Big Baby Sitter Part 2 [END]

Big Baby Sitter Part 2 [END]
by Luna

Genre:
Comedy, School-life, Romance, Twoshoot

Cast:
Cho Kyuhyun | Shim Hiu Hwi

Cuap-cuap Author:
Ini dia yang (mungkin) ditunggu-tunggu endingnya, yeah, big aegi 😉
Oh iya,
Edisi 30 hari ke depan, aku hanya posting di atas jam 8 malam
dan ini FF terakhir yang kuposting selain jam yang kusebutin 😀
Happy reading^^

Belum baca? Big Baby Sitter Part 1

Warning! Typo beterbangan!
—oo0000oo—

Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya menjadikan hidup Hiu Hwi berada di neraka. Setiap hari. Tiap jam, tiap menit, tiap detik, yang dilakukan pria itu hanya mengusik kehidupan Hiu Hwi.

Dari mulai bangun tidur, Hiu Hwi bertugas membangunkan bayi besar yang tidurnya bisa sampai jumpalitan dan kebo sekali.

Bahkan disiram dengan seember air dingin pria itu masih tidur nyenyak di bawah selimutnya seperti kepompong besar. Satu-satunya trik paling sukses membangunkan Kyuhyun adalah menyeret kakinya ke kamar mandi lalu menyiram tiga ember air sekaligus!

Untung saja Hiu Hwi hanya datang ke rumah itu tiap pagi, bukan tiap waktu. Kalau tidak, bisa jadi dia terserang hipertensi atau lebih parah serangan jantung gara-gara kerjaannya selalu marah-marah di setiap kesempatan dia bertemu pria itu.

Dimana ada Kyuhyun, disitulah mulut Hiu Hwi mengomel tanpa henti seperti kaset rusak kalau Kyuhyun bilang.

Pernah di suatu siang, saking jengkelnya Hiu Hwi dikerjai habis-habisan oleh Kyuhyun, dia menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik tertawa cekikikan di meja kantin sambil menikmati makan siangnya dengan teman-temannya.

“Haha—uhuk! Uhuk! Uhuk! YAK!” Kyuhyun tersedak jus jeruknya saat seseorang dengan sengaja mendorong punggungnya ke depan. Jusnya tumpah membasahi seragamnya.

Terutama celana di bagian selangkangannya sekarang jadi basah yang sekilas dilihat dia seperti baru mengompol. Kyuhyun menggebrak meja lalu bangkit.

“SHIM IKAN HIU! Apa-apaan kau ini?!”

Hiu Hwi hanya mencibir. Mengabaikan teman-teman Kyuhyun yang kini menertawakan pria itu. “Terus kau juga apa-apaan? Lihat!”

Gadis itu mengangkat selembar kertas berisi esai Bahasa Inggris-nya yang harus dikumpulkan setelah jam makan siang tapi sekarang terlihat seperti colekan sambal. Esainya berubah menjadi semerah sambal yang di atasnya ditumpahi cat warna merah.

Siapa lagi yang usilnya keterlaluan seperti ini jika bukan Kyuhyun?

“Apa? Kau mau menunjukkan gambar jelekmu padaku?”

“Yak! Big AEGI! Kau tidak lihat? Kau yang sengaja mencoret-coret esaiku kan? Mengaku saja!”

“Cih, tuduhan macam apa itu? Aku tidak melakukan apapun!” Kyuhyun memeletkan lidahnya.

“Oh, benar tidak mau mengaku? Oke, aku sudah siap-siap kalau kau mau mengelak.” Hiu Hwi mengeluarkan kertas yang dilipat menjadi empat bagian dari saku jasnya.

“Ucapkan selamat tinggal untuk esai tercinta bayi besar kita!”

Hiu Hwi mencelupkan lipatan kertas itu ke dalam mangkuk mi berkuah milik Kyuhyun. Pria itu berteriak terkejut dan tentu saja marah. “Makananku!”

“Urusanku selesai, aegi! Makan itu esaimu!” Gadis itu membalikkan badan dan bergegas angkat kaki. Meninggalkan Kyuhyun yang terperangah menatap makan siangnya yang belum disentuh sama sekali.

Kemudian dia penasaran apa yang dimasukkan Hiu Hwi ke dalamnya. Kenapa gadis itu menyinggung soal esai?

Dengan jijik, Kyuhyun mengangkat kertas itu dari makanannya lalu membukanya. Matanya membola. “YAK! IKAN HIU! ESAI MILIKKUU!!!”

Oke, tidak berhenti sampai disitu.

Kyuhyun tidak mau kalah. Dia balas dendam. Berhari-hari dia mengumpulkan ide-ide gila dari teman-temannya untuk membalas perbuatan Hiu Hwi.

Gara-gara gadis itu menghancurkan esainya, Kyuhyun mendapat hukuman harus berdiri mengangkat sebelah kakinya di lapangan di tengah teriknya matahari.

Sementara Hiu Hwi menertawakannya sambil melambai-lambaikan tangan dari jendela kelas. Pintarnya gadis itu yang membawa kopian tugasnya sehingga dia tidak ikut dihukum.

.

