Where? Chapter 7 END (Sequel of Why?)

Where? Chapter 7 END (Sequel of Why?)
by Luna

Genre:
Hurt, Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Jun Seo Eun

Support Cast:
Shim Changmin | Kim Na Yeon | Choi Mina

Cuap-cuap Author:
Sesuai janjiku yang kemarin, chapter ini Where? sudah tamat!
Nantikan kisah mereka!
Bisakah mereka bersatu kembali ataukah memilih berpisah?
Happy Reading^^

whereWarning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—

Pemandangan macam apa ini? Inikah yang mereka sebut dengan meninggal? Brengsek! Persetan dengan Jun Seo Eun atau Anna Park. Wanita itu, benar-benar sialan!

Cho Kyuhyun mengemudikan SUV hitam-nya dengan kecepatan tinggi. Tak dipedulikannya bunyi klakson yang menggema sepanjang jalan dan ribuan makian yang serempak ditujukan untuknnya. Pikirannya dipenuhi oleh satu hal: Seluruh dunia telah sepakat membohonginya.

“Sialan!” Kemudi setirnya menjadi sasaran pukulan entah ke berapa kalinya.

Kyuhun ingat betul bagaimana dia melajukan mobilnya secara gila-gilaan ke rumah sakit jiwa beberapa saat lalu. Perasaan hancurnya begitu mendapat telepon dari Hyukjae tentang keadaan istrinya yang katanya telah meninggal.

Sesampainya dia disana, bukannya suasana duka malah semua kenalannya tengah berkumpul di kamar rawat istrinya. Jun Seo Eun, gadis itu ternyata yang selama ini menyamar menjadi Anna Park, sesuai dugaan awalnya yang sempat dia ragukan sendiri.

Tidak banyak orang disana. Sekretarisnya—Lee Hyukjae, dokternya—Park Leeteuk, sahabatnya—Lee Donghae, gadis sahabat Jun Seo Eun dan pria yang hampir menjadi saingannya mendapatkan gadis itu ketika dia masih menyamar sebagai Anna.

Mereka semua berkumpul dan memasang ekspresi yang sama. Tak berdosa. Gadis itu bahkan menyeringai lebar hampir meledakkan tawa.

Sialannya lagi, tidak satupun dari mereka yang mengejarnya ketika dia memutuskan pergi di tengah emosinya yang sedang berkecamuk.

“Sialan! Brengsek!” Kyuhyun menginjak pedal gas kuat-kuat.

Mobilnya melesat bagai angin membelah jalanan sepi menuju puncak. Dia tidak akan kembali ke Seoul. Dia akan berdiam diri di suatu tempat yang tidak akan diketahui orang.

.

.

.

“Jun Seo Eun, aku masih heran ternyata selama ini kau-lah gadis yang membuat Kyuhyun uring-uringan akhir-akhir ini.”

Kalimat Hyukjae barusan langsung mendapat perhatian dari orang yang dimaksud. “Maksud oppa?”

“Yah,” Hyukjae menggaruk-garuk kepala belakangnya yang tidak gatal. “Aku sering mendengar Kyuhyun mengumpat seorang gadis bernama Anna. Dan ternyata gadis itu adalah dirimu. Apa kabarmu? Kau tiba-tiba muncul dan menyuruhku membodohi bosku.”

Seo Eun menghela napas panjang. Dia tersenyum maklum karena semua orang terkejut dengan keputusan sepihaknya. Dia sengaja tidak memberitahu Mina ataupun Changmin tentang rencana siang ini.

Setelah pertemuannya di lapangan parkir dengan Kyuhyun, dia jadi berpikir ulang. Sanggupkah dia bertahan lebih lama membohongi pria itu?

Hyukjae ikut andil dalam permainannya. Dia menelepon pria yang sudah dianggap kakaknya itu mengenai keberadaannya.

