CLEFT [Chapter 3]

CLEFT Chapter 3
By Luna          

Genre:
Romance, Chaptered

Main Cast:
Kang Soo Jin | Cho Kyuhyun

Support Cast:
Kim Haneul | Choi Siwon | Lee Hyukjae

Cuap-cuap Author:
Holla, balik lagi dengan kelanjutan Cleft Part 3, semoga kalian sabar nungguin lanjutannya switch, oke?
Support aku ya supaya bisa nyelesaian dengan cepat semua FF nyaa^^
Happy reading 😀

cleft

Warning! Typo dimana-dimana!
—oo0000oo—

“Wow, apa yang dilakukan pengantin baru seorang presdir kaya di tempat kecil kotor disini?”

Soo Jin mengabaikan sindiran halus salah satu teman kerjanya. Dia semakin memusatkan perhatiannya pada mesin-mesin motor yang baru masuk ke bengkel.

Hyona menyodorkan sebotol air di depan wajah lelah milik Soo Jin. “Minumlah, kau sangat tidak seksi kalau terlihat pucat.”

“Gomawo,”

Soo Jin menenggaknya hingga tandas. Dia benar-benar terlihat seperti seorang yang habis melakukan perjalanan berbulan-bulan di gurun tanpa air. Meletakkan kembali botol kosongnya dan kembali serius  melanjutkan kerjaannya.

“Istirahatlah dulu. Ini sudah hampir tengah malam dan kau bekerja nonstop sejak pagi!” Soo Jin menjawabnya dengan gelengan kepala. Dia tidak mau berhenti.

Kalau dia berhenti dia harus siap terpikirkan lagi tentang kejadian tadi pagi yang jauh menguras energinya ketimbang membetulkan mesin-mesin ini.

“Huft,” Hyona memutar bola matanya. Dia tahu pasti sulit membujuk Soo Jin jika gadis itu serius bekerja. “Kalau kau tidak keberatan, aku pulang duluan oke?”

Lagi-lagi Soo Jin hanya mengangguk. “Hati-hati di jalan ya. Minho yang menjemputmu kan?”

Hyona menjawabnya dengan dehaman riang, mungkin? Sedengarnya mereka baru saja resmi berpacaran. Soo Jin benar-benar iri dengan keromantisan Minho. Pria itu sungguh-sungguh merebut perhatian Hyona dengan usahanya. Bukannya memaksakan kehendak seperti Kyuhyun.

Ah, pria itu. Dia tidak bisa menghubunginya karena memang dia tidak punya nomor telepon ataupun alamat kantor tempat pria itu bekerja.

Lalu dia harus apa lagi? Menunggu pria itu yang menemukannya ide yang bagus.

Soo Jin merebahkan punggungnya di atas papan besi beroda yang mudah digerakkan lalu mendorongnya pelan tepat dibawah mobil yang sudah didongkrak naik. Ada beberapa bagian mobil yang harus diperbaiki disini.

Dengan penerangan minim dari senter yang digigit di mulutnya, Soo Jin mencari letak kerusakannya hingga derap langkah kaki yang kelewat pelan mendekatinya tidak tertangkap oleh indera pendengarannya.

Langkah itu semakin mendekat. Soo Jin menyadarinya. Apa barang Hyona ketinggalan?

“Hyona apa itu ka—” tiba-tiba papan besi itu digeser keluar dari bawah mobil dan Soo Jin terkejut melihat siapa yang datang. Cho Kyuhyun.

Matanya mengerjab-ngerjab kaget. Kyuhyun menatapnya tajam seperti biasanya. Ada percikan amarah menumpuk di mata lelahnya. Bibirnya pucat. Hembusan napasnya terdengar kasar.

Dengan tangan terkepal, Kyuhyun menarik paksa tubuh Soo Jin hingga berdiri. Soo Jin bergetar dalam genggaman kasar milik Kyuhyun. Dia takut. Kenapa setiap kali berhadapan dengan Kyuhyun, dia menjadi lemah? Ada sesuatu dalam diri Kyuhyun yang membuatnya menggigil ketakutan.

Bukannya tidak tahu jika gadis di depannya ini sedang ketakutan. Kyuhyun hanya terlalu lelah. Sungguh, seharian ini dia membiarkan pekerjaannya menumpuk di kantor demi mencari gadis ini.

Kyuhyun mengabaikan ponselnya yang terus berdering. Semua orang mencarinya. Ibu nya, Haneul, Hyukjae bahkan kolega perusahaan. Dia gila mencari kemana gadis itu pergi. Dia sudah mencari di apartemen lamanya, tapi kata pemiliknya Soo Jin tidak datang kesana.

Dia mendatangi temannya yang seorang pemilik salon tapi juga tidak ada. Dia terus memutari tempat-tempat yang mungkin didatanginya.

Kemudian dia teringat pertemuan pertama mereka dan betapa leganya karena dugaannya benar.

Soo Jin disini.

Sesungguhnya Kyuhyun ingin segera memuntahkan marahnya, tapi apa dia berhak? Sementara yang mengusirnya dari rumah adalah Ibu nya?

Dan begitu mendapati penampilan Soo Jin—astaga, sangat terbuka dan seksi tentu saja membangkitkan gairahnya sebagai pria normal sekaligus suami sahnya.

“Kenapa kau tidak menghubungiku? Apa kau sengaja ingin kabur? Kau memanfaatkan kesempatan ini untuk lari dari tanggung jawabmu?”

Astaga, kemana kalimat pedasnya yang berjam-jam lalu dia tahan? Kemana kemampuan yang diturunkan Ibu nya?

“Aku…” Soo Jin menggigit bibir dalamnya. Mendapat tatapan tajam dan menusuk dari Kyuhyun membuatnya kehilangan kata-kata.

Kyuhyun menggeram kesal. Bukan kesal pada Soo Jin, melainkan pada dirinya yang merasa kegerahan.

