FLIRTING [Oneshoot]

FLIRTING
by Luna

Genre:
NC, Married-life, Romance, Oneshoot

Main Cast:
Kim Saena | Cho Kyuhyun

Cuap-cuap Author:
P.OS.T
P for POST
OS for ANOTHER STORY
T for TODAY

*Mian, ada yang rindu aku?#plak*
Happy reading^^

Warning! Typo dimana-dimana!
—oo0000oo—

Kalau neraka ada dua, Saena yakin rumah ini adalah neraka kedua baginya.

Bagaimana tidak?

Tinggal satu atap dengan orang yang memiliki temperamen buruk. Keras kepala, egois, menyebalkan, cerewet, tukang suruh, dan sederet predikat yang melekat padanya. Dia bahkan tidak bisa disebut sebagai nyonya muda. Mungkin panggilan pelayan lebih cocok untuknya.

Bayangkan saja, dia harus bangun jam 5 pagi. Menyiapkan segala keperluan “pria itu”—seperti Voldemort yang tak boleh disebut namanya.

Pakaian, membuatkan sarapan, mencuci baju (pria itu bilang semakin pagi dia mencuci maka semakin cepat baju itu dijemur dan cepat kering), lalu membangunkannya jam enam karena dia harus berolahraga sebelum berangkat ke kantor.

Sementara pria itu menganggurkan puluhan pelayannya—yang Saena yakin seratus persen pelayan-pelayan itu suka rela melayaninya berjam-jam—dan membiarkan mereka memakan gaji buta, Saena harus bekerja ekstra.

Huh.

Pria itu membuatnya sibuk sampai lupa merawat diri. Lihatlah, mungkin jika Saena meminjam seragam pelayan, orang lain tidak akan sadar dia adalah Kim Saena. Tubuh cantiknya pun sekarang tertelan setelan kaos longgar dan celana training kadal.

“Hmm, berat badanku bahkan turun drastis.” Saena turun dari timbangan kemudian mematut bayangannya di cermin.

“Kurus sekali aku. Sangat jelek.” Kaosnya diangkat tepat dibawah dada, memperjelas kekurusannya.

Rumah sedang sepi dan pekerjaan rumah sudah selesai sejak dua jam lalu. Oh, betapa setelah dia menikah sisi wanitanya menjadi terasah. Jelas saja, si pria dingin itu tidak pernah membiarkannya tidur siang justru menyuruhnya mengurus rumah.

“Bahkan pipiku jadi sangat tirus.”

Saena berdecak kesal.

Dia jadi ingat, seringnya dia tinggal di rumah—oke, ini karena dia tidak kunjung berhasil mengajak pria itu bercinta sesuai taruhan mereka—dia tidak bisa bersenang-senang dengan teman-temannya.

Dia rindu menghabiskan uang dengan berbelanja baju-baju keluaran terbaru, membuat rivalnya di kampus—Go Ah Ra, menggigit jari karena iri—atau ke salon dan spa menikmati pijatan-pijatan aromaterapi.

“Apa aku perlu minta libur padanya saja? Aish, ngomong-ngomong soal libur kenapa aku jadi terdengar seperti karyawan?”

“Memang kau mau kemana?”

Suara berat itu jelas mengejutkan Saena. Sejak kapan pria itu masuk ke kamarnya? Bukankah sekarang masih jam dua siang? Tidak biasanya dia pulang secepat ini.

Pria itu berdiri tak jauh di belakangnya. Menatapnya lewat cermin yang digunakan Saena. Sehingga sekarang mereka saling memandang melalui cermin.

Saena berbalik dan errr, sungguh penampilannya saat ini sangat menggoda. Rambut acak-acakan, kemeja garis biru-putih yang sengaja dikeluarkan, dasi yang sudah ditanggalkan dan dua kancing teratas kemeja yang terbuka.

Sebelah tangannya dimasukkan ke saku celananya. Sementara lengan lainnya digunakan untuk memegang jasnya. Tubuhnya bersandar di ambang pintu. Pemandangan indah yang menyilaukan mata.

“Tidak, tidak kemana-mana,” jawab Saena sekenanya setelah berhasil menguasai diri.

Pria itu mengernyit. Dia tidak salah dengar kan kalau gadis itu meminta libur? Dia memperhatikan tubuh Saena dari atas sampai bawah. Matanya berhenti tepat pada perut datar gadis itu yang tidak tertutupi kaos. Dia menelan ludah.

Tiba-tiba smirk usil mencuat di sudut bibirnya. Sepertinya menggoda istri sahnya tidak salah. Dia berjalan menghampiri Saena yang sedang menatapnya, hmm, polos?

Pria itu menggigit bibir dalamnya, menahan kekehan gemasnya. “Sungguh? Sepertinya aku mendengar sesuatu yang lain disini,”

Saena tidak mengerti kenapa pria itu berdiri dekat dengannya. Tidak, sangat dekat.

Saena menggaruk lehernya gugup. Sedangkan dia masih setia terpesona oleh pria itu. Terutama mata itu. Mata cokelat yang menyedotnya ke dalamnya, berputar-putar di tengah pusaran.

Tangan pria itu terulur mencapai perutnya yang dalam sekejap menegang. Berputar-putar disana. Isi perutnya terasa diaduk-aduk. Saena mengaduh dalam hati.

“Bernapas, Saena.”

Saena membuang napas. Apa dia barusan menahan napas karena pria itu? Dia tidak sadar kapan dia mulai menahan napas dan mempermalukan dirinya di depan pria itu.

Pria itu terkikik geli.

Saena adalah tipe gadis yang gampang digoda. Lihatlah, betapa pipinya itu sangat mudah merona. Saena buru-buru menyingkirkan tangan kekar itu dari perutnya dan langsung menurunkan kaosnya yang tadi terangkat.

“Kenapa kau berkaca sambil menunjukkan perutmu? Oh, apa sudah tumbuh bayi disana? Apa perutmu membesar?”

“Tidak lucu!” Saena cemberut dan mundur selangkah. Memberi mereka jarak satu lengan.

Dari mana datangnya pikiran bahwa sudah ada bayi di dalam perutnya? Pria ini bahkan melewatkan malam pertama mereka dua bulan lalu dan hanya sekali menciumnya di bibir. Sekali di hari itu.

Astaga, Saena! Apa barusan kau menginginkan sejenis kegiatan rutin yang biasanya dilakukan oleh pasangan muda?

“Kita bisa membuatnya,”

Pria itu memeluk pinggang Saena dan mendekatkan wajah mereka. Menyatukan kening mereka. Matanya mengarah pada bibir ranum milik Saena.

Bibir pintar yang selalu mendebatnya dalam segala hal tapi selalu terkunci rapat ketika mereka sedang berduaan.

“Apa bibir ini tercipta hanya untuk mendebatku?”Pria itu menyentuh bibir bawah Saena yang bergetar.

Bagaimana rasanya bibir ini? Dua bulan otaknya bekerja keras memikirkan cara agar tidak menyentuh bibir Saena karena dia tahu gadis itu tidak akan menyukainya.

Pernikahan mereka karena perasaan sepihak. Dia yang memaksa menikahi gadis ini. Gadis belianya yang sudah diidamkannya sejak dulu. Saena tidak tahu. Dia sengaja merahasiakannya.

Gadis itu hanya tahu jika orang tuanya kejam menikahkan anak gadis usia sembilan belas tahun yang bahkan baru satu tahun menjalani studi strata satunya dengan pria yang berusia tujuh tahun di atasnya.

Dia melihat sendiri bagaimana Saena menangis meraung-raung di depan orang tuanya meminta mereka agar menggagalkan pernikahannya.

Berkat mulut pintarnya, membujuk orang tua gadis itu, menawarkan cinta kehidupan paling layak yang bisa didapatkan Saena, mereka setuju. Tidak ada alasan menolak lamaran seorang pengusaha muda sukses CHO KYUHYUN.

“A-apa yang kau lakukan ahjussi?”

