Faithful Love Chapter 1

Faithful Love Chapter 1
by Luna

Genre:
Married-life, Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Lee Yoo Jin

Cuap-cuap Author:
Selama masa hiatus, kangen sih bisa nulis sebebas dulu, apalagi baca komentar satu per satu itu hiburan tersendiri buat aku hehe.
Maka dari itu aku beranikan diri untuk nulis lagi karna merasa sayang banget.
Nah, sekarang ketemu lagi deh couple Kyu-Jin ini 🙂
Semoga kalian suka ceritanya, lanjut sampai end dan gak ngecewain kalian 😀
Happy reading ^_^

faithful love

Warning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—
Chapter 1
Throw Back When It Hurts

“Sebenarnya kami berencana tinggal lebih lama. Sayang sekali kalau tidak sekalian pergi liburan. Benar kan, sayang?”

“Aku tidak pernah tahu Kyuhyun memiliki kekasih.”

Lee Yoo Jin menggigit rakus es krim rasa vanilla kesukaannya sembari menyeka air matanya yang tidak mau berhenti menetes.

Dia masih teringat kata-kata kejam Kyuhyun yang mengusirnya dan melihat kemesraan Kyuhyun dengan kekasih barunya. Siapa tadi namanya, Jang Ma Ri? Oke, sampai di Korea dia akan melapor Ayahnya biar wanita itu dimusnahkan dari sisi suaminya. Belum tahu saja dia siapa mertua pria yang dikencaninya. Ayahnya tidak akan membiarkan putrinya tersakiti.

Yoo Jin mengibaskan tangannya di depan muka saking panasnya cuaca siang ini. Suhu udara Los Angeles sekarang memang cocok untuk menggosongkan kulit dalam satu kedipan mata. Tenggorokannya saja nyaris kering dan kepalanya mau mendidih hanya dijemur di bawah sinar matahari sepuluh menit saja.

“One more please, Sir?” Si penjual menyeringai senang karena salah satu pelanggan cantiknya memesan lima potong es krim yang hebatnya sanggup menghabiskannya dalam dua puluh menit! Apakah kota kelahirannya sepanas ini? Walaupun begitu Los Angeles tetap menjadi tujuan utama turis asing berwisata.

“For my belle, it’s free.” Yoo Jin berbinar dan dengan gesitnya menyambar uluran potongan es krim vanilla-nya yang baru. “Where do you from? Seems you are from Asia?”

Gadis itu mengunyah es krimnya sambil mengira-ngira jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan pria berjenggot putih di depannya. Diam-diam dia bersyukur tidak pernah melewatkan kelas bahasa asing saat sekolah. Namun, bukan berarti lidahnya tidak jadi terbelit-belit, dia tetap darah keturunan Korea asli!

“Hmm, yes, Sir. Korea, exactly.” Ucapnya lantang penuh kebanggaan. Syukurlah lidah hebatnya tidak terpeleset berbicara sesuatu yang aneh! Setidaknya dia tidak bodoh dengan pergi berjalan seorang diri tanpa pengawal apalagi penerjemah. Kucing-kucingan dengan bodyguard Ayahnya adalah satu hal mengasyikkan yang pernah dia lakukan selama 18 tahun dia hidup!

“Miss Korea, I think you should know there’s a guy who put eyes on you from long time.”

“Hah?” Omo! Orang ini barusan bilang apa? Dia terlalu asyik melamun sehingga tidak memperhatikan. Bicaranya cepat sekali sampai telinganya tidak menangkap satu kata pun.

“That’s, Miss! And just now he is walking—”

Pinggang Yoo Jin seperti ditarik ke belakang dalam satu hentakan tubuhnya diputar menghadap dada bidang milik seorang pria dan pipinya menempel disana. Setengah memeluknya pria itu berbicara cepat, “Thanks for keeping my woman.”

Pupil Yoo Jin melebar menyadari siapa yang berbicara barusan. T-tapi, dari mana Kyuhyun tahu dirinya berada disini? Pipinya bergerak naik-turun seirama dengan gerakan dada pria itu yang bergemuruh dan napasnya patah-patah. Mungkinkah Kyuhyun habis berlari karena mencarinya?

Begitu kepalanya mendongak, matanya langsung bertubrukan dengan obsidian gelap Kyuhyun. Pria itu juga tengah menatapnya, dengan marah!

“Tolol! Kau kemanakan otakmu, hah?”

Yoo Jin mengerjap-ngerjap kaget. Kenapa Kyuhyun yang marah? Siapa yang tadi tidak mengacuhkannya dan lebih mementingkan kekasihnya bahkan sampai dikenalkan pada teman-temannya? Yoo Jin mendorong dada pria itu hingga pelukan mereka terlepas.

“Kau!” tunjuk Yoo Jin tepat di ujung hidung Kyuhyun membuat pria itu terkejut. “Lalu, kau anggap apa pria yang tega menelantarkan istri hamilmu dan membiarkannya menggelandang seorang diri di negara orang? Cih, jangan berpikir cuma aku disini yang tidak punya otak!” Bibirnya bersungut-sungut kesal. Memangnya cuma Kyuhyun yang boleh marah-marah? Dia juga bisa!

“Jadi menurutmu aku tidak punya otak? Sial, buat apa aku susah-susah mencari gadis yang tidak tahu terima kasih.” Kyuhyun membuang muka, menyeka keringat yang meluncur deras dari pelipisnya lalu mengibas-ngibaskan kaosnya.

Bahkan dia tidak berpikir berganti baju dulu—membuatnya terpaksa mengabaikan kejaran fansnya yang kebetulan melihatnya berkeliaran mengenakan kaos pemain baseball—dan bergegas mencari Yoo Jin karena takut gadis itu akan menghilang. Sekalipun dia tahu Yoo Jin adalah gadis yang mandiri, tetap saja dia adalah seorang gadis dan sekarang mereka berada di luar negeri, kekuasaannya terbatas.

Sebagai suaminya, Kyuhyun bertanggung jawab penuh atas keutuhan gadis itu sampai mereka kembali ke Korea, jika tidak ingin kepalanya digantung oleh Ayah Yoo Jin sang mantan Jenderal Angkatan Darat Korea.

