jadi bangku keras. Meskipun begitu, Kyuhyun tetap memejamkan mata dan tidak terbangun. Lalu bergegas menyusul ibu mertuanya yang melangkah menuju dek kapal bagian samping.

“Beberapa jam lagi kita akan sampai di Seoul.” Hanna membuka percakapan mereka dengan tenang. “Aku mau kau pergi dari sisi putraku dan jangan pernah muncul lagi, segera setelah kita sampai.”

“A-apa?” Soo Jin tergagap. Bingung dengan ucapan Hanna yang tanpa basa-basi langsung mengusirnya. “Ibu menyuruhku untuk—”

Hanna melirik tajam ke arah Soo Jin. “Berapa kali kubilang, kau tidak pantas bersanding dengan putraku. Dan aku tidak menyukaimu.”

Mendapat tatapan tajam begitu mengingatkan Soo Jin bagaimana tajamnya tatapan Kyuhyun. Dia baru tahu tatapan itu ternyata menurun dari ibunya.

“Tapi Ibu, Kyuhyun, dia..” Soo Jin kehilangan kata-katanya. Dia terlalu shock. Diperintahkan berpisah dari Kyuhyun, apa maksudnya? Apa perjalanan ini tujuan akhirnya seperti ini?

“Aku bilang tinggalkan ya tinggalkan. Kau tuli? Aku tidak ingin memiliki menantu sepertimu. Jangan kau pikir aku yang setua ini tidak tahu apa-apa tentang kalian. Aku tidak cukup bodoh untuk ditipu oleh kalian berdua. Terutama, kau!” tunjuk Hanna.

Emosinya meledak. Amarahnya meluap. Rahangnya mengatup kencang hingga berbunyi gigi bergemelatuk satu sama lain. Dia ingin mengakhiri hubungan gadis ini dengan putranya seperti dulu dia pernah menyuruh Seena pergi dari kehidupan Kyuhyun.

Malangnya, gadis itu sepertinya akan sama keras kepalanya dengan Soo Jin. Maka dari itu, sebelum Soo Jin semakin dekat dengan Kyuhyun dan tidak mau melepaskan putranya, Hanna akan lebih dulu memisahkan mereka.

“Ibu, ini tidak seperti yang Ibu bayangkan. Kami tidak pernah menipu Ibu. Aku dan Kyuhyun—”

Apa? Soo Jin bertanya pada dirinya sendiri. Memangnya dia dan Kyuhyun apa? Saling mencintai? Soo Jin menggelengkan kepala. Kyuhyun tidak mencintainya. Hanya dirinya yang mencintai pria itu.

Hanna menyeringai sinis. “Tidak ada alasan yang bisa kau gunakan untuk bertahan di sisi putraku. Aku hanya berusaha menyelamatkanmu. Sebelum keadaan memburuk, kau tahu segalanya, dan kau berbalik membenci Kyuhyun.”

Soo Jin masih tidak mengerti. Apa yang disebut ibu mertuanya dengan menyelamatkannya? Memang apa yang tidak dia ketahui dari Kyuhyun dan hal itu bisa berakibat fatal kelak?

Apa ini berkaitan dengan ucapan Kim Haneul setelah sarapan tadi? Tapi, apa? Haneul hanya mengungkapkan perasaannya pada Kyuhyun. Selebihnya Soo Jin tidak mendengar apapun yang berkaitan dengannya.

Kepalanya mendongak menatap Hanna yang kini membuang muka menghadap ke laut. Ibu mertuanya mengetahui sesuatu yang Soo Jin tidak tahu. “Ibu, maafkan aku. Aku tidak bisa meninggalkan Kyuhyun tanpa alasan. Aku akan tetap tinggal di sisi Kyuhyun sampai Ibu mau menjelaskan alasan Ibu menjauhkanku dari Kyuhyun.”

“Keras kepala,” desis Hanna. “Sudah baik aku mau menyelamatkanmu. Bukannya terima kasih, kau malah menolak dan bersikeras tinggal? Kau akan menyesal!”

“Aku tidak akan menyesal selama aku tidak tahu alasan mengapa aku harus menyesal.” Soo Jin hampir beranjak meninggalkan ibu mertuanya dan menghentikan perseteruan di antara mereka.