Dokter Park, bosnya di studio Lee Donghae, juga dia ajak. Mereka terkejut, tentu saja. Tapi dia tidak punya waktu untuk menjelaskan secara detail karena Kyuhyun sudah tiba di rumah sakit.

“Aku baik, oppa.”

Jawaban Seo Eun sama sekali tidak menyinggung perihal Kyuhyun. Gadis itu tidak bisa menerjemahkan reaksi keterkejutan pria itu beberapa menit lalu.

Mungkin Kyuhyun menganggapnya gila dan brengsek. Mungkin Kyuhyun mengumpatnya seiring dengan kepergiannya. Mungkin Kyuhyun marah padanya. Mungkin Kyuhyun membencinya.

“Apa kau melakukan ini untuk menghukum Kyuhyun?” Donghae angkat bicara. Dialah orang yang paling tidak tahu-menahu mengenai hubungan masa lalu Kyuhyun dengan gadis yang semula dia kenal pegawai di studionya.

Seo Eun mengangguk pelan. Matanya sesekali melirik Mina dan Changmin yang sejak tadi bungkam dan memalingkan muka tidak berminat berbicara padanya.

“Keterlaluan.” desis Leeteuk disambung picingan mata sinisnya. Dokter yang terbilang lebih tua beberapa tahun dari Kyuhyun akhirnya bergerak dari tempat duduknya di atas kasur.

“Donghae-ssi, kau bukan satu-satunya orang tolol yang tidak mengerti jalan pikiran wanita bodoh ini.”

Seo Eun mendesah gusar. Dokter yang telah dia bohongi tidak pernah menunjukkan emosi berlebihan padanya selama ini.

Tapi, mendengar dari nada bicaranya yang menyakitkan itu, Seo Eun sadar jika perbuatannya sudah terlampau jauh dari kodrat seharusnya.

“Kau tidak tahu apa yang telah dilalui Kyuhyun tiga tahun ini. Apa yang pria itu lakukan tidak pernah jauh dari membahayakan dirinya sendiri. Ya Tuhan,” Leeteuk menggosok wajahnya kasar. “Apa kau bodoh?”

Jujur, Seo Eun sedikit terkejut dan tersinggung oleh sindiran Leeteuk yang mengatainya bodoh. Tahu apa pria itu soal kehidupan kelamnya yang sesungguhnya?

“Dia sudah mengalihkan hidupnya dari wanita dan alkohol sampai,” Leeteuk menarik napas tajam. “Dia bertemu kembali denganmu.”

“Dokter Lee, apa kau baru saja ingin menyalahkanku atas kebiasaan buruk Kyuhyun?” Lama-lama Seo Eun tidak tahan sendiri terus disudutkan oleh orang yang tidak tahu apa-apa tentangnya. “Aku disini yang paling terluka!”

“Kau merasa dirimu yang paling terluka, tapi kau sendiri tidak peduli jika orang lain bisa terluka karenamu.” Leeteuk berdecih. “Kau tidak menghargai usaha Kyuhyun untuk kembali hidup normal dan usahanya untuk memaafkan kesalahannya.”

Hyukjae berdeham-deham keras. Menengahi suasana panas yang tiba-tiba tersulut di ruangan itu. “Aku yang mengetahui masa lalu mereka. Kau juga tidak bisa menyalahkan Jun Seo Eun, Leeteuk-ssi. Kekerasan yang menimpa gadis berusia dua puluh tahun tidak bisa dianggap remeh.”

“Seo Eun hanya meminta keadilan atas perbuatan kejam Kyuhyun di masa lalu.” sambung Changmin. Pria itu beranjak dari tempat berdirinya lalu mengikis jaraknya dengan sahabatnya.

“Istri mana yang tidak terpuruk melihat suaminya bercinta dengan wanita lain yang berbeda tiap malamnya dan mengalami pelecehan seksual oleh suaminya sendiri. Bahkan diperkosa oleh dua pria biadab.”

“APA?”

