CLEFT [Chapter 6]

CLEFT Chapter 6
by Luna

Genre:
Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Kang Soo Jin

Support Cast:
Kim Haneul | Choi Siwon | Lee Hyukjae

Cuap-cuap Author:
Happy Reading^^

cleft

Warning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—

Inilah akibatnya jika terlalu cepat menarik kesimpulan. Perasaannya jadi campur aduk. Segalanya jadi abu-abu.

Tiga hari yang mereka sebut sebagai liburan di Pulau Jeju seperti neraka bagi Soo Jin. Dia tidak bisa menikmati apapun. Setiap melihat Kyuhyun, bayangan malam itu muncul lagi dan merusak mood-nya.

Sialnya, pria itu, seakan tanpa rasa dosa malah asyik bergurau dengan para sepupu laki-lakinya. Lihat saja, mereka sedang berkumpul di pinggir pantai dan Kyuhyun bisa sesantai itu bercanda dan menggoda gadis-gadis berbikini seksi. Haneul juga disana.

Sialan.

Apa pria itu sama sekali tidak merasakan perubahan sikapnya? Apa perlu dia memberi kode baru Kyuhyun akan peka?

“Nyonya Cho, halo,”

Soo Jin bangun dari posisi tidurannya di kursi pantai, menggeser pantatnya, memberi ruang agar Heechul—salah satu sepupu Kyuhyun yang paling menyebalkan dan sok tahu—duduk bersamanya.

“Aku baru pertama ini melihat seseorang berjemur di pantai memakai jeans dan sweater. Ini bukan di kutub, Nyonya.” Soo Jin hanya tersenyum tanpa menghiraukan sindiran Heechul.

“Tampaknya kau tidak senang pergi berlibur. Kurang seru, ya?”

Soo Jin mendesis kesal. Harusnya orang yang dia harapkan bertanya demikian adalah Kyuhyun. Kenapa malah sepupunya yang lebih peka.

“Tidak terlalu suka pantai.” jawabnya setengah ketus. Dari satu jam lalu yang dilakukan Soo Jin hanyalah mengaduk-aduk lemon-nya.

“Hah,” Heechul menghela napas. Kedua lengannya bertumpu di samping tubuhnya yang bertelanjang dada dan hanya memakai boxer motif bunga. Dia memandang ke arah pantai dimana sepupunya yang lain sibuk bermain air dengan gadis pantai. “Apa yang kau pikirkan saat memutuskan menikahi Kyuhyun?”

Hening sejenak. Soo Jin bingung menjawab apa. Jelas-jelas dia menikah karena terpaksa. “Kyuhyun yang memaksamu?” tanya Heechul tepat sasaran. Dia menyunggingkan senyum kemenangan karena tebakannya benar.

“Kyuhyun memang begitu. Selalu memaksa gadis untuk menikah dengannya.”

Entah kenapa, tiba-tiba Soo Jin tertarik dengan kalimat Heechul barusan. Apa dia bisa bertanya-tanya tentang seseorang bernama Seena. Nama yang sering disebut-sebut Kyuhyun tapi tidak pernah membicarakannya sekalipun.

“Apa kau mengenal Seena?”

Heechul mengerutkan dahi. Dia kecewa ternyata istri kedua sepupunya ini tidak tahu-menahu tentang masa lalu suaminya. Dia menoleh, “Apa kau belum pernah dengar Kyuhyun pernah menikah sebelum denganmu?”

“APA?” Ucapan Soo Jin ternyata keras juga. Kyuhyun dan sepupunya sampai berhenti bergerak karena mendengar jeritannya. Soo Jin buru-buru menutup mulutnya lalu menepuknya dua kali. Heechul sampai geleng-geleng. Ternyata Soo Jin memang tidak tahu apa-apa.

“Lee Seena itu kakak sepupu iparku. Dia gadis paling cantik yang pernah kutemui. Tidak salah kalau Kyuhyun dulu ingin sekali menikahinya.”

Soo Jin sempat menangkap lirikan Heechul padanya seperti sedang menilai sesuatu dalam waktu singkat. Pria itu tersenyum lalu melanjutkan perkataannya, “Tapi kau juga tidak kalah cantik kok. Selera Kyuhyun terhadap wanita memang tinggi.”

“Lalu?” Soo Jin tidak tertarik dengan pujian Heechul. Dia lebih tertarik cerita dibalik Seena ini.

