Where? Chapter 6 (Sequel of Why?)

Where? Chapter 6 (Sequel of Why?)
by Luna

Genre:
Hurt, Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Jun Seo Eun

Support Cast:
Shim Changmin | Kim Na Yeon | Choi Mina

Cuap-cuap Author:
Maafin mungkin belum sesuai sama ekspektasi kalian dalam pem-publishan tiap chapter.
Harus digantungin berminggu-minggu bahkan sampe lupa sama ceritanya.
Next part endingnya :”
Happy Reading^^

Mungkin lupa dengan jalan ceritanya, bisa throwback ke chap sebelumnya: Where? Chapter 5 (Sequel of Why?)

where

Warning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—

“Tuan Cho!” Perawat baru yang tadi diminta Kyuhyun mencari istrinya datang dengan napas putus-putus. Kedua lututnya digunakan menumpu lengannya yang lemas. “Kami menemukan,” dia menelan ludah sekali, “istri anda.”

Mata Kyuhyun terbelalak. Seketika dia melepaskan pelukannya dari Anna hingga tanpa sadar gadis itu sedikit tersentak. Tidak mungkin! Teriak Kyuhyun dalam hati. Kepalanya tertuju pada Anna yang berdiri tegar di depannya tidak berbalik tidak menoleh.

“Kau bukan Jun Seo Eun?”

Anna menyeringai sinis. “Kau pikir aku bodoh mau jadi gadis setolol dia? Menikahi pria sepertimu. Cih.” Cibirnya ketus. Gadis itu meneruskan langkahnya. Meneruskan kebohongannya. Dia tahu, seseorang entah itu Changmin atau Mina telah menyelamatkannya.

Kyuhyun tergugu. Menatap punggung Anna yang menjauh. Anna bukan istrinya. Tapi kenapa ucapan gadis itu tadi seolah-olah dia sendiri yang mengalaminya. Apa hubungan yang dimiliki Jun Seo Eun dengan gadis galak itu?

“Kita kesana.”

.

.

.

“Katakan terima kasih.”

Changmin bergegas mendandani Anna seperti pasien rumah sakit jiwa. Pakaian rumah sakit, rambut acak-acakan, dan dekil. Pria itu menyelamatkannya.

Andai, dia tidak kembali ke apartemen pagi ini dan tidak melihat ada post-it yang tertempel di pintu kulkas, mungkin dia tidak akan melacak keberadaan gadis itu melalui ponsel pintarnya.

“Jangan bongkar identitasmu. Belum saatnya.”

Anna bergumam pertanda setuju. Sempat terpikir tadi untuk mengatakan yang sejujurnya, kemudian dia ingat masih ada sesuatu yang harus dilakukan. Minggu ini. Kita selesaikan semuanya. Gadis itu mendesah resah.

“Bodoh, apa yang ada di otakmu saat mengiyakan ajakannya kesini?”

“Aku tidak tahu dia mengajakku kemari.”

“Kubilang kan? Jangan dekat-dekat dengannya. Kau menggali kuburanmu sendiri. Kalau aku tidak datang, mungkin kau dengan bodohnya mengatakan segalanya.”

Changmin mengoyak ujung gaun rumah sakit Anna sebagai tahap akhir dandanannya, “Ayo,”

Tangan besar itu menggenggam erat tangan Anna mengajaknya ke tempat yang lebih aman, sementara perawat suruhannya mengulur waktu dengan membawa Kyuhyun berputar-putar sekitar rumah sakit kurang lebih sepuluh menit.

“Pertahankan aktingmu sedikit lagi. Aku akan cari cara agar Kyuhyun tidak gencar datang kemari dan kau bisa pergi secepatnya.”

Baru saja pria itu hendak pergi, Anna mencekal lengan Changmin. Gadis itu mendongak. Gurat lelah terpancar di wajah cantiknya yang tertutupi dandanan lusuh orang gila.

“Bisakah, aku hentikan semua ini?”

Derap langkah kaki terburu-buru terdengar semakin mendekat. Kyuhyun akan segera datang. Changmin meremas cekalan Anna di lengannya antara takut Kyuhyun melihatnya disini dan gelisah dengan permintaan gadis itu.

Dia tahu Anna lelah dan ingin segera mengakhiri kebohongannya. Tapi, sekarang bukan waktu yang tepat membicarakan hal sedarurat itu.

