CLEFT [Chapter 4]

CLEFT Chapter 4
by Luna          

Genre:
Romance, Chaptered

Main Cast:
Kang Soo Jin | Cho Kyuhyun

Support Cast:
Kim Haneul | Choi Siwon | Lee Hyukjae

Cuap-cuap Author:
Kuy, kuy, lanjut terus semangatin terus biar bisa update cepet lagi 😀
Seneng deh aku kalo kalian bermunculan dan makasih banget udah setia nungguin kelanjutan cerita-cerita aku yang masih jauhhh dari kata ‘sempurna’ because none of anything perfect 😉
Happy Reading^^

cleft

Warning! Typo dimana-dimana!
—oo0000oo—

Prolog

Dia melenguh panjang ketika gelombang itu datang untuk ke sekian kalinya. Tidak terhitung berapa kali dia mendapat orgasme. Yang dia tahu dia hanya merasakan kenikmatan yang diterima dari pria panas yang kini menindih tubuhnya.

Tidak terhitung berapa ronde yang mereka lalui malam ini. Seperti malam sebelumnya. Dan malam-malam sebelumnya. Tiada henti. Bercinta tanpa henti sampai pagi.

Dimanapun, kapanpun, tiap ada kesempatan selalu mereka gunakan. Pria itu menatap penyatuan tubuh mereka yang tidak pernah membuatnya bosan.

Ada misi besar yang harus dicapai dalam waktu dekat ini. Misi yang dapat mengikat gadis ini dengannya. Gadisnya bergerak. Sedikit gerakan saja sudah sanggup membangkitkan gairah pria itu kembali. Pusat tubuhnya mengeras.

“Sayang, sekali lagi?” pinta pria itu manja.

Sang gadis—oh bukan, wanitanya hanya mengangguk sambil mengecup bibir prianya sebelum lenguhan panjang lolos dari bibirnya.

Pria itu menghantam dinding sempit wanitanya lagi dengan miliknya yang mengeras dan selalu siap mengeluarkan benihnya ke dalam rahim gadisnya.

Dia menggigit bahu prianya ketika gelombangnya akan datang lagi. Pria itu tahu dan semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Beberapa detik kemudian mereka mengerang bersama. Tubuh sang pria ambruk di atas tubuh polos si wanita.

“Kyu, aku mau memberitahumu sesuatu,” bisik wanita itu di sela napasnya yang masih tidak beraturan. Dia mengulum telinga pria itu, “Aku hamil.”

“Apa?! Oh Tuhan! Benarkah? Terima kasih sayang! Terima kasih!”

Kyuhyun mengecup keseluruhan tubuh wanitanya yang selalu seksi setelah mereka bercinta. Dia menempelkan bibirnya cukup lama di atas perut wanitanya yang masih datar.

“Kita harus mempercepat pernikahan kita!”

Si wanita mengangguk-angguk. Dia sampai menangis melihat Kyuhyun—yang masih berstatus sebagai kekasihnya—sangat bahagia mendengar kabar baik ini.

Dia tahu hubungan di luar pernikahan pasti menjadi pertentangan sendiri. Tapi, haruskah dia melewatkan kebahagiaan ini? Menerima seorang pria yang bersungguh-sungguh mencintainya. Sanggupkah dia menolak?

Lagi, dia sudah lelah. Lelah dengan pertengkaran yang selalu dia dengar dari Kyuhyun dan Ibunya.

Dia berharap semoga setelah ini mereka bisa mendeklarasikan hubungan mereka secara resmi.

“Kau melamunkan apa Seena sayang?” Kyuhyun mengecup bahu telanjangnya.

“Tidak ada. Aku hanya tidak bisa berkata apapun selain bersyukur memilikimu di hidupku.”

“Oh,” Kyuhyun mencium bibir kekasihnya, “Aku selalu milikmu, sayang. Dan kau satu-satunya yang berhak memilikiku.”

Seena melenguh. Kyuhyun menenggelamkan batang tubuhnya ke dalam dirinya. Menyapa calon bayi mereka.

.

.

.

Kyuhyun menutup pintu di belakangnya. Menatap sekilas rumah yang dulu selalu dirindukannya saat pulang. Rumahnya dengan mendiang istrinya.

Wanita yang tidak pernah diakui sebagai menantu di keluarga Cho. Wanita yang tidak pernah diperbolehkan menginjakkan kakinya di kediaman keluarga Cho. Lee Seena.