“Mereka menikah empat tahun lalu. Tapi, baru beberapa bulan menikah mereka mengalami kecelakaan dan menewaskan istri dan calon anaknya Kyuhyun. Mengenaskan, bukan?” Shindong, sepupu Kyuhyun paling bulat di antara lainnya tertarik ikut mengobrol tentang Kyuhyun. Dia mengambil tempat bersisian dengan kursi Soo Jin.

“Aku lebih pada kasihan. Kyuhyun sangat mencintai Seena. Dulunya aku sempat berpikir dia tidak akan mengambil gadis lagi sebagai istrinya. Ternyata, kau disini bersama kami.” Heechul menunjuk Soo Jin seolah-olah dia bangga dengan keberadaan gadis itu.

“Asal kau tahu, empat tahun menjadi duda tampan seperti Kyuhyun bukan perkara mudah.” Shindong mencondongkan badannya, merangkul bahu kiri Soo Jin dan berbisik pelan sehingga dari kejauhan mereka tampak sedang berpelukan. “Lebih dari dua puluh gadis ditolaknya habis-habisan!”

“Cuma Kim Haneul, gadis yang selalu diunggulkan oleh Cho ahjumma yang masih bertahan mengejar-ngejar Kyuhyun.”

“Benarkah?!” Soo Jin pantas terkejut.

“Ya, ya, Kyuhyun bahkan sampai puasa tidak melakukan ‘itu’ selama empat tahun karena selalu merasa tidak pernah cocok dengan para gadis yang disodorkan Cho ahjumma. Kau mengerti maksudku kan?” ucap Shindong sambil mengerlingkan sebelah matanya.

“Tidak mungkin,” Itu berarti, kemarin, pertama kalinya dalam empat tahun pria itu melakukannya. Dan itu dengannya!

“Sungguh! Kudengar kemarin kalian melakukannya. Benar, kan?”

BLUSH! Wajah Soo Jin langsung merona seperti tomat direbus matang digoda oleh Shindong. Ini namanya senjata makan tuan. Mendengar Shindong dan Heechul tertawa keras membuat Soo Jin semakin menundukkan wajahnya. Hilang sudah rasa penasarannya. Dia sangat malu!

“Nah, benar kan! Kyuhyun tidak akan sanggup berdiam diri tidak melakukannya. Bagaimana kalau miliknya nanti tiba-tiba mengkerut karena terlalu lama tidak bercinta, kan bahaya! Haha!”

Kedua pipi Soo Jin semakin memerah. Kenapa dia harus membicarakan barang berharga kebanggaan para pria di seluruh dunia dengan pria-pria gila ini? Soo Jin berdeham-deham, berusaha sebaik mungkin menyirnakan kegugupannya. Banyak hal yang ingin dia tanyakan.

“Apa Kyuhyun masih sangat mencintai Seena itu sampai sekarang?”

Shindong dan Heechul bertukar pandang lalu sepakat mengangkat bahu. “Mungkin iya, mungkin tidak.” Heechul yang menjawab. “Kami kurang yakin.”

“Jika spekulasi kami benar, Kyuhyun sudah mulai membuka hatinya. Buktinya, dia bercinta denganmu. Kenapa baru denganmu? Kenapa tidak dengan gadis yang lain? Kenapa tidak dengan wanita one night stand saja? Meskipun dia mampu melakukan itu, kenyataannya dia tidak melakukannya.” Shindong menggaruk dagunya.

“Lagipula, tidak seperti Seena, kau lebih diterima di keluarga besar kami. Kyuhyun tidak pernah berani mengajak Seena berlibur bersama dengan keluarga besar. Aku saja hanya sekali bertemu dengannya, itupun hanya pertemuan para sepupu.”

“Mungkin dia sedang mencari gadis yang cocok.”

Heechul mengangguk-angguk setuju. “Dan mungkin dia baru siap sekarang.”

“Siap untuk apa?” tanya Soo Jin penasaran lagi.

“Hmm,” Shindong melipat tangannya ke depan dada. “Memiliki anak lagi.”

Soo Jin membelalakkan mata. Tenggorokannya kering. Tidak mungkin. Tanpa ditanya, dia sudah yakin Kyuhyun tidak menyukainya. Pria itu pernah beberapa kali menyiksanya. Bahkan pria itu meneriakkan nama mendiang istrinya saat mereka bercinta.

Kurasa kalian salah paham. Dia menikahiku karena ingin balas dendam.

