Where? Chapter 3 (Sequel of Why?)

Where? Chapter 3 (Sequel of Why?)
by Luna

Genre:
Hurt, Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Jun Seo Eun

Support Cast:
Shim Changmin | Kim Na Yeon | Choi Mina

Cuap-cuap Author:
Semoga kalian nggak pada lupa sama cerita ini
Sumpah-sumpah pengen banget nge-ending-in semua FF wkwk._.
Tapi masih belum banyak waktu kayak dulu-dulu hehe
Sementara kukasih ini dulu ya 😉

Happy Reading^^

Baca sebelumnya: Where? Chapter 2 (Sequel of Why?)

where

Warning! Typo dimana-mana!
—oo0000oo—

Mina GERAM.

Tadinya dia ingin memberikan kaset milik Anna yang ketinggalan. Sampainya di lapangan parkir, dia malah disuguhi pemandangan teman bosnya sedang menahan Anna di depan mobil gadis itu.

Tidak lama, hanya sebentar mereka tertahan dalam posisi sangat dekat sebelum Anna menangkap kehadirannya dan buru-buru melepaskan diri dari cekalan pria itu.

Mobilnya melaju kencang melewati Mina. Gadis itu tersenyum lega. Pandangannya beralih pada pria itu. Kesempatan yang bagus untuk mendepak pria itu jauh-jauh dari sahabatnya.

“Cho Kyuhyun-ssi,” Kyuhyun berbalik. Sebelah alisnya terangkat. Dia tidak mengenali gadis di depannya. “Aku Choi Mina, teman Anna.”

“Ahh,” Kyuhyun mengangguk-angguk. Pantas dia seperti ingat dengan wajah gadis ini. Dia salah satu pegawai di studio Donghae. “Ada apa nona?”

“Bisakah kau menjauh dari kehidupan Anna?”

Permintaan yang terdengar seperti sebuah perintah itu mengherankan Kyuhyun. Seorang gadis yang mengaku teman istrinya menyuruhnya pergi? Apa maksudnya?

“Kalau kau mengira Anna adalah Jun Seo Eun, kau salah besar.”

Kyuhyun terperanjat. Darimana gadis ini tahu soal Jun Seo Eun?

“Kau pasti terkejut. Aku sahabatnya Jun Seo Eun. Istri yang kau telantarkan di hari kalian untuk pertama kalinya bercinta.”

Langit runtuh di atasnya. Tubuh Kyuhyun terhuyung ke belakang, menabrak kap mobilnya. Tangannya mencengkeram kuat apapun yang berada di dekatnya. Pengakuan Mina barusan mengejutkannya. Jantungnya berdegup keras. Tidak ada yang tahu soal pernikahannya dengan Seo Eun. Apa gadis itu membocorkannya pada orang lain? Dan apa ini? Informasi ini sangat baru untuknya.

“Sejujurnya aku sangat marah padamu, Kyuhyun-ssi. Bagaimana bisa kau sebrengsek itu menelantarkan Seo Eun dan membiarkannya di perkosa di malam yang sama setelah kalian bercinta? Tidak cukupkah kau menyakitinya selama pernikahan kalian?”

Mina marah. Jelas. Jika tahu hal itu akan terjadi pada sahabatnya, dari dulu dia sudah membawa Seo Eun pergi dari kehidupan Kyuhyun. Tapi gadis itu mengotot. Seo Eun jatuh cinta pada Kyuhyun.

Sejahat apapun, sebejat apapun, sebrengsek apapun seorang Cho Kyuhyun, gadis itu masih bersedia berdiri di samping pria itu selalu ada untuknya di saat dibutuhkan.

Lalu apa yang Seo Eun dapatkan? Penghinaan dan pengkhianatan.

Dihina dengan ditelantarkan setelah mereka bercinta. Membiarkan Seo Eun terlantung di jalanan dan sialnya malah bertemu dengan orang yang mabuk dan memperkosanya.

Dikhianati karena tepat esoknya semua pemberitaan Korea dipenuhi berita pernikahan Kyuhyun dengan gadis lain.

Brengsek, kan?

“Dan sekarang, tiba-tiba kau datang di kehidupan Anna yang menurutmu sangat mirip dengan istrimu. Memaksanya agar kembali padamu tanpa tahu jika Anna dan Jun Seo Eun dua wanita yang berbeda.”

“Kau bercanda.” Kyuhyun menggelengkan kepala tidak percaya. Mana ada di dunia ini dua orang yang memiliki wajah yang sama walaupun kepribadiannya berbeda jauh?