Soo Jin hanya mengenakan bra olahraga pas badan dan celana jins ketat memperlihatkan lekuk tubuhya yang sempurna ditambahi rambutnya yang dikucir tinggi membuatnya ingin menenggelamkan wajahnya di tengkuknya.

“Dan apa yang kau lakukan disini?” desisnya tajam. “Kau mau menjual tubuhmu dengan pakaian kurang bahan ini?” Soo Jin mengangkat kepalanya cepat.

“Kenapa kau menuduhku seperti itu!” serunya tidak terima. Emosinya terpancing. Bisa-bisanya pria itu menuduhnya? Pria itu tidak tahu apa-apa soal dirinya!

“Lalu kenapa kau memakai pakaian ini?! Apa kau berharap ada laki-laki yang mendatangimu, menelanjangimu, memperkosamu, hah?!” teriakan Kyuhyun itu membuat Soo Jin serta-merta menutup kedua telinganya.

“Aku tidak seperti itu! Ini pekerjaanku bahkan sebelum bertemu denganmu! Dan lagi, aku tidak tau mau pergi kemana setelah Ibu mu mengusirku. Aku tidak membawa uang karena semua barangku kutinggal di rumahmu. Aku tidak punya nomor teleponmu dan aku tidak punya alamat kantormu.

“Lihat! Aku tidak pernah berniat melarikan diri dari tanggung jawab!” seru Soo Jin tidak kalah tinggi.

Kyuhyun bungkam.

Soo Jin melangkah menjauh, menyambar kemeja putihnya yang disampirkan di leher sofa yang telah usang. Dia memakai kemejanya dengan kasar. Benci setiap mengingat tuduhan Kyuhyun seolah-olah dia pelacur.

Dia berbalik dan betapa jantungya rasanya terjun bebas ke perutnya mendapati Kyuhyun sudah berdiri beberapa senti di depannya.

Soo Jin menghembuskan napasnya kasar, lelah dengan sikap aneh pria itu. Soo Jin mendorong pelan dada Kyuhyun agar menyingkir dari jalannya.

“Ibu  hanya terkejut melihatmu.” suara Kyuhyun melembut, entah itu Soo Jin salah dengar atau apa. “Kau tidak seharusnya marah.”

Soo Jin mengernyit tidak mengerti. Siapa yang marah? “Bukannya kau yang sedang marah?” desisnya kesal. Kyuhyun mencekal lengan Soo Jin yang hendak pergi.

“Kalau begitu maafkan aku yang tidak bisa mengendalikan emosiku. Kau terlalu mudah membuatku kehilangan akal.”

Soo Jin melebarkan matanya. Kenapa pria ini semakin aneh saja? Kemarin Kyuhyun menyiksanya. Sekarang Kyuhyun meminta maaf padanya. Kenapa Kyuhyun sangat plin-plan? Dan kenapa di saat-saat seperti ini ketakutan Soo Jin menghilang dan sifat aslinya muncul.

Kyuhyun berdecak dalam hati. Kesal dengan sikapnya.

Ada apa denganmu, Kyuhyun? Kau membuat gadis itu bertanya-tanya. Kemana nada bicaramu yang membentak-bentak?

Kenapa mulutnya tidak bisa berkata kasar? Padahal jelas-jelas dia sedang marah karena Soo Jin pergi.

Sebuah gagasan muncul tanpa perintah.

Nasib gadis itu hampir sama dengan istrinya dahulu. Seena juga diusir oleh Ibu nya di hari pertama pernikahan mereka. Kyuhyun tidak suka kejadian itu terulang lagi. Meskipun posisinya sekarang hanya mempermainkan Soo Jin, tetap saja egonya sebagai seorang pria biasa menginginkan gadis itu tinggal.

“Bisakah kau lepas tanganku? Aku masih harus memperbaiki mobil itu.” Soo Jin memberontak dalam cengkeraman Kyuhyun, tapi pria itu tidak membolehkannya.

“Pulang.” tegas Kyuhyun tak terbantahkan.

Kyuhyun akan menipu permintaan hatinya untuk bersikap lebih lembut pada Soo Jin. Dia harus ingat tujuannya menikahi gadis ini. Dia tidak boleh mencampur-adukkan kehidupan masa lalunya dengan kenyataan sekarang.

Kyuhyun meraih lengan Soo Jin lalu setengah menariknya keluar dari bengkel. “Aku tidak mengijinkanmu melakukan pekerjaan kasar ini.”

Soo Jin meronta lagi. Kalau biasanya dia akan menendang pria manapun yang berusaha menahannya, tapi tidak dengan Kyuhyun yang sekarang berstatus sebagai suaminya.

“Lepaskan aku!”

“Kalau kau terus memberontak, aku akan menidurimu disini.”

Ketokan palu berdengung di telinga Soo Jin. Dia diam. Dia tidak mau itu terjadi. Apalagi dengan pria yang emosinya sedang meledak-ledak.

Kyuhyun menggeleng dalam hati. Diancam begitu saja baru menurut.

“Lagipula pekerjaan ini tidak ada bagus-bagusnya untuk ukuran seorang gadis.”

Soo Jin mendengus.

“Mesin adalah hidupku. Aku hanya melakukan apa yang kuanggap benar dan kusuka. Aku tidak mau berhenti dari sini dan menjadi pengangguran. Berpura-pura kalau aku sudah menikah dengan presdir kaya raya sehingga tidak perlu susah payah menghasilkan uang, itu bukan gayaku.”

Selama di dalam mobil tidak ada yang berbicara. Kyuhyun sIbu k menyetir sedangkan Soo Jin sIbu k menatap kaca luar mobil yang basah karena rintik hujan.

Sebenarnya Kyuhyun tidak benar-benar fokus dengan jalanan di depannya. Dia hanya memikirkan kata-kata Soo Jin tadi. Dia baru menemukan ada seorang gadis yang suka bekerja di bengkel. Dan kemungkinan gadis itu tidak bekerja sendirian melainkan dikelilingi oleh para pria.

Sial.