Waktu itu ada jam kosong setelah pelajaran olahraga. Kyuhyun sedang mengunyah permen karetnya dan tidak sengaja lewat di halaman belakang sekolah dan menemukan Hiu Hwi yang masih memakai seragam olahraganya sedang tiduran di bangku.

Buru-buru Kyuhyun menghampirinya. Berjingkat-jingkat seperti maling lalu berdiri di samping gadis itu. Satu ide gila mencuat di kepalanya.

Dikeluarkannya permen karet yang sudah tidak manis lagi dari mulutnya. Meremasnya sedikit sehingga membentuk lempengan padat dan siap tempel.

Mati-matian Kyuhyun menahan tawanya saat merekatkan permen karetnya di antara poni rambut Hiu Hwi. Menepuk-nepuknya perlahan agar menempel.

Sambil celingukan kanan-kiri, Kyuhyun langsung kabur, takut kalau tiba-tiba Hiu Hwi terbangun. Kyuhyun tidak benar-benar pergi, dia lantas bersembunyi di balik tembok untuk mengintip Hiu Hwi.

Gadis itu bangun!

Hiu Hwi menguap sebentar lalu beranjak dari sana. Gadis itu masih belum sadar ada sesuatu yang mengganjal di rambutnya. Sampai dia memutuskan untuk mengganti baju di toilet dan ketika sedang bercermin, dia berteriak keras.

“AAKH! APA INI?!”

Ada permen karet yang menempel di poninya. Saat Hiu Hwi mencoba menariknya, entah kenapa sulit sekali dan sudah lengket!

Gawat! Hiu Hwi bergegas mencuci rambutnya dan hasilnya nihil! Jika sudah begini, jalan terakhir satu-satunya adalah mengguntingnya! TIDAK!

“Cho Kyuhyun kerjaanmu! AARRGH!”

Kyuhyun melompat dari balik tembok dekat toilet perempuan saat mendengar teriakan marah Hiu Hwi. Dia tidak bisa berhenti tertawa sepanjang dia kembali ke kelas.

“Kau kenapa sih, Kyu? Mulai gila, ya?” Hyukjae bertanya padanya yang dibalas gelengan kepala. Kyuhyun masih melanjutkan tawanya.

“Haha, kau tidak akan tahan melihatnya. Kau pasti juga akan tertawa!”

“Apa sih? Hiu Hwi, ya?”

Kyuhyun mengangguk-angguk. “3… 2… 1…”

“CHO KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA RAMBUTKU?!”

Tepat di hitungan ke-satu di depan kelas, Hiu Hwi berdiri berkacak pinggang, pipinya memerah, dan oh—jangan lupakan poni barunya! Poni yang dipotong habis, menyisakan sesenti saja poninya, sisanya entah kemana.

Seisi kelas sontak tertawa terbahak-bahak saat Hiu Hwi merangsek maju dan memukuli tubuh Kyuhyun, meluapkan kekesalannya pada pria itu.

Sementara Kyuhyun masih sempat-sempatnya tertawa dan sesekali meringis sakit saat kuku panjang Hiu Hwi mencakar lengannya.

Hiu Hwi sampai harus memakai topi kemana-mana karena malu memperlihatkan poninya yang sangat jelek. Awas saja, dia tidak akan duduk manis.

.

“Ada apa nona ikan? Masalah dengan ponimu lagi?”

Kyuhyun melipat tangannya di depan dada. Punggungnya bersandar di sofa rumahnya. Dia sedang asyik bermain halo ketika bel rumahnya berbunyi dan gadis yang seminggu ini menjadi bahan ledekan satu sekolah karena poninya seperti tuyul. Bahkan setelah seminggu, gadis ini masih tahan memakai topinya.

“Aku mau memberikan ini.” Hiu Hwi mengulurkan sepiring pancake yang dibawanya dari rumah.

“Oh?” Dahi Kyuhyun mengerut. Dia menatap pancake blueberry yang dari luarnya terlihat menggiurkan. “Tumben sekali,” matanya menyipit, “kau tidak memasukkan apapun ke dalamnya kan? Semacam obat tidur atau lainnya?”

“Apa sih? Ya sudah kalau tidak mau!”

“Eh, tunggu! Tunggu!” Kyuhyun merebut kembali pancake yang mau ditarik lagi oleh Hiu Hwi.

“Aku ingin berbaikan. Aku lelah kucing-kucingan denganmu. Sepertinya pertengkaran kita tidak bisa berhenti jika salah satunya tidak menyerah.”

“Ooh, ucapan kekalahan?” Hiu Hwi meringis. “Call! Kita berbaikan! Gomawo untuk kuenya!” Kyuhyun melahap pancake itu dengan satu suapan. Mengunyahnya pelan-pelan dan menikmati tekstur kue yang benar-benar lembut di lidahnya.

“Sebenarnya kau tidak perlu mem—DUT! PRT!”

“Bau apa ini?” Hiu Hwi menutup hidungnya seketika mencium bau tidak enak. “Kau kentut ya, Kyuhyun? Bau sekali!” Hiu Hwi mendorong badan Kyuhyun menjauh darinya.