“Kita bicarakan di apartemen.” Changmin melepas cekalannya dan bergegas bersembunyi di balik pohon dua meter dari bangku yang diduduki Anna.

“Jun Seo Eun, kau disini!”

Tanpa aba-aba, Kyuhyun berhambur memeluk istrinya. Kondisi gadis itu tidak jauh berbeda dari pertama kali mereka bertemu. Merasakan raga Jun Seo Eun yang sempurna ditangannya.

Ini istrinya. Untuk sementara.

Kyuhyun belum menyelidiki tentang siapa itu Jun Seo Eun atau Anna Park. Mereka dua orang berwajah sama beridentitas berbeda ataukah mereka adalah satu orang yang sama.

Anna kembali melakoni aktingnya. Diam, dingin, tidak menggubris kalimat pria yang sedang memeluknya. Terlalu banyak pikiran yang memborbardir perannya sebagai wanita yang berlagak kuat.

Satu sisi hatinya percaya bahwa penerimaan kata maaf itu masih berlaku. Kyuhyun pantas mendapatkannya kembali. Satu sisi hati lainnya berkata pria itu tidak cukup menderita.

Siapa Kyuhyun? Pria tidak bertanggung jawab yang membuang dan membiarkannya diperkosa. Bahkan pria itu tidak mencintainya. Lalu apa yang kau harapkan dari sikap angkuhnya? Rasa kasihan, kah?

Dan lagi, sekarang Kyuhyun berpura-pura memeluknya, mengkhawatirkannya, menyayanginya. Padahal baru beberapa menit lalu pria itu memberikan pelukannya pada wanita lain, Anna Park. Apa mau pria ini sebenarnya?

“Hei, sayang, kenapa menangis?” Kyuhyun yang merasakan cairan panas membasahi pundaknya mengurai pelukannya lalu menangkup rahang gadisnya, menghadapkan wajahnya yang, hei! Sejak kapan Jun Seo Eun menangis?

“Hei, hei, ada apa? Jangan menangis, sayang.”

Pria itu mengusap air mata yang kian mengalir dari kedua mata gadis itu. Dadanya sesak luar biasa. Dia ingin berteriak. Menghujat Kyuhyun dengan sumpah serapah paling kejam. Menghujani Kyuhyun dengan pukulan, tendangan, erangan sampai pria itu sekarat.

Batinnya kacau.

Bahkan saat Kyuhyun menidurkannya di ranjang kamar tempat dia dirawat dan pria itu turut berbaring di sampingnya, mendekapnya, menenggelamkannya dalam dada bidangnya, dia tetap menurut.

Gadis tolol. Pada akhirnya kau hanya akan jatuh ke dalam pesona Kyuhyun lagi dan tidak bisa membunuh si gadis cengeng—Jun Seo Eun.

Shim Changmin keluar dari tempat persembunyian. Kedua tangannya bertolak ke pinggang. Merutuki kebodohan Anna yang gampang sekali membuang air matanya di hadapan pria itu.

Sepertinya dia harus bertindak cepat. Mencegah pikiran bodoh gadis itu dan jangan sampai dia berbuat nekat. Jika Anna ingin membongkar semuanya, setidaknya biarkan Changmin ikut andil.

.

.

.

“Kau gila? Kau bodoh? Dari apa yang kudengar darimu, aku yakin pria itu sudah menaruh curiga padamu. Dia pasti akan cari tahu!”

“Lalu apa?”

Mina menghentikan langkah kakinya yang sejak tadi mengekori langkah sahabatnya yang tiba-tiba berbalik. Guratan lelah itu kian kentara. Tidak dapat dipungkiri Anna mulai lelah dan ingin segera mengakhiri kebohongannya. Hidup dalam kebohongan justru membuatnya kacau.

“Kau lupa? Kau bukan Jun Seo Eun lagi. Gadis cengeng itu sudah mati beberapa tahun lalu. Sekarang yang ada di hadapanku adalah Anna Park. Gadis kuat, tangguh, dan—”

“Aku juga manusia. Aku bukan robot, yang setiap baterainya habis bisa kau gantikan dengan baterai yang baru kemudian aku bisa bergerak lincah lagi.” Anna menghela napas panjang sambil memejamkan mata dan mengurut pelipisnya.

“Kalau Kyuhyun curiga, memang apa yang terjadi? Kalau dia tahu ternyata Anna Park hanyalah sebuah identitas yang dibuat untuk menutupi ketidaksempurnaan Jun Seo Eun, memang apa yang bisa dia perbuat? Toh, aku tidak akan kembali padanya.”