Kyuhyun tertawa. Dia gemas sekali ingin menggigit lidah Saena yang pintar sekali mengatainya ‘ahjussi’. Setua itukah dia? Bahkan wanita yang lebih tua darinya banyak yang datang menggodanya dan memanggilnya ‘baby’. Dan gadis ini, berani sekali memanggilnya ahjussi.

“Iya, sayang? Aku hanya memeluk istriku, tidak boleh?”

Saena mengalihkan pandangannya ke tempat lain. “Aku, hmm, belum mencabut rumput! Yah, benar! Aku harus mencabut rumput!”

“Eits,” Kyuhyun mencegah gadis itu lepas dari tangannya. Menahan tubuh Saena tetap berhadapan dengannya. “Kau tidak penasaran kenapa aku pulang lebih cepat?”

“Tidak!”

“Lihat suamimu sayang, kalau sedang berbicara dengannya.” Kyuhyun memegang dagu Saena, menariknya paksa mendongak.

Saena cemberut. Dia bersumpah ingin menendang selangkangan Kyuhyun jika pria itu berani macam-macam padanya. “Benar tidak penasaran?”

“Memangnya apa?” tanyanya malas sambil memutar bola mata.

“Tiba-tiba aku merindukan istri mungilku dan aku memutuskan untuk pulang menyapanya.”

“Oh? Ahjussi sudah menyapanya sekarang. Jadi lebih baik ahjussi lepaskan aku dan kembalilah bekerja—Auuw!” Kyuhyun mencubit hidung Saena. Pria itu gemas sekali. Kenapa Saena berkutat melawannya?

“Sakit!”

“Sopanlah sedikit pada suamimu. Aku lebih tua darimu, sayang. Jangan bertutur kata tidak sopan.”

“Benar, kau lebih tua dariku. Maka dari itu aku memanggilmu ahjussi. Lepaskan aku!” Saena memberontak lagi. Dia tidak suka dekat-dekat dengan Kyuhyun.

Efek pria itu kurang baik untuk jantungnya. Dia bisa terkena serangan jantung karena terlalu lama berada di dekatnya. Kyuhyun terlalu mempesona untuk diabaikan sekaligus terlalu menyebalkan untuk dihiraukan.

Kyuhyun tidak mau melepaskan Saena. Dia malah menarik tubuh gadis itu semakin rapat padanya. Dan merasa mungkin ini waktu yang tepat untuk membungkam bibir mungil itu—akhirnya dia mencicipinya lagi hari ini!

Sedetik kemudian bibir mereka menempel. Namun yang dilakukan Kyuhyun selanjutnya benar-benar membuat kepala Saena pusing. Kyuhyun menekan bibirnya lebih dalam, menggerakkan bibirnya cepat, melumat bibir Saena yang kaku menerima ciumannya.

Tidak kehabisan akal, Kyuhyun mendorong Saena merapat di dinding. Mengangkat tubuh Saena yang sangat ringan sehingga posisi gadis itu lebih tinggi darinya.

Kyuhyun jadi berpikir sepertinya dia memang harus menanam benihnya segera dan membuat badan Saena lebih berisi.

Dia tidak mau mertuanya berpikir jika dirinya tidak memberi asupan makanan yang cukup untuk putri mereka.

Saena tidak ada pilihan selain memeluk leher Kyuhyun dan melingkarkan kakinya di sekitar pinggang pria itu. Ciuman bibir kedua! Dan terjadi sangat panas!

“Kau membuatku hilang kendali, sayang,” Kyuhyun berbicara dengan bibir mereka yang masih menempel dan napas mereka yang tak karuan sehabis berciuman.

“Aku sangat-sangat ingin menikmati rasanya di dalam dirimu. Tapi aku ingat tentang taruhan kita. Harus dirimu yang menyerah padaku.” Kyuhyun mengecup bibir Saena.

“Bercinta,” Kyuhyun mencubit pinggang Saena. “Panas,” Saena memejamkan matanya erat-erat saat Kyuhyun mengusap perutnya tanpa penghalang. “Tanpa henti.” Saena terkesiap saat tangan Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah memutar ke belakang tubuhnya dan meremas pantatnya.

“Tanganmu, ahjussi!” sergah Saena. Saena memberontak turun kemudian mendorong dada pria itu.

Tawa Kyuhyun refleks meledak.

“Kenapa, sayang? Tanganku tidak punya salah apapun!”

“Dasar mesum! Kau barusan bertindak asusila padaku!”

“Apanya? Mana ada suami yang bertindak asusila pada istrinya sendiri?” Kyuhyun melanjutkan tawanya.

Sebelum suaranya teredam karena masuk ke dalam kamar mandi, Kyuhyun meracau, “Lagipula tubuh setipis tripleks begitu apa menariknya? Gadis kecil!” Pria itu mengacak-acak rambut Saena sambil mempertahankan tawanya yang terbahak-bahak.

Saena berdecak kesal dan marah karena Kyuhyun mengejeknya tubuhnya. Sialan, padahal banyak pria di luar sana yang berharap bisa menyentuhnya.

Sialan, kau, ahjussi! Awas saja! Akan kubuktikan nanti betapa seorang Saena bisa menjadi sangat bar-bar di atas ranjang. Saena menendang dinding di depannya dan bodohnya dia langsung mengaduh kesakitan!

.

.

.

#Flashback ON

“Yak! Kenapa kau berjongkok disitu? Menghitung cicak?”

Kyuhyun berdecak keras-keras. Tubuhnya yang tinggi menjulang di hadapan Saena sembari berkacak pinggang. “Siapa yang kau bilang ‘kau’ Cho Saena? Dan siapa yang membolehkanmu membentakku?”

“Tidak ada, ahjussi,” Saena menjulurkan lidahnya meledek. “Ibu menunggumu di ruang tengah. Kenapa kau malah berjongkok-jongkok tidak jelas?”

Ah, Kyuhyun lupa. Mereka tidak berdua saja di rumah. Ibunya barusan datang dan sedengarnya Ibu mau tinggal di rumah mereka beberapa hari ke depan. Itu artinya gadis ini, Kim Saena, istri sahnya, akan menggunakan setiap kesempatan untuk melawannya. Karena mereka tidak berdua.

“Aku menjatuhkan sayuran yang kau biarkan di atas sini tadi.”

Saena mendelik. Matanya mengarah pada sayuran yang berserakan di lantai dapur. “Sayuranku!”

Saena merangsek maju, berjongkok di lantai dan memunguti satu per satu sayuran yang sudah dipotongnya dan siap masak untuk makan malam. Sial. Dia kan tidak bisa memasak. Butuh dua jam menyiapkan semua ini dan sekarang jadi sia-sia karena ulah ahjussi tengik itu!

“Lagipula kenapa memasak sayuran? Aku tidak suka sayur!”

Haha! Biar tahu rasa gadis itu! Seenaknya saja masak sayuran untuk makan malam. Kyuhyun memang sengaja menjatuhkannya supaya Saena memilih menu lain.

“Ibu sangat suka sayuran sehat, asal kau tahu!”

Seusai memasukkan sayuran-sayuran itu kembali ke baskom kecil, Saena mengangkatnya hendak dicucinya lagi. “Yak! Mau kau apakan sayuran itu?”

“Dicuci lagi,” jawab Saena. “Sayang kan kalau dibuang.”

“Tidak! Tidak! Nanti kalau aku sakit perut bagaimana?”

“Kan sudah kucuci sampai bersih!”

“Tadi ada kuinjak pakai sandal! Ih! Kau mau menyajikan makanan bekas injak pada Ibu?”

Saena menolehkan kepalanya cepat. Melotot tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun. Tega sekali pria itu! “Tapi aku tidak bisa memasak selain ini!”

“Kau kan perempuan! Memasak saja tidak bisa?”

“Yak! Memang kau sendiri bagaimana? Ahjussi tua yang kerjaannya hanya menyuruhku ini-itu!”

“Aku kan suamimu!”

“Cih, mengatasnamakan suami untuk membela diri?”

“Cho Saena, jangan membantahku terus dan buatkan masakan yang lain! Aku mau menemui Ibu!”

Kyuhyun melengos di depannya. Dan ingin rasanya Saena melempar kepala besar pria itu dengan sandal rumahnya. Walaupun Saena tidak benar-benar melakukannya, dia berjanji akan melakukan yang lain untuk membalas pak tua itu.