“Aduh, kenapa perutku sakit ya?” Kyuhyun meremas perutnya. Entah kenapa perutnya yang semula baik-baik saja tiba-tiba sakit begini. Dia kentut lagi dan mengeluh perutnya yang mulas.

Sepertinya ada sesuatu yang mendesak-desak keluar dari belakang tubuhnya. Kyuhyun lari tergesa-gesa masuk ke kamar mandi dan duduk di closet.

Isi perutnya keluar saat itu juga. Setelah merasa lega, Kyuhyun keluar. Tapi perutnya bergemuruh lagi dan dia langsung berbalik kembali masuk.

Hiu Hwi tertawa melihat Kyuhyun yang sudah bolak-balik kamar mandi lima belas kali selama satu jam! Rasakan itu!

Tadi Hiu Hwi memang sengaja memasukkan obat pencahar ke dalam adonan pancake yang dibuatnya khusus untuk Kyuhyun.

“Ampun! Eomma! Perutku sakit! PRRT!”

Tawa Hiu Hwi membahana di rumah Kyuhyun. Rasakan itu! Biar saja pria itu jera dan tidak lagi mengganggunya! Memangnya enak?

Tok! Tok! Tok! “Kyuhyun? Kau sedang apa di dalam?” tanya Hiu Hwi sok perhatian.

“Yak! Ikan Hiu! Kau masukkan apa ke dalam pancake-ku?!”

“Ah, bukan apa-apa. Cuma obat pencahar dosis tinggi.” canda Hiu Hwi diiringi tawanya yang kian meledak.

“YAK! PRRRTT!!” Isi perut Kyuhyun muntah lagi ke dalam closet. Sialan, Shim Hiu Hwi! Kurang ajar sekali gadis itu! Tunggu pembalasanku!

.

.

.

“ARGH! CHO KYUHYUN!”

Hiu Hwi mengerang. Mengerang lagi. Sekali lagi. Matanya membelalak kaget.

Seingatnya dia tidak pernah menginjakkan kaki di rumah seperti kapal pecah. SEPERTI INI.

Barang-barang pecah belah berceceran di lantai, sofa ruang tamu jumpalitan, bungkus sisa makanan berhamburan di meja makan-atas televisi-kolam renang, isi kulkas bertaburan di lantai dapur, dan ASTAGA! Baju-baju kotor—include boy’s underwear and boxer—bergelantungan di lampu hias ruang tengah!

“Wae? Ribut sekali? Kau tidak tahu ada pangeran sedang tidur siang?”

Kyuhyun muncul dari kursi malasnya dekat kolam renang, mengucek-ngucek matanya, tangan menggendong teddy bear dan jangan lupakan sandal hello kitty pink noraknya.

“Hello? Masih jam delapan pagi dan kau sebut ini siang?? Dan apa katamu? Pangeran apanya?! Dasar putri tukang tidur!”

Tunggu. Kalau dilihat-lihat ada yang aneh dengan si big aegi ini.

“Yak! Kau kemanakan bajumu?! Omo!” Hiu Hwi gelagapan membalikkan badan sambil menyuruh Kyuhyun jauh-jauh darinya.

Bisa-bisanya Kyuhyun hanya memakai celana ketat hitam super pendek dan bertelanjang dada! Dia pikir di rumah ini hanya ada dia seorang?—yah, memang Kyuhyun sendirian sih!—

Tapi kan harusnya dia ingat kalau sekarang Hiu Hwi pasti sering-sering mampir kesini. Mengecek apa yang dilakukan pria itu seperti seorang pengasuh.

Kemana lagi baby doll atau daster terusannya? Rasanya kalau Kyuhyun pakai itu lebih pantas ketimbang hanya memakai celana saja.

Mentang-mentang hari ini sekolah diliburkan karena hari besar nasional, seenaknya saja Kyuhyun menghancurkan rumah dan tidak memakai apa-apa—pakai sih, cuma celana saja!

“Makanya cucikan bajuku! Aku boleh request, tidak? Dahulukan baju tidurku yang warna pink. Oke?”

Kyuhyun melengos masuk ke dalam rumah sambil menguap. Dasar tukang uap. Cocok sekali menggantikan mesin uap kereta api!

“Hei, YAK! Kau mau kemana? Kau pikir aku pembantu? Aku disini hanya untuk membantu Bibi Cho, bukan jadi pembantumu! YAK!”

Hiu Hwi tidak tinggal diam. Dia mengejar Kyuhyun, menarik rambut cokelatnya yang panjang—mengabaikan tubuh atasnya yang topless, of course—dan menyeretnya paksa ikut ke ruang tengah.

“Appo! Appo! Yaish!” Kyuhyun menghentakkan tangan Hiu Hwi. “Jangan berani menyentuh rambut mahalku, ya!”

“Kau kira rambutmu terbuat dari emas? Sini! Sini! Kupegang!” Tangan Hiu Hwi bergerak menyentuh-nyentuh rambut Kyuhyun yang langsung sigap ditangkas oleh empunya.

“Tanganmu bau! Huh! Gadis macam apa kau? Cerewet, bau, tukang omel!”