Kyuhyun memukul setirnya. Mengabaikan lirikan kaget dari gadis di sampingnya. Apa gadis itu juga sudah tidak perawan? Haha. Haruskah dia memastikannya sendiri?

Mobilnya sudah memasuki pelataran halaman rumah Kyuhyun. Pria itu memarkirkan mobilnya kemudian turun dari mobil disusul Soo Jin.

Gadis itu merasakan pundaknya menghangat. Pria itu memberikan jaketnya. Jaket kulit warna hitam beraroma parfum milik Kyuhyun. Soo Jin mendongakkan kepala. “Ibu  bisa berpikiran macam-macam kalau melihat pakaianmu.”

TARRA!

Ibu  Kyuhyun sedang mengenakan daster bunga-bunganya dan masker putihnya terlihat serIbu  kali lebih menakutkan dari tadi pagi, berkacak pinggang di depan rumah.

Kyuhyun setengah menarik tubuh Soo Jin menghampiri Ibu nya. “Ibu  belum tidur?”

Sesuai dugaan Kyuhyun, pasti Ibu  menunggu mereka. Kyuhyun memeluk pundak Soo Jin mendekat padanya.

Tatapan menyelidik Hanna meresahkan hati Soo Jin. Dan gadis itu harus menarik napas panjang-panjang karena Hanna hanya berkata, “Masuk dan beri aku penjelasan.”

“Jangan katakan apapun sekalipun Ibu  menanyaimu. Aku yang akan menjawab semuanya.” Kyuhyun setengah berbisik di telinga Soo Jin yang dibalas dengan sekali anggukan.

Ternyata interogasi yang dilakukan Ibu  Kyuhyun tidak semencekam yang ada di pikirannya. Ibu nya tidak banyak bertanya. Hanya seputar alasan Kyuhyun menikahinya dan rencana Ibu nya tinggal sementara di rumah mereka sampai seminggu ke depan.

Satu jam cukup menyelesaikan kesalahpahaman dan Kyuhyun menuntunnya tidur di kamar mereka. Yah, mereka memang tidur di kamar yang sama. Entah ini karena keberadaan Ibu nya di rumah atau Kyuhyun benar-benar berniat tinggal sekamar.

“Tidur duluan saja. Aku masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.” Begitu saja sebelum Kyuhyun menghilang dari pandangannya.

Dasar workaholic! Kenapa dia tidak mengistirahatkan tubuhnya yang jelas sekali kelelahan itu? Bukan urusanmu juga Soo Jin. Toh, Kyuhyun juga tidak meminta perhatiannya.

Tidak.

Soo Jin tidak pernah tahu apa yang dilakukan Kyuhyun di ruang kerjanya ditemani penerangan lampu yang minim. Kyuhyun bukannya mengoreksi berkas yang ditinggalkannya pagi ini. Dia hanya duduk di kursi kerjanya.

Apa Soo Jin benar sudah tidak perawan?

Lagi-lagi pikiran itu menghantuinya. Aish, kenapa kau harus repot-repot memikirkannya?

Tapi dia penasaran. Dia tidak tahu berapa tahun gadis itu bekerja sebagai paddock girl. Dan berapa lama para pria yang bekerja dengannya bisa menahan diri tidak menerkam gadis itu jika pakaiannya saja seperti tadi.

Hm.

Haruskah aku memastikannya?

.

.

.

“Soo Jin, menurutmu mana yang lebih bagus?”

Siangnya Soo Jin diminta menemani Ibu mertuanya pergi berbelanja di salah satu mall milik perusahaan Kyuhyun.

Ini sudah yang ke dua puluh kalinya Hanna meminta pendapat Soo Jin tentang baju, sepatu, tas, perhiasan di setiap toko yang mereka datangi.

Hebatnya setiap pilihan Soo Jin selalu membuat Hanna senang dan langsung menyetujuinya. Soo Jin juga heran kenapa mertuanya itu menghabiskan ratusan ribu won demi membeli barang-barang berlabel itu. Herannya lagi semua barang yang dibelinya adalah style anak muda.

“Yang warna ungu sangat cantik,”

Hanna mengacungkan cat kuku bermerek dan Soo Jin menjatuhkan pilihannya pada warna ungu. Hanna mengangguk setuju. “Ini sekalian.” ucap Hanna pada pelayan toko.

“Kau tidak ingin membeli sesuatu?” Akhirnya Ibu mertuanya bertanya juga. Bahkan setelah berjam-jam dia hanya menemaninya berbelanja.

“Tidak, Ibu. Aku sedang tidak berminat untuk membeli.” Soo Jin menyeringai lebar.

Mau! Sangat mau!

Tapi, kalau dia membeli barang maka sepulang dari sini tangannya pasti semakin membengkak karena selain membawakan barang belanjaan milik Hanna juga harus membawa barangnya.

Tidak, tidak, kakinya bisa membesar seperti kaki gajah. Sesekali Soo Jin memijit kakinya yang sudah sangat pegal berjalan kesana kemari memakai heels—dia terpaksa memakainya karena Ibu yang memaksanya—sambil menenteng sepuluh tas belanjaan yang berat.

“Sayang sekali, padahal banyak barang keluaran terbaru yang bagus-bagus.”

Soo Jin menangis dalam hati. Dia berjanji akan kembali kesini untuk membeli barang incarannya—yang sialnya telah dibeli semua oleh Hanna!— tanpa membawa serta mertuanya.

Pelayan toko tadi kembali lagi menyerahkan barang Hanna. Setelah mengucapkan kalimat wajib agar pelanggannya kembali lagi, mereka berdua pergi.

“Setelah ini kita mampir ke kantor Kyuhyun dulu ya? Tidak apa-apa kan?” Hanna berbalik menatap Soo Jin yang berjalan di belakangnya. “Omo! Soo Jin-ah, berat sekali ya? Astaga, biar Ibu saja yang membawanya.”