“Lalu bagaimana ini?” Saena terpaksa membuang sayuran itu ke tong sampah. Kemudian dia ingat. Kenapa tidak dari tadi saja dia delivery makanan?

Saena segera merogoh saku jeans-nya, mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor jasa pesan antar makanan. Memesan beberapa menu yang tidak ada jenis sayuran.

Tiga puluh menit kemudian makanan itu sudah datang. Tentu saja Saena menyuruh tukang antar memberikannya lewat pintu belakang agar tidak ketahuan Kyuhyun.

.

.

.

“Wah, masakannya enak-enak. Kau yang memasaknya sendiri, Saena?” Saena patut berbangga diri. Dia menyunggingkan senyum lebar-lebar. Terutama di depan Kyuhyun. Pria itu sedang mencibirnya kecut.

Makan malam hari pertama mertuanya di rumah, berhasil. Saena menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size di kamar Kyuhyun.

Well, tidak mungkin kan, mereka terang-terangan menunjukkan pada Ibu Kyuhyun jika mereka pisah kamar?

Kyuhyun baru saja menyelesaikan mandinya. Dia keluar hanya menggunakan selembar handuk yang melilit sebatas pinggang.

Melihat Saena yang senyum-senyum sendiri di atas ranjang, membuatnya berpikir ingin menjahili gadis itu.

“Yak!”

Saena menyingkirkan handuk yang dilemparkan padanya. Dia tahu siapa pelakunya. Siapa lagi jika bukan ahjussi tua itu. Dan Saena menyesal telah melempar handuk yang menghalangi pandangannya karena hal itu justru membuatnya mendapat tontonan gratis pria tanpa sehelai benang pun berdiri di dekat kaki ranjang!

Matanya membulat sempurna. Hanya beberapa detik. Sungguh, Saena tidak melihat apapun! Selain… selain, benda panjang yang menggantung di selangkangan pria itu.

Yaish! Saena buru-buru mengambil bantal dan menutup mukanya yang pasti merah padam. Memejamkan matanya erat-erat.

Bantal yang dipeluknya erat, tiba-tiba dibuang entah kemana dan pria itu sudah duduk di atas tubuhnya!

Oh, untung saja Kyuhyun mengenakan celana boxernya. Saena jadi tidak perlu menonton tubuh yang sumpah sangat seksi dan panas milik Kyuhyun.

“Turun dari atasku, ahjussi!” titah Saena tidak digubris.

“Kau takut?”

“Apa?”

Kyuhyun menyunggingkan senyum misterinya. Memang apa yang akan pria ini lakukan? Jangan bilang!

“Tepat seperti yang kau pikirkan sayang,” desis Kyuhyun seakan bisa menebak pikiran Saena. Isi kepala gadis itu memang sangat transparan menurutnya. “Aku ingin menagih jatah malam pertama kita.”

Saena dibuat merinding dengan bisikan halus pria itu. “Tidak mau! Aku belum siap!”

“Tidak ada penolakan, sayang. Kewajiban istri adalah melayani suami di dapur dan,” Kyuhyun mengelus rahang Saena. “ranjang.”

“Pokoknya aku tidak mau! A-aku, aku, sedang datang bulan! Kau tidak boleh melakukannya! Benar! Itu tidak boleh!”

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Datang bulan? Apa gadis ini bercanda? Dia tidak melihat sampah bekas pembalut di tong sampah kamar mandi mereka. Dan biasanya kan para gadis suka mengeluh ketika datang bulan. Saena kelihatannya baik-baik saja.

“Kita bisa buktikan setelah ini apa kau benar sedang datang bulan atau tidak.”

“T-tunggu!” Saena mencengkeram lengan Kyuhyun yang hendak membuka kancing celana jeansnya. Dia sudah panas-dingin, gemetaran, tidak tahu bagaimana berbohong lagi dan menolak permintaan pria itu.

“Katamu kau sedang datang bulan kan? Aku cek sendiri, boleh kan?”

“Itu melanggar privasi!”

Kyuhyun tertawa, “Privasi apa? Tubuhmu milikku, nona. Apa yang ada pada dirimu aku harus mengetahuinya.” Tangan Kyuhyun dengan gesitnya membuka kancing celana jeans Saena. Sebelum gadis itu memberontak lagi, Kyuhyun bergegas menarik jeans itu menuruni kaki jenjangnya.

“Yak! Aku tidak bilang iya! Yak!”

Terlambat. Senyum di bibir Kyuhyun semakin merekah. Melihat Saena hanya mengenakan sweater kebesarannya yang menutupi sampai setengah pahanya.

Hei, dia tidak perlu mengancam kan kalau dia bisa melakukan sesukanya?

“Sekarang kita lihat apa kau berbohong padaku atau tidak.”

Saat Kyuhyun hendak menaikkan sweaternya, Saena melonjak duduk setelah mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya dengan sekuat tenaga. Astaga, pria itu sangat berat! Kyuhyun memicingkan matanya. Mencium gelagat aneh.

“Kenapa kau sangat ketakutan? Ada yang kau sembunyikan? Mungkin kau berbohong soal datang bulan?”

Saena menggeleng-geleng kuat. “Aku berbohong! Aku tidak mau melakukannya! Tidak mau!”

Kyuhyun menarik lengan Saena hingga gadis itu terbaring lagi di ranjang, di bawah kuasanya. “Aku benar-benar akan bercinta denganmu sekarang juga kalau berani berbohong lagi padaku. Aku paling tidak suka dibohongi, Cho Saena.”

Saena terdiam. Tatapan Kyuhyun menajam padanya. Di saat itulah Saena sadar kalau tidak seharusnya dia tidak berbohong. Tapi bagaimana lagi? Dia tidak mau dan Kyuhyun memaksanya.

“Apa kau menjadi penurut setelah aku mengancammu?”

Sialan. Kyuhyun mengumpat dalam hati.

Demi tuhan! Ekspresi ketakutan dan polos milik Saena membuat gairahnya meningkat drastis. Semula niatannya hanya menggoda Saena. Tidak ada sentuhan lebih. Tidak ada sebelum gadis itu juga mengatakan jika dia mencintainya.

Saena menggelengkan kepala. Entah kenapa tatapan Kyuhyun sekarang sangat mengintimidasinya. Dia sampai takut dibuatnya.

“Aku tidak mau—” Seolah tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulut gadis itu, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan membungkam bibir Saena dengan bibirnya.

Kyuhyun memperdalam ciumannya, memagut bibir Saena dengan menggebu-gebu dan tiada henti. Saena dibuat kewalahan. Gadis itu memejamkan matanya kuat-kuat. Meremas lengan Kyuhyun seiring kuatnya ciuman diatas mulutnya.

Tangan Kyuhyun bergerak menyentuh paha Saena yang sangat sialan lembut di tangannya. Saena mengerang dan kesempatan itu digunakan Kyuhyun untuk melesakkan lidahnya ke dalam rongga mulut Saena.

Kyuhyun tidak akan berhenti. Dia menopang berat tubuhnya dengan lengannya agar tidak menindih Saena sementara di bawah sana, Kyuhyun sengaja merapatkan pusat tubuh mereka yang masih tertutup kain. Saena menjerit merasakan tubuh bawahnya ditekan benda keras milik Kyuhyun.

Tanpa melepas pagutan mereka, tangan Kyuhyun bergerak naik. Menekan bagian paling privasi yang dimiliki gadis manapun menggunakan jarinya. Saena mengeluh.

Ini pengalaman pertamanya. Dia tidak pernah diperlakukan seintim ini oleh pria. Dia bahkan tidak pernah tahu-menahu soal berhubungan intim.

Ada sesuatu yang mendesak keluar. Beberapa detik kemudian cairan hangat mengalir di tubuh bagian bawahnya. Kyuhyun mengecup lehernya.

“Aku baru tahu kalau kau sangat mudah terangsang. Apa ini pertama bagimu?”