Mina tersenyum kecut. “Aku hanya meminta agar kau melepaskan Anna. Jangan perlakukan Anna seperti kau memperlakukan Seo Eun. Karena jika itu terjadi aku tidak akan segan membongkar semua kebusukanmu pada dunia, Cho Kyuhyun-ssi.”

“Apa buktinya?”

Alis Mina menukik tajam. Tatapannya menajam. “Kau ingin bertemu dengan Jun Seo Eun?”

Kyuhyun menelan ludahnya susah payah. Benarkah? Benarkah Anna bukan Jun Seo Eun? Kyuhyun tidak punya pilihan lain. Dia mengangguk.

.

.

.

Putus asa. Gelisah. Setiap kilometer yang ditempuh oleh Kyuhyun menuju rumah sakit membuat dadanya nyeri. Melonggarkan ikatan dasinya yang mencekik lehernya lalu membuka dua kancing teratas kemejanya. Kilasan memori masa lalunya berputar di kepalanya.

Kyuhyun yang brengsek. Tega menyingkirkan perusahaan ayah mertuanya sendiri dan membuat pria tua itu bunuh diri karena mendengar berita kebangkrutan perusahaannya.

Menyerahkan satu-satunya harta yang dia miliki, putrinya, kepada Kyuhyun sebagai titipan sebelum dia meninggal. Jun Seo Eun.

Gadis yang menghilang selama tiga tahun pasca tragedi malam itu. Malam dimana seorang Cho Kyuhyun kehilangan kendalinya hanya karena merasa cemburu melihat istrinya lebih memerhatikan bawahannya. Mengambil paksa mahkota yang dimiliki gadis itu dan dengan tak tahu dirinya meninggalkannya di pinggir jalan.

Malam itu juga, dia mendapat telepon dari ayahnya jika dia harus menikah dengan putri keluarga Kim demi perusahaan. Alasan klise itu terucap lagi dari bibir ayahnya. Mau tidak mau dia harus melakukannya.

Ayahnya tidak pernah tahu kalau Kyuhyun tidak pernah menceraikan Jun Seo Eun sekalipun gadis itu sampai sekarang menghilang.

Kyuhyun mengerahkan anak buahnya secara diam-diam untuk mencari Seo Eun. Kyuhyun ingin meminta maaf. Dia menyesal kenapa menyia-nyiakan gadis baik dan polos sepertinya. Memanfaatkan keluguannya dengan menyiksanya pelan-pelan.

Menikah dengan gadis manja seperti Kim Na Yeon membuatnya muak. Gadis itu terlahir dari keluarga yang selalu memanjakannya.

Mengagungkannya sebagai putri satu-satunya. Sehingga dia tidak memiliki kemampuan yang harusnya dimiliki oleh setiap wanita yang sudah menikah.

Bangun lebih pagi, memasak, menyiapkan baju kantornya, mengantarnya ke depan pintu rumah, menyambutnya ketika pulang dan menunggunya sampai larut malam.

Sial.

Itu yang dilakukan Seo Eun dulu dan dia dengan brengseknya mengabaikannya. Bahkan tidak jarang dia sengaja bercinta dengan wanita lain di depan gadis itu.

Brengsek!

Jika dulu Kyuhyun berpikir dengan kepergian Seo Eun hidupnya akan tenang, kenyataan yang terjadi justru dia merasa sangat kehilangan.

Sampai seorang gadis bernama Anna datang dalam kehidupannya. Memiliki wajah yang sangat mirip dengan Jun Seo Eun. Sangat identik. Cara dia tersenyum, tertawa, membentak, kecuali cara bicaranya yang dingin. Membawa secercah harapan jika Anna adalah Jun Seo Eun. Tapi lagi-lagi Kyuhyun harus terhempas. Anna tidak mengenalinya.

Kemudian seorang gadis datang lagi, mengaku sebagai sahabat Seo Eun dan teman kerja Anna, mengetahui pernikahan pertamanya dengan Seo Eun dan segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah dia lakukan pada Seo Eun dahulu. Mengatakan jika gadis yang sudah ditelantarkannya selama ini berada di rumah sakit jiwa.

“Masuklah, Cho Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun menarik napas panjang. Pemandangan di sekitarnya sejak memasuki lorong rumah sakit ini menyakitkan batinnya. Akankah dia melihat wajah itu lagi? Kyuhyun berbalik hendak melarikan diri. Tapi dengan sigapnya Mina menahan di ambang pintu.

“Apa kau mau menelantarkan Seo Eun lagi? Kau takut menghadapi kenyataan?”