Kyuhyun merinding sendiri mengingat mertuanya yang sangat protektif dan menyayangi putrinya satu-satunya. Membiarkan putrinya berjalan-jalan sendiri saja sudah jadi satu masalah, apa jadinya kalau terjadi yang tidak-tidak pada Yoo Jin.

Omong-omong soal gadis itu, melalui sudut matanya dia bisa melihat Yoo Jin sedang bengong menatapnya dengan raut bersalah. Dasar bocah! Kyuhyun tersenyum jahil. Ide licik menghampiri otak usilnya.

“Kyuhyun kau mau kemana?” Di langkah ke-lima Kyuhyun pergi meninggalkan gadis itu, lengannya ditahan. Pria itu bersorak dalam hati. Benar kan, gadis itu mengejarnya! “Apa lagi?” tanyanya sok malas sambil berbalik.

“Eh, aku mau pinjam uang. Aku belum membayar es krim tadi. Aku lupa tidak membawa dompet.” Kyuhyun melongo. Bodoh! Dimana sih otaknya? Pantas saja gadis ini sering disebut burung bodoh. Andai dia tidak datang, mau dibayar dengan apa es krim yang dibelinya?

“Jangan khawatir, aku hanya pinjam, pasti akan kukembalikan. Lihat, aku bertahan tidak meminta uangmu kan!” tambah Yoo Jin cepat-cepat sebelum Kyuhyun berpikir kalau dia membutuhkan pria itu.

“Kalau pinjam ya pinjam saja. Jangan keras kepala!” Kyuhyun menggetok kepala Yoo Jin membuat pemiliknya mengaduh kesakitan.

Meski begitu Kyuhyun tetap saja berjalan kembali ke kedai tadi dan membayar es krim yang dibeli gadis itu. Merogoh kocek demi gadis tidak tahu terima kasih dan keras kepala seperti dia memang menyebalkan.

“Kau membuat nona Lee menangis dan berjalan seorang diri tanpa pengawal. Tindakanmu sangat tidak bertanggung jawab, Kyuhyun.” Gerakan tangan Kyuhyun akan membayar di meja kasir mengambang di udara. Jantungnya berdebar. “Apa kalian bertengkar?”

Kepala Kyuhyun menoleh cepat. Pria berjenggot putih yang tadi mengajak Yoo Jin berbincang—ternyata bawahan mertuanya? Astaga, bagaimana dia bisa lupa Ayah Yoo Jin punya banyak pengawal dan menyebarnya ke tempat-tempat yang disinggahinya. Dan sekarang pria yang berpura-pura sebagai pemilik kedai es krim ini tau tentang pertengkaran kecil mereka. Sialan.

“Itu urusanku,” balas Kyuhyun berusaha tidak peduli sekalipun jantungnya bertalu-talu memohon agar pria satu ini tidak menyebalkan dan membocorkannya. Karena pernah sekali kejadian gara-gara dia lupa tidak menjemput Yoo Jin dari pulang sekolah, besoknya dia disidang oleh Ayah Yoo Jin.

“Kau tahu apa akibatnya jika aku melaporkannya pada Tuan Lee.”

“Terserah saja, itu urusanmu. Urusanku adalah gadis itu.” Kyuhyun langsung meletakkan beberapa lembar dollar di atas meja dan meninggalkan kedai itu dengan dada bergejolak. Begitu melihat Yoo Jin masih menunggunya, Kyuhyun bergegas menarik kasar gadis itu pergi.

Pria berjenggot putih itu berdecak kagum. Baru pertama ini dia menemui pria seberani Cho Kyuhyun. Terlalu berani untuk pria muda yang belum mengenal baik sifat Tuan Lee. Biar dia beri pelajaran sedikit anak itu karena membiarkan nonanya menangis.

Tangannya menekan tombol interkom yang terpasang ditelinga kirinya sambil berbisik, “Target kembali ke Dodger.”

“E-eh, tunggu, Kyu kita mau kemana?” tanya Yoo Jin terbata. Langkahnya terseret-seret mengikuti langkah Kyuhyun yang lebar dan cepat, sementara pria itu sudah cukup muak dan marah sehingga tidak peduli keadaan Yoo Jin yang hamil—

Yoo Jin mendesis sebal saat kepalanya terantuk punggung Kyuhyun gara-gara pria itu mendadak berhenti. “Sekarang apa?” sergahnya kesal ketika Kyuhyun meliriknya dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti sedang menelanjangi tubuhnya.

“Y-yak! Yak! Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun tiba-tiba meraba punggungnya lalu turun mengarah ke pantatnya. Gadis itu menutup wajahnya sangat malu karena perbuatan Kyuhyun mereka jadi tontonan orang yang berlalu-lalang. Apa sih yang dilakukan Kyuhyun?

“Ketemu!” Kyuhyun berhasil mendapatkan ponsel Yoo Jin dari merogoh saku belakang rok jeans selutut. Yoo Jin terbengong-bengong. Kalau menginginkan ponselnya kenapa sih harus meraba-raba tubuhnya di depan umum?

Kyuhyun membuka chasing ponsel Yoo Jin, berikut mencopot baterainya. Menggunakan ujung jarinya, Kyuhyun menarik benda mini berbentuk bulat berkedip sinar merah yang terselip di bawah nomor kartu. Ini dia benda sialan yang menyebabkan keberadaan Yoo Jin terlacak.

“Itu apa?”

Bukannya menjawab, Kyuhyun bergegas membuang benda itu ke tong sampah. Selesai sudah, kini tidak akan ada yang bisa melacak keberadaan Yoo Jin, termasuk dirinya. Setelah mengembalikan ponsel Yoo Jin ke posisi semula, dia langsung mengantonginya di celananya. Dan tanpa aba-aba, Kyuhyun menggendong Yoo Jin lalu berbisik sebelum memberhentikan taksi yang lewat.

“Eratkan peganganmu, wanita hamil merepotkan.” Yoo Jin mempoutkan bibirnya tapi mengikuti juga perintah Kyuhyun.

.

.