Beberapa tahun silam mereka mengalami kecelakaan mobil. Merenggut dua nyawa berharga sekaligus dari hidup Kyuhyun. Seena bersama calon bayi lima bulan pergi untuk selamanya.

Tiga bulan lalu tepat di hari peringatan kematian Seena dan anaknya, Kyuhyun pergi menghibur diri dan mengikuti perlombaan balapan motor di lapangan sirkuit yang diadakan oleh salah satu temannya.

Tak pernah diduganya dia justru terlibat kecelakaan dengan seorang gadis. Gadis yang sialannya memiliki sifat sangat mirip dengan mendiang istrinya.

Hanya saja Seena-nya adalah gadis lemah lembut meski di awal pendekatannya dulu gadis itu suka melawan. Menolak-nolak Kyuhyun, mempermalukan Kyuhyun, bahkan tega menjahili Kyuhyun di saat pria itu sedang serius.

Kyuhyun marah. Kenapa di hari yang sama dia kehilangan istrinya dia harus dipertemukan dengan seseorang yang mengingatkannya pada mendiang istrinya?

Kang Soo Jin.

Sejak kemunculan gadis itu di kamar rawatnya di hari dia siuman, Kyuhyun menyadari bahwa keberadaan gadis itu akan memberikan efek berbeda dalam hidupnya. Menyadarkannya jika gadis itu tidak akan sama dengan gadis lain yang silih berganti mencoba menggantikan posisi Seena di hatinya.

Maka dari itu Kyuhyun mati-matian membenci Soo Jin. Dia tidak ingin jatuh cinta. Dia belum siap. Dia tidak ingin berkhianat.

Dia telah berjanji bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memilikinya selain Seena. Dan itu akan berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Soo Jin bersedia berdiri semalaman di samping kamarnya demi memandangi pria yang duduk di sofa hanya ditemani cahaya minim. Kyuhyun pulang dari setengah jam yang lalu. Dan selama itu pula Soo Jin menatapnya dari kejauhan tanpa berniat mendekat.

Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran pria itu. Apa itu tentang nama seseorang yang Kyuhyun sebut tadi siang di ruangannya? Seena?

Reaksi yang ditunjukkan Kyuhyun tadi ketika nama itu disebut seperti orang yang terpukul dan sedih. Siapa Seena? Apakah dia seseorang dari masa lalu Kyuhyun yang masih dirindukan pria itu? Seseorang yang sangat penting? Mungkin lebih dari sangat penting.

Well, kau tidak berhak ikut campur, Kan Soo Jin. Dewi batinnya melotot. Benar, tidak ada untungnya dia memikirkan urusan Kyuhyun.

Toh, pria itu tidak mengharapkannya tahu tentang masa lalunya. Apalagi suka rela berbagi dengannya dan membicarakan si Seena ini.

“Berapa lama kau berdiri disana?”

Seolah habis tertangkap basah mencuri pakaian dalam dari jemuran tetangga, Soo Jin tergagap. Bodoh. Kenapa dia mengintip pria itu dengan berdiri di titik dimana dia bisa terlihat?

Kyuhyun menepuk ruang kosong di sampingnya. Sial, sekarang Kyuhyun malah menyuruhnya duduk di sampingnya. Soo Jin tidak punya alasan lain untuk menolak. Tidak mungkin kan, dia main asal kabur?

“Apa kakimu masih sakit?” tanya Kyuhyun setelah Soo Jin menghempaskan pantatnya di sebelah pria itu. Dia melirik sekilas kaki kanan Soo Jin. Gadis itu menggeleng sambil tersenyum canggung. “Ibu sudah tidur?”

“Tadi sore Ibu pamit ingin menginap di rumah Haneul. Ibu tidak memberitahumu?”

“Tidak.”

Hening sejenak. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sendiri dan Soo Jin bingung mau menimpali apa lagi. Sampai mulutnya bergerak dengan sendirinya dan bertanya, “Tadi siang kau menyebut nama Seena. Kalau aku boleh tahu, siapa Seena? Gadismu?”

Sial. Sepertinya dia salah ucap. Karena Kyuhyun tiba-tiba berdiri. Ekspresi wajahnya yang sedih dan lelah menjadi gelap dan dingin. Ketika Soo Jin mendongakkan kepala, Kyuhyun sedang menatapnya.

Iris cokelat itu menggelap dan menyorotkan kesedihan mendalam. Seakan-akan kata-katanya barusan menohok pria itu, menikamnya tepat di jantung. Apa aku salah ucap?