Saena menghirup oksigen sebanyak-banyaknya ketika Kyuhyun melepaskan ciumannya. Dadanya sesak. Jantungnya berdegup sangat kencang. Apa jantung Kyuhyun juga berdetak sekencang kepunyaannya?

Pria itu tersenyum. Dia mengusap bibir mungil Saena yang membengkak karena ulahnya.

Saena tidak sanggup menjawab apa-apa. Tapi detik selanjutnya Saena sadar atas apa yang barusan dilakukan Kyuhyun terhadapnya. Dia sangat malu. Dia menutup wajahnya dengan rambut panjangnya.

Kyuhyun tersenyum geli melihat Saena yang menunduk malu dan masih terengah karena perbuatannya. Dia tidak sanggup lagi menahan tawanya saat Saena mengintipnya malu-malu melalui surai rambutnya yang tergerai menutupi wajahnya.

“Apa kau sedang menertawaiku?”

Pertanyaan Saena menggelitiknya. Gadis itu hanya diam mendapati Kyuhyun belum juga menghentikan tawanya.

Apa yang lucu? Apa dirinya sebegitu amatirannya sampai Kyuhyun menertawainya? Apa wanita-wanita yang pernah mengisi kekosongan Kyuhyun sebelumnya sangat hebat memuaskannya?

Oh ayolah, Kim Saena, apa sekarang kau mulai merasa cemburu? Padahal kau tadi berulang kali menolak pria itu!

Kyuhyun menyentuh puncak rambut Saena lalu menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. Menatap keseluruhan wajah Saena yang semerah tomat rebus.

“Kau belum pernah bercumbu? Atau, kau belum pernah berpacaran? Bagaimana rasanya, luar biasa kan? Itu sedikit pemanasan sebelum aku benar-benar bercinta denganmu.”

Lagi-lagi Kyuhyun tergelak karena Saena menyentak kasar tangannya dari rambutnya. Apa maksud pria ini?!

“Bicaramu kotor sekali, ahjussi.” desisnya.

“Well, aku bersungguh-sungguh. Biasanya akan butuh tiga atau empat kali lagi supaya milikmu siap menerimaku.”

Saena memukul bahu Kyuhyun. “Minggir dari atas tubuhku!”

“Hei, kita belum selesai.”

“Memang siapa yang berniat memulainya? Minggir, ahjussi! Ada tugas kuliah yang harus kuselesaikan!”

“Mencoba mengalihkan lagi?”

Saena mendengus. Kali ini dia tidak berbohong. Besok dia ada kuliah pagi dan dia belum mengerjakan tugasnya sama sekali. “Tanyakan pada Nami sahabatku kalau tidak percaya. Menyingkirlah, ahjussi!”

Kyuhyun menahan lengan Saena. Dia tidak ingin ini berakhir dengan cepat. Tapi jika ucapan gadis ini benar, dia tidak ingin menghalangi Saena untuk mengerjakan tugasnya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau belum pernah berpacaran?”

Saena memutar bola matanya. “Pernah tentu saja. Bahkan banyak pria di kampus yang memohon-mohon menjadi kekasihku.”

Kyuhyun menggeram. “Kalau begitu aku melarangmu pergi ke kampus.”

“Apa?! Kau siapa!”

Kyuhyun mengacuhkan seruan Saena barusan. “Apa kau juga sudah pernah tidur dengan mereka?”

“A-pa? Tidak!” Dia bukan gadis murahan yang sudi memberikan miliknya untuk pria di luar sana!

Kyuhyun menghela napas lega dalam hati. Dia tidak terbayang jika ada pria lain yang pernah menggagahi Saena karena dia mengakui tubuh Saena sangat menggiurkan yang dia yakin tidak ada pria manapun mengelaknya.

“Bagaimana jika kita bertaruh?”

“Apa?”

“Kalau kau bisa membuatku bercinta denganmu, aku akan membolehkanmu kuliah.”

Apa dia tidak salah dengar? Apa pria ini sudah gila? “Apa maksudmu? Aku tidak mau!” tolaknya mentah-mentah.

Kyuhyun menyeringai sinis. “Aku perlu melindungi aset berhargaku.”

“Aku bukan asetmu yang harus kau lindungi!”

“Tapi kau adalah istriku. Dan tujuanku sangat jelas. Membiarkanmu berkeliaran di luar tanpa pengawasanku dengan kau yang masih perawan, itu sangat menggangguku.”

“Jadi maksudmu aku hanya boleh keluar jika aku sudah—”

“Tepat! Pintar! Jika kau menolak, kau harus siap-siap untuk memulai kehidupan sebagai ibu rumah tangga besok pagi.”

“Itu tidak adil!” Seenaknya saja dia mengatur hidupku!

“Kau merasa tidak adil tapi kau juga tidak menyanggupi taruhanku. Aku hanya memberimu dua pilihan itu. Menjadi ibu rumah tangga selamanya atau kita bercinta dan kau bisa bebas pergi.”

“Aku bersikeras!”

“Terserah saja.”

“Bukan kau yang membiayai uang kuliahku!”

“Kata siapa? Coba tanyakan orang tuamu dulu. Siapa yang bertanggung jawab membiayai uang kuliahmu sekarang.” Saena bungkam. “Pikirkan baik-baik sebelum membuat keputusan.”

“Kau tidak main-main, kan?” tanya Saena.

“Cho Kyuhyun memegang prinsip emas tidak pernah main-main dengan ucapannya.”

Gila! Ini gila! Tapi kalau dia menolak, otomatis masa depannya hanya di dapur dan ranjang. Dia tidak mau! Kalau tidak ada cara lain, dia harus terpaksa melakukannya.

Meski ini gila, hey! Menggoda pria sepanas Kyuhyun yang pasti sangat berpengalaman dalam hal bercinta bukanlah persoalan sepele.

Apalagi mengajaknya pasti tidak semudah itu kecuali Saena memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Kyuhyun. Pria itu kan tidak mau kalah!

“Bercinta. Sangat. Panas. Di. Atas. Ranjang. Sampai. Pagi. Ingat itu.” kata Kyuhyun tak terbantahkan.

“Aku sanggup!” Pria itu terkekeh senang.

“Nah, begitu kan kedengarannya enak. Aku memberimu waktu satu minggu.”

Ketika tangan Kyuhyun sengaja ingin menyentuh paha Saena lagi, gadis itu menangkap tangannya. “Sekarang menyingkir dari tubuhku, ahjussi!”

“Cumbuan sekali lagi?”

“Tidak!”

“AOW!” Tanpa pikir panjang Saena menendang selangkangan Kyuhyun sampai pria itu menjerit keras. Miliknya berdenyut!

Saena tertawa. Rasakan itu!

#Flashback OFF

.

.

.

“Ahjussi,”

Panggilan Saena mengalihkan pandangan Kyuhyun dari tabloid otomotifnya. “Apa kau sedang sibuk?” tanya gadis itu yang kedengarannya sangat antusias.

“Hmm, tidak. Kenapa, sayang?”

Tumben sekali Saena memanggilnya lebih dulu. Biasanya Kyuhyun yang berkutat memikirkan cara menarik perhatian gadis itu.

Kyuhyun melirik gadis itu yang sedang meremas tangannya, berdiri di dekat sofa. Kyuhyun mulai tertarik dengan apa yang akan dikatakan oleh gadis itu. Dia menyeruput kopi hitamnya.

“Ayo bercinta!”

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Kyuhyun terbatuk-batuk mendengar ajakan Saena. Gadis ini!

“Gwaenchanha? Minumnya pelan-pelan, ahjussi.”

Saena mengusap punggung Kyuhyun perlahan. “Eh, ini berarti kau setuju? Kita bisa melakukannya sekarang kalau kau mau.” Kedua mata Saena berbinar.

Ada apa dengan Saena? Apa Saena salah makan? Kenapa dia bisa menjadi sangat bar-bar sekarang? Kyuhyun berdeham.

“Aku sedang tidak berminat.” Kyuhyun menjauhkan tangan Saena yang mulanya mengusap punggungnya merambat turun ke pinggangnya.

Saena cemberut. Dia menutup mukanya malu. Padahal dia setengah mati membuang jauh-jauh rasa malunya saat mengajak Kyuhyun bercinta. Tapi apa yang dia dapatkan? Kyuhyun menolaknya.