.

“Siapa dia, Kyu?”

“Kenapa kau menggendongnya?”

“YAAK, setan! Jangan bawa wanita masuk ke ruang ganti! Lihat, aku telanjang, kyaa!”

Kyuhyun tahu akan begini jadinya saat dia memutuskan membawa Yoo Jin ke ruang ganti pemain sambil menggendong gadis itu—catat! Dia hanya mendengus dan melanjutkan langkahnya menuju lokernya lalu menurunkan Yoo Jin di atas meja besar yang berada di tengah-tengah ruangan.

Sementara gadis itu masih memejamkan mata takut melihat sesuatu yang tidak-tidak disana. Kyuhyun mengambil handuknya dari dalam loker. “Tunggu disini, aku mau mandi sebentar.”

Yoo Jin sontak melebarkan matanya. “K-kyu, tapi—” Belum usai Yoo Jin mengungkapkan kegelisahannya ditinggalkan sendiri di antara belasan pria tak dikenal, seorang pria melompat ke depannya. Kenapa Kyuhyun tega menjadikannya santapan lapar pria-pria ini?

“Hey, nona. Kau siapanya Kyuhyun? Kau bukan kekasihnya, kan?” Pria berambut grey langsung bertanya dengan bukan pertanyaan basa-basi. Kalau dia menjawab bahwa dia istri Kyuhyun, apa mereka akan percaya?

“A-aku Lee Yoo Jin, istrinya Kyuhyun,” ringis Yoo Jin. Otaknya tidak bisa berpikir jernih selain jawaban polos dan jujur khas anak sekolahan.

“WAAAAH???!”

Jeritan keras mereka membuat Yoo Jin menutup telinganya. Pria yang hanya dibalut handuk sepinggang buru-buru menghampirinya dan bertanya, “Jangan bohong! Tadi gadis bernama Jang Ma Ri mengaku sebagai kekasih Kyuhyun, sekarang kau bilang istrinya Kyuhyun. Mana yang benar?”

Yoo Jin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus menjawab apa. Dia tidak tahu-menahu soal Jang Ma Ri, apakah gadis itu sungguh kekasih Kyuhyun atau hanya akal-akalan Kyuhyun saja untuk membuatnya cemburu. Dan lagi, gadis itu toh saat ini tidak terlihat dimana-mana.

“Mungkin kalian bisa tanyakan langsung pada Kyuhyun. Dia yang lebih tau kebenarannya.” Jawab Yoo Jin seadanya.

“Kenapa aku tidak pernah dengar kalau Kyuhyun sudah menikah? Apa dia merahasiakannya dari kita semua?” Mana aku tau Kyuhyun merahasiakan pernikahan kami dari teman-temannya, batin Yoo Jin. Memang benar sih pernikahan mereka diadakan secara diam-diam. Keluarga mereka malu alasan yang sesungguhnya jika mereka adalah pasangan married by accident.

“Yoo Jin-ah, omong-omong berapa usiamu?”

“18 tahun.”

“HAAH?!!” Lagi-lagi mereka berteriak di depan Yoo Jin seolah-olah telinganya tidak akan sakit oleh jeritan histeris mereka. Bahkan ada yang menggebrak meja saking kagetnya. Mulut mereka membuka-menutup seperti ikan karena tak percaya. Kenapa sih reaksi mereka berlebihan sekali?

Selanjutnya Yoo Jin dihujani ribuan pertanyaan seputar pernikahan muda mereka. Tentang bagaimana pertemuan pertama mereka, mengapa dia bisa menikah dengan Kyuhyun yang notabene-nya bukan tipe pria yang serius pada satu wanita. Paling-paling gadis bernama Jang Ma Ri adalah korban kesekian ratusnya Kyuhyun si penjahat cinta.

Kyuhyun adalah pria yang sering di-elu-elu-kan oleh banyak wanita. Selain wajahnya yang tampan dan di usianya yang sangat muda dia sudah memiliki banyak hal. Sekalipun Kyuhyun suka bergonta-ganti pasangan dan anti berkomitmen, itulah yang menarik minat banyak wanita. Tak jarang para wanita rela disakiti asalkan dapat melakukan seks dengan Kyuhyun.

Yoo Jin menelan ludahnya. Sudah berapa wanita yang melakukan hubungan terlarang itu dengan suaminya? Apakah setelah Kyuhyun menikah dia masih sering menghubungi wanita malam untuk memuaskannya?

“Jangan dengarkan karangan cerita mereka, anak kecil.” Kyuhyun yang entah muncul dari mana membuang handuknya ke atas kepala Yoo Jin. Pria itu melenggang santai mendekati lokernya mencari pakaian bersih.

Untung dia datang tepat waktu sebelum mulut gosip hyung-nya meracuni otak Yoo Jin. Gadis itu masih bocah, pikiran liarnya bisa menghancurkannya. Memberinya label buruk sebagai pria perkasa di atas ranjang dan sanggup memuaskan jenis wanita manapun.

“Kami pergi dulu, Yoo Jin-ah. Kita lanjutkan obrolan kita lain kali ya?”

Pria-pria tua itu. Desis Kyuhyun pelan. Alih-alih tidak mau bertanggung jawab atas apa yang mereka bocorkan pada Yoo Jin malah kabur begitu saja. Menyebalkan.

“Kyuhyun,” Yoo Jin menarik handuk Kyuhyun yang menutupi penglihatannya dan matanya langsung berhadapan dengan dada bidang polos pria itu. Ketika matanya turun, ludahnya otomatis tertelan melewati kerongkongannya. Apa baru sekarang dia benar-benar memperhatikan bentukan otot indah suaminya yang seksi itu?

“Apa yang kau lihat?” Kyuhyun memicingkan mata curiga. Pasalnya saat dia memasukkan kaos putihnya melewati tubuh atas telanjangnya, Yoo Jin tengah bengong memandang tubuhnya sampai tak berkedip.

Yoo Jin gelagapan menanggapi pertanyaan Kyuhyun yang menangkap basah dirinya sedang mencuri mata pada tubuh Kyuhyun. Dia menggigit bibir atas dan bawahnya bergantian dengan hati berdebar. Apa aku tampangku kelihatan bodoh sekali?