“Kenapa kau bertanya?”

“Sebut itu penasaran.”

“Penasaran membunuh kucing.” Hah? Soo Jin melongo. “Aku tidak menyuruhmu ikut campur urusanku.”

Mulut Soo Jin terbuka, tapi tidak satupun kata-kata terlontar darinya. Kyuhyun melengos begitu saja. Soo Jin mengejarnya, tidak ingin pria itu salah paham mengiranya gadis tukang rusuh yang suka penasaran dengan masalah orang lain.

Baru saja Soo Jin menyusul Kyuhyun ke kamarnya, pintu itu lebih dulu dibanting keras tepat di depan hidung Soo Jin. Gadis itu mundur dua langkah. Hidungnya berdenyut dan sakit. Soo Jin memutar kenop pintunya. Dicoba berulang kali pun hasilnya nihil.

Hey, Kyuhyun menguncinya di luar lagi!

Soo Jin membuang napas. Lalu dia mau tidur dimana malam ini? Rumah ini hanya memiliki dua kamar dan kamar satunya sudah ditempati mertuanya. Tidak mungkin kan, Soo Jin main masuk ke kamar mertuanya kalau tidak mau disangka maling.

Haha. Maling di rumah sendiri. Terdengar menggelikan dan aneh. Tapi memang itu kenyataannya. Huh, percuma juga meminta Kyuhyun membukakan pintu.

Pria itu sedang dongkol. Padanya. Pada mulutnya yang tidak bisa dikontrol ini sedikit saja. Maklum, dia terlahir sebagai gadis yang suka berbicara asal ceplos. Mana dia tahu jika kata-katanya bisa melukai perasaan Kyuhyun yang sedang sensitif sekarang.

Disentuhnya hidungnya yang semakin berdenyut. Entahlah bagaimana rupa hidungnya saat ini. Soo Jin berbalik kembali ke ruang tengah. Membanting tubuhnya di sofa.

Menyesali keputusannya yang menengok kondisi Kyuhyun tadi. Andai saja dia tidak keluar kamar, tidak melihat pria itu, pasti sekarang dia sudah berbaring nyaman di atas ranjang empuk berukuran king size. Bukannya berbaring di sofa, berbantalkan bantal sofa, tanpa selimut.

Kenapa Kyuhyun sangat gampang berubah-ubah sifatnya? Mercurial. Padahal baru saja tadi siang pria itu bersikap manis padanya. Merawat kaki dan lengannya. Tapi malamnya berubah jadi es batu. Bahkan es kutub utara mungkin kalah dinginnya dengan sikap Kyuhyun.

Mungkin ada hubungannya dengan si Seena itu. Ah, benar. Kyuhyun akan jadi pria mercurial jika dia diingatkan dengan seseorang bernama Seena. Pertanyaannya, siapa Seena?

HUFT. Kenapa kau jadi penasaran? Penasaran membunuh kucing. Haha. Apa-apaan maksud pria itu? Mengancamnya? Ancaman kelas teri.

Daripada memikirkan masalah orang lain yang tidak jelas itu, lebih baik Soo Jin segera berangkat tidur. Karena besok dia harus pergi pagi-pagi sekali.

.

.

.

“Ready?!”

“YES!”

Hampir saja. Sedikit lagi Soo Jin sudah akan meluncur di lapangan sirkuit ketika sebuah tangan kekar menahan gasnya yang siap lepas. Soo Jin menoleh terkejut. Sosok pria berwajah masam, dingin, memandangnya marah.

“Turun! Aku bilang turun!”

Terpaksa Soo Jin meminta break pada Hyona yang sudah siap mengibarkan bendera tanda permainan dimulai. Kyuhyun setengah menyeret Soo Jin menepi di pinggiran lapangan. Pria itu mencengkeram lengannya kelewat kuat sampai Soo Jin meringis kesakitan.

“Siapa yang mengijinkanmu kesini lagi!”Soo Jin menghentakkan lengannya hingga cekalan Kyuhyun lepas. Dia membuka kaca penutup helmnya.

Pagi-pagi buta tadi dia memang sengaja kabur dari rumah. Bukan kabur sih, pergi tanpa ijin lebih tepatnya. Dia sudah membuat janji dengan Hyona dan teman-temannya latihan balapan motor untuk perlombaan bulan depan.