“Siapa yang mau punya anak?” Suara berat khas milik Kyuhyun mengejutkan ketiganya. Heechul pindah tempat duduk ke samping Shindong. “Mengobrol apa sih? Kelihatannya seru. Hm?”

Kyuhyun melingkarkan lengan kekarnya di sekitar pinggang Soo Jin lalu meremasnya pelan. Memaksa gadis itu menoleh dan menjawabnya.

Soo Jin bergeming. Kenapa seperti ini? Kenapa Kyuhyun berakting tidak terjadi apapun pada mereka berdua. Soo Jin melepaskan pelukan Kyuhyun lalu tersenyum tipis, “Bukan sesuatu yang bagus untuk didengar.”

Gadis itu bangkit lalu memasang topi pantainya. “Aku mau pergi sebentar ke toko souvenir membeli oleh-oleh.” katanya datar dan langsung beranjak dari sana.

Kyuhyun hanya memandang Soo Jin tanpa ada keinginan mengejar atau meminta penjelasan gadis itu yang tiba-tiba bersikap sangat dingin. Tadi dia begitu penasaran apa yang sedang dibicarakan gadis itu dengan dua sepupunya sampai-sampai pipinya memerah dan Shindong merangkulnya.

“Kami tidak bicara apapun!” Heechul dan Shindong serempak berteriak.

Mata Kyuhyun menyipit. Meneror dua sepupunya untuk membuka mulut. “Ucapkan selamat tinggal pada black card kalian—”

“Yak!” sela Shindong tidak rela. “Kau selalu mengancam kami dengan kartu-kartu menyebalkanmu!”

“Makanya, bicara!”

.

.

.

Soo Jin menendang kerang kecil yang menghalangi jalannya di antara pasir pantai. Dia berbalik memandang pantai yang gelap. Pikirannya masih saja berkecamuk. Antara percaya dan tidak pada omongan sepupu Kyuhyun. Bisa saja kan, mereka bersekongkol membodohinya?

Hah. Kenapa dia jadi selemah ini? Padahal dulu dia sangat berani menghadapi Kyuhyun. Oh, kau lupa, kau lemah karena cintamu pada pria itu. Soo Jin menghela napas kasar. Dia berjongkok.

Karena terlalu sibuk berpikir, dia tidak sadar kalau seseorang sudah menyelimutinya dengan selimut hangat dari belakang dan ikut berjongkok di sampingnya. Soo Jin menoleh. Lagi-lagi dia menghembuskan napas putus asa. Kenapa di saat pikirannya penuh harus orang ini yang muncul?

Soo Jin berdiri. Membiarkan selimut itu jatuh. Dia tidak perlu selimut. Dia merasa cukup hangat mengenakan sweaternya. Dan lagi, bukan tubuhnya yang kedinginan, melainkan hatinya.

“Apa menghilang selama tujuh jam kau sebut pergi sebentar?” Kyuhyun mengamati kedua tangan Soo Jin yang kosong. Bukankah gadis itu pamit pergi ke toko souvenir? Ah, gadis itu pasti beralasan saja padahal dia sedang menghindarinya.

“Aku kan sudah pamit tadi.”

“Mana barang belanjaanmu?”

“Tidak ada yang cocok.”

“Pergi selama itu dan kau bilang tidak ada yang cocok?” Kyuhyun diam sebentar. “Mau kutemani?” Soo Jin menoleh terlalu cepat. Terlalu kaget. Kyuhyun tidak pernah menawarinya sesuatu, apalagi untuk menemaninya. “Mungkin aku bisa temukan sesuatu yang cocok untukmu.” tambahnya.

Soo Jin membuang muka. “Tidak perlu.”

“Apa kau akan terus berbicara satu kalimat saja denganku?”

“Aku takjub kau senang mendengarku banyak bicara.”

“Jangan mulai,” ucap Kyuhyun memperingatkan. Pria itu sudah cukup frustrasi menunggu Soo Jin kembali pasca dia tahu apa yang dibicarakannya dengan sepupunya. Dan entah darimana datangnya ketakutan itu, dia takut Soo Jin berpikiran macam-macam.

“Kalau kau tidak mau kutemani, ayo kembali ke hotel,”

Tangan Kyuhyun terayun ke depan hendak menjangkau Soo Jin, tapi gadis itu refleks mundur. Dan tanpa mengucapkan apapun, dia berbalik dan berjalan seorang diri kembali ke hotel tempat mereka menginap. Dia membutuhkan jarak. Dia tidak suka Kyuhyun berada dalam jangkauan matanya.