Mereka berada di dalam kamar rawat kecil, pengap, dengan pencahayaan melalui celah-celah ventilasi kamar. Kyuhyun tidak setuju dengan batinnya yang menyuruhnya berbalik lagi. Melanjutkan lima langkahnya bertemu dengan istrinya.

Berperang melawan batinnya sendiri, akhirnya Kyuhyun mengalah. Dia berbalik lagi. Takut menghadapi kenyataan? Kyuhyun lebih takut tidak bisa menerima kenyataan. Kakinya melangkah dengan gemetaran menuju satu-satunya ranjang di kamar itu.

Tubuhnya ambruk di lantai. Membekap mulutnya sendiri dengan tangannya.

Seorang gadis. Kurus, kumal, mungil, terlentang di atas ranjang. Kedua tangan dan kakinya diikat di sisi kanan dan kiri ranjang menggunakan tali berwarna merah. Mengenakan pakaian rumah sakit bergari-garis yang lusuh seperti sudah lama tidak mandi. Dia tidur seolah itu yang bisa menenangkannya.

Ada apa dengan gadis itu? Kenapa dia diikat? Kyuhyun merangkak di lantai menghampiri ranjang itu. Susah payah dia berdiri. Memastikan lagi jika apa yang dilihatnya salah. Sedetik dia melihat wajah itu, dadanya berdebar. Otot-otot lututnya lemas siap ambruk lagi.

Jun Seo Eun. Itu benar-benar dia. Bulir air mata menetes di sudut matanya. Kyuhyun mengusapnya kasar. Tangannya meraih puncak kepala Seo Eun, mengusapnya.

Gadis ini nyata. Gadis yang tiga tahun ini dicarinya berada disini. Bukan gadis seorang penari yang dikejarnya beberapa hari ini.

“Jun Seo Eun,” panggilnya lirih. Gadis itu bergerak. Dia tergugah dari tidurnya. Matanya yang lengket dipaksa membuka.

Tatapan sayu, rapuh, tak berdaya, menggetarkan Kyuhyun. Pria itu menggeleng-gelengkan kepala. Kyuhyun bersumpah sangat merindukan tatapan itu.

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun membungkuk, memeluk tubuh Seo Eun dan menangis meraung-raung. Mendekap tubuh lemah yang dulu dia sia-siakan. Tubuh yang dengan tidak manusiawinya diikat di ranjang rumah sakit jiwa.

Seo Eun tidak bergerak membalas pelukannya. Matanya hanya mengarah pada langit-langit kamar yang putih. Memandang kosong. Tidak melakukan apapun. Hatinya sudah dingin tidak bisa merasakan lagi kehangatan pelukan pria itu.

“Trauma. Dia sakit sejak kau meninggalkannya. Dia tidak bisa mengingatmu. Seseorang yang menyebabkan traumanya.”

Kalimat Mina diacuhkan oleh Kyuhyun. Pria itu mengecup kening Seo Eun berulang kali dengan lelehan air mata yang tidak dapat berhenti. Semua ini salahnya. Kyuhyun menangis di leher gadis itu.

Tidak peduli tangisannya membasahi rambut gadis itu. Kyuhyun lemah. Entah harus melakukan apa. Hatinya sakit meski dia tahu tidak ada yang lebih sakit dari apa yang dialami gadis dalam pelukannya.

“Tolong tinggalkan kami berdua.” ucap Kyuhyun setelah berhasil menguasai dirinya. Mina berdecak walaupun dia mengangguk juga. Dia menutup pintu kamar rawat itu dan menunggu di luar.

Tatapannya beralih pada Seo Eun. Gadis itu tidak menatapnya. “Maafkan aku, maafkan aku sayang. Aku sangat menyesal. Kenapa kau menjadi begini? Semua kesalahanku. Aku bersalah. Aku brengsek. Maafkan aku.” Kyuhyun menangis lagi. Tenggorokannya sesak oleh karena air mata yang terus mengalir.

Pertama kalinya dalam seumur hidup Kyuhyun dia menangisi seorang gadis. Tahu jika Seo Eun tidak akan menjawabnya, Kyuhyun meraih pergelangan tangan gadis itu.

Melepaskan semua ikatan tali di tangan dan kakinya. Jejak merah bekas tali yang mengikatnya jelas terlihat. Kyuhyun menciumi satu per satu jejak itu. Berapa lama dia diikat? Tidak sakitkah?

Kyuhyun tidak bisa menghentikan keinginannya untuk memandikan Seo Eun. Gadis itu sangat kumal dan lusuh. Dia menggendong tubuh Seo Eun yang sangat ringan menuju kamar mandi. Mendudukkan gadis itu di dudukan closet dan membuka pakaiannya.