Donghae dan Leeteuk serentak berteriak kaget. Seo Eun langsung membuang muka. Dia paling benci jika masa lalunya yang pahit diungkit lagi. Hatinya bisa berdenyut nyeri karena sakitnya.

“Mungkinkah—”

“Tidak!” potong Seo Eun cepat. Dia tahu apa yang akan dikatakan Donghae. Bosnya pasti menduga dirinya sempat hamil setelah peristiwa pemerkosaan itu. Untungnya hal itu tidak terjadi.

“Rumit,” komentar Donghae yang diselingi helaan napas panjang.

“Apa yang Kyuhyun rasakan sekarang tidak akan sebanding dengan apa yang dialami Seo Eun dahulu.” ujar Mina membela sahabatnya.

Mina memandang Seo Eun yang tertunduk. Dia menduga kejadian ini mungkin terjadi setelah di mall tadi Seo Eun mengeluh ingin menghentikan kepura-puraannya.

“Sejak awal permasalahan ini memang sangat rumit. Satu-satunya solusi adalah Seo Eun bercerai dari Kyuhyun.”

.

.

.

Kyuhyun mengepulkan asap rokoknya ke ruangan kedap suara dan mewah di sebuah kelab malam. Ditemani dua wanita seksi di sisi kanan dan kirinya yang tidak henti-hentinya menggoda kepemilikannya di bawah sana yang anehnya tidak merespon sedikit saja.

Pikirannya keruh. Dadanya sesak. Hatinya jenuh. Tidak ada obat selain dia. Yah, gadis sialan yang telah menipunya.

Dimana dia sekarang? Kenapa gadis itu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya bahkan setelah sejam yang lalu pesannya terkirim.

Benar, Kyuhyun menyerah. Dia tidak jadi pergi menyendiri. Dan sialnya, dia tidak tahan tidak menghubungi gadis itu. Gadis yang membuat harinya sehancur ini.

“Tuan, kenapa kau tidak bercinta saja dengan kami? Aku yakin kau tidak akan menyesal dengan pelayanan yang kami berikan.” goda wanita berambut pirang yang membuat Kyuhyun muak.

Seandainya dia tidak menahan diri untuk tidak menendang dua wanita ini darinya sebelum gadisnya datang, sudah dari tadi mereka dia usir.

Tangan si pirang menelusuri celana jeans yang dikenakan Kyuhyun dengan nafsu yang tidak dibuat-buat. Siapa wanita yang tahan diam saja tidak melakukan apapun, sementara di samping mereka duduk pria tampan dan sialan kaya, yang dalam imajinasi mereka memiliki tubuh panas yang bisa membuat mereka klimaks dalam sekali-dua kali sentuhan.

“Kau pria pertama yang membuatku menunda gairahku berkembang liar,” tambah wanita yang tubuh bagian atasnya hanya terbungkus bra transparan. Benar-benar wanita murahan.

Kalau dirinya masih Cho Kyuhyun sang pria brengsek dari masa lalu, mungkin sudah tak terhitung berapa ronde yang dia bayangkan bisa dia lakukan dengan dua wanita ini.

Tapi sekarang segalanya berbeda. Seberapapun mendesaknya kebutuhan biologisnya, dia tidak akan melakukannya pada wanita lain. Tidak, kecuali gadis itu.

Pintu ruangan yang khusus dia sewa semalaman terbuka. Gadis yang ditunggunya berdiri mematung di ambang pintu.

Ekspresi kagetnya benar-benar kentara. Dan apakah penglihatannya salah saat menangkap kedua tangan gadis itu terkepal kuat di sisi tubuhnya?

Gadisnya datang.

“Keluarlah. Bayaran kalian sudah kutitipkan di bartender tadi.”

Perintah Kyuhyun lebih terdengar seperti ultimatum di telinga kedua wanita itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka bergegas meninggalkan mereka berdua saja.