“Apa itu?” Kyuhyun menangkup dagu istrinya yang tiba-tiba jadi gagu lalu menariknya mendekat menyisakan jarak beberapa senti wajah mereka. “Kau menatapku seakan-akan kau akan menerkamku. Jangan katakan itu karena hormon wanita yang sedang hamil.”

Mata cokelat terang itu berkedip dua kali. Ada sebuah gelombang lembut yang menyapanya saat mata itu menatapnya dalam jarak sedekat ini. Mata yang terkadang berkilat marah dan menyebalkan sekaligus menggemaskan, yang kerap menantangnya setiap ada kesempatan, yang memohonnya agar tidak menyentuh tubuhnya malam itu tapi diabaikannya sebab Kyuhyun terlanjur hanyut di dalamnya.

Mata Kyuhyun turun menatap bibir merah muda tipis yang diam-diam didambanya. Walaupun bibir itu sering mendebatnya, bibir itu juga yang membuat hatinya bergeser parah saat dicium. Dan dia ingin mengecup bibir itu sekarang.

“Selamat Lee Yoo Jin, kau berhasil menghancurkan rencanaku dengan Jang Ma Ri. Jadi, jangan salahkan aku kalau setelah ini aku melampiaskan hasratku padamu.”

Detik berikutnya Kyuhyun membungkam bibir pintar Yoo Jin. Dia berbohong. Padahal yang dia rasakan sebenarnya karena dia tidak sanggup mempertahankan egonya. Hasrat tak terbendungnya ingin menyentuh tubuh gadis itu.

Meski lidahnya tajam sekali mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah pelampiasan, padahal selebihnya merupakan kebutuhan. Otaknya tidak diberikan waktu berpikir barang sebentar selain membatalkan rencana liburan bersama kekasihnya berikut mengirim Jang Ma Ri pulang ke Korea setelah ini.

Yoo Jin memejamkan matanya erat terkejut dengan ciuman yang didapatkannya tanpa peringatan. Bibir tebal itu dalam sekejap memenuhi bibirnya yang masih berusaha mengimbangi permainan ciuman hebat Kyuhyun. Bahkan pria itu tega tidak memberinya kesempatan bernapas. Apa Kyuhyun sengaja mencumbunya sampai titik penghabisan?

Sekalinya Yoo Jin dikecewakan dengan sikap penolakan Kyuhyun tadi, tetap saja dia tidak bisa menolak ciuman Kyuhyun yang sangat diinginkannya. Ah, koreksi, ciuman yang diingin bayinya. Dia tahu kelemahan Kyuhyun. Sekasar-kasarnya ucapan yang terlontar dari mulut Kyuhyun, pria itu tidak akan tega meninggalkan istrinya yang tengah hamil di negara asing tanpa perlindungannya.

Mungkin sekarang bentuk perlindungan yang diberikan Kyuhyun karena takut pada mertuanya yang menyeramkan, tetapi Yoo Jin yakin suatu saat nanti Kyuhyun akan melindunginya karena mencintainya.

“Aishh, sialan. Dasar setan tidak tahu diri! Dia pikir disini hanya ada mereka berdua? Kajja, kita keluar saja.” Perintah Hyukjae sang kapten ditanggapi anggukan lemas lainnya. Gagal sudah mendapat tontonan gratis pasangan muda itu. Mereka melangkah lesu meninggalkan ruang ganti pemain dan menunggu di luar.

Lidah Kyuhyun melesak masuk ke dalam mulutnya di antara ciuman panas mereka membuat Yoo Jin mau tidak mau membuka mulutnya memberikan akses agar Kyuhyun lebih leluasa. Kyuhyun yang semakin bergairah menarik tubuh Yoo Jin meninggalkan meja yang tadi didudukinya. Mensejajarkan tinggi badan mereka lalu dengan sekali tarikan Kyuhyun menggendong Yoo Jin dan memojokkannya di lokernya.

“Siksaan untukmu, bocah. Siapa suruh kau hamil.”

Yoo Jin membelalak kaget. Kedua tangannya yang bertumpu di atas bahu Kyuhyun bergetar. Dia menarik kepalanya menjauh hingga ciuman mereka berakhir. Sudut bibir Kyuhyun berkedut sinis. Tatapan pria itu sangat berlawanan dengan rasa ciumannya barusan. Kenapa dia baru menyadari kalau Kyuhyun hanya menggodanya dan membiarkannya larut dalam perasaan senang?

“Kenapa berhenti, bukankah ciumanku yang kau inginkan? Oh, keinginan bayimu. Benar bukan?”

Bayimu, bukan bayi kita. Sejurus kemudian Yoo Jin merasakan matanya sakit seperti ditusuk-tusuk, rasanya perih sekali. Apa kabar dengan kondisi hatinya? Kyuhyun belum berubah. Bodoh kau Lee Yoo Jin berpikir bahwa suamimu mau menerima kenyataan dirimu hamil anaknya.

“Turunkan aku, kumohon.” Pinta Yoo Jin. Dia tidak akan kuat harus bertatapan lebih lama dengan Kyuhyun. Pria itu bisa menyudutkannya hingga dia menangis dan terlihat lemah di depan pria itu sama sekali bukan sifatnya.

“Sekarang kau memohon untuk kulepaskan. Apa setelah ini kau akan kabur lagi? Mengacaukan keadaan dan siapa tau kau mau melaporkanku pada ayahmu seperti bocah lima tahun.” Kata Kyuhyun tak berperasaan. Dia lupa gadis dalam gendongannya memiliki hati serapuh kayu lapuk yang berusaha dilapisinya dengan pengerat. Hatinya bisa hancur kapan saja hanya dengan kata-kata tajamnya!

“Kumohon,” Yoo Jin membersitkan hidungnya.

“Dengar, aku tidak takut ayahmu. Kau bisa melaporkanku, kau juga bisa menceritakan tentang pertemuanmu dengan kekasihku disini. Dan saat kau melakukannya, detik itu juga aku tidak akan segan menceraikanmu dan membuatmu menjadi janda hamil yang terlantar.”