Tiga puluh menit Kyuhyun memandikan Seo Eun sambil menangis. Tatapan gadis itu menerawang kosong. Membiarkan tangan lihai Kyuhyun menggosok tubuhnya, mencuci rambutnya lalu mengganti bajunya dengan baju rumah sakit yang baru.

Selama itu pula Kyuhyun tidak berhenti menatap Seo Eun. Gadis tak berdaya yang kini berada dalam pelukannya. Membiarkan kemejanya basah karena tubuh basah gadis itu. Ingin rasanya Kyuhyun merawat Seo Eun seorang diri. Tidak disini. Di rumah mereka.

“Aku akan melakukan apapun untuk mengembalikanmu. Kumohon, kembali. Meski aku tidak tahu caranya. Bagaimana caranya mengembalikan dirimu seperti sedia kala? Kumohon beritahu aku caranya. Kumohon,” Kyuhyun memeluk Seo Eun lagi.

Menggendong tubuh seringan kapas itu lagi kembali ke ranjangnya. Sekarang Seo Eun terlihat lebih segar dari sebelumnya meski bibirnya sangat pucat. Kyuhyun berpikir dia akan sering-sering berkunjung kemari. Membawakan peralatan make up yang cocok untuk Seo Eun dan beberapa pakaian baru.

Kyuhyun menggosok lembut rambut Seo Eun yang sehabis dicuci menggunakan handuk putih. Mengeringkannya barang sebentar kemudian mengambil sisir yang tergeletak di atas nakas samping ranjang. Dia begitu terampil menyisir rambut Seo Eun.

Tepat saat itu pintu kamar terbuka. Mina tertegun. Melihat pemandangan yang tidak pernah dia prediksikan sebelumnya. “Kau memandikannya?” Pria itu mengangguk. “Kenapa kau memandikannya?”

“Kenapa? Perlu kau tahu Seo Eun masih istri sahku, nona Choi,”

“Baru sekarang kau mengakuinya sebagai istri?”

Diliriknya Mina dengan tatapan tidak suka. “Kalau keberadaanmu untuk memojokkanmu lebih baik kau keluar.”

“Waktu kunjungnya sudah habis.”

“Sebentar lag—”

“Biarkan Jun Seo Eun beristirahat.”

Pria itu membuang napas. Dia memandang Seo Eun yang masih memandang kosong padanya. Perlahan namun pasti Kyuhyun mengecup pelipis gadis itu terus turun melumat bibir pucatnya. Hangat, tidak sedingin yang terlihat dari luar.

“Kyuhyun—” Gerakan bibirnya berhenti. Dia tidak salah dengar, kan? Seo Eun memanggilnya. Begitu Kyuhyun berhadapan lagi dengan gadis itu, Seo Eun tidak lagi melamun. Matanya yang berair memandang lemah Kyuhyun. “Kyuhyun,” panggilnya lalu tiba-tiba mengeratkan pegangannya di lengan pria itu.

“Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun! Jahat! Pergi! Hilang! Benci! Aku sangat benci! Sangat benci! ARRGH!!”

Mina berlari maju, menyingkirkan Kyuhyun dari hadapan Seo Eun. Pria itu membeku. Seo Eun yang tiba-tiba tersadar, kalap, meraung dan memberontak dari dekapan Mina. Tak berapa lama dua perawat wanita datang dan membantu Mina memegangi Seo Eun yang sekarang menjerit-jerit tidak jelas.

Kyuhyun melihatnya. Bagaimana perawat itu menyuntikkan seperti obat penenang di lipatan dalam siku Seo Eun karena setelahnya gadis itu sudah tidak memberontak lagi. Perawat yang lain mengikat tangan dan kaki Seo Eun seperti semula dengan tali merah. Mina masih memeluk tubuh lemah itu erat.

“Siapa yang mengijinkan anda melepaskan talinya? Nona Jun sangat berbahaya jika dilepas.” ujar salah seorang perawat itu pada Mina.

“Maafkan kami,” balas Mina lunglai. Hatinya sakit melihat Seo Eun kumat. Dan dia lebih dari tahu jika keadaan Seo Eun semakin memburuk belakangan ini. Bahkan dia pernah kabur dan membuat keributan sebelum tangan dan kakinya diikat.

“Tolong, silahkan anda berdua keluar. Biar kami yang mengurus nona Jun.”

Dengan tidak rela Mina melepas pelukannya. Seo Eun sudah memejamkan matanya. Sekarang gadis itu lebih tenang. Mina menarik lengan Kyuhyun yang masih mematung di dekat kaki ranjang keluar.