Tidak seperti dugaan Kyuhyun, mengira gadis itu akan berlari keluar setelah menonton sekilas adegan tak senonoh pura-puranya dengan dua pelacur tadi—salah satu dari mereka meremas paha dalamnya, gadis itu malah menyilangkan tangan di depan dada.

“Kejutan macam apa lagi, Cho Kyuhyun? Bagaimana?” Kedua alis Kyuhyun naik bersamaan. “Apa pelayanan yang mereka berikan seburuk itu sampai kau mengusir mereka?”

.

.

.

Kutunggu di Paradise Club pukul 10 tepat. Aku ingin memberi perhitungan padamu, nona manis. Istriku. Jangan terlambat. Atau kau ingin aku mengulang tragedi tiga tahun lalu.

“Sialan, kau, Cho Kyuhyun!”

Jun Seo Eun melempar ponselnya ke kasur kemudian disusul tubuhnya yang dibanting disana. Matanya memandang langit-langit kamar apartemennya. Kejadian siang tadi harus selesai malam ini juga. Melirik sekali lagi ponselnya yang masih menyala. Kenapa Kyuhyun senang sekali mengancamnya?

“Apa aku harus pergi?”

Sekarang jam telah menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh tujuh menit. Untuk mencapai Paradise Club dibutuhkan waktu tiga puluh menit. Dasar pria sinting. Bagaimana bisa dia sampai disana tepat waktu? Sebenarnya sedikit-banyak dia mulai cemas dengan pesan ancaman pria itu.

“Mau aku antar?”

Seolah mengerti apa yang disibukkan dalam pikirannya, Changmin datang dengan menenteng jaket kulit dan helm hitamnya. Sedangkan tubuh tegap pria itu sendiri sudah terbungkus jaket tebal.

“Aku khawatir kecemasanmu membuang waktumu untuk datang menemui pria itu.” Changmin mengetahui isi pesan yang diberikan pada sahabatnya hanya dengan sekali lihat dari jarak setengah meter.

“Aku akan memenuhi undangan Kyuhyun.” Seo Eun bangun dan menghampiri Changmin. Mengambil jaket itu dan langsung memakainya. “Aku harus menyelesaikan masalah kami.”

“Hmm,” Changmin bergeming. Mengamati gerak-gerik Seo Eun yang memakai helm pinjamannya. “Kau yakin tidak akan masuk angin memakai dress itu?”

Seo Eun mengikuti arah pandang Changmin. Menilik penampilannya sendiri. Dress biru tosca berlengan yang bahannya sangat tipis. Gadis itu meringis miris. Mengiyakan ucapan Changmin, tapi dia juga tidak mau mengambil risiko dia akan terlambat sampai kelab.

Semoga saja tidak masuk angin. “Tidak apa-apa. Manusia itu bisa bertahan tidak kedinginan sampai empat belas jam. Ayo!”

Tiga belas menit. Gila! Seo Eun nyaris memekik tidak percaya ketika kakinya menginjak halaman depan Paradise Club. Tepat 10 malam sesuai keinginan Kyuhyun.

Tidak ingin berlama-lama disana karena mungkin saja dia akan kehilangan waktu semenitnya datang tepat waktu, dia bergegas menyerahkan helm milik Changmin berikut jaket kulitnya.

“Yak!” panggil Changmin sebelum Seo Eun bersiap mengambil ancang-ancang akan berlari. “Selesaikanlah dengan damai. Aku dan Mina selalu mendukung setiap keputusanmu. Meskipun kami kecewa karena kejadian siang tadi, tapi kami tidak bisa menahanmu lagi. Kau pemilik hidupmu, Jun Seo Eun. Maka dari itu, bersemangatlah! Semoga berhasil!”

Seo Eun tersenyum lebar. Terharu oleh kata-kata Changmin. Sahabat terbaiknya. “Pastinya. Kami harus berdamai dengan ego kami berdua. Gomawo.”