Sedikit terkejut karena mendapati dirinya terbaring di ranjang kamar pria itu dan hidungnya diplester. Kyuhyun masih tidur saat dia pergi. Dia hanya menuliskan post-it yang ditempel di kening pria itu. Kurang ajar memang, tapi Soo Jin melakukannya juga karena terburu-buru.

Dan tiba-tiba pria itu, Cho Kyuhyun, datang dan menghentikan latihan rutinnya setiap akan ada perlombaan. Pakai acara marah-marah lagi. Huh.

“Kau juga tidak pernah melarangku kan?”

“Aku melarangmu. Sekarang, pulang.” Tegas Kyuhyun.

“Yak!” Soo Jin menahan lengannya saat Kyuhyun menariknya lagi. Pria itu menatap tak percaya pada Soo Jin yang berusaha melawannya. “Aku sedang latihan, kau tidak lihat?”

Kyuhyun melayangkan tatapannya pada lima, tidak, tujuh pria yang berada di atas motor masing-masing siap lepas landas. Pria, huh? “Tidak ada kata ampun bagimu kalau kau tetap bersikeras.”

“Ada perlombaan balapan bulan depan. Aku tidak bisa ikut jika aku tidak pernah latihan.”

“Kalau begitu jangan ikut.”

“Tidak mau! Kau tidak berhak melarang aku jika ini berkaitan dengan balapan.”

“Aku suamimu! Kau harus patuh. Jika aku bilang tidak, ya tidak.”

“Aku tidak pernah berjanji untuk menuruti semua kemauanmu.”

Mereka saling bertukar pandang kesal. Dada Kyuhyun sudah naik-turun seusai meledakkan amarahnya dan gadis di depannya ini benar-benar tidak mau patuh. Melawannya di depan teman-temannya yang jadi tegang oleh pertengkaran mereka.

“Eh-hm, tuan, Soo Jin hanya latihan dua puluh menit. Itu sangat cukup, setelah itu kau bisa membawanya.” Seorang pria tak bersalah yang berniat baik ingin meredakan kemarahan Kyuhyun, malah mendapat pukulan keras di rahangnya hingga dia terhuyung ke belakang.

“Apa yang kau lakukan?!”

Mengabaikan seruan kaget dari Soo Jin, pria itu langsung menyeretnya keluar dari jalur sirkuit. Memaksanya mengikuti Kyuhyun yang melangkah lebar-lebar lalu melemparkannya di pintu mobilnya. Soo Jin melepas helmnya dan umpatan yang sudah terkumpul di ujung lidahnya teredam oleh Kyuhyun yang tanpa aba-aba menangkup wajahnya dan mencium bibirnya!

Bukan jenis ciuman manis bak negeri dongeng yang selalu dielu-elukan oleh Soo Jin, tetapi jenis ciuman yang menyakitkan.

Kyuhyun tidak peduli sekasar apapun ciuman yang dia lakukan terhadap gadis itu, dia hanya melumat, menggigit hingga rasa ciuman mereka asin dan Kyuhyun sadar betul jika bibir gadis itu terluka. Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya, menekan tubuh Soo Jin ke badan mobilnya. Gadis itu sudah meronta-ronta meminta dilepaskan tapi justru yang Kyuhyun lakukan semakin keras dan kasar menyakiti bibir gadis itu.

Soo Jin meremas kemeja depan Kyuhyun, berharap pria itu mengerti jika dia sudah kehabisan napas dan bibirnya sakit. Sekuat tenaga Soo Jin berusaha menahan kesakitan dan tangisannya yang telah mencapai ujung tombak. Di detik Soo Jin akan menyerah, Kyuhyun melepaskannya.

“Itu hukuman untuk istri tidak patuh sepertimu. Kau mau latihan? Silahkan jika kau ingin merasakan lagi sakitnya ciumanku.” Kyuhyun mendorong tubuh Soo Jin yang menghalanginya dari masuk ke dalam mobilnya.

Begitu saja. Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Soo Jin terperangah di tengah lapangan parkir dengan penampilan berantakan dan bibir kesakitan. Soo Jin meraba bibirnya yang terasa tebal dan sangat perih. Ada bercak darah yang menempel di jarinya.

Kemarin hidungnya, sekarang bibirnya, besok apa lagi?

Semarah itukah Kyuhyun padanya sampai menyakitinya? Padahal Soo Jin pikir perubahan sikapnya kemarin adalah sebuah akhir. Tapi nyatanya, tidak. Kenapa Kyuhyun menyiksanya? Soo Jin mengusap kasar sudut matanya yang berair.