Kenapa sih, menantu dan mertua selalu bersitegang seperti di dalam drama televisi? Kenapa tidak ada hubungan menantu dan mertua yang aman-aman saja?

“Kau akan sakit hati. Kau bahkan tidak bisa menggantikan posisi Seena dari hidup putraku.”

Lagi-lagi. Nama itu. Seena, Seena, Seena. Siapa sih dia? Kenapa semua orang membicarakan gadis yang sudah mati? Dan kenapa dirinya jadi dibanding-bandingkan dengan sosok hantu itu?

Dia menikah dengan Kyuhyun juga bukan atas cinta. Baru-baru ini saja dia mulai menyadari perasaannya. Tapi, demi Tuhan, dia tidak pernah punya niatan mendepak sosok Seena. Jika pria itu menginginkan keberadaan Seena tak kasat mata, Soo Jin tidak keberatan.

“Maaf, Ibu, aku—”

“Kyuhyun menikahimu untuk menghukummu! Dia akan menyiksamu, membuatmu menderita, bahkan mungkin membuatmu jatuh cinta padanya. Lalu dengan begitu mudahnya dia akan membuangmu.

“Coba pikirkan, alasan Kyuhyun memperhatikanmu dan terlihat selalu membelamu, apa itu murni keinginannya atau hanya tipuan?” Hanna terkekeh suram. “Cih, kau tidak punya otak jika setelah ini kau masih ingin tinggal.”

Soo Jin terdiam. Tidak mengerti dengan jalan pikiran Ibu dan anak. Bukankah ibu mertuanya tidak menyukainya, kenapa malah dia membuka kedok putranya sendiri? Dan Kyuhyun, benarkah pria itu tega melakukan hal sekeji itu? Pada gadis sepertinya?

Berawal dari kecelakaan itu. Semua berpusat pada kecelakaan di lintasan sirkuit itu. Andai hari itu dia mendengarkan nasehat kakaknya tidak ikut balapan, akankah dia mengalami hari-hari yang sulit seperti ini?

Mungkin dia tidak bertemu Cho Kyuhyun, Kim Haneul, maupun Cho Hanna. Dia tidak akan berhubungan dengan orang yang telah mati, Lee Seena. Dan dia tidak akan sebodoh ini.

Benteng yang dibangun begitu tinggi dan kokoh, begitu mudahnya ditembus oleh perhatian pria itu. Sifat kelaki-lakiannya ditekannya habis-habisan demi menjaga kehormatan pria itu.

Dia tidak mau Kyuhyun dibicarakan orang karena memiliki istri pembalap, tidak tahu aturan, tomboy, dan tidak ada sisi feminin sama sekali.

Kenapa juga dia harus hidup terkekang. Tinggal sebagai gadis rumahan. Tidak dibolehkan pergi kemana-mana. Dan disuruh merawat suaminya. Kenapa dia baru sadar setelah ibu mertuanya mengingatkannya?

Cho Hanna hanya memberikannya kesempatan supaya dia bisa kabur sebelum dia semakin terperosok dalam pesona Kyuhyun sampai tidak lepas dari pria itu, tapi ujung-ujungnya dia juga yang sakit hati.

Jika dia memilih pergi sekarang, dia bisa kembali ke kehidupannya yang lama. Menjadi pekerja kasar di bengkel, ikut pertandingan balapan, berjiwa bebas. Bebas berteman dengan siapa saja. Bebas melakukan apa saja. Bebas pergi kemanapun sesukanya.

“Kenapa Ibu memberitahuku?”

Wanita tua berkelas itu memandang Soo Jin kasihan. Tampaknya gadis itu mulai menimbang keputusannya kembali. Dia tidak jahat. Meskipun kedengarannya kejam, sebenarnya dia hanya berusaha menyelamatkannya.

“Aku tidak suka alasan Kyuhyun menikahimu. Aku tidak membesarkan anak yang tujuan hidupnya menyakiti hati wanita.”

“Kenapa Ibu membenci Lee Seena?”

Alis Hanna terangkat keduanya. Heran dengan pertanyaan Soo Jin. Mungkinkah semua orang berpikiran sama: kenapa dirinya membenci mendiang istri pertama putranya.

“Aku tidak menyukainya.”

“Ibu membenci semua gadis yang dijadikan istri oleh Kyuhyun.”