Kenapa kedengarannya tawaran Hanna barusan hanya pura-pura saja? “Tidak apa-apa, Bu. Aku bisa m-menga-tas-ssinya!” Soo Jin tersenyum lebar setelah mengangkat tinggi-tinggi belanjaan Hanna yang sempat melorot.

“O-oh, baiklah. Hati-hati kita mau turun lewat eskalator.”

“A-apa? Huwaa!! Brak bruk duk dak! BRAK!”

Soo Jin tidak lagi memperhatikan jalan di depannya karena tertutupi barang belanjaan yang menggunung dan  tidak tahu kalau di depannya eskalator tengah berjalan.

Langsung saja barang-barang belanjaan itu menggelinding begitu saja, tercecer keluar hingga ke dasar eskalator dan nyaris terjepit eskalator kalau tidak ada satpam yang melihat kejadian tiba-tiba itu dan menyelamatkan barang belanjaan.

Soo Jin sedikit berguling karena keseimbangannya hilang, menabrak dua orang di depannya yang beruntung sempat menghindar sebelum tubuh Soo Jin ambruk di dasar eskalator bersama barang-barang mahal milik mertuanya.

“BARANG-BARANGKUUU!!!”

Hanna yang hanya menjadi penonton kejadian itu berjalan cepat menuruni eskalator dan menghampiri barang-barangnya yang berceceran tak karuan di samping Soo Jin.

Gadis itu meringis karena kakinya terkilir dan lengannya berdarah. Hanna memunguti barangnya dan memasukkannya serabutan ke dalam kantongnya. “Apa yang kau lakukan pada barang-barangku?! Ini sangat mahal!”

Soo Jin meringis menahan rasa sakitnya dan berdiri mendekati Hanna.

“Maafkan aku, Bu, aku benar-benar minta maaf! Biar aku yang memasukkannya, bu.” Hanna menyentak kasar tangan Soo Jin yang berniat membantunya sampai gadis itu terhuyung ke belakang.

“Tidak usah! Jangan sentuh barangku! Benar-benar tidak bisa diandalkan!”

Beberapa orang yang melewati mereka hanya menatap iba pada gadis yang dimarahi oleh seorang wanita berumur.

Hanna menggerutu sambil terus memasukkan barangnya ke sembarang kantong dibantu oleh satpam disana. Setelah semua beres, Hanna menelepon pengawalnya—astaga, kenapa tidak dari tadi saja pengawalnya yang membawa barang-barang sialan itu!

Tolong, siapapun, tenggelamkan Soo Jin sekarang juga di laut segitiga bermuda!

Untungnya Hanna tidak sejahat itu meninggalkan Soo Jin pulang sendirian. Mereka tetap pergi bersama menuju kantor Kyuhyun.

Walaupun mereka duduk semobil, tapi aura horor yang menguar dari mertuanya membuat nyali Soo Jin menciut, tidak berani membuka percakapan di antara mereka.

Setengah dari diri Soo Jin merutuki kebodohannya. Kenapa dia sebodoh itu?

Setengah dirinya yang lain juga mengingatkan jika ini bukan sepenuhnya kesalahannya. Mertuanya saja yang memang sejak awal berniat menjahatinya. Kakinya yang terkilir masih terasa berdenyut dan semakin parah ketika dipakai berjalan.

.

.

.

“Putriku sayang!”

Teriakan Hanna membuyarkan lamunan Soo Jin. Tidak seperti sebelumnya, sekarang para pengawal Hanna-lah yang membawakan barang belanjaannya dan Soo Jin mengekor di belakang Hanna.

Dia mendongak mencari tahu siapa yang dipanggil putri kesayangan oleh mertuanya itu. Dia pantas terkejut kan? Ternyata Kim Haneul yang mendapat panggilan itu.

Haneul tidak sendirian, tapi Kyuhyun sedang berdiri di sampingnya. Hati Soo Jin berdenyut seperti kakinya karena di matanya sekarang Kyuhyun tampak memeluk pinggang Haneul. Kenapa?

“Eomma!”

Haneul menerima pelukan hangat dari Hanna yang membuat Soo Jin pantas iri setengah mati. Malangnya nasib Soo Jin yang bukannya mendapat pelukan itu di hari pertama pertemuan mereka tapi malah diusir.

Soo Jin menggaruk tengkuknya, bingung harus bersikap apa. Kenapa disini dia seperti pembantu Hanna yang mengantar majikannya menemui putra dan menantunya.

Kyuhyun melemparkan tatapan penuh tanya pada Soo Jin yang diam saja.

“Kau semakin cantik saja Haneul-ah. Kyuhyun benar-benar keterlaluan tidak mengajakku menemuimu lebih dulu malah bertemu dengan yang lain.”

Soo Jin mendengarnya. Dia tahu maksud Hanna barusan. Itu dirinya. “Oh iya, aku punya hadiah khusus untukmu!” Hanna mengeluarkan kotak kecil warna biru muda dari dalam tasnya.

Haneul menerimanya dengan suka cita. Pengawal Hanna sudah meletakkan barang belanjaan yang tadi disuruhnya dibawa masuk.

“Ya Tuhan, eomma! Ini kan kalung saphire yang pernah kita lihat di Perancis waktu itu!” Deg! Jantung Soo Jin seperti berhenti berdetak. “Terima kasih eomma!” Haneul mengeratkan pelukannya pada Hanna.

“Dan ini semua untukmu!”

Hanna sedikit mendorong tubuh Soo Jin bergeser dari hadapan belanjaannya. Apa? Jadi ini semua untuk Haneul? Soo Jin menggigit bibirnya, menahan kesal. Kakinya sampai terkilir begini, dipermalukan di mall milik Kyuhyun karena barang sialan ini, nyatanya itu diperuntukkan untuk si putri kesayangan? Otaknya mendidih mau pecah!

“Eomma berlebihan sekali! Aku sangat menyayangimu, eomma! Jeongmal gomawoyo!”

Haneul memeluk tubuh Hanna sekali lagi. Sementara Soo Jin hanya berdiri mematung di tempatnya tidak tahu harus berbuat apa.