“Kau tidak apa-apa?” Hyona menepuk pundak Soo Jin, “Oh? Bibirmu, Soo Jin!”

Soo Jin menggeleng lemah. “Sepertinya aku tidak bisa ikut perlombaan itu. Maafkan aku mengecewakan kalian.” Dia menyedot ingusnya yang ingin keluar tanpa diperintah.

“Hey, tidak masalah. Lebih baik kau selesaikan masalahmu dengan suamimu. Dia, kan?”

“Pria sinting.”

Hyona terkekeh miris. Merasa kasihan pada teman kerjanya yang sial menikah dengan pria kaya raya tapi punya kelainan jiwa. Bisa-bisanya pria itu melukai istrinya sendiri. Dia pikir Soo Jin tidak punya hati? “Pria sinting yang sialan kaya, hm?”

“Sayangnya kau benar, Hyo. Aku titip helm dan motorku, oke?” Hyona tersenyum sembari mengangguk. “Ah iya, sampaikan maafku pada Taecyeon karena Kyuhyun memukulnya.”

“Tentu. Kau benar langsung pergi? Tidak diobati dulu bibirmu?”

“Aku baik,” hatiku yang sedang kacau. “Aku pergi.” Soo Jin tidak mau mengambil resiko jika dia bersikeras tinggal lalu Kyuhyun muncul lagi dan menghukumnya. Dia menyerahkan helmnya pada Hyona dan membalikkan badan pergi.

Sebenarnya Soo Jin juga heran bagaimana bisa Kyuhyun tahu dia berada disini. Padahal di post-it yang ditinggalkannya tadi tidak ada sesuatu berbau balapan atau motor atau sirkuit yang mengindikasikan keberadaannya dimana.

Baru setengah meter Soo Jin berjalan, langkahnya berhenti. Sebuah sepatu menghalanginya. Dia mendongak. Dan dia merasa seluruh pembuluh darah berhenti mengalir ke wajahnya sampai Soo Jin yakin mukanya pucat. Tulang lututnya lemas.

Matilah aku. Kapan pria ini datang?

Siwon berdiri sambil berkacak pinggang dan menatap adiknya marah. Dia melihat semuanya. Sejak suami adiknya menyeretnya ke tempat parkir dan menciumnya dengan kasar.

“Kami—” Siwon menggeleng, menghentikan kalimat Soo Jin. Dia tahu adiknya pasti sedang berusaha menampik kenyataan yang jelas-jelas diketahuinya.

Pikiran bahwa adiknya mungkin diperlakukan lebih parah dari itu membuat darahnya mendidih. Meskipun Soo Jin terlihat seperti laki-laki dari luar, tetap saja gadis itu memiliki hati yang rapuh. Soo Jin tidak pernah diperlakukan serendah itu oleh siapapun.

“Apa yang pria itu lakukan padamu selain memperlakukanmu kasar seperti barusan?”

Soo Jin menggeleng. Oh, tidak! Jangan! Jangan sampai Siwon menyeretnya ke depan Kyuhyun dan meminta penjelasan pria itu!

“Tepat seperti yang kau pikirkan. Kita temui pria brengsek itu.”

Selanjutnya Soo Jin sudah tidak bertenaga lagi melawan kemauan kakaknya yang menyeretnya ke kantor Kyuhyun. Mungkin setelah ini akan terjadi perang dunia ketiga.

Siwon adalah pria yang paling tidak suka melihat adiknya disakiti siapapun. Siwon adalah tipe kakak penyayang yang akan melakukan apapun demi adiknya. Dan itulah yang ditakutkan Soo Jin. Dia takut jika dia datang ke kantor Kyuhyun, pria itu akan menghukumnya lebih parah di rumah. Dia takut.

.

.

.

“Keluar kau sekarang, Cho Kyuhyun!”

Hyukjae menangkupkan kedua tangannya di depan dada pada Kyuhyun karena tidak berhasil menahan seorang pria yang menyerobot masuk ke ruang rapat bosnya. Rahang Kyuhyun mengetat begitu tahu Soo Jin berdiri di belakang punggung kakaknya dan dia yakin gadis itu sedang ketakutan.

“Rapat ditunda satu kali sepuluh menit.” ucap Kyuhyun tegas. Seisi ruangan saling tukar pandang kebingungan dengan kedatangan pria ke dalam ruang rapat. Kyuhyun membuka kancing jasnya sambil melangkah menghampiri pria yang dia tahu sebagai kakak iparnya.