“Kenapa Seo Eun? Ada apa dengannya? Dia tidak mungkin gila, kan?”

“Dia memang gila. Setengah tidak waras nyaris hilang akal.”

Punggung Kyuhyun menghantam dinding, merosot ke lantai. Pria itu memeluk lututnya sendiri dengan lengannya. Tangisnya pecah lagi.

Dia tidak tahu harus berkomentar apa. Pertama kalinya mereka bertemu setelah sekian tahun tidak bertemu, inikah yang terjadi?

Seo Eun yang hilang kendali dan berteriak-teriak seperti orang kerasukan. Gadis itu jelas membencinya. Bahkan walaupun dia tidak benar-benar sadar siapa dirinya, gadis itu membencinya. Tepat seperti dugaannya.

“Beberapa minggu lalu dia kabur dan hampir mencekik salah satu pasien disini. Maka dari itulah dia harus diikat. Dia tidak dapat disembuhkan. Selamanya dia akan terus seperti itu. Tinggal di sel rumah sakit jiwa.”

“Aku ingin membawanya pulang.”

“Kau gila, Kyuhyun-ssi.” desis Mina.

“Andai dia tidak bertemu denganmu, mungkin dia bisa menjalani kehidupan normal. Bukan sebagai orang gila. Entah bagaimana caramu menebus kesalahanmu. Aku sudah mempertemukanmu dengan Jun Seo Eun maka tidak ada alasan lain bagimu untuk mendekati Anna lagi. Tinggalkan Anna.”

Benar.

Selama dia berada di dalam sana, tidak ada yang dipikirkannya lagi selain Jun Seo Eun. Menyesali kesalahannya yang berakibat fatal pada kebahagiaan seorang gadis. Bahasan tentang Anna pun tidak lagi menjadi pusatnya.

Memikirkan kesakitan yang harus diderita Seo Eun karena perbuatannya saja sudah cukup memenuhi kepalanya.

Apa yang bisa dia lakukan? Dia tidak mungkin mengembalikan psikis Seo Eun seperti semula. Keadaannya tidak memungkinkan. Tidak ada harapan. Tidak ada jalan keluar.

.

.

.

“Kau meneleponku hanya untuk menontonmu minum alkohol?”

Park Leeteuk menghembuskan napas panjang. Lelah menasehati orang sekeras kepala Kyuhyun. Pria itu hendak menuangkan wine lagi ke dalam gelasnya, tapi langsung dicegah oleh Leeteuk. “Masalah apa lagi ini?”

Bukan masalah apa lagi melainkan masalah besar apa lagi. Rasa gelisah menghampiri Kyuhyun. Sejak dia menemui Jun Seo Eun di rumah sakit, dia diserang kebimbangan akut.

Ada pertanyaan besar di kepalanya. Siapa yang dia cintai?

Melihat Seo Eun terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit, mengingatkannya pada kesalahannya dulu pada gadis itu. Menyesal kenapa dulu dia mengabaikan gadis itu sehingga dia harus berakhir seperti itu.

Dia mencintai Seo Eun. Pernikahan karena perjodohan yang mereka jalani mengubah perasaan Kyuhyun perlahan. Tapi dia terlalu gengsi mengakuinya.

Tapi.

Lima hari tidak bertemu dengan Anna, gadis yang berwajah mirip dengan Seo Eun, dunianya porak-poranda. Sesuatu telah hilang hanya karena tidak melihat wajah itu, atau sikap perlawanan yang terang-terangan ditunjukkan Anna?

Membingungkan.

Kyuhyun menyukai gadis berwajah Jun Seo Eun, tapi dia menyukai gadis berkepribadian Anna Park. Apa yang salah dengan semua ini? Kenapa bisa ada dua orang yang sangat identik seperti buah pinang dibelah dua?

“Hyung, apa di dunia bisa ada dua orang yang memiliki wajah sangat mirip tapi kepribadiannya berbeda jauh?”

“Hmm, mungkin. Ada apa? Kau menemukan orang yang demikian?”

Kyuhyun terkekeh. Sepertinya efek alkohol mulai bekerja. Antara otak dan mulutnya hampir tidak sinkron lagi. “Menurutmu lebih baik mana, Jun Seo Eun atau Anna Park? Satunya gila, satunya lagi dingin.”

Kening Leeteuk refleks mengernyit. Siapa itu? Dia baru mendengar dua nama itu. Dan apa hubungannya dengan Kyuhyun? “Aku tidak bisa berkomentar apapun karena, well, aku tidak pernah bertemu mereka. Siapa mereka?”