Bukannya melepaskannya, Kyuhyun semakin berani melumat bibir Yoo Jin hingga rasa ciuman itu hambar dan menurut Yoo Jin itu hanyalah luapan emosi sesaat karena dia milik pria itu. Hal yang paling menyakitkan ketika menyadari ketidaktulusan ciuman Kyuhyun hanyalah untuk menunjukkan kepemilikan mutlak atas dirinya. Yoo Jin mengerang oleh gigitan keras di bibirnya.

Lagi, Kyuhyun melukai bibirnya.

Yoo Jin menutup mulut menggunakan punggung tangannya supaya desahannya tidak keluar tidak saat ciuman Kyuhyun merambat ke lehernya, menggigitnya hingga meninggalkan bekas kemerahan. Bukan itu yang menyebabkan Yoo Jin mati-matian menahan desahannya, melainkan tangan Kyuhyun yang menyelinap masuk ke dalam rok jeans-nya dan menekan kewanitaannya. Selalu begini. Kyuhyun menyiksanya sampai puas dan berhenti saat dia akan mencapai klimaks.

“Kyuhyun, kumohon hentikan. Apa kau lupa saat ini aku tidak menanggungnya seorang diri?”

Gerakan tangan Kyuhyun di dalam roknya berhenti berikut ciumannya. Kepalanya mendongak menatap marah wajah tersiksa Yoo Jin yang sudah semerah tomat. “Shit! Bayi sialan!” umpatnya keras.

.

.

.

Flashback ON

Ujung kaos bisbolnya ditarik keras ke belakang. Pegangan tongkat bisbol yang dijepitnya dengan kepalanya seketika terhempas jatuh. Terpental keras membanting lantai, menggelinding agak jauh ke pinggir lapangan.

Si penyebab kerusuhan meringis bersalah namun wajah polosnya membuat orang-orang yang menyaksikan kejadian itu tergelak keras dan tidak tega mengusiknya.

Pria yang merasa diganggu ketenangannya berbalik sebal berniat memarahi siapapun itu. Kata-kata kasar, umpatan, sumpah-serapah yang terkumpul di ujung lidahnya tertelan lagi ke tenggorokan begitu melihat rupa si pelaku.

Seorang gadis mengenakan seragam SMA tersenyum jenaka. Rambutnya dicat warna merah senada dengan kukunya. Blazernya yang diikat di pinggangnya tidak sanggup menutupi kaki jenjangnya yang hanya dilapisi rok yang sangat pendek. Entah kenapa dia berspekulasi jika gadis ini berbalik, pantat bulatnya akan menonjol sangat seksi dan saat menunduk celana dalamnya akan terpampang jelas.

Stop! Kenapa dia bisa berpikiran sejauh itu pada bocah ingusan yang belum dia kenal?

“Sunbae, kumohon jadilah pacarku!”

Cho Kyuhyun yang masih shock dengan pernyataan cinta tiba-tiba itu sigap menangkap lemparan beban tubuh mungil gadis SMA itu. Gadis itu memeluk punggung berkeringatnya yang bercampur bau terbakar matahari bekas pertandingan bisbolnya barusan. Bisa dibayangkan dengan bau yang bisa tercium dalam radius satu meter gadis ini masih nekat memeluknya.

Gadis gila! Merupakan hal biasa banyak gadis mengantri untuknya, tapi, gadis SMA? Dia tidak tertarik menikmati tubuh papan gadis SMA. Kyuhyun mendorong tubuh gadis itu dan melirik badge yang tersemat di kemeja putih gadis itu.

“Daegu-ssi,” Kyuhyung bergeming mengamati seragam asal-asalan yang dikenakan gadis itu. “Kau yakin siap kutolak setelah menempuh perjalanan jauh yang sia-sia?”

Gadis itu terperanjat. Apa dia langsung ditolak? Dia sengaja membolos jam terakhir dan tidak mengikuti bimbingan belajar demi menonton pertandingan baseball pria yang dikaguminya belakangan ini. Cho Kyuhyun, pria itu yang membuat otaknya tidak berhenti memikirkannya. Malahan dia berencana masuk ke universitas yang sama dengan Kyuhyun meski dia tau ini tahun terakhir pria itu.

“Kumohon, beri aku kesempatan!” Gadis itu membungkukkan badannya sambil berdoa semoga Kyuhyun mau berbaik hati padanya biar pengorbanannya tidak sia-sia. “Bulan depan aku bukan gadis SMA lagi, jadi Sunbae tidak perlu malu pergi denganku.”

Kyuhyun mendengus. Kedua tangannya bertengger di pinggulnya. Bocah yang sangat berpendirian, seperti gadis lainnya. Hmm, boleh kan kalau dia bermain sedikit dengan bocah ingusan? Jarang sekali ada gadis SMA seberani ini. Teman-teman di belakangnya berbisik untuk terima saja gadis itu.

“Ikut aku,” perintah Kyuhyun seraya menyeret lengan gadis itu ke belakang gudang yang lama tak terpakai. Dengan satu hentakan Kyuhyun berhasil memojokkan gadis itu dan belum sempat dia mengelak, bibir tebal Kyuhyun lebih dulu mendarat di bibir merah muda tak terjamah milik gadis itu.

Kyuhyun melumat bibir gadis itu tidak sabar karena rasa manis yang dirasakannya. Disesapnya bibir itu atas dan bawah secara bergantian tanpa memberi jeda sebentar untuk mereka bernapas. Biar saja, gadis itu kan yang memintanya? Sementara jantung gadis itu berdebar kencang tak karuan menatap pria yang merebut ciuman pertamanya! Kakinya lemas! Ternyata begini rasanya ciuman orang dewasa.

“Kau resmi menjadi kekasihku,” ucap Kyuhyun di sela-sela deruan napasnya yang patah-patah. Dia bernapas panjang di leher gadis itu setelah menyelesaikan ciuman perjanjian. Eh? “Hanya satu minggu.”

Gadis itu melotot tak percaya. “T-tapi?” Apa-apaan maksudnya? Mana ada menjadi sepasang kekasih hanya seminggu. Itu tidak adil. Ketulusannya sedang dipermainkan!