Hiu Hwi memutar bola matanya. Malas menanggapi lama-lama bayi besar seperti Kyuhyun, langsung saja Hiu Hwi mengutarakan maksudnya menyeret pria itu kesini.

“Kau harus membereskan kekacauan ini.” tunjuk Hiu Hwi pada barang-barang yang ditelantarkan Kyuhyun sembarangan.

“Lalu apa manfaatnya kau ada disini? Kau saja-lah yang bereskan. Aku mau melanjutkan tidurku!”

“Eits!” Hiu Hwi menarik rambut Kyuhyun lagi sampai pria itu tertunduk di bawahnya. “Bereskan atau akan kulaporkan pada Bibi Cho kelakuanmu ini.”

“Tukang adu! Sebal! Lepaskan rambutku, yak! Aku habis dari salon kemarin! Jangan sentuh rambut sejuta won-ku”

“Ya Tuhan, Cho Kyuhyun?! Daripada mengeluh terus lebih baik sekarang kau mulai acara bersih-bersihnya. Biar kerjaanmu tidak tidur saja!”

Jadilah pagi itu kediaman Cho berisik dan ramai omelan-omelan nyaring khas gadis SMA. Sementara yang mendapat omelan, menggerutu tidak jelas sambil bibirnya bercecap-cecap mengikuti gaya omelan si gadis.

Semalam Kyuhyun memang pesta besar-besaran seorang diri. Hari ini libur, orang tuanya tidak di rumah, sekalian balas dendam pada Hiu Hwi yang tega mengerjainya memasukkan obat pencahar ke dalam kue pemberiannya dan membuatnya sakit selama dua hari karena sakit perut.

Yah, buah simalakama. Senjata makan tuan.

Kyuhyun justru kebagian beres-beres rumah. Salahnya juga sih kenapa bisa lupa kalau Han ahjumma, asisten rumah tangga di rumahnya, cuti sakit dari seminggu yang lalu.

Sehingga rencana B—kalau Hiu Hwi tiba-tiba menolak membereskan rumah akan ada Han ahjumma—gagal.

“Apa senyum-senyum? Puas mengerjaiku?” cibir Kyuhyun. Bibirnya mengerucut kesal. Sementara dia mengepel lantai rumah, Hiu Hwi asyik bermain PSP.

PSP. Mata Kyuhyun memicing tajam. Dia paling sensitif jika ada barang kesayangannya berada di tangan orang lain.

“Yak! PSP-ku! Kau ambil dimana itu?!”

“Apa sih? Kau saja menaruhnya sembarangan. Aku pinjam sebentar!”

“Tidak mau! Kembalikan!”

Kyuhyun melompat ke sofa ingin merebut PSP-nya. Tapi Hiu Hwi lebih dulu berjingkat turun dari sofa sambil membawa lari PSP milik Kyuhyun.

“Selesaikan kerjaanmu dulu baru kukembalikan!” teriak Hiu Hwi dari kejauhan sambil memeletkan lidahnya, meledek. Kyuhyun gemas dibuatnya.

Pria itu berlari mengejar Hiu Hwi. Mereka kejar-kejaran seperti bocah lima tahun. Oho, walaupun Kyuhyun kelihatannya manja, dia tetaplah seorang pria yang kecepatannya mengalahkan kecepatan seorang gadis apalagi gadis seperti Hiu Hwi si siput yang jarang olahraga.

Kyuhyun menangkap tubuh Hiu Hwi tanpa aba-aba. Gadis itu membeku saat merasakan dada—masih telanjang ditambah berkeringat—Kyuhyun menyentuh punggungnya. Dan agaknya pria itu tidak sadar jika posisinya seperti memeluk Hiu Hwi dari belakang.

Setelah berhasil merebut PSP-nya, Kyuhyun tidak lantas melepas lengannya yang melingkar di perut Hiu Hwi.

Lama mengenal Hiu Hwi, gadis yang selalu hiperaktif dan mengomel di setiap hembusan napasnya, gadis yang setengah mati membuatnya gemas dan ingin mengakhiri pertengkaran ala Tom and Jerry mereka.

Dia menyeringai teringat pepatah yang mengatakan: Cinta ada karena terbiasa.

Sepertinya itu yang dia rasakan sekarang untuk gadisnya ini. Sesuatu menggelitik perutnya yang membuat Kyuhyun berbuat nekad.

“Tugasku sudah selesai ya! Aku mau tidur!”

Kyuhyun mengecup pipi Hiu Hwi kemudian lari terbirit-birit ke lantai atas sambil tertawa cekikikan sebelum Hiu Hwi sadar akan perbuatannya dan marah-marah lagi. Pintu kamarnya dibanting keras.

Hiu Hwi menyentuh pipi kirinya. Kecupan seringan kapas masih terasa basah. Sedetik berlalu dan Hiu Hwi tersadar perbuatan kurang ajar Kyuhyun yang mencuri kecupan di pipinya!

“YAK! Cho Kyuhyun! Awas kau!”

Tuh! Benar kan!

Kyuhyun membanting tubuhnya ke atas ranjang. Dia terkikik geli melihat ekspresi bodoh Hiu Hwi tadi saat dia menciumnya.