Bahkan Hanna sengaja menarik lengan Kyuhyun dan menggandeng Haneul masuk ke dalam ruang rapat. Mengabaikan Soo Jin lagi. Hatinya mencelos. Kyuhyun tidak berkata apapun dan tampaknya dia tidak tertarik mengetahui keberadaannya disini.

“Apa aku satu-satunya idiot disini?” cecarnya lebih pada diri sendiri. Dia mengepalkan kedua tangannya. Mati-matian menahan teriakan kesalnya karena menjadi boneka mertuanya.

Betapa perjuangan yang harus dilakukan sampai bisa tetap berdiri. Membiarkan dirinya menjadi idiot sekaligus tontonan orang-orang kantor.

Memang benar semua orang tahu tentang berita pernikahan presdir mereka, tapi mereka tidak pernah tahu siapa wanita itu.

Hatinya sakit, dadanya sesak. Keringat dingin mengucur di pelipisnya. Soo Jin berlari menuju toilet paling dekat, menutup salah satu biliknya kencang dan tangannya serabutan mencari oksigen di dalam tasnya. Asmanya kambuh.

Soo Jin menghirup oksigennya dalam-dalam. Kemudian menghirupnya sekali lagi. Napasnya tersengal. Dadanya bergemuruh.

Selalu begini. Asmanya akan kambuh saat dia sangat kecapekan. Tubuhnya merosot dan tangisnya nyaris pecah kalau saja tidak ingat dia sedang berada dimana.

Kakinya sakit. Hatinya sakit. Tubuhnya sakit. Soo Jin melepaskan heels-nya dan meringkuk di dalam sana. Memikirkan kejadian yang baru dilaluinya hari ini.

Berjam-jam menemani mertuanya pergi belanja. Suka rela memberikan pilihan paling tepat untuknya. Membawakan semua belanjaannya dan balasan apa yang dia dapatkan? Setidaknya kata terima kasih dari Hanna sangat berharga untuknya.

Soo Jin bukanlah gadis yang cengeng. Tapi kenapa sejak hidupnya dikelilingi oleh orang-orang Kyuhyun dia berubah menjadi monster cengeng?

Apa dia pernah melakukan kesalahan di masa lalu sehingga dia dihukum sekarang? Mendadak teringat kehidupannya yang dulu terasa lebih menyenangkan ketimbang hidup seperti ini.

“Nona, apa kau masih lama di dalam?”

Soo Jin menghapus air matanya yang sudah ingin mendesak keluar. Dia mengambil heels-nya dan membuka pintu itu.

Wanita yang menggedor pintu tadi hanya menatap bingung ke arahnya yang tampak berantakan. Tapi dia tidak peduli karena dia sudah sangat ingin buang air kecil.

Soo Jin menatap bayangannya di cermin besar di dalam kamar mandi. Bibir pucat, lengan berdarah, penampilan acak-acakan. Dia menenteng heels-nya, tidak berniat memakainya karena kakinya yang terkilir lebih sakit ketika memakai heels.

Dia berjalan, melewati tatapan-tatapan aneh semua orang. Apa sekarang dia sampai ke taraf gembel? Kenapa mereka semua menatapnya demikian?

Soo Jin mempercepat langkahnya saat pintu lift terbuka. Dia memencet tombol lantai dasar.

Tepat ketika pintu lift itu akan tertutup, seseorang menahannya. Soo Jin mengangkat kepalanya dan terkejut mendapati Kyuhyun, orang yang menahan pintu lift.

Pria itu hanya mengenakan kemeja hitam pas badan tanpa dasi, rambut asal, sangat tampan dan menggairahkan. Sial.

“Kau tidak apa-apa?”

Tentu saja Soo Jin jadi bertanya-tanya apa maksud Kyuhyun. Dia mengangguk dan tiba-tiba Kyuhyun ikut masuk dan langsung menutup pintu lift. Memencet lantai paling atas di gedung ini.

Lift berdenting keras pertanda mereka telah sampai di lantai yang dituju. Kyuhyun berbalik menatap Soo Jin yang bergeming di tempatnya.

Tanpa aba-aba, Kyuhyun mengangkat tubuh Soo Jin dalam gendongannya masuk ke dalam ruangan kerjanya. Jantung Soo Jin ingin melompat karena perlakuan Kyuhyun seperti pemeran pria dalam drama korea romantis kesukaannya.

Kyuhyun menjatuhkan pantatnya di sofa ruangannya yang sangat megah berikut Soo Jin yang duduk di pangkuan pria itu.

Tak berapa lama seorang pria yang pernah ditemuinya, datang membawa kotak obat dan sebaskom air es. Pria itu berdeham sedikit keras saat melihat keadaan mereka sebelum keluar dari ruangan itu.

“Aw!”

Soo Jin meringis saat Kyuhyun mengusap luka di lengannya dengan obat merah.

“Apa sangat sakit?” Soo Jin mengangguk pelan.

Sungguh, Soo Jin tidak bisa mempercayai ini. Baru kali ini Kyuhyun berlaku semanis ini padanya. Meskipun wajahnya sangat kaku dan dingin, tapi sentuhannya sangat lembut.

Perhatian Kyuhyun beralih pada kaki kanan Soo Jin yang mulai membiru. Dia mengambil kain untuk mengompres kaki Soo Jin.

Kyuhyun merawatnya dengan telaten, padahal dia adalah seorang pria super sibuk. Kalau dilihat-lihat lagi Kyuhyun berkali-kali lipat lebih tampan kalau begini.

Apa pria ini memang diciptakan untuk bisa dikagumi oleh para wanita?

Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada Soo Jin yang langsung tergagap mengalihkan perhatiannya. Dia masih betah duduk di pangkuan pria itu, mengalungkan kedua lengannya di leher Kyuhyun.

Pria itu menggeser tubuh ramping Soo Jin mendekat padanya dan dia hanya diam menerima setiap perlakuannya.