Setelah melambaikan tangannya sekilas, gadis itu membalikkan badan dan berlari menerobos gemerlapnya dunia milik orang-orang pecinta surga dunia.

“Dasar pengecut. Harusnya kau tidak membiarkannya pergi. Harusnya kau katakan jika kau menyukainya.” Changmin memukulkan kepalanya ke atas helmnya yang berada di atas badan motor balapnya.

.

.

.

“Apa pelayanan yang mereka berikan seburuk itu sampai kau mengusir mereka?”

Berbeda halnya dengan kata-kata pedasnya, lutut gadis itu bergetar. Tubuhnya menggigil.

Suhu ruangan Paradise Club sengaja diatur lebih rendah dari biasanya karena kondisi kelab malam itu lebih padat pengunjung dari malam-malam sebelumnya.

Sial. Benar kata Changmin. Dia bisa masuk angin atau parahnya mati kedinginan. Kenapa juga tadi dia mengembalikan jaket kulit pinjaman Changmin.

“Menakjubkan.” Kyuhyun tidak menggubris sindiran Seo Eun dan memilih mematikan rokoknya dengan menginjaknya di lantai. Pria itu menenggak alkoholnya yang hanya mengisi separuh gelasnya hingga tandas.

“Kau melakoni aktingmu sebagai Anna Park dengan sangat baik dan sempurna.” Tidak tinggal diam, Kyuhyun memangkas jarak mereka sampai gadis itu dapat merasakan bau alkohol yang menyengat menusuk lubang hidungnya.

“Ak—bruk!” Secepat kilat Seo Eun menahan tubuh berat Kyuhyun yang tiba-tiba ambruk menimpanya.

Pria itu menggeram keras. Matanya mengerjap-ngerjap mengantuk oleh karena pengaruh alkohol yang ditenggaknya empat jam ini. Lengannya meraih punggung Seo Eun lalu memeluknya. Situasi tak terduga apa lagi?

“Berhentilah menjadi Anna Park. Aku lebih menyukai gadisku yang pemarah tapi tidak pernah memberiku seribu alasan untuk menolakku.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu.

“Anna gadis yang rumit. Terlalu banyak teka-teki yang membuatku kesal setengah mati.”

Sepertinya kesadaran Kyuhyun mulai berkurang. Buktinya, sikap pria itu berbeda jauh dari apa yang dia tunjukkan dalam pesan singkatnya. Kyuhyun menurunkan wajahnya hingga menempel di dada empuk gadisnya.

“Jun Seo Eun, kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau menghukumku? Aku bahkan sudah berubah banyak, tapi kenapa kau tetap membenciku?”

Tubuh Seo Eun menegang saat dengan polosnya Kyuhyun mengecup kulit lehernya singkat.

“Tubuh ini,” Tangan Kyuhyun menelusuri lekuk tubuh Seo Eun yang terbentuk sempurna di usianya yang lebih dewasa. “Aku pernah mengatainya seperti papan datar.” Kyuhyun menyeringai, “Aku berbohong.”

Kyuhyun mengecup dada Seo Eun tanpa aba-aba. “Justru tubuh inilah yang membuat malam-malamku tersiksa karena imajinasi liar apa yang tersembunyi di dalamnya yang bisa memainkan gairahku.”

Benarkah?

“Kita harus bicara, Cho Kyuhyun.” Seo Eun meletakkan sebelah tangan Kyuhyun melingkari lehernya, sedangkan lengan mungilnya menahan pinggang pria itu agar tetap tegap.

Susah payah Seo Eun merebahkan tubuh Kyuhyun ke ranjang yang tersedia disana. Pria itu benar-benar sudah hilang kesadaran. Kedua matanya telah tertutup rapat.

Seo Eun mendesah singkat sebelum tangan-tangan lihainya satu per satu melepas sepatu dan kaos kaki pria itu. Melonggarkan tali simpul dasinya dan membuka dua kancing teratas kemejanya.