Astaga, ini benar-benar memalukan!

Kyuhyun terkekeh dalam hati. Apa-apaan Saena? Mengajak bercinta seperti mengajak bermain bola saja.

Kenapa dia tidak memikirkan cara lain seperti menggodanya lebih dulu dengan memakai lingerie, pakaian seksi atau apalah. Lagipula Saena pasti melakukannya karena ingin memenangkan taruhan. Hoho, Kyuhyun tidak akan membuatnya mudah.

“Kalau kau tidak berminat bagaimana aku bisa memenangkan taruhannya?” keluh Saena setengah berteriak.

“Itu bukan urusanku! Kau yang harusnya berpikir. Sudahlah, aku sedang tidak bergairah jika melakukannya tan—aakh!” tiba-tiba Saena duduk di atas pangkuan Kyuhyun lalu melepas kacamata baca yang dikenakan pria itu. “Aku tidak akan tergoda ka—hmm!”

Saena menyeringai senang.

Oke, malam ini dia harus memenangkan taruhannya. Dia sudah tidak tahan tinggal di rumah dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dia harus kembali hidup dengan bertemu teman-temannya, bersenang-senang, menikmati masa kuliahnya.

Maka dari itu Saena harus melupakan dulu malunya khusus untuk menggoda Kyuhyun. Dia harus menggunakan kesempatannya dengan baik.

Seperti apa yang barusan dia lakukan, tentu kalian penasaran bukan? Saena dengan nakalnya menekan kejantanan Kyuhyun yang mengeras.

“Kau berbohong. Kau bahkan sudah bergairah! Ini buktinya!”

“Turun dari pangkuanku nona! Aku sungguh sedang tidak minat!” Kyuhyun menahan erangannya sekaligus mengumpat dalam hati karena Saena sengaja menggodanya lagi.

Saena mendekatkan tubuh mereka, menggesekkan pusat tubuh mereka yang masih tertutupi kain. Ah, bagaimana rasanya kalau kain itu disingkirkan dan membiarkan mereka menyatu?

Kyuhyun! Sadarlah! Kau harus membuat segalanya sulit!

“Kau mencoba berbohong?”

Tangan Saena menyelinap masuk ke dalam kaos V-neck hitam Kyuhyun lalu menggoda dadanya dengan ujung jarinya. Kyuhyun menggeram lalu menangkap tangan Saena dan menatapnya tajam.

Saena tidak mempermasalahkan tangannya yang dicengkeram oleh Kyuhyun. Dia masih punya anggota tubuh lain yang bisa berfungsi sangat baik. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Kyuhyun, membisikkan sesuatu yang membuat pria itu menegang.

“Omo! Omo! Pemandangan panas macam apa ini?”

Saena sontak menghentikan aksinya dan melompat turun dari atas pangkuan Kyuhyun, mendengar suara pria lain di belakang mereka. Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan seringaian gelinya.

Hyukjae datang bersama gerombolannya yang setia mengekor di belakang.

“Wah, wah, dasar pengantin baru. Masih hangat-hangatnya, ya?” timpal Yesung yang tertawa geli mendapat tontonan panas gratisan. Dasar kura-kura sukanya yang gratis!

“Ah iya, aku lupa kalau Kyuhyun sudah menikah. Sayang sekali, padahal kami mau mengajakmu bersenang-senang seperti biasanya.”

Changmin menghempaskan tubuhnya di samping Saena yang menunduk dalam-dalam.

Ya ampun gadis itu malu sekali. Untungnya dia tidak memakai pakaian terbuka karena sudah pasti rasa malunya akan berkali-kali lipat!

“Hyung, pokoknya kalau kau mau membuat anak, buat perempuan dulu ya!”

Henry, yang umurnya lebih muda dari Kyuhyun, langsung dihadiahi jitakan ringan di kepala dari Hyukjae. Kyuhyun berdeham tidak jelas dan Saena semakin menundukkan wajahnya.

“Saena, kau kelihatannya makin kurusan. Kyuhyun tidak memberimu makanan bergizi ya?” tanya Changmin yang sengaja menggoda Saena. “Atau gara-gara Kyuhyun mengajakmu bercinta tanpa henti?”

Saena menggigit bibir bawahnya tidak berani menjawab pertanyaan pria yang dia ketahui sebagai teman kerja Kyuhyun.

“Tentu saja! Sekarang mungkin sudah ada sosok mungil yang tumbuh disini. Benar kan, sayang?”

Kyuhyun menarik pundak Saena mendekat dan tangannya yang lain mengelus perut Saena yang masih datar. Kyuhyun mendekatkan telinganya ke arah gadis itu dan berbisik pelan.

Saena menampik tangan Kyuhyun dari perutnya dengan kesal. Bercandaan Kyuhyun terlalu berlebihan. Tapi yang dilihat oleh teman-teman Kyuhyun sikap mereka berdua seperti pasangan yang malu-malu kucing.

“Aish! Kau ini mengumbar kemesraan saja!” Hyukjae melempar bantal ke atas kepala Kyuhyun. Kyuhyun berdecak sebal. “Jadi bagaimana Kyu, mau ikut dengan kami atau tidak?” tawarnya sekali lagi.

“Saena ikut atau tidak?” tanya Kyuhyun seraya melirik Saena melalui ekor matanya.

“Hmm, sepertinya tidak bisa. Ini hanya untuk para pria saja. Maafkan kami, Saena-ah!”

Yesung sungguh-sungguh meminta maaf. Dia menangkupkan tangannya di depan dada. Kyuhyun ber-oh ria. Dia tahu kemana teman-temannya ini mengajaknya.

“Pria saja?” Kepala Saena tertoleh ke samping. Ah, Kyuhyun kini gelagapan mencari jawaban yang pas. “Dengan wanita?” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya.

“Aah, kenapa disini mendadak gerah? Aku mau keluar sebentar aah!” ucap Hyukjae. Dia melangkahkan kakinya ke luar rumah.

“Aku tidak ikut-ikut Kyu!” Changmin mengangkat kedua tangannya di udara dan mengikuti Hyukjae.

“Benar nuna! Wanitanya sangat panas! Ta—hmmpphhhh!”

Yesung dengan sigapnya membungkam mulut Henry yang kadang tidak terkontrol dan menyeretnya keluar. Meninggalkan Kyuhyun sendiri dengan Saena yang mendesah kesal di tempatnya.

“Pergi saja, ahjussi, aku tidak apa-apa ditinggal sendirian.”

Baru saja Saena hendak melangkah kembali ke kamarnya, tangan kirinya dicekal dan ditarik kasar hingga tubuhnya terhuyung ke belakang dan jatuh di atas pangkuan Kyuhyun. Pria itu menatapnya misterius.

Sial!

Kyuhyun bahkan lebih tergiur dengan tawaran Saena barusan daripada ke tempat yang biasa dia dan teman-temannya datangi setiap malam minggu.

Pub yang penuh dengan wanita seksi dan menggoda. Biasanya dia akan menyewa salah satu wanita disana untuk berhubungan satu malam. Tapi setelah dia menikah, justru dia bingung mau pergi atau di rumah saja.

Bodoh sekali teman-temannya kenapa bisa lupa kalau dirinya sudah menikah.

“Kau ikut denganku.” Saena diam saja. “Kenapa? Bukankah kau bosan tinggal di rumah saja? Atau kau ingin aku pergi sendirian?”

Dan menggagalkan rencanaku? Timpal Saena dalam hati. Saena mengangguk.

Tidak apalah, setidaknya dia bisa menghirup udara bebas di luar mengetahui apa saja yang pria itu lakukan di malam minggu dengan wanita sebelum dia menikah.

“Bagus, ayo berganti baju.”

.

.

.

Pertama kali menginjakkan kakinya di pub langganan Kyuhyun dan teman-temannya, Saena mau muntah.

Kebetulan pub ini telah disewa semalam untuk pesta seks. Kyuhyun juga terkejut tapi dia berusaha menyembunyikan ekspresi terkejutnya sengaja ingin tahu reaksi apa yang ditunjukkan Saena setelah melihat kehidupan malam suaminya.