Mood-nya benar-benar memburuk sekarang melihat Soo Jin yang menundukkan kepalanya dalam-dalam tidak berani menatapnya. “Kita bicara di luar, hyung.”

Kyuhyun harus menggunakan taktik ini. Memanggil Siwon dengan sebutan hyung demi meredamkan amarah pria itu. Kyuhyun mengajak mereka masuk ke ruang kerjanya yang bersisian dengan ruang rapat.

Setelah memastikan mereka hanya berbicara enam pasang mata, Kyuhyun memulai ber-prolog, “Ada apa hyung mencariku?”

Siwon mencibir. “Jangan berpura-pura. Kenapa kau menyakiti adikku? Kau tahu, menyakiti Soo Jin adalah batasan keras.”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Melirik Soo Jin yang kepalanya masih tertunduk. Malah sekarang semakin dalam. Oh? Kau yang mengadu pada kakakmu, sayang? “Aku tidak melakukan apapun.”

“Kau menciumnya dengan kasar, bung, jangan lupa.”

“Hyung tidak bertanya apa alasanku melakukannya?”

“Apa?” tanya Siwon tanpa pikir panjang. Kyuhyun tertawa sinis dalam hati.

“Aku hanya memintanya berhenti membahayakan diri sendiri dengan mengikuti balapan motor. Aku mengingatkannya tentang kecelakaan yang baru dia alami tiga bulan lalu. Jangan sampai kejadian itu terulang dan menyebabkan orang lain celaka. Katakan padaku bagian mana dari diriku yang salah.”

Kyuhyun menyunggingkan senyum puasnya saat Siwon mengalihkan perhatiannya pada Soo Jin yang diam saja sejak tadi.

Sial, kau Kyuhyun. Kau tidak mengatakan itu tadi! Jerit Soo Jin dalam hati.

“Benarkah itu, Soo Jin?”

Gadis itu melirik sekilas pada Kyuhyun yang menyedekapkan tangannya di depan dada. Menunjukkan siapa disini yang berkuasa. Soo Jin tidak punya pilihan lain selain mengangguk.

“Oh, Jin-ah, kenapa kau tidak menyerah juga? Pantas Kyuhyun marah padamu. Dia memikirkan keselamatanmu, tidakkah kau sadar?” Senyum Kyuhyun kian mengembang mendengar penuturan Siwon. Soo Jin mengeluh dalam hati.

“Maafkan aku, adik ipar, aku salah paham. Aku mengira jika kau melakukannya dengan sengaja. Soo Jin, kenapa kau diam saja? Katakan sesuatu pada suamimu. Haruskah aku yang menjadi penengah untuk kalian berdua?”

Soo Jin mempoutkan bibirnya. Kesal. Jengkel. “Maafkan aku. Lain kali aku akan menjadi lebih penurut.”

“Begitu kan lebih baik.” Siwon merangkul pundak Soo Jin dan tersenyum lebar. “Jadi? Lebih baik aku tinggalkan kalian berdua. Tadi aku hanya kebetulan lewat tempatmu, Jin-ah, tidak tahunya malah berbuntut begini.” Siwon menatap Kyuhyun, “Maafkan aku sekali lagi.”

“Tidak apa, hyung. Salah paham adalah hal biasa. Biarkan sekretarisku mengantarmu ke bawah. Aku ada urusan sebentar dengan istriku.” Kyuhyun sengaja menekankan pada kata ‘istri’, membuat Soo Jin waspada.

Soo Jin melambaikan tangannya sekilas pada Siwon yang sudah menghilang di balik pintu ruang kerja Kyuhyun bersama sekretarisnya yang berambut blonde, pria yang dia ingat pernah bertemu di rumah sakit dulu sekali.

Ingin rasanya Soo Jin juga ikut bersama Siwon. Setidaknya dia tidak merasa semencekam ini ditinggalkan berdua dengan pria yang baru menyakitinya. Tapi harapan tinggal harapan. Soo Jin tidak mau mengatakan yang sebenarnya dengan Siwon jika masih sayang dengan nyawanya.

“Nah, istriku, bisa kita bicara sebentar?” Kyuhyun melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. “Aku punya waktu empat menit sebelum melanjutkan rapatku.”

“Aku tidak ingin bicara apapun.”

“Oh iya?” Kyuhyun menguraikan lipatan tangannya dan berjalan mendekat pada Soo Jin. Berdiri di depan gadis itu. “Kau berkata sesuatu pada Siwon?”