Menggeser tubuh Kyuhyun hingga ke tengah ranjang kemudian menanggalkan heels-nya dan duduk di atas ranjang di samping Kyuhyun. Perlahan, ditariknya selimut tebal di kakinya hingga sebatas pinggang mereka berdua.

Tangan kirinya yang dibentuk siku menekan bantal dekat kepala Kyuhyun sekaligus dia gunakan untuk menopang berat tubuhnya yang berada dalam posisi miring menghadap pria itu.

“Apakah aku harus menyesal telah menikah dengan pria sepertimu?” Jari-jari lentik Seo Eun merapikan poni tebal Kyuhyun, menariknya ke atas hingga dahinya terekspos. Satu ciuman mendarat di dahinya.

“Pria menyebalkan, aku mencintaimu. Kumohon, tebuslah sikap kejammu dulu padaku dengan apapun yang kau miliki sekarang.” pinta Seo Eun sepenuh hati.

“Akan kulakukan.” Kyuhyun terjaga. Mata mereka saling bertukar pandang. Tidak ada yang bergerak. Gerakan jari Seo Eun mengusap rambut pria itu terhenti.

Tanpa peringatan, Kyuhyun tiba-tiba memeluk tubuh ringan Seo Eun hingga ambruk di atas dadanya. Seo Eun bergegas menumpukan kedua tangannya di sisi kepala Kyuhyun agar tidak menindihnya.

“Aku akan menebusnya, dengan apapun. Akan kuhilangkan jejak pria brengsek yang pernah memperkosamu dari tubuhmu malam ini juga.”

Baru saja Kyuhyun hendak meraup bibir Seo Eun, gadis itu buru-buru menarik kepalanya ke belakang sehingga Kyuhyun gagal menciumnya. “Kenapa?”

“Apa maksudmu menghilangkan jejak—itu?”

Kyuhyun merengut. “Tentu saja aku akan bercinta denganmu, sayang. Kau tidak mau? Apa kau menolakku? Apa sifat Anna Park telah berhasil meracuni gadisku?”

“Aku—aku, mengalami trauma. Aku tidak yakin aku bisa dan, hey! Kita belum berbicara apapun!” Seo Eun memukul dada Kyuhyun ringan. Pria itu tertawa.

“Kita bisa menyelesaikannya dengan bercinta.”

“Apa—hmpph!”

.

.

.

“Kenapa harus ditutupi? Aku sudah melihat semuanya.” Kyuhyun menarik tubuh mungil Seo Eun padanya. Menenggelamkan wajah gadis itu ke dalam pelukannya.

Pria itu tersenyum lebar melihat wajah malu-malunya yang belum terbiasa tidur di bawah selimut yang sama dengan seorang pria tanpa mengenakan sehelai benang pun. Tubuh mereka benar-benar menempel tanpa penghalang.

Percintaan panas mereka baru berakhir pukul dua dini hari. Tidak ada kata berhenti. Kyuhyun terlalu menikmati setiap inci tubuh Seo Eun hingga tidak menyadari kemungkinan gadis itu kelelahan.

“Kau tahu, ketakutan terbesarku? Aku hamil karena diperkosa.” Sejurus kemudian, pelukan Kyuhyun mengencang di sekitar tubuh Seo Eun. Dadanya sakit saat gadis itu membuka percakapan mereka dengan sesuatu yang sensitif.

“Aku dirawat dan hampir dipindahkan ke rumah sakit jiwa karena kondisiku yang semakin memburuk. Di saat-saat terlemah dalam hidupku, aku bukannya mendapat dukungan moral dari keluargaku, aku justru mendengar berita pernikahanmu dengan gadis lain.”

Seo Eun mencengkeram lengan Kyuhyun hingga buku-buku jarinya memutih.

“Aku marah. Aku marah padamu. Banyak pertanyaan menghantui pikiranku. Kenapa kau menikah lagi padahal kita masih suami-istri? Kenapa kau tidak mengakuiku di depan publik kalau aku adalah istrimu?”