“Bohong. Tidak mungkin kau tidak mau kembali ke pelukan Cho Kyuhyun.”

“Siapa bilang? Aku tidak mencin—”

“Jelas-jelas kau masih mencintainya!” tunjuk Mina tepat ke muka Anna. “Inilah yang kukhawatirkan. Kau terlalu mudah larut dalam perasaanmu.”

Mina mengenal Anna separuh dari hidupnya. Dia tahu seberapa besar cinta Anna pada pria itu. Tapi, buat apa jika Anna mencintai seseorang kalau ujung-ujungnya dia juga yang tersakiti?

Dia tahu persis kejadian apa yang menimpa hidup Anna belakangan ini. Anna nyaris gila karena pria itu. Anna menderita.

Anna tidak akan kembali pada Kyuhyun? Omong kosong! Dia bahkan berani bertaruh Anna pasti akan luluh kalau sekali lagi Kyuhyun memohonnya untuk kembali.

“Perlu kuingatkan kau, Anna, alasanmu berdiri disini, alasanmu bertahan selama tiga tahun melawan kekacauan yang diakibatkan perbuatan pria brengsek itu.

“Ingat! Kau sendiri yang merencanakan kehancuran pria itu. Jika tidak, usahamu akan sia-sia. Dan jangan lari padaku kalau kenyataannya dia masih sebrengsek dulu.”

Mina memutar tumitnya berlawanan arah dari tujuan awalnya. Kekesalannya bisa meledak kapan saja dan dia tidak ingin Anna mengetahui seberapa besar kemarahannya pada sahabatnya itu.

Anna masih sahabat terbaiknya yang sampai matipun tidak akan pernah ia tolak saat gadis itu meminta bantuan.

Sesekali Mina perlu memperingatkan kalau keberadaan Anna bukan semata-mata semangat apalagi berangkat dari dorongan ingin kembali pada Kyuhyun.

Satu-satunya alasan Anna mampu bertahan melawan kesedihannya adalah mencari celah menghancurkan hidup Kyuhyun.

“Dua sahabat terbaikku menolak gagasan penyerahanku.” Anna membalikkan badan hendak menyusul Mina. Namun, sebuah tangan mencegahnya, meremas dagunya dan memaksanya mendongak.

Mata bulat gadis itu membelalak terkejut. Pria yang tidak disangkanya muncul dan kemungkinan dia telah mendengar pembicaraannya dengan Mina, mendadak bagai petir di atas kepalanya.

“Jun Seo Eun, rupanya. Aku bisa mengenalimu dalam sekali lihat. Apa kabar, menantuku?”

Anna mengetatkan rahangnya. Giginya berdempetan, bergetak satu sama lain, menahan rasa takut dan gemetar. Pria paruh baya di hadapannya adalah Ayah Kyuhyun, mertuanya, Cho Young Hwan.

Pria yang menjodohkan putra semata wayangnya dengan putri dari anak perusahaannya tiga tahun lalu. Kemudian dengan liciknya diam-diam menjodohkan Kyuhyun dengan putri perusahaan besar lain saat status mereka masih suami-istri.

Jangan heran darimana Anna bisa tahu. Dia menonton sendiri berita pernikahan besar-besaran Kyuhyun dengan Kim Na Yeon setelah dirinya hilang secara tiba-tiba.

Tidak mungkin pernikahan sebesar itu tanpa perencanaan. Dia baru sadar jika selama ini dia hanyalah perantara akuisisi perusahaan ayahnya dulu.

Cho Young Hwan membuangnya sebagai menantu setelah perusahaan ayahnya dinyatakan bangkrut dan ayahnya memutuskan mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri lalu mulai merancang pernikahan Kyuhyun dengan gadis lain.

Licik, kan?

“Kau tidak mengucapkan salam pada mertuamu?”

“Maaf, Tuan, anda salah orang. Permisi.” Anna menghentakkan dagunya agar lepas dari cengkeraman pria paruh baya di depannya.

Dua langkah yang Anna ambil terhenti kembali karena suara rendah di belakanganya terdengar seperti sebuah ultimatum. “Kau tahu, aku tidak tuli. Apa gara-gara kau, pernikahan putraku harus berakhir di pengadilan?”

Anna menyeringai sinis tanpa menoleh. “Aku tidak mengerti maksud ucapan anda, Tuan.”