“Memang kau berharap aku mengatakan apa pada Siwon?”

“Sesuatu yang buruk tentangku.”

Cih, harusnya memang Soo Jin menceritakan semuanya pada Siwon. Menguncinya sampai sesak di gudang rumahnya di malam pernikahan mereka, diusir oleh Ibu mertuanya, disuruh ini-itu seperti pembantu, dan ciuman kasar pagi ini.

Tapi apalah daya? Memikirkan kemungkinan terburuk setelah dia membeberkan segalanya, justru membuat Soo Jin ketakutan.

“Aku tidak akan menjelek-jelekkan suamiku di depan orang lain. Sekalipun itu sebuah kenyataan.”

“Menarik. Lalu? Kau menginginkan hukuman apa atas gangguan di rapat pentingku, hm?”

“Biarkan aku pergi dari sini.” Kenapa Soo Jin mengatakannya? Karena entah sejak kapan Kyuhyun sudah mencekal lengannya kuat hingga dia tak bisa berkutik. Pria itu sengaja melakukannya supaya dia tidak bisa kabur.

“Tidak semudah itu, Nyonya Cho,” Kyuhyun menarik Soo Jin padanya. Mendongakkan dagu gadis itu dengan jarinya. “Ini hukumanmu.” Dengan cepat Kyuhyun melumat kasar bibir Soo Jin lagi. Memaksa gadis itu membuka mulutnya untuk menerima lidahnya yang mendesak masuk. Digigitnya bibir Soo Jin dengan gemas dan membiarkan sudut lain bibir gadis itu terluka.

Soo Jin memejamkan matanya kuat-kuat. Dia meremas lengan Kyuhyun, menopang tubuhnya sendiri agar tidak jatuh karena pria itu terus mendorong kepalanya, melesakkan lidahnya lebih dalam. Kyuhyun memeluk pinggang Soo Jin sangat erat, seerat yang dia lakukan untuk menyiksa gadis itu dengan ciuman kasarnya.

Ini baru permulaan. Akan banyak siksaan ke depannya. Hanya sebuah peringatan untuknya jika dia tidak boleh jatuh hati pada gadis ini

.

.

.

Epilog

Kyuhyun POV

Kutatap gadis itu yang cepat sekali terlelap. Rambut berantakannya menutupi keseluruhan wajahnya. Bantal sofa berserakan di lantai, sebelah kakinya naik di pundak sofa dan kakinya yang lain turun menyentuh lantai. Samar-samar aku bisa dengar dengkuran halus dari bibirnya.

Astaga, aku tidak ingat pernah menikahi gadis seperti ini. Dari Seena seorang gadis kalem, berjiwa perempuan, ke Soo Jin gadis tomboy dan jorok.

Tidak tega melihat keadaan mengenaskan gadis itu lebih lama, kuputuskan menggendongnya ke kamar. Aku tidak mau menyebut kamar kami, karena yah, ini kamarku dengan Seena dulu. Kamar gadis ini sedang ditempati Ibu. Terpaksa aku membawanya ke kamarku.

Soo Jin bergerak pelan saat kuletakkan tubuhnya di atas ranjang. Wajahnya sudah tidak tertutupi rambutnya lagi. Disitulah aku tertegun. Hidung gadis itu memerah. Apa karena aku membanting pintu di depannya tadi?

Kulipat tanganku di depan dada. Aku berpikir. Harus kuapakan gadis ini? Kenapa aku membawanya ke kamar? Kenapa tidak kubiarkan saja dia tidur di luar? Hitung-hitung hukuman karena dia sudah mencampuri urusanku. Bertanya-tanya soal Seena.

Aku menghembuskan napas panjang. Aku mulai meremas-remas rambutku frustrasi. Aku berbalik. Mencari kotak obat. Kembali membawa plester lalu kutempelkan di hidung merah milik Soo Jin.

Meskipun dia yang sudah menyebabkan tiga bulan terakhirku menderita karena tanganku yang patah. Tetap saja aku tidak tega. Dia seorang gadis. Dan lagi istriku. Dan dia gadis yang mulai kubanding-bandingkan dengan Seena.

Ayah pernah berkata di hari pernikahanku untuk menjaga gadis ini dan melupakan masa lalu. Haruskah?

Kugelengkan kepalaku. Tidak. Aku harus tetap pada misi awalku. Menyiksanya, membuatnya jatuh cinta padaku, hamil anakku lalu mencampakkannya.