Asyik sekali bisa mengusili gadis itu. Tapi kenapa dia mencium Hiu Hwi? Padahal dia tidak pernah mencium siapa-siapa lagi selain orang tuanya dan kakak perempuannya.

Kyuhyun meraba jantungnya yang berdebar. Debaran ini karena dia habis berlari ataukah rasa puas mencuri ciuman seorang gadis?

.

.

.

“Hwi-ya, kenapa mukamu merah sekali? Kau demam?”

“Kau sakit?”

Entah darimana datangnya makhluk itu, Kyuhyun tiba-tiba sudah berdiri di dekat bangkunya lalu meraba kening Hiu Hwi dimana kepalanya sedang menempel erat di bangku kelas. “Tidak panas kok! Coba kita lihat!”

“Kyuhyun! Apa-apan sih?!” Hiu Hwi menepis kedua tangan Kyuhyun yang menggenggam wajahnya. Pria itu terkekeh. Hiu Hwi merasa pipinya basah. Saat dia mengusap pipinya, ada noda merah disana. Sial! “Yak! Kau!”

Hiu Hwi mengejar Kyuhyun yang berlari mendahuluinya. Kyuhyun mencoreng pipi Hiu Hwi dengan cat air warna merah menyala.

Kelas melukis siang yang semula membosankan menjadi ramai akibat dua orang itu yang berlarian di dalam kelas. Menyenggol teman-teman mereka. Membubarkan konsentrasi. Mengorbankan lukisan indah tercoret akibat senggolan Kyuhyun.

Bukannya tanpa alasan tadi Hiu Hwi tidur-tiduran di depan canvasnya yang masih kosong. Dia hanya tidak bisa berhenti memikirkan kejadian kemarin di rumah Kyuhyun.

Apa lagi? Saat pria itu mencium pipinya. Tidak ada yang pernah menciumnya selain kakak laki-lakinya dan Ayahnya. Pria itu sengaja menggodanya atau apa sih maksudnya?

Mungkin karena itulah Taeyeon menanyainya kenapa pipinya memerah. Bukan karena sakit. Tapi karena malu! Dan Kyuhyun seenaknya datang dan mengganggunya. Huh! Dasar usil!

“Mau kemana, eoh? Rasakan! Rasakan! Rasakan!” Hiu Hwi melumuri wajah Kyuhyun dengan cat airnya dari warna merah, biru, kuning, sampai hitam! “Bwahaha! Sekarang kau mirip badut!”

“YAK! Aku kan hanya mencoretmu satu kali!”

“Ada apa ini ribut-ribut?”

Seisi kelas yang heboh menertawakan Kyuhyun dengan wajah amburadulnya, sontak terdiam mendengar suara Kim Ssaem dari ambang pintu. “Cho Kyuhyun! Shim Hiu Hwi! Apa yang kalian lakukan?”

“Dia duluan, Ssaem!”

Hiu Hwi dan Kyuhyun saling menunjuk. Kim Ssaem menggeleng-geleng. Padahal mereka murid kelas tiga, tapi kelakuan mereka seperti anak TK saja.

“Cepat bersihkan wajah kalian dan segera kembali ke kelas. Tidak ada acara lama!” Mereka saling mendorong satu sama lain dan keluar kelas.

“Gara-gara kau!” tuding Hiu Hwi tepat di hidung mancung Kyuhyun. Tepat setelah pria itu membasuh wajahnya di kran air dekat lapangan.

“Salahmu juga! Kenapa mencoretku lebih banya? Lihat!” Kyuhyun mengacungkan wajahnya yang penuh coretan dan belum benar-benar bersih.

Hiu Hwi tertawa. “Salah sendiri kenapa usil?”

“Disini tidak ada kaca, uh!” decak Kyuhyun kesal. “Yak! Ikan Hiu! Cepat bantu aku! Ini kan juga ulahmu!”

“Ikan Hiu? Dasar bayi besar!”

“Aish! Kalau kita semakin lama Kim Ssaem pasti akan datang kesini. Cepat bantu aku sini!” Hiu Hwi mendengus keras-keras. Dia maju dua langkah ke depan Kyuhyun dan mulai membantu pria itu menghapus coretan di pipinya.

Kyuhyun dengan bibir cemberut, memejamkan mata, muka penuh coretan, membuat Hiu Hwi tak kuasa menahan tawanya. Pria itu membuka mata.

“Kenapa?” tanyanya polos.

Hiu Hwi mendecak dalam hati. Benar-benar. Kenapa dia bisa bertemu makhluk astral bernama Cho Kyuhyun?

Dia memang benci dengan kelakuan Kyuhyun yang sejak pertemuan mereka selalu mengerjainya habis-habisan dan berlanjut sampai sekarang.

Dilempar tikus, dipermalukan saat dia mendapat tamu bulanan, esai yang disabotase, poninya yang ditempeli permen karet, dan segudang keusilan yang entah justru mendekatkan mereka.

Kyuhyun si menyebalkan. Kyuhyun si putri manja. Kyuhyun si tukang usil.

Kapan lagi bisa bertemu dengan pria unik sepertinya?