“Aku tidak akan merestuimu kembali pada Kyuhyun. Pergilah. Seperti yang telah kau lakukan tiga tahun ini. Kyuhyun hanya membutuhkan seorang gadis yang bisa memperkuat posisinya di perusahaan.”

Anna geram tentu saja. Betapa sialnya dia hari ini. Selain mendapat omelan dari Mina atau lebih tepatnya bertengkar di tempat yang tidak sepantasnya, tanpa sengaja dia bertemu dengan mantan mertuanya—agaknya lidahnya kesakitan mengatakan pria tua itu masih jadi mertuanya.

Kenapa mereka harus bertemu disini? Ya Tuhan, kenapa di antara sekian banyak pusat perbelanjaan besar di Korea, pria tua itu harus pergi ke Apgujeong? Tsk, sebegitu kurang kerjaannya dia sampai kemari?

“Aboenim!”

Panggilan ringan seorang gadis mengalihkan perhatian Anna. Gadis bertubuh semampai, sedikit lebih tinggi darinya, dibalut dress floral satin bahan jatuh berkibar seiring dengan langkah kecilnya.

Dengan tidak tahu malunya gadis itu bergelayut manja di lengan Cho Young Hwan. Begitu mengherankannya karena pria tua itu malah menanggapi tindakan kekanak-kanakan itu dengan senyuman.

Anna sempat mengira jika gadis itu adalah gadis muda simpanan Cho Young Hwan. Namun, dugaannya salah ketika pria tua itu justru ingin mengenalkan mereka.

“Haruskah aku mengenalkan kalian berdua?”

Tawaran Cho Young Hwan barusan hampir dibalas gelak tawa Anna. Bagaimana tidak? Seberapa pentingnyakah gadis itu sehingga mereka harus berkenalan?

“Memang eonni ini siapa, aboenim?” tanya gadis itu penasaran.

“Ini istri pertama Kyuhyun.”

Mulut gadis itu terbuka lebar. Sejurus kemudian matanya menelisik Anna dalam. Mengamati penampilan Anna yang tidak terlihat seperti wanita yang sudah menikah.

Gayanya seperti seorang modern dancer yang cenderung tak acuh dengan penampilan bahkan untuk sekadar berjalan-jalan di mall sekelas Galleria. Crop top yang dibalut jaket varsity ukuran kebesaran, celana baggy sebagai bawahan, dan sneakers. Oh, jangan lupakan rambutnya yang dikucir tinggi-tinggi.

“Benarkah? Dia terlihat muda sekali dan seperti anak sekolahan yang salah kostum.” Gadis itu tersenyum menyebalkan. Sinis, tajam, dan menyindir.

“Aku permisi, Tuan.” Anna buru-buru membungkuk dan lagi-lagi kepergiannya dihentikan bukan dengan suara pria tua itu, melainkan suara berat lainnya yang dikenalnya.

“Anna?”

Tuhan, jangan lagi, kumohon! Jerit Anna dalam hati. Dia tidak menoleh maupun membalas sapaannya. Gadis itu menundukkan kepala dan mendengus kesal.

“Kyuhyun-ah! Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan cincin pertunanganmu dengan Yoo Ri?”

Kening Anna mengernyit bingung. Yoo Ri? Apa itu nama gadis yang berdiri di samping Cho Young Hwan? Pertunangan apa lagi? Oh! Jangan katakan jika pria tua gila itu akan menjodohkan Kyuhyun dengan putri perusahaan koleganya?

Baiklah, Anna, sepertinya kau harus menghilang sekarang! Tidak seperti yang sebelumnya, tanpa mengucapkan permisi, Anna bergegas pergi sejauh-jauhnya. Berharap tidak seorang pun mengejarnya.

“Ayah bicara apa?” Nada suara Kyuhyun berubah dingin. Dia memang tidak suka berbasa-basi dengan Ayahnya. Cukup dia menjadi boneka ayahnya, tidak perlu mengikutcampurkan orang lain dalam hidupnya.

“Dia mantan menantuku, memang kenapa? Dia bahkan tidak memberi salam padaku.”

“Dia bukan Jun Seo Eun, Ayah.” Suara Kyuhyun penuh kehati-hatian. Tidak ingin menampakkan kemarahannya ke muka umum.

“Dasar bodoh. Dia Jun Seo Eun. Gadis itu banyak berubah, terutama cara dia berpakaian benar-benar menunjukkan statusnya sekarang.” sindir Cho Young Hwan yang disambung anggukan kepala Yoo Ri.