“Istriku dan seseorang yang mirip dengan istriku.” Kyuhyun tertawa. Dia menenggak wine-nya tanpa sempat dicegah Leeteuk.

“Bukannya istrimu Kim Na Yeon? Dan bukannya kalian sudah bercerai belum lama ini?”

“Aku membicarakan Jun Seo Eun, hyung,”

“Aish, kau membuatku bingung. Jadi istrimu yang sebenarnya siapa? Kim Na Yeon atau Jun Seo Eun? Lalu siapa lagi Anna Park? Oh, apa aku bujang tua satu-satunya disini? Kenapa kau memiliki banyak sekali wanita? Tidak bisa ya, hanya satu saja?”

Leeteuk kesal juga akhirnya. Dia sahabat sekaligus dokter yang menangani Kyuhyun. Akan tetapi dia tidak tahu sama sekali tentang kehidupan Kyuhyun.

“Hidup ini memang dibuat membingungkan hyung. Rasanya aku hampir gila seperti istriku!” Kyuhyun meletakkan beberapa lembar ratusan ribu won di atas meja bar. Kemudian bangkit dari sofa nyamannya.

“Yak! Kau mau kemana?” Kyuhyun melambaikan tangannya sekilas sambil berlalu pergi.

Jengkel sekali rasanya Kyuhyun meneleponnya, menyuruhnya datang ke bar, hanya untuk ini menumbuhkan seribu pertanyaan di kepalanya? Huh, sial sekali. Mengurus satu pasien susahnya minta ampun.

Kyuhyun mengendarai mobilnya di jalanan Seoul yang sangat lengang selarut ini. Dan entah bagaimana bisa dia berdiri disini, di depan apartemen gadis yang lima hari ini dia rindukan. Benarkah? Kyuhyun merogoh saku jaketnya, mengambil ponselnya.

Teleponnya tersambung. “Bisa kau keluar sekarang?” pintanya dengan suara serak.

.

.

.

Anna berkacak pinggang. “Bisakah kau tidak usah datang-datang lagi? Yak! Yak!”

Padahal pria itu belum bicara apapun, tiba-tiba tubuhnya ambruk di depan apartemennya. Tadi Anna mendapat telepon dari nomor tidak dikenal yang menyuruhnya keluar. Dari suaranya sepertinya dia kenal.

Ternyata benar memang pria itu pelakunya. Entah bagaimana bisa pria itu mendapat nomor teleponnya.

Anna menangkap tubuh super berat itu dalam dekapannya. Celingukan mencari pertolongan. Tapi, hey, ini hampir jam sebelas malam! Siapa juga yang mau berkeliaran jam segini? Beberapa hari pria ini tidak muncul di hidupnya, sekarang dia datang dan pingsan di depannya.

Tidak masuk akal, bukan?

Membiarkan Kyuhyun pingsan di depan apartemennya bukan ide yang bagus. Tapi apa kata tetangganya nanti? Pasti mereka berpikir macam-macam. Mana Mina belum pulang. Changmin juga sudah berangkat lagi ke luar negeri melanjutkan filmnya.

Cih, lagi-lagi dia sendirian. Anna mendengus. Ditariknya tubuh Kyuhyun lalu dibantingnya di atas sofa. Bau alkohol menyergap indera penciumannya.

“Bagus. Mabuk dan pingsan. Dua hal merepotkan dalam semalam, Tuan Pengacau.” Anna berkacak pinggang. Bingung harus berbuat apa. Pria itu bergerak gelisah dalam tidurnya. Seperti mengalami mimpi yang buruk sampai-sampai wajahnya berkeringat.

Dirabanya kening pria itu. Anna tertegun. “Panas sekali?”

Mencoba peruntungannya, Anna berlari ke kamar Mina, mengobrak-abrik isi kamar temannya itu mencari kotak obat. Nah, ketemu. Setelah mendapatkan yang dia inginkan, Anna kembali ke ruang tengah.

Dimasukkannya termometer itu ke lubang telinga Kyuhyun. Menunggu beberapa saat sebelum alat itu berbunyi. “39?!”

Anna bergegas melepas jaket, sepatu dan kaos kaki pria itu kemudian berlari ke dapur, mengambil baskom dan diisi dengan air hangat. Dengan hati-hati dia mengompres kening Kyuhyun dengan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat.

Anna merasa sial bertemu Kyuhyun lagi. Padahal beberapa hari ini hidupnya sudah tenang dan dia bisa menjalani hari-harinya seperti biasa. Tidak tahunya sekarang malah kedatangan tamu tidak diundang. Lagi.