“Sadarlah, ciuman semudah itu kau sudah lemas. Bagaimana nanti saat kita melakukannya?”

Kening gadis itu berkerut bingung. “Melakukan apa?”

Kyuhyun terkekeh pelan. Jadi bocah ini tidak tau aturan jika ingin berkencan dengannya? Kyuhyun menyelipkan rambut merah itu ke belakanga telinga gadis itu. “Dari caramu berpenampilan saja aku sudah bisa menebak kau gadis yang pandai memuaskan pria di atas ranjang. Masih belum mengerti juga?”

Mulut gadis itu menganga kaget. Terhenyak oleh kenyataan pria yang dikaguminya adalah pria mata keranjang yang hanya memikirkan kepuasannya. Dia berpenampilan seperti sekarang karena dia pikir Kyuhyun membenci gadis yang gayanya masih seperti anak kecil. Nyatanya, dia malah dikira gadis nakal.

“Inilah dunia orang dewasa, ikuti aturanku dan siapkan dirimu untuk akhir pekan nanti.” Kyuhyun mengecup gemas kening gadis yang resmi menjadi kekasihnya tapi tidak dia ketahui siapa namanya sebelum meninggalkannya dengan ribuan pertanyaan dan debaran di dada.

“Kau bahkan tidak bertanya namaku.” Kepalanya menunduk lesu. Apakah dia menyesali keputusannya?

.

.

.

“Hey, siapa sih gadis yang mengacaukanmu?”

Kyuhyun memukul telak bolanya hingga terpelanting jauh tak terjangkau, melewati pembatas kawat gedung sebelah. Dadanya bergemuruh tidak terima ternyata dirinya ditipu bocah ingusan. Bisa-bisanya dia merelakan ciuman pertamanya untuk gadis sialan itu.

TAK! Lagi-lagi Kyuhyun memukul bola bisbol sangat keras. Rasanya meluapkan kemarahannya dengan bermain bisbol tidak akan menyelesaikan masalah. Dia harus melampiaskannya pada tubuh wanita.

Kyuhyun melempar tongkat bisbolnya ke tanah lalu merogoh saku celananya menggapai ponsel pintarnya. Terdengar nada sambung selang dua detik dia men-dial panggilan cepat untuk sekretarisnya. “Bos?”

“Siapkan satu kamar untukku dan jangan lupa wanita seksi yang berpengalaman. Aku tidak akan bermain lembut hari ini.”

Hyukjae, sahabat sekaligus kapten tim mereka menggeleng sudah biasa. Ada sesuatu yang terjadi pada Kyuhyun dan dia tidak berminat ikut campur jika ingin nyawanya selamat. Saat sedang emosional begitu, Kyuhyun bisa tidak terkendali. Bisa-bisa nyawalnya melayang bahkan sebelum dia menikah!

“Aku selesai, Hyuk.” Hyukjae mendengus sebal. Beginilah ketika sifat kekanakan Kyuhyun muncul maka kesopanannya menghilang. “Kau yang bereskan semua ini nanti kan?” Begitu saja dan Kyuhyun berjalan menjauhi lapangan dan memasuki gedung kuliah.

“Sial, aku lagi yang membereskan ini.” Hyukjae mengumpulkan bola hasil lemparan Kyuhyun tadi kemudian menjadikannya di satu kardus besar. Baru beberapa langkah dia hendak melangkah menuju gudang penyimpanan barang olahraga, suara napas seseorang yang seperti sehabis berlari cepat mendekatinya.

“Sunbae!”

Hyukjae memutar tumitnya mengarah ke sumber suara. Dia tertegun memandang seorang gadis SMA yang berpakaian rapih membungkukkan badan dengan kedua lengan menopang di kedua lututnya. Gadis itu terengah-engah dan napasnya sangat memburu, pundaknya naik-turun secara cepat. Apa yang dilakukan gadis SMA disini?

“Aph-apha, hahh—kau melihat Kyuhyun sunbae?” Gadis itu menelan ludahnya, membasahi kerongkongannya yang kering. Dia berlari dari gerbang kampus sampai ke belakang gedung yang jaraknya tidak bisa dibilang dekat. Mahasiswa disini saja sampai mengendarai mobil atau motor.

“Ahh,” Hyukjae manggut-manggut. Jadi ini toh gadis yang mengacaukan emosi Kyuhyun belakangan ini. Dia hanya tahu ada seorang gadis yang mengejutkannya bisa menghancurkan ketenangan seorang Cho Kyuhyun. Lalu apa hubungan gadis ini dengan Kyuhyun?

“Lee—hmm, Yoo Jin-ssi?” ucap Hyukjae sekilas melirik nametag gadis itu. “Sayang sekali, kau terlambat sepuluh menit. Kyuhyun sudah pergi.”

“Mwo?” Lee Yoo Jin terbengong. Dia menghela napas lelah dan membanting pantatnya ke tanah didekat Hyukjae. Dia berusaha mengambil napas dalam-dalam, mengisi rongga paru-parunya dengan pasokan oksigen yang terkuras habis. Terlambat sepuluh menit? Ide yang buruk!

“Ada perlu apa kau dengan Kyuhyun?” tanya Hyukjae yang penasaran dengan siapa gadis itu, dia masih bocah tapi sudah bisa memporak-porandakan hatinya Kyuhyun.

“Apa sunbae bisa mengantarkanku ke tempat Kyuhyun sunbae? Maafkan aku, tapi aku sungguh-sungguh harus bertemu dengannya.” Yoo Jin menangkupkan tangannya di depan dada memohon dengan sangat kebaikan pria yang mungkin teman kekasihnya itu.

Aish, kenapa aku jadi ikut campur urusan Kyuhyun? Payah! Hyukjae menatap wajah polos Yoo Jin dan membuatnya tidak tega. Sudah sejauh ini dia mengejar Kyuhyun, kasihan juga kalau tidak bertemu. “Oke.”