Kyuhyun menolak setengah mati ketika ayahnya yang gila harta dan kekuasaan itu memerintahkannya—tidak ada kamus menawarkan dalam hidup Cho Young Hwan—menikahi putri dari Shin Group.

Perintah Ayahnya itu mutlak nilainya. Sekeras apapun Kyuhyun menolak, tetap saja, pada akhirnya dia harus menuruti kemauan sinting ayahnya.

Demi perusahaan, demi saham, demi kekayaan. Itu yang selalu ayahnya katakan. Tidak peduli ada tidaknya cinta atau keinginan dari diri sendiri untuk mengikat hubungan antara pria dan wanita dalam ikatan suci.

Omong kosong itu hanya nyanyian orang dahulu.

Seperti halnya siang ini. Di tengah-tengah kesibukan Kyuhyun mengurus kerjaannya yang menumpuk—disamping dia menyuruh suruhannya menyelidiki latar belakang Anna—Ayahnya menelepon dan menyuruhnya ke Apgujeong menemani Yoo Ri, gadis yang akan ditunangkan dengannya, berbelanja dan makan malam bertiga.

Tak disangka, disana dia malah dipertemukan dengan Anna. Gadis yang ditelantarkannya di rumah sakit setelah dia menemukan Jun Seo Eun. Aish. Dan sekarang gadis itu malah kabur. Lagi.

“Kalian berdua saja yang makan malam. Aku tidak ikut. Aku punya urusan lain. Permisi.”

“O-oppa!” Panggilan Yoo Ri tidak digubris. Pria itu lebih dulu berlari mengejar Anna yang kalau dia pergi sekarang mungkin akan terkejar.

Yoo Ri berdecak kesal. Cho Young Hwan tertawa renyah. “Makan malam dengan aboenim saja sesuai permintaan Kyuhyun, eoh?”

“Baiklah, aboenim.” ucap Yoo Ri dengan nada kesal tapi tidak membantah.

“Tenang,” Cho Young Hwan memeluk bahu Yoo Ri seolah sedang menjinakkan seorang bocah. “Meskipun kau calon istri ketiga Kyuhyun, kupastikan kau akan jadi yang terakhir.”

“Nde, aboenim. Tapi, apa Kyuhyun oppa masih mencintai istri pertamanya?”

Pertanyaan polos Yoo Ri dijawab seringaian sinis Cho Young Hwan. “Tidak ada cinta dalam pernikahan bisnis.”

“Aku menyukai Kyuhyun oppa.”

Cho Young Hwan tertawa. Dasar bocah. “Lama-kelamaan rasa sukamu pasti akan berubah menjadi sebuah otoritas, obsesif, dan posesif. Mengorbankan perusahaan tentunya lebih bernilai dibandingkan perasaanmu. Dan kau layak mendapat gantinya.”

Meskipun tidak paham dengan kata-kata rumit calon ayah mertuanya barusan, Yoo Ri mengangguk kepala saja.

Yoo Ri menyimpulkan sendiri bahwa perusahaan ayahnya yang akan diambil alih oleh perusahaan aboenim nantinya setelah pernikahan mereka adalah seharga dengan kepemilikan mutlak atas Cho Kyuhyun.

Pria itu miliknya.

.

.

.

“Tunggu, jangan pergi dulu.”

Benar. Sesuai perhitungan Kyuhyun dia masih sanggup mengejar Anna. Untung saja gadis itu tidak berniat mengajaknya bermain kejar-kejaran sehingga mereka masih memiliki waktu mengobrol. Meski singkat saja sebab dia tahu Anna tidak tulus melakukannya.

Anna langsung menghentakkan lengan Kyuhyun. Dia melirik tajam kedua manik cokelat milik pria di depannya. “Apa lagi? Kau mau memamerkan pertunangan barumu padaku?”

Terdiam. Anna menggigit lidahnya sendiri. Apa yang barusan dia katakan? Pertanyaan itu terlontar begitu saja. Kyuhyun sepertinya menyadari perubahan ekspresi gadis itu.

“Siapa, aku? Tidak.”

Tidak ingin pria itu salah paham lebih jauh, Anna memilih berbalik membuka pintu mobilnya, namun Kyuhyun dengan gesitnya menahan gerak pintu itu hingga tertutup kembali.