Kyuhyun merapihkan rambut Soo Jin yang berantakan dan mengusap peluh di keningnya. Ya Tuhan, Soo Jin ingin menjerit senang karena perbuatan manis pria ini. Dia sampai kehilangan kata-katanya.

“Jangan membenci Ibu.”

Kyuhyun berkata lagi meski kurang yakin dengan ucapannya sendiri karena berlainan dengan apa yang sebenarnya.

“Ibu hanya ingin mengenalmu dengan caranya yang sedikit ekstrim. Walaupun tidak se-ekstrim yang pernah dia lakukan pada Seena. Dia diperlakukan lebih parah daripada ini.” gumam Kyuhyun.

“Seena?”

Seperti tersengat listrik, Kyuhyun menegakkan punggungnya. Dia memindahkan tubuh Soo Jin dari atas pangkuannya ke sofa lalu berdiri. Tatapannya bertambah dingin.

Apa dia salah ucap? Tapi benar kan, Kyuhyun tadi menyebut nama wanita yang asing di telinganya.

“Kalau kau sudah merasa baikan, kau bisa pulang. Aku akan memanggil supir Kim untuk mengantarmu.”

Kyuhyun enggan membahasnya. Dia melangkah menuju kursi kebesarannya dan tenggelam dalam berkas-berkas menumpuk di meja kerjanya.

Meski terlihat demikian, Kyuhyun tidak benar-benar sedang berkonsentrasi bekerja. Pikirannya tidak bisa berhenti berpikir tentang Seena. Wanitanya yang sangat dia cintai.

Soo Jin diam tidak melanjutkan pertanyaannya. Ada yang Kyuhyun sembunyikan, dia yakin. Ada yang dibimbangkan oleh pria itu.

Entah apa itu pasti sesuatu yang tidak ingin dia ungkit lagi. Setelah Soo Jin merasa baikan, dia benar-benar pamit pulang. Dan sesuai janji Kyuhyun, pria itu menyuruh supir Kim untuk menjemputnya.

.

.

.

Epilog

“Haneul-ah, coba baju yang ini sangat cocok di tubuhmu.”

Hanna sibuk memasangkan baju yang baru dibelinya di depan tubuh Haneul. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya sejak melihat Ibu Kyuhyun datang.

Mereka memang sangat dekat sejak bertetangga dulu. Karena Hanna sangat mempercayai Haneul, lebih-lebih menganggapnya seperti putrinya sendiri. Sehingga segala apapun yang terjadi di dalam rumah keluarga Cho selalu sampai di telinga Haneul.

Kyuhyun bersandar di pinggiran meja ruangan rapat tak jauh dari dua orang itu sambil memasukkan sebelah tangannya di saku celana. Dia hanya memandang ke arah mereka.

Setelah melakukan rapat dengan koleganya dari Jepang, Hyukjae memberitahunya kalau Ibunya datang. Dia terkejut karena Ibu nya datang bersama Soo Jin yang berjalan pincang di belakangnya.

Kyuhyun heran, apa yang dilakukan Ibu nya sampai Soo Jin pincang begitu dan wajahnya kelihatan lelah dan pucat.

“Kyuhyun kenapa berdiri saja? Kau harusnya senang karena Ibu mengunjungimu.” kata Hanna sambil lalu. Hanna terlalu fokus memanjakan Haneul sampai-sampai tidak sadar ada wanita di luar sana yang barusan diabaikan. Haneul juga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

“Ibu tidak pernah berubah ya?” ucapan Kyuhyun itu menghentikan gerakan tangan Hanna yang hendak memasangkan sepatu di kaki Haneul.

“Kenapa Ibu melakukannya pada Soo Jin? Kalau Ibu tidak menyukainya, harusnya Ibu menjauh saja daripada membuat gadis itu terluka.”

Tanpa Kyuhyun ketahui, Haneul mengeratkan genggamannya di atas pahanya. Apa-apaan Kyuhyun ini? Kenapa Kyuhyun sepeduli itu?

Hanna tertawa hambar. “Siapa bilang aku tidak menyukainya?”

“Ibu juga mengatakan itu pada Seena saat aku mengenalkannya padamu dulu.”

Seena.. Seena..

Nama itu sudah sangat lama tidak pernah didengar lagi di telinga Hanna. Kyuhyun menghembuskan napas panjang, lelah.

“Dan tanpa Ibu katakan sekalipun, melihat Soo Jin saja aku sudah tahu Ibu melakukan sesuatu lagi padanya. Kumohon, jangan lakukan lagi perbuatan yang pernah Ibu lakukan dulu pada Seena.”

Haneul melirik bingung pada Kyuhyun. Apa kedudukan gadis itu membuat seorang Kyuhyun, putranya yang terkenal kaku sampai memohon?

“Semestiya kau tidak membicarakan orang mati disini, Kyuhyun.”

Haneul mengucapkannya tanpa sadar sehingga mengucapkan kalimat paling sensitif untuk Kyuhyun. Dia terlalu diliputi perasaan kesal karena Kyuhyun membela gadis itu.

“Jaga bicaramu, Kim Haneul.” desis Kyuhyun tajam. Dia mengeluarkan tangannya dari saku celana dan melangkah mendekat pada dua orang itu.

“Jangan menyulut kemarahanku atau kau akan melihat diriku yang sebenarnya seperti empat tahun yang lalu.”

Haneul menegakkan tubuhnya lalu berdiri kaku menghadap Kyuhyun yang menhujaninya dengan tatapan dingin.

“Dia sudah mati, Kyu. Tidak sepantasnya kau mengungkit orang yang sudah tidak ada. Dan soal gadis itu, kenapa sekarang aku melihatmu sedang membelanya? Apa kau sudah lupa? Kau yang berniat mempermainkan perasaannya lalu untuk apa kau sok peduli dengannya? Kau bahkan sudah berjanji untuk—”

“Tutup mulutmu!” teriak Kyuhyun keras sampai Haneul berjingkat.