Saena menatap penampilannya sendiri. Celana jeans hitam dan sweater biru angkatan laut favoritnya benar-benar berkebalikan dari pakaian yang dikenakan wanita di dalam pub itu.

Astaga, bahkan para wanita itu mungkin tidak membutuhkan pakaian lagi karena pasti akan langsung tanggal begitu mereka masuk kesana.

“Wow, sepertinya kita lupa tidak mengecek tempat ini dulu.”

Hyukjae tampak paling menyesal harus merelakan Saena ikut dengan mereka ke tempat nista ini. “Apa kita sebaiknya bersenang-senang dengan cara lain saja?”

Henry dan Yesung bahkan sudah menghilang entah kemana setelah mendapat godaan dari dua wanita malam di pintu masuk.

“Aku mau minum sajalah. Kau mau ikut, Hyuk?”

Hyukjae yang belum menjawab apa-apa sudah ditarik masuk oleh Changmin ke bar di dalam pub dan memesan minuman kesukaan mereka. Hyukjae baru sadar maksud Changmin melakukannya. Membiarkan pasangan baru itu memutuskan keputusan mereka.

Kyuhyun sendiri sebenarnya cukup tergiur dengan pandangan setengah bugil para wanita di lantai dansa.

Sepertinya pusat tubuhnya bisa mengeras sangat cepat dan dia ingin segera menusukkannya ke dalam lembah lembab salah satu dari mereka.

Tapi Kyuhyun juga menyadari betapa dia sangat biadab jika berani melakukan itu sementara di sampingnya berdiri seorang gadis yang sangat sah bisa disentuhnya kapanpun dia menginginkannya.

Sialan. Lagi-lagi dia teringat dengan taruhan yang dia buat. Kalau saja mulutnya ini tidak sembarangan mengucapkan taruhan itu dari kemarin-kemarin dia sudah menikmati tubuh Saena.

“Kau tidak berkedip,”

“A-apa?”

Kyuhyun tergagap sendiri ketika Saena mengatakannya. Dia menoleh ke samping dan sialnya Saena sedang menangkap basah pria itu memandangi salah satu wanita bugil disana.

Saena menghela napas sebal. Dasar otak mesum!

“Matamu seolah-olah mengatakan ingin menelanjangi mereka dan melakukan seks dengan salah satu dari mereka.”

“Apa-apaan? Aku tidak—”

“Kyuhyun!”

Seorang wanita memakai dress mini ketat tanpa bahu yang panjangnya lima senti datang menyapa Kyuhyun.

Pasti pelacur! Tuduh Saena dalam hati. Oho! Jangan-jangan ini wanita yang sering diajak bercinta dengan Kyuhyun!

Wanita itu memakai make up dengan polesan entah berapa lapisan. Tubuhnya sangat molek dan menonjol dimana-mana. Payudaranya yang menyembul membuat Saena ingin meninju wajah Kyuhyun yang berbinar-binar saat melihatnya.

“Ingin bersenang-senang denganku?”

Kyuhyun menatap wanita yang tidak dikenalnya tapi sialnya tahu namanya.

Wanita itu melihat Saena yang berdiri di samping Kyuhyun. “Ah, kenapa seleramu berubah jadi begitu, Kyu? Kuno sekali.”

Brengsek!

Kalau saja Saena tidak dibesarkan di keluarga baik-baik yang selalu mengedepankan nilai sopan santun, sudah ditendang wanita ini dari hadapannya. Dia yang pelacur kenapa malah mengatai Saena kuno!

Kyuhyun melirik Saena yang tengah memicingkan matanya ke arah wanita yang menggodanya. Dia menyeringai sinis. Dia punya ide gila.

“Tidak masalah.”

Rahang Saena mau jatuh ke lantai. Terperangah mendengar persetujuan Kyuhyun. Apa pria ini tidak waras? Lalu dikemanakan dirinya sekarang?

Betapa sulitnya dia mengajak Kyuhyun bercinta sedangkan pelacur itu dengan mudahnya mendapat perhatian Kyuhyun!

Kyuhyun memeluk pundak wanita itu yang secara suka rela menerimanya. Dia bergelayut manja di pinggang pria itu. Mereka melangkah menuju lantai dansa dan bergoyang sensual disana.

Saena tertawa sumbang. Tidak percaya dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Apa dia sengaja melakukan ini padanya?

Kyuhyun bergoyang, menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan wanita penggoda ini. Dia sengaja untuk memanasi Saena.

Tubuh mereka saling merapat, mengikuti alunan musik yang intens. Kyuhyun bahkan menggeram ketika wanita itu sengaja menggenggam miliknya. Kyuhyun segera menjauhkan sedikit badannya. Entah kenapa dia tidak mau melakukan lebih. Padahal biasanya dia sering dengan mudahnya memasuki mereka.

“Kenapa? Ini malam seks, tidak biasanya kau tidak setertarik ini.”

Astaga, bahkan Kyuhyun tidak tahu harus memanggil wanita ini dengan nama apa. Dia benar-benar tidak ingat.

“Yoo Ri, kau lupa dengan namaku ya?” Yoo Ri mengelus pipi Kyuhyun yang diam saja.

Sialan! Dobel sialan! Kenapa pemandangan Kyuhyun dengan wanita lain membuat darahnya mendidih? Dia tidak punya perasaan apapun pada pria itu.

Apa dia sedang cemburu? Oh ayolah, seorang Kim Saena tidak mungkin semudah itu cemburu pada laki-laki yang bukan siapa-siapa. Oke, Kyuhyun adalah suaminya, tapi kan tetap saja mereka tidak saling mencintai!

Changmin yang sudah berada di samping Saena menyeruput wine-nya. “Kalau kau tidak suka melihat Kyuhyun begitu kenapa membiarkannya?”

Tubuh Saena menegang. Benar. Kenapa dia malah berdiri seperti orang bodoh menonton suaminya bercumbu dengan wanita lain? Saena merebut wine dari tangan Changmin lalu menenggaknya hingga tandas.

Cairan itu masuk ke dalam kerongkongannya dan sekejap membuat hasratnya memuncak. Meski ini pertamanya dia meminum wine, Saena tidak peduli. Dia sudah dikuasai amarah sekarang.

Saena menarik lepas sweaternya, melemparnya ke muka Changmin, menyisakan bra hitam berendanya. Mata pria di sampingnya nyaris copot ketika menatap lekuk tubuh indah itu.

Dia berjalan dengan angkuhnya ke tengah lantai dansa diiringi tatapan memuja para lelaki. Seolah-olah mereka siap menerkamnya kapan saja.

Hyukjae yang melihat suasana pub berubah menjadi ricuh, sedikit menjauhkan wanita telanjang yang sedang menindih tubuhnya di atas sofa karena penasaran apa yang terjadi.

Dirinya nyaris mengejang saat melihat Saena dengan seksinya hanya memakai bra hitam menggoda dan jeans hitam ketat memperlihatkan tubuhnya, berjalan mendekati Kyuhyun yang asyik berdansa panas dengan seorang wanita. Ini kiamat!

Tepat saat Yoo Ri akan mencium Kyuhyun di bibir, Saena mendorong tubuh Yoo Ri hingga jatuh tersungkur di lantai.

Kejadian itu sangat cepat dan Kyuhyun yang masih kaget dengan perubahan suasana disana. Tatapan Saena beralih pada Kyuhyun dan dia mengalungkan lengannya di leher pria itu.

Jarinya yang lentik menarik dagu Kyuhyun menghadapnya. “Ahjussi ini milikku dan bibir ini juga milikku.” kata Saena kemudian ditariknya tengkuk Kyuhyun padanya dan memagut bibir tebalnya.

Melumatnya dengan hasrat tinggi. Sepertinya efek minuman yang direbut dari Changmin tadi sangat dahsyat. Saena tidak kehilangan akal saat Kyuhyun tidak kunjung membalas ciumannya. Dia melumat dalam-dalam bibir itu.