Sekembalinya dari pantai, mereka berpapasan dengan Haneul di lobby hotel. Hati Soo Jin berkecamuk. Ini dia gadis kebanggaan mertuanya. Soo Jin buru-buru melengos menuju lift tanpa menyapa Haneul.

“Kyu—”

“Bisa kita bicara nanti? Atau, tunggu aku disini, lima menit lagi aku kembali.” potong Kyuhyun kemudian melangkah melewati Haneul dan bergegas menyusul Soo Jin. Haneul sendiri terbengong-bengong di depan lobby. Kyuhyun mengabaikannya hanya karena gadis itu?

Kyuhyun berkutat dengan pikirannya sendiri di dalam lift.

Ada yang aneh dengan gadis itu. Pasti terjadi sesuatu padanya. Apa ini berhubungan dengan ucapan sepupunya atau karena malam itu? Kyuhyun tidak tahu. Dia ingin memastikannya dengan bertanya pada Soo Jin.

Seharusnya Kyuhyun tidak merasa dipusingkan dengan perubahan sikap Soo Jin. Seharusnya Kyuhyun tetap berpura-pura mengabaikan Soo Jin. Meski dia tahu alasannya.

Kenapa, dia tidak suka diabaikan? Kenapa, dia merasa bersalah?

Kemarin dia memang meneriakkan nama Seena saat mereka sedang melakukannya, tapi itu murni refleks.

Kalian bisa bayangkan, empat tahun dia menahan hasrat, tidak melakukan seks dengan siapapun semenjak kematian istrinya. Dan untuk pertama kalinya, kemarin, dia bisa bercinta dengan seorang gadis, tentu perasaan yang dia alami seperti kembali saat melakukannya dengan Seena. Dan nama itu yang tercetus di kepalanya.

Pemandangan menakjubkan apalagi sekarang. Kyuhyun baru saja menginjak lantai kamarnya dan Soo Jin sudah terlelap!

“Tidak bisa dipercaya,” Kyuhyun menghela napas. Dia menjatuhkan selimut yang tadi dibawanya ke keranjang baju kotor.

Langkahnya memutar menghampiri sisi tempat Soo Jin tidur. Gadis itu sudah mengganti sweaternya dengan kaos dan entah apa sebagai bawahannya Kyuhyun tidak tahu karena tertutupi oleh selimut tebal.

Napasnya sangat teratur dan Kyuhyun seratus persen akan sulit membangunkannya. Mungkin dia kelelahan karena setengah hari berjalan-jalan yang hanya Tuhan dan gadis itu yang tahu.

Seusai mengganti baju, Kyuhyun memilih berbaring di samping Soo Jin. Ini kedua kalinya mereka berada di atas ranjang yang sama. Meski sempat ragu, Kyuhyun menarik Soo Jin padanya, membiarkan lengannya menjadi bantal lalu menarik selimut agar menyelimuti mereka berdua.

Saat Soo Jin bergerak dalam tidurnya, Kyuhyun menahan napas. Dada gadis itu menempel padanya. Dia sudah pernah merasakan tubuh gadis ini dengan tangannya. Bersentuhan seperti ini saja Kyuhyun bisa menebak Soo Jin tidak memakai bra dibalik kaos putihnya.

“Jangan memancing harimau kelaparan,” Kyuhyun mengalihkan pikiran mesumnya dengan memeluk Soo Jin. Dan dia menyesal karena yang terjadi justru dia semakin merasa sesak.

“Baiklah, jangan pikirkan apapun. Hanya memeluk dan tidur, Cho.”

.

.

.

Paginya Kyuhyun tidak menemukan Soo Jin di sampingnya. Kemana perginya gadis itu? Tidak sempat mengganti pakaiannya, Kyuhyun memilih bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar.

Kyuhyun berkacak pinggang. Menyaksikan pemandangan ini lagi. Rupanya Soo Jin sedang asyik bergosip dengan sepupunya di ruang makan. Kali ini tidak hanya Heechul dan Shindong, melainkan kelima sepupunya. Kyuhyun mendengus. Jadi ini yang dilakukan gadis itu?

“Oh! Pagi, Tuan Cho. Berantakan sekali penampilanmu?”