Kyuhyun marah, jelas terlihat dari guratan-guratan diwajahnya yang menegang. Dia sengaja memotong ucapan Haneul. Dia tidak ingin Haneul mengatakan bahwa sebenarnya pernikahan ini hanyalah permainan yang diciptakan Kyuhyun untuk Kang Soo Jin. Untuk membalas dendam saja. Kyuhyun tidak mau Ibu nya tahu.

Hanna ikut berdiri hingga kursi yang didudukinya berderit keras.

“Ibu tidak mengenal siapa itu Seena.”

Lagi-lagi Hanna mengungkit permasalahan yang semakin menyulut amarah Kyuhyun.

Kyuhyun memandang sosok Ibu nya yang sudah tidak dikenalinya lagi.

“Perlukah aku mengingatkan Ibu? Dia istriku yang mati bersama calon anakku!” teriak Kyuhyun makin frustasi.

Sebeginikah rasa benci yang dimiliki Ibunya terhadap wanita yang sangat dia cintai?

“Ibu tidak pernah menganggapnya ada dan jangan berteriak di depanku seolah-olah aku pantas mendapatkan kemarahanmu! Inilah sebabnya Ibu  tidak pernah menyukai wanita itu. Dia hanya membawa efek negatif padamu. Wanita jalang itu hanya menginginkan kekayaanmu! Dia tidak pernah sekalipun tulus padamu! Yang di otaknya hanya uang, uang dan uang!”

Hanna berteriak tidak kalah keras. Untung saja ruangan itu kedap suara sehingga orang lain di luar sana tidak bisa mendengar percakapan mereka.

“Aku tidak percaya Ibu masih bisa memakinya bahkan setelah dia tidak ada.” Kyuhyun berujar sangat lirih.

“Terserah apa mau Ibu, aku hanya memohon pada Ibu jangan mengganggu Soo Jin. Aku tidak mau kejadian pada Seena terulang lagi atau aku memilih tidak akan berhubungan lagi dengan wanita manapun.”

Kyuhyun melepas jas putihnya kemudian berjalan keluar sambil membanting pintu. Bersamaan dengan itu, tubuh Hanna luruh di lantai. Haneul ikut bersimpuh dan mengusap punggung Hanna yang bergetar karena menahan tangisannya.

“Hyuk, tolong bawakan kotak obat dan kompres air es ke ruanganku sepuluh menit lagi.” Kata Kyuhyun melalui ponselnya sambil berjalan mencari keberadaan Soo Jin yang sejak kedatangannya mengganggu pikirannya.

“Carikan saja, jangan tanya kenapa, nanti kau juga akan tahu.” Kyuhyun menangkap sosok Soo Jin yang berjalan pincang dan menunduk masuk ke dalam lift. “Sudah ya, kututup dulu.”

Kenapa dadanya bergemuruh melihat Soo Jin yang berantakan? Rasa bersalah menyerangnya.

Walaupun dia hanya berniat mempermainkan gadis itu, tetap saja dia tidak suka Ibunya melakukan hal-hal ekstrim. Terlebih Ibunya tidak tahu apa maksud Kyuhyun menikahi Soo Jin. Dan dari sinilah Kyuhyun sadar jika Ibunya tidak pernah suka dengan wanita manapun yang dekat dengannya. Selain Haneul.

Kyuhyun menghentikan pintu lift yang hendak tertutup itu. Kepala Soo Jin mendongak dan terkejut melihatnya. Tatapan gadis itu sangat sayu.

Sial.

Kyuhyun tidak suka mengakui ini, tapi dia mulai menyadari jika sebenarnya Soo Jin tidak didatangkan Tuhan sebagai pengacau hidupnya. Melainkan gadis yang mungkin akan menggantikan bayangan Seena yang empat tahun ini masih menghantuinya.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya setengah khawatir. Gadis itu mengangguk, meredakan rasa cemasnya.

.

.

.

To Be Continue

Advertisements

43 thoughts on “CLEFT [Chapter 3]

  1. nanakazami says:

    Ijin baca ff.nya…dan salam kenal.. Annyeong .😄😄😄
    Hwaaa apakah cinta mulai bersemi disini?
    Penasaran juga sana sosok seena… Nanti ada penjelasan kan jakka-nim?? Hehe..
    Makin emosi juga. Penasaran juga sama maksud terselubung si oppa. Pengen mempermainkan tapi kok ya sampe segituny… 😒😒

    Liked by 1 person

  2. Chan Yoen says:

    Ibunya Kyuhyun serem😱
    Kyu, ada apa dengan dirimu? Aku merasa rasa khawatirmu seakan lindungi Soo Jin dan kau seakan sedikit melupakan tujuanmu hihi atau entahlah
    Huaa Soo Jin yang sabar ya 😘

    Liked by 1 person

  3. LeeAhn says:

    Ya ampun kyuhyun harus jujur sama soojin kalo dia duda….
    Ntar sojin kecewa lagi…
    Kasian ya sama kyuhyun kehilangan istri n calon anaknya….
    Semoga maknya kyuhyun bisa luluh sama soojin..
    Buat soojin yang kuat n semangat… Jgn mudah putus asa…

    Liked by 1 person

  4. lyeoja says:

    Emaknya si kyu kok gini yahh,,
    Kagak suka siapa pun kecuali haneul,
    Emang si haneul itu siapa sih…???
    #selain teman masa kecil kyu + ttangga kyu…

    Emaknya ekstrem ya, bisa ngilangin nyawa org…

    Liked by 1 person

  5. shfly3424Arista says:

    Wah eomma nya gyu agak gila ini sepertinya

    Demi haneul
    Cm suka haneul
    Bahkan tega bnget sama seena n kehilangan jg calon cucunya yg dkandung seena

    Nah loh
    Kyunya baper wkwkwkw

    Kyu mulai sadar

    Takutny kyu sadar klw udh cinta nanti
    Malah soojin yg salah paham

    Krn niat awal dr kyu yg nikahin dia

    Liked by 1 person

  6. sanii says:

    ibu kyuhyun pilih kasih.ini cara paling licik dan kejam buat misahin kyuhyun dg wanitanya.
    apa rencana ibu kyuhyun sebenernya.atau dia begitu karna kemakan hasutan seseorang.