Mobil Hyukjae berhenti tepat di pelataran lobby hotel milik keluarga Cho, tempat Kyuhyun biasa bersenang-senang dan menghabiskan malam bersama wanita bayarannya. Dia yakin gadis SMA itu pasti tercengang mengapa mereka berhenti disana. Lihatlah, mulutnya sudah terbuka lebar.

“Kudengar tadi Kyuhyun pergi kesini. Turunlah, tapi maaf aku punya urusan lain jadi aku tidak bisa mengantarmu.”

“Tidak apa-apa sunbae, terima kasih sudah mau kurepotkan.” Yoo Jin membungkukkan badannya sekilas sebelum melompat turun dari mobil Hyukjae. Dia memandang hotel mewah didepannya ragu.

Apa dia sungguh harus berbuat sejauh ini? Mobil yang mengantarnya sudah pergi dan itu artinya dia sendirian disini. Ah iya, benar, dia harus menyelesaikan urusannya dan pulang ke Daegu sebelum kereta terakhir berangkat.

Beberapa orang mengamati Yoo Jin sejak gadis itu melangkah masuk ke dalam hotel. Apa yang dilakukan gadis SMA di tempat seperti ini? Yoo Jin mengabaikan bisikan-bisikan itu dan bergegas menuju resepsionis. “Permisi, bolehkah aku bertanya dimana kamar yang dipesan atas nama Cho Kyuhyun?”

Wanita resepsionis itu mengerutkan kening bingung. Matanya menilik penampilan gadis di depannya tidak percaya. Barusan sekretaris putra bosnya menelepon kalau ada seorang wanita yang datang menanyakan kamar yang dipesan Kyuhyun harus diantarkan langsung. Sejak kapan selera tuan muda berubah jadi gadis SMA?

“Biar saya antar.” Ucap wanita itu sopan. Dia hanya harus melakukan sesuai perintah bos. Meskipun kelihatannya mencurigakan, tapi dia tidak mungkin bertanya sesuatu yang bukan urusannya. Yoo Jin lega dia tidak perlu mengarang identitasnya. Penampilannya yang masih mengenakan seragam saja sudah cukup menegangkan, dia pikir dia akan langsung ditendang keluar.

“Tuan Kyuhyun menunggu anda di dalam. Jika ada sesuatu yang anda inginkan bisa menghubungi kami.”

Yoo Jin menganggukkan kepala dan melangkah masuk ke dalam kamar hotel yang disewa Kyuhyun. Kamar yang sangat mewah untuk ukuran seorang pria yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Apa Kyuhyun berasal dari keluarga konglomerat?

Sementara Yoo Jin sibuk mengagumi kemewahan kamar itu, dia tidak sadar jika seseorang telah mengamati gerak-geriknya sejak gadis itu menginjakkan kakinya disini. Gadis itu berputar kesana kemari tanpa merasa kehadiran seseorang dengan aura gelap terpancar darinya. Belum lama dia mendapat telepon dari Hyukjae ada gadis SMA yang mencarinya dan tanpa pikir panjang mengantarkannya kesini.

Bodoh sebenarnya tindakan Hyukjae. Tapi Kyuhyun sekarang senang menemukan mainan baru. Dia sudah menyuruh sekretarisnya membatalkan wanita malam yang dia pesan.

“Berani juga kau menunjukkan dirimu.”

Tubuh Yoo Jin menegang. Suara rendah itu begitu dekat dengan telinganya. Tengkuknya sampai meremang. Dia menghembuskan napas panjang sebelum membalikkan badan menatap pria yang tengah memancarkan kilat marah di matanya. “Bagus sekali Daegu-ssi, kau menghilang selama seminggu. Apa kau sengaja mempermainkanku?”

“Tidak!” elak Yoo Jin cepat. Berikan aku waktu untuk menjelaskan! “Aku tidak tahu berapa nomor teleponmu dan alamat rumahmu. Kupikir sunbae tidak bersungguh-sungguh dengan ucapanmu.” Yoo Jin hanya berusaha membela diri. Dia tidak ingin dianggap tidak serius

“Lalu kenapa kau datang sekarang?” Kyuhyun melangkah mendekat membuat Yoo Jin refleks mundur. Jiwanya merasaa terancam.

“A-aku hanya ingat kita bertemu di akhir pekan.” Jawab Yoo Jin terbata. Dibawah tatapan intimidasi yang belum pernah dirasakannya ternyata membuat tubuhnya gemetaran.

Apa dia salah perkiraan? Kyuhyun tidak bertanya siapa namanya, tidak meminta nomornya, dan pertemuan mereka hari itu hanya berlalu seperti angin. Dia bahkan menduga Kyuhyun tidak akan peduli. Tapi melihat kemarahan yang Kyuhyun perlihatkan dia yakin pria itu terganggu.

Shit. Tolol! Kenapa dia bisa lupa? Merasa tidak ingin disalahkan, Kyuhyun merangsek maju dan sengaja menyudutkan gadis itu hingga terjatuh ke atas ranjang besar di tengah kamar. Tanpa pikir panjang Kyuhyun juga naik ke ranjang, menyelipkan satu kakinya di antara kaki Yoo Jin yang dilebarkannya. Semakin pria itu merangkak mendekat, lututnya semakin merambat lebih dalam menyentuh selangkangan gadis itu.

Yoo Jin terkesiap merasakan sentuhan di tubuh bagian bawahnya. Belum siap dengan tindakan tak terduga Kyuhyun. Matanya tidak berani menatap kondisi dirinya sendiri, dia hanya memandang Kyuhyun penuh permohonan agar pria itu tidak melakukannya. “Sunbae, kau tahu, melakukannya di luar pernikahan itu perbuatan yang tercela.”

Kyuhyun tertawa keras. Sungguh, kalimat gadis Daegu itu sangat menggelikan di telinganya. Bagaimana bisa bocah SMA mengajari pria dewasa seperti dirinya? Tahu apa gadis ini? Menarik sekali, dia semakin tidak sabar mempermainkannya.

“Tahu apa kau soal melakukan seks di luar pernikahan itu dilarang?”