Smirk sini mencuat di sisi bibirku. Ide gila muncul di kepalaku.

.

.

.

To Be Continue

Advertisements

28 thoughts on “CLEFT [Chapter 4]

  1. Chan Yeon says:

    Kyuhyun gila pria sinting yang sialan kaya dan tampan hihihi
    Dan aku tidak yakin Kyuhyun bakalan mencampakan Soo Jin ati2 loh Kyu entar kamu sendiri yang jatuh cinta duluan.
    Apalagi kamu diem2 juga cemburu😂😂 oke di tunggu next partnya😏😏

    Liked by 1 person

  2. LeeAhn says:

    Iya nih kyuhyun terbelenggu masa lalu karena g bisa membahagiakan seena….tp kan jd kasian soojin nya….
    Semoga soojin bs meluluhkan kyuhyun n selalu kuat menghadapi kyuhyun n mertuanya…

    Liked by 1 person

  3. syalala says:

    si gilaaaaaa cho kyuhyun aihhhhhh btw si soojin walaupun tomboy gitu tetep aja ya baik gitu kayanya, buktinya dia tto mau deketin kyuhyun gitu.. tinggal kyuhyunnya aja sih gilak rencamanya itu jahat bgt huhuhu lanjuuuttt

    Liked by 1 person

  4. Vikyu says:

    Kyuhyun gila , semoga aja dia kepincut deluan sama soojin sblum misinya berhasil
    Atau akan ada penyesalan pada akhirnya untuk mu cho
    Padahal kamu udh wamil, tapi di ff kamu masih kaya bajingan aja hahah
    Next ditunggu kak fighting ya

    Liked by 1 person

  5. elfishylikaalika says:

    Akhirnya lanjutan ff ini di post juga… Kyuhyun tega banget sama Soo Jin 😦 pokoknya ntr kalau Soo Jin kenapa2 Kyuhyun harus dibuat nyesel senyesel2nya nih kak biar tau rasa. Btw aku berharap banget ff ini nisa di post tiap minggi soalny ceritanya seru n bikin penasaran.

    Liked by 1 person

  6. Mirna byung says:

    Gua kok penasaran kenapa kyuhyun kejam banget ama soojin,terlepas dari masalah kecelakaan dan agak mirip ama sena,tapi kalu karna kecelakaan masa iya bisa kejam banget dan kalu mirip ama sena mestinya merasa bahagia ada pengganti sena,,,sungguh memusingkan dengan jalan pikiran si cho kyuhyun yang tampan dan sialan kaya

    Liked by 1 person

  7. Hyun says:

    wohooo…. lunaa, what happened? keknya Gyu perlu di kasih lemparan kucing mati wkwkw

    cih, baru ditinggal waktu soojin diusir ibunya aja dia begono, kapan da sadarnya sih, eh udah sadar ya, tapi dia nolak fakta yg ada… heol, terzerah deh, tapi keknya kalau dia dikasih pelajaran gitu bakal rame deh xD

    Liked by 1 person

  8. kyuwonhae's wife says:

    Blas dendam kok sma so jin? Emg apa hbgan so jin sma saena? Kyu mah melampiaskan dendam sma org yg gak tw apa2 😢😢 . Ntar nyesel bru tw rsa noh 😡😢😢😢

    Liked by 1 person

  9. Vyea Lyn says:

    Lagi lagi Soo jin yg harus kesakitan. Bukan sakit fisik doank,,tapi batin dia jg ikut lelah.
    Segitunya Cho Kyuhyun,,klo takut jatuh cinta dgn Soo jin gampang,,tinggal acuhkan dia dan jangan sekali-kali berbuat baik pd nya.

    Kok Soo Jin gk jadi brutal sih di depan Kyuhyun…klo Kyuhyun jahat tinggal ambilkan golok aja hahaha….

    Liked by 1 person

  10. ddianshi says:

    Aku benci kyuhyun 😥 andai kyuhyun tidak dibutakan rasa benci terhadap soojin pasti semuanya bisa baik2 saja 😦 haneul juga tidak punya malu mencari kesempatan dalam kesempitan -_-

    Liked by 1 person

  11. jaemijhe says:

    Kyuhyun..
    Dia mungkin kaya gitu karena takut kehilangan lagi ..
    Atau karena dia menganggap pelampiasan kemaharan dia atas sikap ibunya ke seena?

    Ya ampun, bahkan soojin ga tau apa-apa..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s