Rasa-rasanya di dunia mungkin dia tidak akan bertemu dengan alien seperti Cho Kyuhyun.

“Kau memikirkan apa? Aku yang tampan? Oh, tentu saja! Semua gadis mengakui kalau aku tampan!” Hiu Hwi memukul kepala Kyuhyun. “Yak!” Kyuhyun mendengus.

“Berisik!” Kyuhyun semakin cemberut. Bibirnya sampai maju beberapa senti. “Kalau kau bicara lagi, aku tidak akan membantumu.”

Mulut Kyuhyun yang sudah terbuka, terpaksa ditutup lagi. Hiu Hwi memang hebat dalam mengendalikannya. Baru kali ini dia mau menurut pada seseorang selain Ibunya.

Tiba-tiba ada begitu banyak pertanyaan tentang gadis di depannya. Apa yang membuatnya spesial di antara orang-orang di sekitarnya? Kenapa Kyuhyun bisa luluh dengan cepat? Huft, tidak luluh juga sih. Mungkin jadi cepat akrab.

“Kenapa kau pindah ke sekolah ini?” tanyanya tepat Hiu Hwi selesai membersihkan wajahnya.

“Karena sekolah ini membuka beasiswa untuk murid berprestasi sepertiku.” ujar Hiu Hwi bangga.

“Sombong! Berapa medali yang kau jual untuk bisa masuk kesini?”

“Cih, tentu saja medali emas yang tidak pernah kau dapatkan seumur hidupmu! Haha!”

Hiu Hwi tertawa mengejek. Yah, dia tahu trade record Kyuhyun di sekolah ini memang tidak terlalu bagus. Andai saja bukan karena ayahnya sang pemilik yayasan sekolah, mungkin sudah dari lama Kyuhyun didepak dari sekolah.

Kyuhyun mendesis jengkel. Tapi Hiu Hwi benar. Dia memang menghabiskan masa remajanya dengan bermain-main.

Tidak jarang dia dipanggil Ssaem-nya karena nilainya terjun bebas bila dibandingkan teman-teman satu kelasnya.

Bertambah jengkelah Kyuhyun karena merasa dikalahkan oleh gadis pindahan dari Mokpo—jangan tanya dia tahu dari mana, terlalu banyaknya informasi yang dia dapat sampai-sampai dia bisa mengingatnya—dan keluarga biasa-biasa.

“Ayah dipindah tugaskan ke Seoul oleh atasannya. Dan secara kebetulan aku memiliki beberapa medali emas yang bisa kugunakan untuk mendapatkan beasiswa dari sekolah ini.”

Hiu Hwi tersenyum lebar. Dia tidak suka merasa lebih pintar atau sok di depan orang lain. Apalagi kalau mereka sampai tersinggung.

Meskipun dia berasal dari keluarga yang jauh dari kata berada, Hiu Hwi tidak pernah protes dan selalu menerimanya dengan senyuman.

“Berarti seragam sekolahmu yang waktu itu, hmm, kau membeli yang baru?” tanya Kyuhyun hati-hati, tidak ingin Hiu Hwi tersinggung dengan kata-katanya. Dia tidak bermaksud mengingatkan, hanya meyakinkan sesuatu.

Hiu Hwi mengangguk pelan. “Itu sudah lewat. Tenang saja, aku tidak akan meminta ganti rugi.”

Kyuhyun terdiam. Mungkin Hiu Hwi tidak akan suka kalau dia mengganti seragamnya. Tapi Kyuhyun mungkin mempunyai cara lain untuk menebus kesalahannya. Sekaligus mengakhiri keributan kecil di antara mereka.

“Yak! Apa-apaan?!” Kyuhyun mengusap wajahnya yang diperciki air dari keran oleh Hiu Hwi.

“Kebanyakan melamun tidak akan membuatmu pintar. Ayo kembali ke kelas!”

.

.

.

“Aku pulang duluan, ya!” Hiu Hwi membalas lambaian tangan Taeyeon.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Hiu Hwi baru menyelesaikan les tambahan untuk murid kelas tiga persiapan menghadapi ujian kelulusan beberapa bulan ke depan.

Rasa penat yang ditahannya untuk segera menuntaskan tugas yang diberikan Seonsaengnim meluap begitu kakinya melangkah keluar dari gerbang sekolah.

Menghembuskan napas panjang, Hiu Hwi memandang jalanan yang sudah sepi dari halte bus. Mana ada bus yang lewat jam segini?

Sebenarnya jarak rumahnya dengan sekolah tidak begitu jauh. Tetapi kakinya sudah tidak kuat lagi dibuat berjalan. Lima jam duduk di kursi panas membuat otot-ototnya kesemutan.

Menyesal karena menolak tawaran Taeyeon pulang bersama tadi. Kalau tahu begini, dia iyakan saja tadi. Dengan berat, Hiu Hwi beranjak pulang yang mirisnya hanya ditemani cahaya bulan.

Jangan tanya kemana Kyuhyun pergi. Pria itu tidak bisa diharapkan. Dia sangat malas mengikuti les. Tentu saja dia lebih memilih pulang dan tidur.