Jantung Yoo Jin berdegup kencang. Bibirnya kelu hendak membalas ucapan Kyuhyun. Dia pernah menontonnya di televisi ketika seorang pria berusaha menggoda wanita untuk melakukan itu tanpa ikatan pernikahan berarti si pria tidak serius dengan hubungan mereka. Si pria hanya ingin memanfaatkan tubuh wanita untuk memuaskannya.

“Sunbae, jangan lakukan—tidak!” Yoo Jin menjerit ketika tangan Kyuhyun menyelinap masuk ke dalam roknya, tidak—membelai permukaan kewanitaannya tepatnya. Yoo Jin buru-buru menahan gerakan tangan Kyuhyun itu supaya berhenti. Tidak, dia belum siap. Dia belum pernah melakukannya! Ini adalah yang pertama, tidak tahukah Kyuhyun akan ketakutannya?

Kyuhyun membasahi bibirnya dan terkekeh. “Bukannya aku bukan yang pertama, kenapa juga kau takut?”

“Tidak, sunbae. Aku belum pernah melakukannya.” Tolak Yoo Jin ketakutan. Dia sangat takut. Sekalipun teman-temannya yang sudah melakukannya mengatakan ‘nikmat’, dia tidak percaya. Dia tidak mau apalagi melakukannya dengan pria yang tidak jelas apakah mereka akan bersama atau tidak nantinya. Kalau dia sampai hamil, bagaimana?

“Kumohon sunbae, aku mencarimu untuk menjelaskan alasanku menghilang seminggu ini.” Gadis itu masih berusaha menyadarkan Kyuhyun agar pria itu tidak melakukan kesalahan. Dia takut ayahnya marah besar dan menyuruh Kyuhyun bertanggung jawab. Dia mengerti Kyuhyun tidak mungkin siap.

“Dan kau harusnya ingat aku pernah menyuruhmu mempersiapkan dirimu untuk hari ini.”

Selanjutnya Kyuhyun membungkam bibir Yoo Jin dengan lumatan-lumatan menggila. Sejujurnya Kyuhyun tidak pernah mencium bibir wanita yang ditidurinya. Dia hanya menggunakan mereka untuk memuaskannya tidak untuk memuaskan diri di dalam tubuh wanita. Entah kenapa rasa penasaran merasukinya ketika gadis yang sampai saat ini tidak diketahui siapa namanya membuatnya jatuh pada tatapan sendunya.

Bibir manis milik Yoo Jin yang memabukkannya, menghilangkan kesadarannya, dan menguapkan amarahnya. Ternyata bibir ini yang membuat seminggu ini dia jadi uring-uringan. Bibir yang membuatnya candu. Dan apakah di saat miliknya terbangun hanya melalui ciuman mereka, gadis ini mencegahnya? Tangannya secara naluriah bergerak menyentuh payudara gadis itu lalu meremasnya perlahan. Yoo Jin mendesah.

“Sunb—”

“Kyuhyun.” Sela pria itu. Kyuhyun menghentikan ciumannya, menempelkan kening mereka dan mempertemukan mata mereka. “Panggil aku Kyuhyun mulai sekarang. Aku ingin memilikimu sekarang gadis Daegu. Aku tidak tau kau akan mempercayai kata-kataku atau tidak tapi, ini juga yang pertama bagiku.” Kyuhyun mengalihkan perhatian Yoo Jin dengan mengecup bibir gadis itu lagi kali ini sangat lembut dan hati-hati.

Dia juga yang pertama bagi Kyuhyun, benarkah?

.

.

.

To Be Continue

Makin penasaran dengan kelanjutkan kisah mereka? Nantikan di chapter 2!
Siapa saja yang mau tau update-an FF terbaru bisa add akun Line di ‘@bri4338c’ 😀

Advertisements

27 thoughts on “Faithful Love Chapter 1

  1. hennyramadhani says:

    Penasaran ceritanya mudah2han yo jin wanita kuat…..klu kyu tetus menyakitin yo jin dan tahu klu kyu hanya main2 sama semua perempuan,dan appa yo jin tahu kepinggin mereka berpisah,pinggin tahu bagaimana perasaan kyu pd yo jin dan keberadaan yo jin susah di lacak….klu mereka ketemu lagi pinggin lihat yo jin sdh dewasa punya anak yg ganteng,dan tidak bergantung pd siapa pun pinggin lihat kyu frustasi ngejar2 yo jin…..yo jin jd wanita yg kuat….

    Liked by 1 person

  2. Alya says:

    Etdah si Kyuhyun ini kenapa? ko dia uring2an ga jelas saat si gadis SMA yang mau di maininnya ga muncul2 , wkwkwk blm apa2 udah kejebak sama perangkapnya sendiri dia.

    Liked by 1 person

  3. Vyea Lyn says:

    Wow….baru ku tau,,seseorang yg suka ‘memesan’ wanita belum pernah berciuman dan sex!! Fantastis!!
    Kyuhyun bener” tak terduga.
    Lalu….Kyu ‘main’ apa saat mesen wanita??
    Masa iya petak umpet*eh??

    Liked by 1 person

  4. shfly3424Arista says:

    Ceritanya maju mundur y plotnyaa
    Berawal dr permainan kyu
    Hamil
    Nikah jdi cinta

    Cm penasaran
    Yoojin daegu anak sma
    Tahu soal kyu dr mana???
    Kok bs tiba2 suka ama kyu

    Pertama lihat kyu dmn???

    Liked by 1 person

  5. aryanahchoi says:

    kyuhyun si otak dangkal😠😠😠 duhhhhh yoo jin harusnya gx suka ma kyupil😱😱😱 kenapa sih kyuhyun gitu amat brengsek 😔 mana suka ganti2 cwex lagi yoojin kenapa mau nikah sama kyu??
    ayahnya yoojin nyerimin makanya yoojin patuh ma ayahnya gitu?
    ditunggu bgt next partnya

    Liked by 1 person

  6. Vikyu says:

    Iss kyu, sifatmu nyebelin banget
    Belum lagi kamu ngembat anak SMA
    Dan ga berubah juga setelah nikah, kirain bakalan berubah perlahan
    Gimana sih sebenrnya perasaan si ciu?
    Next semngat kak

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s