“Kau gadis ter-rumit yang pernah kutemui. Aku tidak bisa menebak jalan pikiranmu. Terlalu banyak teka-teki yang kau simpan rapat-rapat, nona Park.”

Kening Anna samar-samar mengernyit dalam-dalam. Dia berbalik menghadap Kyuhyun kembali. “Lalu?”

“Aku ingin mengenalmu. Bukan sebagai gadis yang selalu kukira adalah istriku. Tapi sebagai Anna Park. Bisakah?”

Anna berdecih. Bola matanya berputar tajam. Tangannya bersedekap di depan dada. “Apa kau senang bertemu dengan sampah itu lagi? Bukankah akan lebih baik dia benar-benar menghilang dan kau bisa menikahi gadis manapun yang diinginkan ayahmu.”

Kyuhyun terheran-heran. Bagaimana Anna bisa tahu tentang kebiasaan buruk Ayahnya itu? Sebelum pikirannya sempat meluar kemana-mana, dia sedikit marah mendengar Anna memanggil istrinya dengan panggilan ‘sampah’.

“Aku penasaran, dari mana kau mendapatkan informasi se-ilegal itu kecuali,” Kyuhyun memberi jeda sebentar pada ucapannya. “kau sendiri pernah mengalaminya.”

“Aku tidak mengalaminya tapi Jun Seo Eun yang bercerita semuanya padaku.”

“Katakan, siapa kau sebenarnya? Apa hubunganmu dengan Jun Seo Eun? Sampai sekarang itu masih menjadi misteri untukku. Apalagi wajah kalian yang begitu mirip. Sulit buatku untuk membedakan kalian.”

“Kau tidak akan mengerti jika hanya sekali mendengarnya.”

“Aku menuntut penjelasan, Anna-ssi. Aku siap mendengar ceritamu berapapun lamanya.”

“Dan, siapa kau bisa memaksaku untuk memberitahumu?”

“Aku suami Jun Seo Eun.”

“Dan aku, orang yang lebih berpengaruh, dipercayai, dan bisa melindungi gadismu. Jangan mendekatinya. Bisakah kau menghentikan kepura-puraanmu yang berlagak mempedulikannya?” pinta Anna. Dia lelah. Jujur, jika Kyuhyun menyerah, pekerjaannya akan selesai.

“Aku tidak lagi berpura-pura. Aku sungguh ingin menebus kesalahanku di masa lalu.”

“Mau kuberitahu caranya?” Senyuman sinis mencuat di bibir mungil gadis itu. “Pergi jauh-jauh dari hidupnya. Biarkan dia berdamai dengan hidupnya. Kau tidak tahu seberapa tersiksanya dia jika kau terus-terusan berada di dekatnya?”

Kyuhyun tidak percaya. Dia tidak ingin mudah mempercayai kata-kata Anna. Siapa yang menjamin jika kata-kata itu bohong belaka?

“Apa jika aku pergi dia akan damai sesuai ucapanmu? Apa kau bisa memberiku jaminan jika dia tidak akan mencariku dan merasa kehilangan diriku?”

“Kau tetap pria dengan rasa percaya diri yang tinggi.”

“Inilah diriku.”

Mereka saling melempar tatapan tajam sampai Anna yang duluan memutuskan kontak mata mereka. Dia mendesah panjang.

Sesulit inikah berhadapan dengan Cho Kyuhyun? Kenapa tidak dari dulu saja mereka seperti ini? Melalui perdebatan panjang, saling beradu mulut, dan tidak ada yang mengalah. Tidak perlu saling menyakiti.

Dulunya dia yang selalu mengejar-ngejar Kyuhyun, memohon penjelasan pria itu, memintanya kembali, pantang menyerah meski yang dia dapatkan selalu makian dan tidak jarang hatinya terluka.

Kini giliran Kyuhyun yang mengejarnya. Roda kehidupan memang berputar. Lalu, bagaimana caranya sekarang mendepak Kyuhyun lagi dari hidupnya?

“Cho Kyuhyun-ssi,”

“Hmm?” gumam Kyuhyun menjawab panggilan Anna.

“Bisakah kau hentikan kiatmu menggali informasi tentang Jun Seo Eun? Aku tidak seperti wanita-wanita di luar sana yang dengan gampangnya menjual privasi orang lain. Aku memiliki kriteria-ku sendiri mana orang yang pantas menurutku.”