Sejujurnya Anna juga malas mengurus orang yang menurutnya masih sangat asing baginya. Tapi dia juga tidak akan tega menelantarkan orang sakit, mabuk, pingsan pula.

Kyuhyun bergerak dalam tidurnya. Bergumam tidak jelas. “Seo Eun,” panggilnya lalu menggenggam tangan Anna sangat erat.

Tangan berkeringat itu menggenggam erat tangan Anna, menariknya mendekat. Kyuhyun mengigau lagi. Memanggil nama yang sama berulang kali.

Seo Eun? Siapa itu?

Apartemen terbuka. Anna menoleh. Jaket di tangan Changmin langsung jatuh di lantai begitu matanya menangkap sosok yang ingin dia lenyapkan dari dunia ini berada di dalam apartemennya.

“Anna! Kenapa kau membiarkan orang itu—astaga! Kau tidak mendengarkanku tentang menjauhinya!”

Bentakan lagi. Pria itu melangkah cepat, menarik lengan Anna sampai terlepas dari genggaman Kyuhyun.

“Dia tiba-tiba pingsan di depan apartemen. Dia sakit, aku tidak mungkin mengabaikannya.” Anna mencoba membela diri. Pasalnya dia tidak mau kena marah lagi sedangkan baru minggu lalu dia dibentak dan diceramahi ini-itu soal menjauh dari Kyuhyun oleh Changmin.

“Aku tidak peduli! Kau pikir kau pelayannya yang harus merawatnya?”

Changmin merangsek maju. Menarik pundak Kyuhyun di tengah ketidaksadaran pria itu. Handuk kecil yang menempel di keningnya jatuh ke sofa. Kyuhyun yang merasa terusik tidurnya memaksa membuka matanya.

“Keluar dari apartemenku!” Changmin menyeret tubuh lemas Kyuhyun sementara Anna dengan paniknya mengekor di belakang.

“Changmin, dia sedang sakit. Jangan kejam, biarkan aku obati dulu Kyuhyun—”

“Lalu apa yang orang ini lakukan padamu tidak kejam, huh?!” bentak Changmin lagi. Dilepaskannya Kyuhyun dari cengkeramannya. Tangannya mengepal di samping tubuhnya. “Oke! Sekarang kau pilih orang ini keluar dari apartemen atau aku yang keluar?”

“Changmin—” Anna menggigit bibirnya. “Ini bukan soal memilih siapa di atas siapa, tapi…” Anna kebingungan mencari kata-kata yang tepat agar tidak menyakiti perasaan Changmin. Tapi sungguh, otaknya buntu! “Ini hanya persoalan menolong seseorang yang sakit, tidak lebih,”

“Nah! Kau sudah memilih. Aku yang keluar! Silahkan kau urus pria brengsek ini dan silahkan berkhianat pada janjimu sendiri!”

Hanya berkata begitu, Changmin memungut jaketnya yang tadi dia jatuhkan dan berlalu pergi sambil membanting pintu. Anna menghela napas. Pandangannya mengarah pada Kyuhyun yang tergeletak di lantai dan merintih.

Anna berdecak. Oke, biarkan Changmin pergi dan amarahnya menguap. Sekarang dia harus menolong orang yang sedang sakit. Anna memapah Kyuhyun kembali berbaring di sofa. Meletakkan kembali handuk kecil itu di atas kening Kyuhyun. Menarik selimut miliknya menutupi tubuh pria itu sampai dagunya.

Tangannya terulur menyingkirkan poni pria itu lalu mengusapnya perlahan. Dia merasa deja vu. Ada seseorang dari masa lalunya yang pernah dia jaga seperti ini. Ketika orang itu sedang sakit, dialah yang merawatnya.

“Benarkah kau menyesal?”

“Menyesal apa?”

Anna terkesiap. Kyuhyun terjaga. Tuhan, apa dia mendengarku?

.

.

.

To Be Continue

 

Advertisements

37 thoughts on “Where? Chapter 3 (Sequel of Why?)