“Benar.” Hanna memandang mata Soo Jin yang berkabut kebingungan. “Aku membenci semua gadis yang dipilih Kyuhyun.”

“Ibu hanya senang jika Ibu yang memilihkan istri untuk Kyuhyun. Kim Haneul. Benar begitu? Tapi, kenapa?”

“Lee Seena hanya menipu Kyuhyun. Kau juga menipu Kyuhyun dengan sikap sok baikmu. Kalian sama saja. Itulah yang kalian lakukan sehingga menjauhkanku dari putraku.”

“Bukan kami yang menjauhkan Kyuhyun dari Ibu. Tapi Ibu sendiri!” sentak Soo Jin tanpa sadar telah meneriaki ibu mertuanya. Sudah kepalang basah, dia tidak akan menarik kata-katanya, malah meneruskannya.

“Ibu yang membuat Kyuhyun menjauh. Ibu yang egois!”

PLAK!

Satu tamparan mendarat mulus di pipi kiri Soo Jin. Pipinya berdenyut sakit sekali. Nyeri menjalar begitu cepat melalui aliran darah hingga berjengit ke hatinya. Tamparan ini tidak ada apa-apanya jika bisa menyadarkan kesalahan ibu mertuanya memahami perasaan anaknya.

“Berani-beraninya, kau!” Hanna mendorong Soo Jin ke dinding kapal. “Siapa yang barusan kau bilang egois? Mana ada di dunia ini Ibu yang egois? Kalau aku egois, tidak mungkin Kyuhyun bisa sesukses sekarang. Dia akan terlantar di jalanan! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Apa Ibumu tidak pernah mengajarimu sopan santun? Atau Ibumu sama kurang ajarnya denganmu? Benar?!”

Hatinya meradang. Dia tidak suka orang lain mengungkit-ungkit Ibunya yang telah meninggal dunia. Sekalipun dia tidak pernah tahu wajah Ibunya seperti apa, tetap saja, orang lain tidak berhan memaki orang yang sudah meninggal. Terlebih orang itu adalah Ibunya.

PLAK!

Kali ini pipi kanan Soo Jin yang mendapat tamparan. Lebih keras dan menyakitkan dari tamparan pertama. Soo Jin tidak takut. Dia tidak salah. Ibu mertuanya ini memang sakit jiwa—oh, ingatkan dia untuk meminta maaf nanti.

Ibu mertuanya hanya berpikir tentang menikahkan putranya dengan gadis yang disukainya tanpa memperhitungkan perasaan putranya. Kalau begitu, yang menikah siapa? Ibunya atau Kyuhyun?

“Seandainya Ibu tidak egois, mungkin Lee Seena masih hidup dan aku tidak akan berada disini di antara manusia kejam seperti kalian.”

Mendengar penuturan kasar itu, tanpa pikir panjang, Hanna mencengkeram leher Soo Jin erat-erat. Meluapkan kekesalannya dengan mencekik leher gadis itu sampai nyaris kehabisan napas.

Soo Jin memberontak agar Hanna mau melepasnya. Lehernya sakit. Tenggorokannya tercekat. Napasnya pun putus-putus. Jantungnya berdebar kencang ketakutan jika ibu mertuanya tidak sadar akan perbuatannya.

“Andai Ibu mau menerima Lee Seena, Ibu tidak akan merasakan namanya penyesalan.” ucap Soo Jin terbata. Hanna masih bertahan mencekiknya bahkan semakin kuat.

“Siapa yang menyesal? Aku tidak menyesal.”

“Sungguh Ibu tidak menyesal kehilangan menantu dan calon cucu Ibu sekaligus? Bahkan Ibu hampir kehilangan Kyuhyun karena sikap Ibu! HAH!”

Hanna menghempaskan tubuhnya ke lantai. Soo Jin terbatuk-batuk. Napasnya terengah-engah. Pundaknya naik-turun. Dadanya berdegup keras. Dia meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Mengisi rongga paru-parunya dengan udara. Soo Jin mengurut lehernya yang kesakitan. Kuat sekali cengkeraman wanita itu!

Tangan Hanna berpegangan pada pagar pembatas kapal. Buku-buku jarinya sampai memutih karena kuatnya dia mencengkeram pagar itu. Dia terpukul oleh kata-kata Soo Jin yang dia sadari benar adanya.