“Aku tahu kau malu mengakui pekerjaan ayahku yang hanyalah pemilik anak perusahaan ayahmu, yang langsung mengalami kebangkrutan karena korupsi pegawainya beberapa minggu setelah pernikahan dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.”

“Kau yang sejak awal membenci pernikahan ini perlahan semakin membenciku. Kau tidak jarang memakiku dengan kata-kata kasar dan menyiksaku dengan kelakuanmu meniduri wanita lain.”

Kyuhyun membungkam bibir Seo Eun dengan bibir tebalnya. Melumat bibir manis gadisnya. “Aku tetap harus meminta maaf sekalipun aku tahu kau tidak membutuhkannya.”

Seo Eun menggeleng. “Siapa bilang?”

“Kau akan lebih senang jika aku menebus kesalahanku dengan bukti bukan janji.”

“Itu masa lalu. Aku tidak mau mengingatnya lagi. Hapuskanlah memori pahit itu dan berjanjilah akan mengganti waktu tiga tahun terberat dalam hidupku.”

Kyuhyun mengangguk cepat. Dia mengecup kening Seo Eun dengan sayang. “Aku menikahi Kim Na Yeon dan mengakuinya sebagai istriku satu-satunya karena paksaan Ayah.”

“Dan kau bertunangan lagi dengan gadis bernama Shin Yoo Ri?”

Tawa Kyuhyun membuncah. “Tidak. Aku tidak bertunangan dengan gadis manja itu. Ayah yang melamarnya. Dan, sayang, aku tidak peduli dengan gadis manapun yang dijodohkan Ayah.”

Seo Eun tersenyum malu mendengar Kyuhyun memanggilnya sayang. “Jangan dekat-dekat dengan gadis lain. Kalau tidak, kau akan kehilangan diriku lagi.”

“Coba saja.” tantang Kyuhyun.

“Oke!” Seo Eun bergerak ingin melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun yang segera ditahan pria itu.

“Aku benci saat kau bilang ingin pergi dariku.”

“Aku tidak akan mengatakannya lagi,” janji Seo Eun pada dirinya sendiri. Dia tertawa karena candaannya berhasil membangunkan sisi posesif pria itu.

“Walaupun aku belum percaya diri dengan perasaanku saat ini, tapi, aku tidak mau kehilanganmu.” Kyuhyun menenggelamkan kepalanya di bahu Seo Eun yang polos. “Kurasa aku sudah jatuh cinta padamu bahkan saat kita masih bersama dulu. Tapi aku malu mengakuinya.”

Tangan Kyuhyun yang semula mencengkeram pinggang ramping Seo Eun perlahan turun ke bawah dan membelai paha dalam gadis itu hingga dia menggeram tersiksa.

Saat tangannya hampir mencapai pusat tubuh istrinya, Seo Eun menyela, “Apa tiga kali saja belum cukup?” Kyuhyun menelusupkan jarinya ke dalam lubang lembap Seo Eun sebagai jawaban. “Kyuhyun, kita baru saja selesai. Akh!”

“Kita akan melakukannya lagi. Lagi, lagi, dan lagi. Tanpa henti. Hingga aku puas menyiksamu, menghukummu. Karena kau telah membodohi, membohongi, dan berhasil menjeratku dalam pesonamu lagi. Jun Seo Eun,”

“Akh!” Seo Eun menjerit keras begitu kejantanan Kyuhyun menghentak keras miliknya.

“Katakan kau adalah milikku.”

Seo Eun mengumpat dalam hati. Di saat-saat seperti ini! “Aku, milikmu!”

.

.

.

Epilog

“Aku meminta maaf.”

PLAK!

Tamparan halus melukai sudut bibir Changmin. Pria itu memutuskan meminta maaf pada Kim Na Yeon, gadis yang dulu pernah dia permainkan perasaannya ketika dia masih berstatus sebagai istri Kyuhyun.