  1. syalala says:

    wah???? jd seoun??? ah kepo mana seoun yg asli??? aku mikirnya seoun asli itu ya jelas anna, nah seoun yg gila itu orang lain? jd aja seoun tetep ada 2 wakakaka apasih jd gemes sendiri. btw itu yg bilang menyesal itu endingnya gimana.. ehya aku bingung kok jungsu ga kenal anna park kan dia pasiennya juga hahaha lanjuuuuttt

    Liked by 1 person

  2. Hyun says:

    nah loh, jadi sebenarnya, sesungguhnya, yang paling paling jujur bener dan bersungguh sungguh menawarkan kebenaran atas seseorang yg memerankan peran istri kyuhyun dulu itu siapa?
    jun seo eun nya tau Kyuhyun dan bilang dia butuh gyu hilang dr hidupnya, tapi disisi lain Anna ngrasa de javu…
    bolehkah saya bingung dan meminta kejelasan? kkk~

    Liked by 1 person

  3. Vikyu says:

    Banyak teka teki di ff ini
    Yg mana yg sebenarnya istri kyuhyun? Si dingin atau wanita yg kena gangguan jiwa ?
    Dan yg mana yg dicintai kyu? Smoga seo eun bisa sembuh ya , ga ada yg ga bisa sembuh jika seo eun mau heheh
    Aku sukak banget sama ff ini kak kok keren banget banyak yg harus difikirkan
    Jangan sampai kalau kyu suka anna dan seo eun sembuh dia tersakiti lagi , kasihan kali hidup seo eun , dan anna dimana suaminya dan apa yg terjadi sama dia ? Next fighting kak 😀😀

    Liked by 1 person

  4. Hana Choi says:

    Sumpah aku bingung banget, istri kyuhyun yg bener itu siapa? Aku kira Anna bener” jun seo eun tapi ternyata beda tapi kenapa masa lalu Anna hampir sama kaya jun seo eun dulu. Tapi lagi” itu ga masuk di akal karena kyuhyun bener” udh ketemu sama seo eun yg asli. Nah Anna park ini siapa? ya ampun aku pusing, apa ini semua rencana changmin sama mina?
    Di tunggu next partnya eonni

    Liked by 2 people

  5. Chan Yeon says:

    Hm banyak teka teki.
    Sungguh aku bingung siapa istrinya Kyu sebenarnya (?)
    Anna yang dingin atau Seo Eun yang gila (?)
    Astaga benar2 membingungkan. Ahh..oke dah di tungguh kejutan next partnya hihihi

    Liked by 1 person

  6. lyeoja says:

    Luna bikin pusing…. ehhhh

    Yg bener yg mana sihh..?
    Yg dirumah sakit apa anna…?
    Apa ke2nya adalah org yg sama…???
    Aduhhh spekulasi berkeliarannn… kepala udh becabang2 ini,,,

    Ditunggu aja next partnya lun…

    Fighting…!!!

    Liked by 1 person

  7. LeeAhn says:

    Aku kok jadi bingung?? Mereka kembar?? Tp anna bisa jadi so eun juga….
    Tp itu seo eun nya juga ada….
    Trus td changmin bilang apa yg orang ini telah lakukan tdk lbh kejam….
    Penasaran ini cepet d lanjut kak…

    Liked by 1 person

  8. phoenixakeynes says:

    Bacanya ngebut, gilaa beneran gila kalo jadi seo eun kalo gak malah milih bunuh diri. Di buang dah macem sampah, di perkosa, di tinggal nikah lagi pun..

    Tapi masih gak bingung kenapa ada yg mirip sama seo eun trus si anna lupa ingatan. Gw malah mikir awalnya anna iti seo eun. Tapi tenyata salah. seo eun yg asli ada tapi gilaa.

    Dan kyuhyun dia gak termaafkan. Apalagi ini dia udh mulai main gila lagi, udah tau istrinya masih idup tapi masih ( nerusin) ngejar Anna!

    Atau sebenrnya seo Eun gak gila? Seo eun tetap 1?

    Sumpah penasaraan. Pengen kyuhyun kena karma

    Liked by 1 person

  9. hanhanna says:

    Jadi makin penasaran antara Anna sama jun seo eun? Changmin lagi, ada apa dengan dia? Baca dari awal masalahnya kaya berputar dari poros yg sama, aku kira Anna sm seo eun itu orang yg sama… Kyuhyun, masa mau jadi pria berengsek berkali2 yg menelantarkan istrinya? Dia itu menyukai sosok yg sama dengan org yg berbeda…

    Liked by 1 person

  10. ammy5217 says:

    Anna dan so eun orang yg berbeda???
    Masih membingungkan….lalu siapa sebenarnya anna? Sangat kasian dengan nasib so eun jika memang tidak bisa di sembuhkan…dan kyu yg tidak jelas siapa yg di cintai anna atau so eun?

    Liked by 1 person

  11. yuliantif0488 says:

    Jadi bingung, istri kyu yang benar yang mana ya….
    Apa anna memang bukan lah seo eun yang hilang ingatan????
    Atau anna sebenarnya memang seo eun dan yang di rumah sakit itulah justru yang kembaran nya seo eun??? Jadi bingung

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s