Ck! Kyuhyun menilik dirinya yang hanya mengenakan boxer dan kaos abu tanpa lengan, seragam tidur wajibnya dan rambut berantakan. Dia mengedikkan bahu seolah tidak peduli kalau penampilannya ini bisa menarik perhatian seluruh gadis disini. Bahkan sedari tadi mereka selalu mencuri pandang ke arahnya.

“Disini,” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya saat Soo Jin menawarkan tempat duduk di sisinya. Permainan apa yang kau mainkan?

Gadis itu kelihatannya tidak keberatan berdekatan dengannya. Padahal kemarin siang jelas-jelas dia menolak dekat dengannya.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekati Soo Jin. Melingkarkan lengan kekarnya lalu mengecup pelipis Soo Jin sekilas. Memberikan perhatian penuh pada istrinya.

“Kenapa tidak membangunkanku?” Well, nona, aku akan mengikuti permainanmu.

“Kau sangat lelap tadi, aku tidak tega membangunkanmu.” Kyuhyun bergeming dan heran karena Soo Jin tidak menolaknya.

“Aku harus mengingatkan ada banyak hal yang perlu kita bicarakan.” bisik Kyuhyun di telinga gadis itu. Tidak ada reaksi tegang saat Kyuhyun sengaja menggodanya.

“Kurasa itu sudah berakhir kemarin.” balas Soo Jin berbisik. “Kau lapar? Aku bisa mengambilkanmu sesuatu,” tawarnya dan hendak beranjak dari sana.

“Tidak perlu.” Kyuhyun menahannya dengan mempererat pelukannya. “Aku lebih tertarik,” Kyuhyun mengecup bahu Soo Jin dari luar kaosnya. “Mendengar ocehanmu tentang kemana saja kau kemarin.”

Apa-apaan pria ini! Soo Jin mendesis saat Kyuhyun meremas pahanya yang hanya dibalut hotpans. “Sayangnya,” Soo Jin menyingkirkan tangan Kyuhyun darinya, “aku tidak tertarik.”

“Ehem! Ehem!” Kibum berdeham keras.

“Yak! Tidak tahu tempat sekali! Di hadapan kami semua kalian berani bermesraan!” seru Kangin tidak terima.

Kyuhyun menyeringai lebar. “Makanya cepatlah menikah! Jangan hanya mengencani wanita tidak jelas yang berbeda-beda tiap malamnya.”

“Cih,” cibir Soo Jin. Dia tidak suka diperlakukan seenaknya di hadapan sepupunya. Tadi pagi dia terkejut karena terbangun berada dalam pelukan Kyuhyun.

Semalam dia memang terburu-buru tidur lebih dulu. Dia tidak ingin berbicara dengan Kyuhyun. Dia tahu jika mereka bicara pasti akan berakhir dengan pertengkaran.

“Annyeong, oppadeul,” sapa Haneul yang muncul dari belakang mereka. Melihat lengan Kyuhyun yang memeluk pinggang Soo Jin membuatnya kesal. Semakin kesal karena kemarin Kyuhyun menyuruhnya menunggu di lobi dan pria itu tidak muncul sampai satu jam berlalu.

“Eoh, Haneul-ah, gabunglah bersama kami.” ujar Sungmin. Menepuk-nepuk satu-satunya kursi yang tersisa di sampingnya. Tanpa Soo Jin sadari dia telah memutar matanya malas tahu Haneul harus bergabung dengan mereka.

“Kyu, kemana kau semalam? Padahal aku menunggumu sangat lama.”

Seolah teringat dengan janjinya yang tidak dipenuhinya semalam, Kyuhyun meringis, “Aku langsung pergi tidur. Mianhaeyo.”

Soo Jin mengernyit. Apa yang tidak dia ketahui soal Kyuhyun? Mungkinkah..

“Aku tidak mungkin membiarkan istriku tidur sendirian.” Kyuhyun meremas paha Soo Jin sekali lagi membuat gadis itu melotot. Dari sorot matanya dia seperti sedang berkata: singkirkan tanganmu dariku!

Kyuhyun membalas tatapan Soo Jin dengan berbisik, “Makanya jangan suka berpikir macam-macam.”