Hanna tidak pernah tenang. Dia selalu terbayang wajah Seena yang menggendong bayinya yang telah meninggal. Bagaimana Kyuhyun membencinya. Bagaimana Kyuhyun mengacuhkannya.

Tahun-tahun yang sulit Hanna lalui dengan perasaan kacau. Air matanya meleleh di sudut matanya. Dia bersalah, dan dia baru mengakuinya setelah menantu yang sering dia sebut orang lain itu menyadarkannya.

Seseorang berlari ke arah mereka. Haneul, yang sejak tadi hanya menjadi seorang pengamat memberanikan diri mendekati mereka. Dia memeluk Hanna. Membiarkan air matanya menetes di pundaknya.

Haneul akui semua yang dikatakan Soo Jin memang benar. Tapi, tidak bisakah gadis itu berbicara lembut sedikit? Wanita yang berada dalam pelukannya bukan gadis seumurannya. Yang bisa dimaki seenaknya. Hormati sedikit wanita yang telah melahirkan dan membesarkan pria yang kini menjadi suaminya.

“Apa Ibu egois? Benar begitu?” ujar Hanna lirih, melawan rasa tercekat di tenggorokannya dan suara seraknya akibat menangis.

“Tidak, tidak ada Ibu yang egois. Eomma jangan berpikiran seperti itu.” Haneul mengusap punggung Hanna atas-bawah bergantian. Mencoba menenangkan wanita itu.

“Kyuhyun membenciku dan mengabaikanku karena aku egois. Aku disalahkan atas kematian istri dan anaknya. Aku egois, Haneul-ah.” Hanna terus terisak. Tangisannya tidak bisa berhenti. Rasa sakit di hatinya mencengkeram kuat hingga dia sesak napas dan menderita.

Haneul melirik sengit Soo Jin yang duduk terengah. Gadis itu mengusap lehernya yang dia tahu baru dicekik oleh Hanna. Kemarahan mendesak dalam relung Haneul. Dia melepas pelukannya, merangsek maju, dan memaksa Soo Jin berdiri.

“Kau! Tidak ada menantu kurang ajar sepertimu!” Haneul menampar keras pipi Soo Jin.

Gadis itu terkesiap. Belum lima menit dia ditampar, dia sudah menerima tamparan lagi. Kenapa orang-orang kaya seperti mereka selalu menggunakan tamparan untuk menunjukkan kekuasaannya pada orang-orang lemah sepertinya?

“Gadis tidak tahu diri! Kau tidak pantas jadi istri Kyuhyun! Hah! Bahkan, dia menikahimu hanya untuk menyakitimu! Dia akan membuangmu! Kau tidak ada apa-apanya buat Kyuhyun!”

Haneul kalap. Dia marah. Dia kesal. Bukan Hanna yang mencekik Soo Jin, ganti Haneul yang mencekiknya. Lebih parah. Tubuhnya sampai terjungkal ke pagar pembatas kapal.

“Haneul-ssi, hentikan, kumohon! Ini sakit! Tolong!” Dari ekor mata Soo Jin dia bisa melihat gelombang air yang besar di bawahnya. Mereka berada di pinggir kapal! Ini berbahaya! Dia bisa saja terlempar dari kapal dan jatuh ke laut.

“Gadis sepertimu pantasnya mati saja! Mati kau!” Haneul mendesak tubuh Soo Jin kian merapat ke pagar pembatas. Dia tidak mendengarkan suara permohonan Soo Jin yang memintanya untuk tidak bertindak gegabah karena gadis itu bisa terlempar kapan saja.

Dengan sisa isakannya, Hanna menatap nanar dua gadis di depannya. Satu sisi dalam hatinya menginginkan Haneul mendorong menantunya ke laut. Menenggelamkannya dan supaya tidak kembali lagi. Tapi, di sisi lain, dia tidak mungkin membiarkan Haneul berbuat kejahatan dengan sengaja melakukan percobaan pembunuhan.

“Haneul-ssi, kumohon, hentikan! Tolong, tolong aku!” Kedua tangan Soo Jin membentang ke samping kanan dan kiri. Mencengkeram pagar itu kuat-kuat. Dia tidak boleh melepaskan pegangannya. Dia harus bertahan sampai ada yang menolongnya.