Gadis itu terlihat lebih berisi dari dua bulan yang lalu. Terakhir kali mereka bertemu gadis itu masih terlihat seksi dengan tubuh rampingnya dan tinggi semampainya bak model dan satu-satunya wanita yang cocok memainkan peran tokoh utama wanita dalam film terbaru garapannya.

“Aku hamil.”

Sejenak Changmin tertegun dengan pengakuan gamblang gadis di depannya. Dia terkejut bukan main. Apa telinganya salah dengar?

“Aku hamil anakmu, oppa. Aku tidak pernah berhubungan dengan pria manapun selain dirimu. Aku dinyatakan positif hamil beberapa minggu lalu.”

Changmin masih saja tercengang. Dia tidak percaya. Gadis yang pernah ditidurinya ini hamil anaknya?

Kim Na Yeon mengerucutkan bibirnya. Apa Changmin juga akan membuangnya seperti orang tuanya yang tidak menganggapnya anak lagi setelah mengetahui jika putri mereka hamil anak orang lain.

“Geurae. Terserah oppa mau percaya atau tidak. Aku tidak apa-apa membesarkan anak ini sendirian. Kalau sudah ada lagi yang mau kau bicarakan lagi, aku masuk.”

“Tunggu!” Changmin menahan gerakan pintu rumah Na Yeon yang hendak tertutup kembali.

Gadis itu pindah ke tempat tinggal yang lebih sempit dari rumah orang tuanya. Apakah dia bisa? Sedangkan ada nyawa lain yang hidup di dalam rahimnya.

“Berapa usia kehamilanmu?”

“Hmm, dua bulan. Kenapa oppa?”

Tubuh Na Yeon serasa ditarik ke depan dan detik berikutnya yang gadis itu rasakan adalah dekapan hangat yang dulunya selalu menghangatkannya hampir setiap malam. Sedikit ragu, dia mulai membalas pelukan penuh tanda tanya Changmin.

“Terima kasih. Dan, aku tidak mungkin tega menelantarkan wanita yang mengandung anakku.”

.

.

.

The END

Advertisements

26 thoughts on “Where? Chapter 7 END (Sequel of Why?)

  1. Vikyu says:

    Aku berfikir ini akan semakin rumit
    Ternyata tebakanku salah
    Ini berakhir dengan bahagia
    Tidak hanya kyuhyun dan seo eun tapi juga changmin dan na yeon
    Na yeon hamil dan seo eun tinggal nunggu aja kkkk , walau udah end aku merasa bahagia banget akhirnya begini
    Semangat kak

    Liked by 2 people

  2. syalala says:

    ughhhhhhh seneng deh yah ceritanya kek di cut dan yeah akhirnyaaaa terbongkar sudaahh dan baikan huhuhu sebenernya emg ga susah untuk merek baikkan karena emg seounnya aja yg mau ngebales kyuhyun mau ngasih pelajaran ke dia hahaha

    Liked by 1 person

  3. lyeoja says:

    Singkat padat dan jelas…. hihihi
    Gak bisa dipanjangin lagi apa lun..
    Reader maruk ini namanya…
    Tapi mau gimana lagi namanya jg sukaaa…

    Fighting u ff lainnya lun

    Liked by 1 person

  4. Via agnesia says:

    Kirain anna akan tetap menjadi anna…
    Bukan lg seo eun yg dulu…
    Ternyata enggak…
    Seneng sih, akhirx kyuhyun balikan lg ama seo eun…
    Moga langgeng trus ya….
    Selamat jg buat changmin yg sbentarlg bkalan jd ayah…
    G nyangka na yeon hamil anak dia…

    Liked by 1 person

  5. kyuwonhae's wife says:

    Ommmmooo… gak nyngka bklan end hehhe… akhirnya mrka bhgia, soo eun emg gakk bsa boong sma persaan dia sndri. Na yeon jg , uth changmin gak ninggalin dia

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s