Haneul melihat pemandangan di depannya dengan hati memanas. Tangannya terkepal di atas paha. Dia cemburu, tentu saja. Harusnya Kyuhyun tidak bersikap sok mesra begitu di depan mereka semua. Membuat  para sepupunya terkekeh dan geleng-geleng. Padahal, jelas-jelas dulu Kyuhyun yang berjanji akan menyiksa gadis itu. Apa maksud dari menyiksa itu sejenis siksaan menggodanya?

“Aku lapar. Mungkin ada yang mau menitip kuambilkan sesuatu?” Soo Jin menawarkan diri. Tujuannya hanya satu, pergi sejauh-jauhnya dari Kyuhyun. Mereka serempak berteriak ‘mau!’

“Aku akan membantu Soo Jin.” Haneul pun beranjak dari duduknya menghampiri Soo Jin yang lebih dulu berjalan menuju meja saji. Mereka kembali membawa berbagai makanan yang menggiurkan. Kyuhyun mengambil roti bakar selai kacang. Pria itu memang tidak suka sarapan makanan berat.

Soo Jin menggeser sepiring salad sayur ke meja Kyuhyun. Pria itu menoleh. “Tidak akan cukup hanya makan roti.”

Belum Kyuhyun menjawab, Haneul menyela, “Kyuhyun tidak suka sayuran. Kau tidak tahu, Soo Jin-ssi?” Soo Jin mengerjab. Benarkah? Dia memang tidak tahu apa-apa soal Kyuhyun. Bahkan hal terkecil saja, makanan yang disukai dan tidak pria itu Soo Jin tidak tahu.

“Dia lebih suka ini,” Haneul menyodorkan secangkir kopi untuk Kyuhyun.

Oh, pantas, Haneul mengambil kopi tadi. Ternyata. “Yah, sayang sekali, aku sangat suka makan sayur.” Soo Jin mengambil kembali piring itu lalu memakannya dengan lahap. Meski hatinya sedikit tidak rela karena Haneul lebih mengetahui kesukaan Kyuhyun darinya.

“Soo Jin hanya tahu satu kesukaanku. Memuaskanku di atas ranjang.” kata Kyuhyun lantang. Dia terkikik saat Soo Jin terbatuk-batuk dan menyemburkan sebagian sayuran di dalam mulutnya. Gadis itu sangat terkejut oleh ucapan Kyuhyun.

Sepupunya saja sampai menganga lalu bertepuk tangan seolah sedang menonton acara sirkus yang menakjubkan. Sedangkan Haneul, dia mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Dia benci saat Kyuhyun tanpa sadar membela gadis itu.

Kyuhyun tidak punya ide lain selain menciptakan suasana pagi itu penuh tawa. Dia hanya lupa jika seharusnya dia menyakiti gadis di sampingnya, bukannya menggodanya habis-habis sedari tadi.

Lihatlah, bagaimana pipi itu gampang sekali merona. Kyuhyun hanya senang menyiksa Soo Jin dengan godaan-godaannya. Apalagi ini di depan sepupunya. Tidak mungkin dia menunjukkan tabiat buruknya pada istrinya.

“Sepertinya kita perlu bicara, Kyuhyun,”

“Selalu siap, sayang.”

“Yak!” bentak Soo Jin. Dia meringis saat orang-orang menatapnya kagum. Mungkin baru kali ini mereka melihat ada seseorang yang berani meneriaki pria gila hormat seperti Cho Kyuhyun.

.

.

.

“Kyu,” panggil Haneul saat mereka sendiri. Sepupu Kyuhyun sudah kembali ke kamar untuk berkemas karena nanti siang mereka sudah harus check out. Sementara Soo Jin sedang menerima telepon dari kakaknya.

“Kau berubah.”

“Maksudnya?” tanya Kyuhyun balik.

“Apa yang kau lakukan pada gadis itu berbanding terbalik dengan apa yang kau katakan saat di rumah sakit. Kau bilang akan menyiksanya, membutnya menderita seperti yang kau rasakan.” Ada jeda sebentar, “Apa sekarang kau berubah? Kau menyukai gadis itu?”

Ekspresi Kyuhyun mengeras. Tatapannya menajam. “Bukankah sudah pernah kukatakan ini urusanku. Dia milikku. Aku bebas berbuat semauku.”

“Kau menyukainya. Bahkan orang buta sekalipun bisa melihatnya.” Kyuhyun diam. “Apa yang kau lihat dari gadis itu? Apa yang kau suka darinya hingga kau mengubah tujuanmu?”

“Lalu apa makasudmu mengatakan semua ini?”

“Aku tidak terima!”