Haneul yang tidak mendengarkan sedikit pun kata-kata Soo Jin, tanpa pikir panjang, terus mencekik leher gadis itu semakin kuat sampai kekuatannya melemah dan pegangannya terlepas. Soo Jin menjerit ketakutan ketika tubuhnya sudah berada di ambang pembatas itu siap jatuh.

Samar-samar, sebelum kesadarannya hanyut ditenggelamkan air yang menelan tubuhnya, seseorang berteriak kelewat keras. Menyerukan namanya dan menyuruh seseorang untuk berhenti.

Tapi, terlambat. Tubuhnya sudah terhuyung, terhempas jatuh masuk ke dalam air. Bersatu dengan deburan ombak. Dia memejamkan matanya rapat. Dia takut setengah mati dengan laut. Dia takut tenggelam. Dia takut mati. Dia masih terlalu muda untuk mati konyol karena didorong sengaja dari kapal.

Air berlomba-lomba memasuki setiap rongga dan celah di tubuhnya. Menarik-nariknya ke dalam pusaran. Dilemparkan dari ketinggian sekian puluh meter dalam sepersekian detik terlalu cepat baginya.

Di saat kesadarannya nyaris menghilang, di atas sana, dia mendengar deburan yang sama ketika dia masuk ke dalam air tadi. Seseorang mengejarnya. Meraih tubuhnya, menariknya hingga ke permukaan.

.

.

.

Epilog

“Kyu! Bangun! Bangun! Bangun!”

Kyuhyun tergugah. Terusik dari mimpi panjangnya. Masih siang. Dia masih berada di laut. Di atas kapal. Siapa yang menghancurkan mimpinya? Mimpi erotis sedang bercinta dengan istrinya.

Matanya sontak terbuka lebar. Dia baru sadar kalau tadi dia masih tidur di bahu gadis itu dan sekarang digantikan paha seorang…pria?!

“Cho Kyuhyun, apa yang kau mimpikan sampai celanamu basah begitu, eoh?”

Sindiran geli Heechul langsung dibalas pukulan di kepalanya. Kyuhyun bangkit. Meremas kepalanya, mengacak rambutnya, sebelum menatap tajam ke arah sepupunya.

“Sialan!” Kyuhyun berdecak kesal kala melihat ke bawah, benar kata Heechul, celananya basah.

Dan sialannya, itu karena mimpinya barusan. Kemana gadis itu? Seenaknya saja meninggalkannya. Ini gara-gara gadis itu tidak mau bercinta dengannya dirinya jadi bermimpi aneh.

Shindong tertawa. Tapi tawanya langsung lenyap saat teringat tujuannya membangunkan Kyuhyun. “Tidak ada waktu, Kyu! Istrimu di ambang kematian!”

“Hah?”

“CEPATLAH! Apa yang kalian lakukan?!” Sungmin berteriak lantang melawan suara ombak. Dia berdiri di sisi kanan kapal sambil melambaikan tangannya menyuruh ketiga orang itu bergegas kesana.

“Apa sih?” Kyuhyun diseret menuju tempat Sungmin berdiri. Betapa terkejutnya begitu dia sampai, dia melihat Haneul tengah mencekik leher Soo Jin dan siap melemparkan gadis itu ke laut.

“YAK! KIM HANEUL! APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Terlambat. Matanya melotot saat tubuh Soo Jin dengan mudahnya terhempas ke laut. Haneul yang seakan tersadar akan perbuatannya, gelagapan, mulutnya terbuka dan tangannya bergetar hebat. Dia tidak tahu jika dorongannya bisa sekuat itu mendorong Soo Jin hingga terlempar dari kapal.

“Sial! Akan kubuat perhitungan denganmu!” ancam Kyuhyun.

Dia terjun ke bawah, melawan kuatnya ombak yang bisa saja menghabisinya. Dia tidak tahu apa yang barusan mereka tengkarkan. Yang ada di pikirannya saat ini, mengejar Soo Jin. Menyelamatkan gadis malang itu.

.

.

.