Tinggal beberapa meter lagi dia sampai di rumah ketika dia mendengar suara seorang wanita melengking keras, menjerit kesakitan, dan mendesah aneh.

Seketika Hiu Hwi menghentikan langkahnya. Dia berbalik cepat. Tidak ada apa-apa. Jantungnya berdebar sangat keras. Apa itu tadi? Dia salah dengar?

“ARGH!”

Tubuh Hiu Hwi terhuyung, terdorong, terjungkal ke dalam semak-semak oleh seseorang. Dia sudah akan menjerit saat orang itu membekap mulutnya, meredam suaranya dan berbisik di telinganya agar diam.

Suara itu terdengar lagi. Kali ini dengan jeritan lebih kencang. Hiu Hwi tidak pernah mendengar suara seperti itu. Suara yang aneh. Keringat mengucur dari keningnya. Jantungnya terpompa keras.

Suara itu berhenti. Dan siapapun yang sedang membekap mulut Hiu Hwi menghela napas lega dan melepas tangannya.

Gadis itu meringkuk ketakutan. Memeluk lututnya berusaha mengendalikan jantungnya yang berdebar tidak karuan. Napasnya terengah-engah. Keringat dingin melapisi tubuhnya yang sudah lengket dengan keringat seharian.

“Kenapa pulangnya malam sekali?” Suara itu. Hiu Hwi mendongakkan kepala. Sesuatu membuatnya lega. Kyuhyun sedang menatapnya khawatir.

“I-itu tadi suara apa?”

“Kau tidak tahu?” Hiu Hwi menggeleng lemas. Dia masih syok dengan suara-suara aneh yang baru di dengarnya.

“Itu suara orang bercinta, bodoh!”

“Hah?” Mulut Hiu Hwi menganga lebar. Seperti mendapat kado zonk di bulan April.

Kyuhyun berdecak. Dia memukul kepala Hiu Hwi pelan. “Kau boleh bangga memiliki otak yang cerdas. Tapi kau bodoh sekali tentang hal-hal konyol begitu.”

Oh. Hiu Hwi tahu apa itu bercinta.

Suara yang semula Hiu Hwi kira mengerikan, sekarang terdengar lagi erangan dan desahan tidak jelas yang sensual. Hiu Hwi ingin muntah.

Kenapa dia harus mendengar sesuatu yang tidak mau dia dengar. Apalagi mendengarnya dengan Kyuhyun.

“Hey, tunggu dulu, kenapa kau ada disini?”

Meskipun pencahayaan di sekitar mereka remang-remang, entah Hiu Hwi salah lihat atau tidak, Kyuhyun sedang mengulum senyumnya. “Aku menunggumu pulang!”

Mengabaikan kerutan di dahi Hiu Hwi, Kyuhyun menarik lengan gadis itu berdiri, keluar dari semak-semak setelah memastikan suara itu mereda.

Kyuhyun tahu salah satu tetangga mereka memang suka bercinta tiap jam malam. Parahnya mereka melakukannya dengan keras-keras tanpa rasa malu jika ada orang lain yang mendengar.

Kyuhyun menggiring Hiu Hwi menuju rumahnya. Tidak dipedulikannya rontaan minta lepas gadis itu.

“Yak! K-kenapa kau membawaku ke rumahmu?”

Hiu Hwi kaget ketika Kyuhyun terus menariknya masuk ke kamar pria itu! Aroma maskulin yang benar-benar pekat menyerbu indera penciumannya.

Tanpa melepas tangannya, Kyuhyun tiba-tiba menyodorkan bola kaca sebesar genggaman tangan yang berisi bunga matahari berwarna kuning. Kesukaannya.

“Untukmu.”

Tatapan Hiu Hwi masih terpaku pada bola kaca di tangan Kyuhyun. Begitu kepalanya menoleh, Kyuhyun menyeringai lebar padanya. “Kenapa melamun? Mana ucapan terima kasihnya?”

“Kenapa?”

“Cih,” cibir Kyuhyun. Pria itu mengedikkan bahu seolah tidak peduli. “Permintaan maaf,” katanya malu-malu.

“Atas?”

“Aku pernah merobek seragammu dan tidak menggantinya. Aku sadar benda ini tidak sebanding dengan uang yang harus kau keluarkan untuk membeli seragam baru. Tapi asal kau tahu, benda ini tidak akan kau temukan di sembarang tempat. Aku sampai membolos les hari ini demi mendapatkannya.”

Oh!

Padahal tadi Hiu Hwi sudah berprasangka buruk tentang Kyuhyun. Ternyata dia mencarikan benda yang kini sudah berpindah di tangannya. Hiu Hwi mengusap bola kaca mengkilap cantik itu. Dia sangat suka dengan segala hal berwarna kuning.

Bagaimana Kyuhyun bisa tahu? Apa pria itu sengaja atau tidak?

“Kau berbakat membuat orang kagum. Tapi, gomawo.”

Kyuhyun terkekeh geli dalam hati. Hiu Hwi benar-benar suka dengan benda pemberiannya. Tidak sia-sia dia membolos dengan berpura-pura sakit dan pergi mencari bola kaca itu.