“Kenapa?”

“Karena aku menyukaimu!” Haneul mengambil satu langkah maju. “Aku sudah menunggu bertahun-tahun agar kau bisa melihatku. Aku yang selalu berada di sampingmu. Aku yang selalu ada untukmu. Saat kau sedih, siapa yang menghiburmu? Saat kau kehilangan istrimu, siapa yang menjagamu? Membuatmu bangkit lagi? Aku! Aku tidak percaya ada orang yang lebih baik dariku!”

Kyuhyun menghela napas. Tiba juga hari ini. Haneul mengungkapkan perasaannya. Bukannya Kyuhyun tidak tahu, dia hanya mencoba bersikap adil. Selama ini dia hanya menganggap Haneul sebagai sahabatnya. Tidak lebih. Dia tidak mungkin mengencani sahabatnya.

“Maaf,” hanya satu kata itu yang terlontar dari bibirnya. “Maaf, membuatmu kecewa. Tapi aku tidak pernah menganggapmu lebih dari sahabat.”

“Bohong.” Haneul menggeleng tidak terima. “Asal kau tahu Kyu, hanya aku, satu-satunya gadis yang direstui oleh eomma menjadi istrimu. Aku tahu pernikahanmu dengan gadis sialan itu hanya sementara. Aku pasti akan mendapatkanmu!”

Haneul memutar tumitnya dan sedikit kaget mengetahui Soo Jin sudah berdiri tepat di hadapannya. Gadis itu mencebik kesal. Dia menabrak bahu Soo Jin keras dan bergegas meninggalkan mereka.

Karena sepertinya Kyuhyun tidak akan mengejar Haneul, Soo Jin memberanikan diri maju selangkah. Dia tidak tuli. Dia mendengar percakapan dua orang itu. Memang sulit untuk seorang gadis menyembunyikan perasaannya. Tidak peduli orang itu sudah milik yang lain.

Mau tidak mau, Kyuhyun memikirkan kata-kata Haneul. Apa dia berubah seperti yang dikatakan? Kyuhyun menatap Soo Jin yang masih bungkam. Tapi dari sorot matanya Kyuhyun tahu Soo Jin sedang menahan diri untuk tidak berbicara duluan.

Tangan Kyuhyun terulur ke depan. Menggamit jemari Soo Jin.

Getaran yang sejak lama dikuburnya dalam-dalam muncul ke permukaan. Perasaan membuncah yang pernah dirasakannya sekali hanya untuk Seena terasa lagi.

Tanpa sadar, dia memang tertarik dengan gadis ini. Gadis yang diam-diam selalu membuatnya khawatir. Gadis yang ternyata bisa menghilangkan insomnia-nya hanya dengan memeluknya sepanjang malam. Gadis yang selalu dia sakiti, bahkan di malam dia kehilangan kegadisannya.

Selama itu, Soo Jin tidak lari darinya. Apa yang membuatnya bertahan? Kaki dan tangannya sudah sembuh. Kenapa Soo Jin masih tidak meminta berpisah? Dan kenapa dia masih menahan gadis ini di sisinya?

“Kau penasaran dengan masa laluku? Kau ingin mengetahuinya?”

Dada Soo Jin berdebar keras. Kyuhyun menawarkan diri! Tidak pernah diduganya akan tiba saat Kyuhyun mau terbuka padanya.

“Itu kan, yang kau tanyakan pada sepupuku kemarin?” Soo Jin bergegas mengangguk. “Well, satu informasi untuk satu olahraga.”

Hah? Soo Jin melongo. Apa maksudnya?

Kyuhyun ingin membuktikan sekali lagi. Jika dugaannya benar, jika perasaannya benar, jika ini yang bisa memberinya alasan menahan gadis ini sampai sekarang, Kyuhyun akan melakukannya.

“Aku akan memberitahumu dan kau akan bercinta denganku.”

.

.

.

To Be Continue

Epilog

“Yak! Jangan berisik! Mereka bisa mendengarnya!”

“Kau jangan dorong-dorong!”

“Kau juga, jangan menyikutku!”

“Dengar! Dengar! Kyuhyun mendesah!”

“Kekeke, duda itu akhirnya bercinta lagi!”

Heechul, Shindong, Sungmin, Kangin, dan Kibum. Mereka berlima sibuk bergerombol di depan kamar satu-satunya pasangan suami-istri di atas dek kapal pesiar. Pasalnya, tadi Heechul melihat Soo Jin mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam kamar mereka.