Itulah penutup percakapan mereka siang itu. Anna meninggalkan Kyuhyun di lapangan parkir dengan wajah terbengong-bengong. Semudah inikah dirinya dicampakkan oleh wanita?

“Anna Park. Aku benar-benar haus akan informasi tentang dirimu. Kau gadis yang menciptakan banyak tanda tanya di kepalaku.”

Ponsel di sakunya berdering. Kyuhyun segera merogoh saku celananya. Alisnya saling bertautan. Lee Hyukjae meneleponnya? Tumben. Bukankah pria itu menjadi antipati dengannya sejak tiga tahun lalu?

“Yeoboseyo?”

“Jun Seo Eun meninggal dunia.”

Dunianya runtuh. Tubuhnya menegang, kaku tak dapat digerakkan. “Apa kau salah sambung?”

“Kau menyembunyikan gadis itu dariku. Tubuhnya ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam keadaan tak bernyawa dan pergelangan tangannya tersayat.”

“Tidak mungkin!”

.

.

.

To Be Continue

 

 

 

 

Advertisements

21 thoughts on “Where? Chapter 6 (Sequel of Why?)

  1. kyuwonhae's wife says:

    Mntap 👍👍 park ana a.k.a jun so eun. Tp so eun udh ditiadakan, dan skrg adlh park ana. Hnya ana. Tp appa kyu lgsg mengenalin so eun yah, brti lbih peka appa y kyu dong wkwkwk… tp appa y kyu gak ada nyesal2 y yah. Mlah jdohin kyu lgi 😧😢😢

    Liked by 1 person

  2. Vyea Lyn says:

    Duh makin gemas ih sama mereka
    Kyuhyun yg mendadak bodoh,Anna yg ceroboh dan mantan mertua yg gila.
    Lengkap sudah!

    Jung so eun meninggal?? Pergelangan tangan nya disayat??
    Lalu bagaiman caranya Anna menipu Kyuhyun???

    Liked by 1 person

  3. shfly3424Arista says:

    Waduhhh tambah runyam bin rumit

    Kok segitunya yaaaaa

    Haha

    Tp wajar aj klw diaa gituuu

    Swcara kan ya kyu dulunya gila bener

    Yonghwan n yoori
    Kno ga kalian aj yg nikah

    Kalian sma gila harta

    Liked by 1 person

  4. syalala says:

    aduhhhh aku masih bingung deh.. kalo emg seo un anna itu orang yg sama…. trs gimana bisa???? yah ini aku udah bayang2in kek di drama aja jadinya hahahha tp gimana dah ohhh sengkongkolannya si the real seoun aka anna ini banyak yak jd smooth aja gitu penyamarannya, ya ga sih? haha lanjuuuuttt

    Liked by 1 person

  5. lyeoja says:

    Aduhhhh… 😨😨😨
    Mngkin seo eun / anna gak bakal pernh berdamai dengan kyuhyun..
    Dan apa lagi inii. Isgri ke 3.. ? 😱😱😱
    Knpa gak si paman itu aja sih yg nikahh…
    Pen aku cekek tuh lehernya lun…

    Liked by 1 person

  6. Vikyu says:

    Apa yang mereka rencanakan sebenarnya ?
    Mau nyiksa kyu lbih parah lagi ya?
    Sejujurnya kasihan, tapi kyu juga masih bimbang sama perasaan dia
    Makin rumit , makin keren juga, selalu buat penasaran
    Semangat Kak 😘😘

    Liked by 1 person

  7. jaemijhe says:

    Mungkin dengan alasan seo eun meninggal, maka pekerjaan anna bisa lebih gampang..

    Kalo kyuhyun bisa melawan ayahnya, setuju deh mereka balikan..
    Tapi kalo gak,
    Kasian, seo eun pasti di sakiti lagi..

    Liked by 1 person

  8. ddianshi says:

    ko jadi agak lupa sama nih cerita huwaaa Anna dan Jung So Eun orang yang sama? jijik banget sama tuh aki2 peyot masih aja menjodohkan kyuhyun-__- kyuhyun pun sebagai laki2 ko lembek enggak bisa mengambil kepetusan sendiri >_<

    Liked by 1 person

  9. yuliantif0488 says:

    Hyukjae ikut bersandiwara dan membohongi kyuhyun ya???
    Selain benci, kasihan terhadap kyuhyun tapi seneng juga kalau kyuhyun di kerjai dan di bohongi seperti itu… 😄😄😄

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s