    Liked by 1 person

  7. Hyun says:

    Ahh… Ada deskripsi karakternya, mulai ngeh kenapa dia berubah-ubah karakternya, ternyata karena kyu toh.. Kalau diluar dia jadi strong woman, didepan gyu dia jadi anak anjing penurut.. Hihi, ciee ciee udah mulai mengakui tuh hatinya, tapi haneupnya itu ngeselin banyak. T.T

    Liked by 1 person

  8. Ellanie Cho says:

    ibu’x Kyu tega BaNgetT ikH ma Soojin , gx da kaziaN”n’y memperLakukan Soojin kyk gTu , eUMmz Kyu dg muLai perHatian Nie ma Soojin wLwpn kadaNg” , mg za Kyu bz Merubah tujuan awal’x tk baLaz dendam jd ciNta yg TuLuz watT Soojin , . 🙂

    Liked by 1 person

  9. Kartika Apriya says:

    Hai ka.. pembaca baru nih di wp ini salam kenal yaa😄😄
    Tadi udah baca dri part 1 smpe 3 disini yg lain belum diubek2 hehehe ijin baca ka….

    Ciee udah mulai perhatian semoga aja perhatiannya jadi beneran asli dri hati ya kyu soojin berhak bahagia😢

    Liked by 1 person

  10. laya says:

    Sepertinya kyuhyun sudah mulai suka sama istrinya. Ffnya nice kak. Hanya saja aku rindu dengan sifat soo jin yg tomboy dan pemberani. Klo boleh aku reques utk sedikit mengeluarkan sifat itu di part selanjutnya. He

    Liked by 1 person

  11. Rae Hwa says:

    Ibu Kyuhyun kok tega banget ya sama istri anaknya ndiri,,, Kyuhyun juga harusnya dia jujur aja kalo dia itu duda… Biar ga ada kesalahpahaman…

    Semangat

    Liked by 1 person

  12. kyuwonhae's wife says:

    Tdi ad yg tnya di atas knpa cast yeoja y stiap ff bda . Maaf ya thor, sblumnya bkan y apa. Gk bklan bosen kok thor, klo nama castnya itu2 aja. Itu mlah bgus dan feelnya stiap bca pasti mkin dpat dan jg ad ciri khasnya 😉 dan jg klo ditentuin satu nama cast aja pasti lbih gmna gtu hehe #saran aja thor, jgn tersinggung yah 😉😉😉

    Apa alsan eommany kyu memprlkukan sojin kek gtu? Apa kyu mlai suka sma sojin? Ommmooo…jgn smpai kyu snjta mkan tuan wkwk

    Liked by 1 person

  13. elfrye says:

    Soojin kshn bgt di kerjain sm 3 org,kyu,ibuny dan haneul nasibny jelek bgt ya dia,pdhl kynya dia jg dr kelga yg lmyn..kyuhyun nanti lm2 akn cinta sm soojin,skrg aj udh g tega liat soojin di sakitin omanya

    Liked by 1 person

  14. Vyea Lyn says:

    Kok aku baper banget ya bacanya??
    Ternyata Kyuhyun jg duda ya sama seperti Yesung.

    Ttng Seena….Dia sosok seperti apa sih??!!
    Apa benar seperti apa yg dikatakan ibu Kyuhyun??
    Lalu bagaimana dia meninggal??

    Hah…kasihan banget si Soojin,,dia udah gk bebas lagi. Dia kan ‘ganas’,,kenapa tidak ‘bantai’ saja Kyuhyun nya???

    Liked by 1 person

  15. yiza says:

    kyu jd terlihat seperti berkepribadian ganda klo gitu. sebentar baik sbntr dingin. masa lalunya jg ambil alih dg sikapnya yg skrg. ibunya sadis sih

    Liked by 1 person

  16. novi says:

    Pnasaran dgn msalalu kyuhyun dn seena, knpa seena dn calon bayinya bsa mninggal, apa semuaya krna eommanya kyuhyun?

    Eommanya kyuhyun keterlaluan, kashan soojun udh d suruh2, eh mlah d permaluka d dpan umum trus tdak brtrimaksih pdhal soojin udh bwa brang blnjaannya.

    Liked by 1 person

  17. syalala says:

    huhuhu gatau kenapa kok malah sedih sihhhh bacanyaaaaaaa. senengnya disitu setomboy apapun si soojin ttp aja lembek ya hahaha suka deh asliiiiii. tp kyuhyun plis dia teh kenapa soh sebenernya baik apa gimana plis bgt bales drndam kenapa, kenapa soojin kenapa ih kenapaaaaaa

    Liked by 1 person

  18. Vikyu says:

    Kyu kenapa ngelakukan ini sama soojin ? Bukan kah dia bisa smbuh , aku kira krena ga bisa smbuh makanya kyu lakukan ini sama soojin
    Ibu kyu memang kelewatan , Tapi apa benar seena cuma mau harta kyu doang? Lalu kenapa seena meninggal ? Huff banyak pertanyaan yg muncul di otakku

    Liked by 1 person

  19. ddianshi says:

    Shit!!!! tidak mengerti sama eommanya kyu itu, sebenarnya punya otak enggak sih??? kenapa bisa punya kelainan(tidak suka sama perempuan yang dekat sama kyuhyun) kyuhyun sebenarnya udah suka sama soojin tapi karena egonya terlalu tinggi kyuhyun sangat kejam-_-

    Liked by 1 person

  20. yuliantif0488 says:

    Kasihan banget soojin, masuk dalam dunia harimau nya kyuhyun.
    Soojin tidak hanya mendapat siksaan dari kyuhyun saja tapi dari ibu nya juga, jangan sampai deh haneul ikut-ikutan menyiksa batin soojin

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s