To Be Continue

 

 

Advertisements

20 thoughts on “CLEFT Chapter 7

  1. Vikyu says:

    Lucu pas baca bagian soojin bilang bahunya bisa bisa pendek sebalah hahah ada ada aja
    Aku kira bakalan baik baik aja soojin nya dipart ini, ternyata makin parah
    Kyu harus buat perhitungan sama haenul harus kyu
    Dan lagi kyu mimpi basah diatas kapal? Geli aku dengrnya jadi kebayang beneran kyu lagi mimpi basah 😂 astaga

    Liked by 1 person

  2. Dhianha Kim says:

    Part kali ini bikin sesek nafas masa… uda gitu adegan tampar saling tamparnya bikin greget. Setuju tuh sama Soo Jin harus kasih alasan yang logis buat jauh dari Kyuhyun pan biar dia nggak penasaran. Aduh Haneul bikin gemes ih pengen gua kasih racun 😂😂😂. Oke di tunggu kelanjutannya. Makin seru😉😉😘

    Liked by 1 person

  3. kyuoi says:

    apa salah Soo Jin? dia nggak tau apa-apa!
    kenapa Ibu Kyuhyun dan Haneul setega itu sama Soo Jin?
    ayo selametin Soo Jin, jangan pisahin Soo Jin sama Kyuhyun T.T

    Liked by 1 person

  4. Via agnesia says:

    Omg!!!
    Mudah2an soo jin g knapa2…
    Udah hampir mati karna hanna msh ditambah dengan haneul…
    Dasar penyihir!!!
    Pengen bgt q cekek dia trus dilempar ke kandang singa…
    Hehehehe….

    Liked by 1 person

  5. kyuwonhae's wife says:

    Ommmooo… akhirnya eomma kyu sdar juga klo dia memang egois wloun hrus mengorbnkan soo jin 😢 smga dia selamat, apa skrg prsaan dan tjuan kyu menkahi soo jin msih sma? Ingin blas dendam? Jika iya, sbaiknya soojin berpsah aja sma kyu. Drpda kyu hnya pura2 baik sma soojin

    Liked by 1 person

  6. Hyun says:

    soojonnberasa hidup ditengaha2 pertempuran partai politik di indonesia xD xD

    dia masih ga tau kah latar belakang gyu nikahin dia? and, dia ga anu2 sama gyu, brati pengetahuannya dia tentang seena masih 0, coba deh suruh tanya ke gua xD

    Liked by 1 person

  7. lyeoja says:

    Oalaahhhh parh parah iniii…
    Org orgnya rada gak waras semuaa.. 😂😂😂 maen cekek2 ajaaa…
    Kewarasannya terenggut lee saena kali yakk.. hihihi

    tengkarkan * enakkan ganti dgan kta debatkan luna sayang… 😀

    Semngat nulisnya luna…

    Liked by 1 person

  8. aryanahchoi says:

    awalnya soojin juga ogah kali nikah ma kyuhyun apa lagi di siksa mulu #poorsoojin haneul ni kurang ajar ya pake nyekik soojin sampai nyebur ke laut kasihan soojin smga gx apa2

    Liked by 1 person

  9. Vyea Lyn says:

    Woahh…hebat!!! Hebat!!! Anak ibu dan wanita satunya sama saja. Sama” membuat soojin semakin malang.
    Mereka punya bekas tangan lagi diwajah soojin.

    Itu calon menantu yg di idam-idamkan ny. Cho Hanna??? Bar” sekali asli nya.

    Liked by 1 person

  10. yiza says:

    disini kyu akan menyadari kali ya gimana perasaan dia ke soojin. kalo ga sadar jg brrti pintu hatinya udh ketutup. tpi soojin akan milih pergi atau stay ya ?

    Liked by 1 person

  11. ddianshi says:

    Sial brengsek kalian berdua nyonya cho dan haneul >_< harusnya kalian berdua yang terjun kelaut dan bukannya soojin 😦 semoga soojin baik2 saja 😥 egois dan jahat sekali nyonya cho selalu ikut campur tentang kehidupan kyuhyun -__- saeng ditunggu bgt sama part selanjutnya jangan lama2 ya 🙂 semangat ❤

    Liked by 1 person

  12. Pingback: CLEFT Chapter 8
  13. syalala says:

    kenapa sih ya haneul jahat bgtt… tp iya sih itu dia kalap sangking marahnya ke soojin jd dia gasadar tp jatoh daro atas kapal di laut gila ajaaaaaaa huhu kesian soojin asli pergi aja lah dari rumah kyuhyun buruuu!!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s