Kyuhyun tidak mengerti tapi dia meyakini satu hal, Saena sedang tidak baik-baik saja sekarang. Saat matanya menatap tubuh gadisnya, dia setengah kaget karena Saena berani menunjukkan tubuhnya yang benar-benar menggairahkan itu.

“Bukan, kau yang milikku.” ucap Kyuhyun sebelum membalas ciuman panas yang sudah dilancarkan oleh Saena duluan.

Kyuhyun memeluk tubuh Saena. Dia tidak peduli dengan Yoo Ri yang menghentakkan kakinya kesal lalu pergi. Kyuhyun menggeram saat tangan Saena meremas rambutnya.

Tidak menunggu lama, Kyuhyun mengangkat tubuh Saena dan gadisnya refleks mengaitkan kedua kakinya di pinggang Kyuhyun.

Pria itu membawa Saena ke kamar miliknya tanpa melepas pagutan mereka, membuat para pria yang menatap lapar tubuh Saena terpaksa harus menelan pil kecewa.

Kyuhyun memutuskan sejenak ciuman mereka. Membiarkan Saena menarik napas dalam-dalam. Kabut gairah memenuhi mata Saena. Dia membalas tatapan intens tapi tajam milik Kyuhyun.

Kyuhyun menjatuhkan pantatnya lebih dulu di atas ranjang ukuran besar disana dan membiarkan Saena duduk di atas pangkuannya.

Tangan Kyuhyun bergerak ke belakang tubuh Saena dan sekali sentakan, dia membuka kaitan bra miliknya. Saena tiba-tiba memeluk tubuh Kyuhyun.

Meskipun dia sekarang setengah mabuk, tapi dia tetap merasakan malu. Dia malu Kyuhyun menatapnya penuh hasrat.

Sial! Malah Kyuhyun yang menggeram dalam hati karena gundukan kenyal yang masih tertutupi bra menyentuh dadanya. Dia mengerti maksud Saena yang memeluknya itu.

“Aku akan melakukannya dengan pelan.” bisik Kyuhyun di telinga Saena dan tepat setelah itu dia menurunkan bra hitam itu lalu membuangnya ke sembarang tempat. Saena semakin mengeratkan pelukannya ketika udara pendingin menyentuh kulit polosnya.

Kyuhyun mengusap punggung mulus itu berusaha menyalurkan kehangatan dan menenangkan Saena karena dia tahu ini pertama kalinya untuk gadis itu. Tangan Kyuhyun bergerak menelusuri tubuh atas polos milik Saena hingga berhenti di puncak gundukan kenyal itu.

Saena mengerang saat Kyuhyun meremasnya perlahan. Astaga, ukuran payudara Saena sangat pas di tangannya. Pasti miliknya sudah mengeras sekarang. Kyuhyun meremasnya lagi, merasakan kenyalnya benda itu dan menciptakan sensasi nikmat yang belum pernah dirasakan Saena sebelumnya.

Kyuhyun membaringkan punggungnya di atas ranjang dan benar-benar melihat keseluruhan wajah Saena yang berada di atasnya dengan payudara yang menggantung.

Saena menatap balik mata cokelat milik Kyuhyun. Jari-jari lentiknya seolah diperintah oleh otaknya untuk melepas kancing kemeja prianya.

Tapi ketika tangannya hendak melepas celananya juga, Kyuhyun menahannya. Saena menggeleng lalu dengan lincahnya dia melepaskan celana pria itu dan kepalanya pening mendapati milik Kyuhyun yang sudah mengeras.

Saat tangannya menyentuh milik Kyuhyun, pria itu mengerang keras. Kyuhyun membalikkan posisi mereka dengan Saena yang berada di bawahnya. Dia mencium bibir mungil itu penuh nafsu sambil tangannya menyelinap masuk ke dalam celana jeans milik Saena.

Saena mengerang ketika jari Kyuhyun mengusap kewanitaannya dari luar celana dalamnya. Tidak hanya itu, jari panjang pria itu masuk ke dalam celana dalamnya, menyapa langsung miliknya yang sudah sangat basah.

Dia memasukkan satu jarinya ke lubang sempit Saena dan gadisnya hanya melenguh panjang, menggelinjang karena cairan itu mengalir deras.

Napas Saena terengah dan itu dimanfaatkan Kyuhyun melumat bibirnya, memasukkan lidahnya dan mengabsen satu per satu deretan giginya sementara jari Kyuhyun dibawah sana semakin cepat bergerak. Cairannya meledak lagi diikuti teriakan keras darinya.

Tanpa mengulur waktu, Kyuhyun segera melepaskan satu-satunya kain yang masih melekat di tubuh Saena. Tangannya mengelus paha dalam Saena yang sudah berkeringat. Dan bibirnya menggigit telinga gadisnya.

“Kau bisa menahannya kan?” Saena mengangguk sedikit linglung.

Kyuhyun kemudian mengarahkan kejantanannya yang sudah berkedut dan mengeras ke depan lubang milik Saena. Kyuhyun tidak merasa kesulitan karena nyatanya dia sudah sering melakukan ini. Saena merintih kesakitan saat Kyuhyun melakukannya perlahan. Tapi setelah mendengar desahan lega dari pria itu, Saena tahu dia berhasil memasukkan kejantanannya ke dalam lubang sempit miliknya.

Saena meremas pundak Kyuhyun saat pria itu mulai menggerakkan pinggulnya. Rasa perih itu menjalar hingga seluruh tubuhnya. Kyuhyun tahu itu dan langsung melumat bibir Saena untuk mengalihkan rasa sakit gadisnya. Kyuhyun menggerakkan pinggulnya meski sedikit kesusahan karena milik Saena sangat sempit untuknya.

Saena ingin meledak ketika Kyuhyun mendorong miliknya semakin dalam dan ingin menerobos sesuatu di dalam sana. Kyuhyun berusaha melihat penyatuan tubuh mereka yang baru berlangsung beberapa menit itu dan dia menggeram senang karena darah segar mengalir dari sana.

Menandakan bahwa dialah yang pertama bagi Saena. Dia semakin gencar menggerakkan pinggulnya dan beberapa saat setelah Saena mendesah panjang, dia turut mendesah, menanamkan benihnya ke dalam rahim istrinya.

“Kita akan bercinta terus tanpa henti sampai pagi.”

Janji Kyuhyun tepat di telinga Saena dan setelah itu erangan demi erangan lolos dari mulutnya. Kyuhyun sudah menghujamkan kejantanannya lagi di dalam miliknya.

.

.

.

“Apa masih terasa sakit?” tanya Kyuhyun lirih.

Ada nada khawatir dalam suara beratnya. Mereka sedang berada di bandara melepas kepergian orang tua Kyuhyun ke luar negeri.

Sejak perjalanan menuju bandara tadi, Saena terus saja meringis sakit di daerah kewanitaannya. Jelas saja, Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya. Mereka bercinta sampai pagi tanpa henti dan berakhir mandi bersama dan lagi-lagi Kyuhyun menyerangnya.

Saena mengangguk lemah. Kyuhyun tidak tega melihat wajah Saena yang sarat akan kelelahan dan terus meringis sakit.

“Tunggu disini sebentar,” Kyuhyun berlari kecil-kecil meninggalkan Saena yang didudukkan di salah satu kursi tunggu.

Tak sampai lima menit Kyuhyun sudah kembali dengan napas yang terengah-engah. Apa dia habis berlari? Kyuhyun mengulurkan tangannya menggenggam tangan Saena yang berkeringat dingin, membawanya ke toilet umum wanita yang sepi.

“Kenapa kita kesini?” tanya Saena yang heran dengan kelakuan Kyuhyun.

Pria itu tidak menjawab. Dia tadi kembali ke mobil, teringat kalau dia membawa krim untuk kewanitaan Saena, berjaga-jaga siapa tahu gadis itu membutuhkannya.

Kyuhyun mengeluarkan wadah berbentuk bulat kecil dari saku celananya lalu mengambil krim seperlunya. Tangannya bekerja sangat cepat, menyibakkan gaun terusan yang dipakai Saena dan tangannya menyelinap masuk ke dalam celana dalamnya, mengoleskan krim di permukaan kewanitaan milik Saena.