“Apa kita dosa menguping orang bercinta?” tanya Kibum polos. Sungmin memukul kepala belakangnya.

“Biar menjadi bahan gosip paling hot saat besok kita menggoda mereka!”

Mereka mendengarkan lagi dari balik pintu. Sambil sesekali terkikik.

Dasar mereka! Tidak tahu diri!

Advertisements

26 thoughts on “CLEFT [Chapter 6]

  1. Kyuyang says:

    Geure kyuhyun ah kmu harus bilang zma soo jin ttng masa lau dna kmu itu suka sma soo jin aku yakin, maka buruan yakinin perasaan lu

    Aishhh emg sepupu kamg gosip

    Liked by 1 person

  2. Chimin~ says:

    waduhh adaaa gituu sepupu yang kayak gitu…
    hahah…
    kok merekaa penasaran ajaa.. knpaa gak buat sendiri cobaa.. ahaha…
    ihh haneul ihh.. ud tauu kyu gak suka aama diaa masih ajaa maksa.. kyk gak ad stok cowo lain ajee

    Liked by 1 person

  3. LeeAhn says:

    Lucu lucu yaaa sepupu nya kyuhyun hahahahaa
    Seneng soojin jd g sendiri….
    Udah deh kyu g usah inget2 balas dendam toh kamu udah sembuh, soojin mau tanggung jawab…
    Nikmati aja kyu pasti kamu bahagia…
    Kamu juga udah cinta sama soojin,, kayaknya kyuhyun harus tau soojin cinta dia biar kyuhyun tambah yakin sama perasaannya, tp kalo kyuhyun udah suka, takut soojin kena bahaya dr ny. Cho n haneul…
    Semoga baik2 saja…

    Liked by 1 person

  4. Vikyu says:

    Part ini ada lucu ada juga sedihnya ya
    Masa iya disini yg gosip laki laki bujangan tua lagi hahahha
    Ihh ternyata bener terikan kyu bercinta semalam memanggil saena itu bener adanya
    Semoga aja kyu sadar akan perasaannya
    Buat haneul jauh jauh drikyu
    Aku masih penasaran kenapa eomma kyu bisa kaya gitu sama pasangan kyu dan cuma haneul yg jadi satu2nya yg direstuin
    Pdahal appa kyu aja merestuinya
    Next semngat kak

    Liked by 1 person

  5. zahra syifa says:

    klw punya sepupu yg umurny g jauh emng gitu jd geng rumpi pkoknya wkwkwk

    ouhh mreka brcinta lg…smoga aj kyu dpt jwaban klw dia suka sm sojin.

    Liked by 1 person

  6. shfly3424Arista says:

    Wahhhh kyuuu
    Kyu udh mulai goyah
    Udh mulai kehilangan komtrol akan perasaannya sendiri

    Maunya membenci
    Tp nyatanya udh suka ma soojin

    Satu cerita satu olahraga
    Semoga nanti bs ad pengikat antara mereka

    Liked by 1 person

  7. kyuwonhae's wife says:

    Astgaaa… mrka mesum bgt hahaha… smpai2 nguping kyu bercinta wkwk
    Sakit bgt lah diposisi soojin, pas lagi bercinta tp kyu mlah sebut yeoja lain 😢😢

    Liked by 1 person

  8. Dhianha Kim says:

    Ngakak so hard masa liat tingkah sepupu Kyuhyun. Hihihi poor Kibum😆 duh sini gua elus biar kagak sakit kepalanya hehehe.
    Waah masa satu informasi saja minta itu dasar evil hihihi
    Btw kemana ibunya si Kyuhyun…
    Di tunggu next nya ^^

    Liked by 1 person

  9. syalala says:

    duh duh endingnya aahahhaahahah keliatan sih kyuhyun mulai lembek sama soojin, bahkan dari awal sih aku bilang mah tp ya kaya gengsi aja ga ditunjukkin jadinya hahah gemes ga sih kalo sia kaya gitu tuhhhhhh huhu trd yah haneul elah kesel aku asliiii!!!

    Liked by 1 person

  10. Bluecat says:

    Mak! Satu informasi, satu olahraga… Dasar emang doyan 😁

    Part yg menarik krn Kyu mulai berani ambil langkah untuk membuka diri, plus 5 sepupu yang super usil 😂😂😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s