Seperti yang dia katakan, dia merasa bersalah pernah berbuat keterlaluan pada Hiu Hwi.

Gadis itu polos tapi juga satu-satunya gadis yang berani melawannya. Di hari pertama mereka kenal pula. Menjadikan gadis itu mainannya memang sangat seru.

Kyuhyun memprediksikan ketika di hari dia memakai rok bernoda milik Hiu Hwi gadis itu akan marah besar dan mengomel panjang lebar.

Nyatanya tidak. Kyuhyun masih ingat betul wajah Hiu Hwi yang memerah dan menangis sambil berlari pergi. Sampai sekarang kejadian itu masih terekam jelas di memorinya. Dia berjanji akan menunggu waktu yang tepat untuk meminta maaf.

Pemilihan waktu yang bagus.

Jangan ditanya kenapa dia rela mencarikan benda itu untuk Hiu Hwi. Selain sebagai permintaan maaf, Kyuhyun juga ingin memperbaiki hubungan tikus dan kucing mereka.

Mengubahnya menjadi jenis hubungan yang lain.

“Memang ada lagi yang membuatmu terpukau?”

Hiu Hwi mengangguk semangat.

“Pria yang suka memakai baby doll warna pink dan bersandal hello kitty, menggendong teddy bear-nya sambil menguap lebar tiap bangun tidur. Pria cerewet, usil, menyebalkan, tiba-tiba menyeretku ke rumahnya malam-malam dan mengaku salah lalu memberiku ini.” Hiu Hwi menggoyang-goyangkan bola kacanya ke udara.

“Hiperbola!”

“Tapi benar!”

“Tidak pakai mengungkit kebiasaanku bisa, kan?”

“Well, Cho Kyuhyun, sulit berbohong tentangmu.”

“Kita berbaikan, nona ikan?”

Hiu Hwi menggembungkan pipinya. “Tawaran berteman, aegi?”

Kyuhyun memutar bola matanya sambil terkekeh geli. “Benar!”

“Call!”

“Hey, cuma terima kasih saja?” Hiu Hwi mengangkat sebelah alisnya. Memang ada lagi yang pria ini inginkan selain ucapan terima kasih? “Pelukannya mana?”

Hiu Hwi tersedak ludahnya sendiri. Kyuhyun merentangkan kedua tangannya lebar-lebar sambil menyeringai lebar. Saat itulah Hiu Hwi menyadari sesuatu. Ada yang berbeda dari pria ini.

Terlalu banyak kejadian yang terjadi belakangan ini yang mendekatkannya pada Kyuhyun. Dia menjadi tahu banyak tentang Kyuhyun. Sikap tidak mau kalahnya pria itu semata-mata untuk mencari perhatian saja.

Okelah, tidak ada salahnya menerima pelukan itu.

“Dasar siput, berpikirnya terlalu lama!” Kyuhyun maju selangkah, membungkuk dan memeluk tubuh mungil Hiu Hwi yang langsung tenggelam ke dalam pelukannya.

Hiu Hwi memukul punggung Kyuhyun ringan. Kebiasaan pria itu mengejeknya tidak pernah hilang.

“Aku bertanya-tanya, kenapa kau jadi baik begini padaku?”

“Karena aku sedang ingin menembak seseorang.”

“Huh?” Hiu Hwi tidak mengerti maksud Kyuhyun apa. Menembak apa dan siapa?

“Ikan Hiu, jadi kekasihku mau, ya?”

“TIDAKK!!”

.

.

.

The End

Advertisements

14 thoughts on “Big Baby Sitter Part 2 [END]

  1. Via agnesia says:

    Seneng bgt kyuhyun nembak hiu hwi…
    Mereka jd sperti karang dengan cara unik…
    Karna terbiasa bersama jd makin deket…
    Tanpa disadari benih2 cinta menyapa hati mereka.
    Hehehe….

    Liked by 1 person

  2. Vikyu says:

    Wahh kenapa hwi nolak kyuhyun ? Pdahal kyu itu sweet loh sebenrnya ya walau agak gila sepertinya
    Masa iya kyu sama hwi dengerin suara gituan kaya apa gitu hahah aku ngakak sumpah
    Dengan polosnya hwi bilang itu suara apa
    Dan dengan gemblangnya kyu bilanb itu suara anu kkkkk
    Kalai hwi nolak kyu mending kyu sama aku aja lah aku nerima kok dngan snang hati

    Liked by 1 person

  3. Hana Choi says:

    Kyuhyun nyatain cintanya unik, tapi untung aja kyuhyun cepet sadar kalau dia udh mulai suka sama hiu hwi. Tapi kenapa end nya gantung masa hiu hwi nolak kyuhyun itu ga bener kan, kalaupun bener aku yakin pasti kyuhyun bakalan tetep kekeh dia kan egois suka deh ceritanya. Ditunggu karyamu yg lainnya eonni

    Liked by 1 person

  4. Kyuyang says:

    Wkkwkwkw pusie sma tikus udh baikan
    Dan apa itu kyu lu ngajak orang hdi pacr lu tapi caranya bgti wkskss
    Pasti dj tolak
    Tpi klo cara nya bgtu nembak aku mah da aku terima kyu hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s