Saena menahan napasnya ketika Kyuhyun melakukannya dengan sangat gentle. Meski dengan susah payah dia menahan desahannya agar tidak keluar, dia akhirnya bisa mendesah lega setelah tangan Kyuhyun keluar dari gaunnya.

Kyuhyun mengecup bibir Saena yang dibalas dengan pandangan terkejut.

“Terima kasih untuk yang semalam. Maaf aku kurang bisa mengontrol hasratku saat bercinta denganmu padahal ini yang pertama untukmu.”

Saena terenyuh mendengar penuturan Kyuhyun itu. Dia mengangguk senang.

Mereka keluar dari toilet diiringi tatapan aneh dari beberapa wanita yang berpapasan di pintu toilet.

Kyuhyun mengelos saja tidak peduli. Tangannya sangat erat menggenggam tangan mungil Saena. Sebenarnya bukan percintaan semalam yang membuat moodnya bagus hari ini, melainkan teringat dia tidak memakai pengaman. Dia sengaja melakukannya. Berharap Kyuhyun junior segera hadir di antara mereka.

“Ahjussi?” panggil Saena.

“Aish, bisakah kau berhenti memanggilku ahjussi? Kedengarannya aku benar-benar pamanmu.”

“Sulit mengubah kebiasaan,” Saena terkekeh.

“Panggilan oppa lebih bagus di telingaku.”

“Tidak mau!”

“Huft, selalu membantah di setiap kesempatan?”

“Always,” Saena bergeming. “Apa aku terlihat sangat bar-bar semalam?”

“Oh?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Saena ikut berhenti.

“Tidak.” Kyuhyun mendekatkan bibirnya di telinga Saena. “Kau sangat seksi dan hebat ketika bercinta. Tapi lain kali jangan berpakaian begitu di depan banyak orang. Hanya aku yang boleh melihatnya.”

Kenapa Kyuhyun jadi semanis ini? Saena mengulum senyumnya. “Aku mencintaimu, sayang.” bisik Kyuhyun sambil menarik pinggang Saena padanya.

“Aku tidak mau bilang juga.”

“Yak!”

.

.

.

Epilog

Kyuhyun POV

“Turun dari pangkuanku nona! Aku sungguh sedang tidak minat!”

Aku berusaha menahan mati-matian gairahku tidak memuncak karena Saena dengan sengaja menekan milikku.

Astaga, apa dia tidak tahu kalau aku bisa saja membalikkan keadaan ini jika tidak ingat pada taruhan yang sialnya kuucapkan tanpa berpikir matang-matang lebih dulu.

Kutahan eranganku lagi saat Saena menggesekkan miliknya dengan kejantanannku yang sudah mengeras minta dibebaskan.

Apa Saena berusaha menghancurkan pertahananku dengan godaannya? Dia bergerak lagi sangat pelan.

Eungghh! Jeritku dalam hati.

Aku menginginkannya sekarang! Tapi aku tidak bisa! Kumohon, sadarlah Kyuhyun! Kau tidak boleh kalah!

Aku berusaha mengalihkan perhatianku dengan tidak berusaha melirik dadanya yang mengintip dari kaos yang dia pakai. Menyuruhku untuk membelainya barang sebentar.

Ya Tuhan, godaan ini menyiksaku!

“Kau mencoba berbohong?”

Tangan nakalnya menyelinap masuk ke dalam kaosku dan aku mengeluh. Aku langsung menangkap tangannya dan memberinya tatapan tajam.

Saena sempat terkejut, tapi rupanya dia sangat pintar dan seolah tidak masalah jika tangannnya kucengkeram, dia malah menggunakan kepalanya agar mendekat pada telingaku.

Hembusan napasnya di telingaku membuatku tegang. Tidak hanya tubuhku, melainkan pusat tubuhku turut menegang. Kukira Saena bisa merasakannya.

Dia terseyum geli di depan telingaku. Aku bisa merasakannya walaupun tidak melihat senyum gelinya. Aish, menyebalkan!

Saena membetulkan letak duduknya yang masih bertahan di atas pangkuanku. Dobel sialan sialan! Entah sengaja atau tidak dia melakukannya, miliknya menyentuh milikku lagi.

Saena sepertinya sedang mengumpulkan konsenterasinya lagi pada apa yang hendak dia katakan padaku.

Dia berbisik sangat pelan, “Aku akan membuatmu mau bercinta denganku. Aku akan membuatmu datang sambil meneriakkan namaku.”

Brengsek! Aku akan lebih dulu melakukannya sebelum kau sempat mewujudkannya, sayang. Saena mengecup telingaku sangat lembut. Ingin rasanya kubungkam mulut sialan itu.

Darimana dia belajar kata-kata itu? Dan kenapa sikapnya malam ini begitu agresif?

Baru saja aku mau menanyakannya, aku dengar suara monyet tua tak tahu diri itu menjerit kaget di tengah-tengah suasana intim kami.

“Omo! Omo! Pemandangan panas macam apa ini?”

Sebenarnya aku sudah akan menahan pinggang Saena agar tidak beranjak dari posisi hangat kami sekarang.

Tapi Saena memaksa menyingkir dari atas pahaku dan lagi-lagi sepertinya kali ini dia sengaja menyenggol milikku dengan pahanya.

Dia menahan tawa dan malunya sekaligus. Aku melayangkan tatapan murkaku pada Hyukjae. Sungguh, aku akan membunuh monyet itu nanti!

Hyukjae ternyata tidak datang sendirian, melainkan dengan teman-temanku yang lain. Makin dongkolah aku dalam hati.

Sementara teman-temanku mengobrol kesana-kemari, diriku malah fokus balik menggoda Saena yang mendadak menjadi pendiam.

Dasar! Aku menarik tubuh Saena mendekat padaku saat Changmin duduk di sampingnya. Aku tidak rela Saena dekat-dekat dengan pria lain.

Walaupun aku tahu Changmin tidak mungkin merebutnya. Tanganku bergerak turun, dan tanpa mereka tahu kecuali aku dan Saena, aku membelai kulit pinggang bawah gadis itu.

Saat tanganku bergerak naik, aku mengumpat lagi. Aku tidak mendapati dia memakai branya. Oh, jadi dia sungguh-sungguh soal mengajaknya bercinta tadi?

Semakin eratlah dekapanku di tubuhnya. Untung saja Saena memakai pakaian tebal sehingga tubuhnya tidak tranparan.

Saena sedikit bergerak gelisah karena tanganku yang bolak-balik mengelusnya. Haha, rasakan itu Saena, aku lebih pandai menggodamu!

“Hyung, pokoknya kalau kau mau membuat anak, buat perempuan dulu ya!”

Jangankan perempuan, aku sanggup membuatnya sampai hamil anak kembar!

“Saena, kau kelihatannya makin kurusan. Kyuhyun tidak memberimu makanan bergizi ya?” Changmin sepertinya sengaja menggoda gadisku.

“Atau gara-gara Kyuhyun mengajakmu bercinta tanpa henti?”

Aku melihat Saena menggigit bibirnya. Dia kelihatan sangat gugup atau malu? Aku tersenyum saja lalu membisikkan sesuatu di telinganya.

“Akan kupastikan omongan Changmin terwujud.”

Saena langsung menampik lenganku kesal hingga lepas. Ingin aku tertawa terbahak-bahak karena tingkahnya seperti anak kecil.

“Tentu saja! Sekarang mungkin sudah ada sosok mungil yang tumbuh disini. Benar kan?”

Aku mengelus perutnya yang langsung tegang, apalagi tanpa sepengetahuan teman-temanku aku menggoda pusarnya dari luar sweaternya. Dia mengangkat wajahnya menatapku. Aku balik menatapnya.

Kau bercanda saja kan?

Apa?

Kau tidak benar-benar ingin membuatku hamil kan?

Hmm, bagaimana ya? Lihat saja nanti.

Lihat apa?

Lihat seberapa keras usahamu membuatku menanamkan benihku didalam rahimmu.

.

.

.

The End

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “FLIRTING [Oneshoot]

  1. Vikyu says:

    Gila 17 th bedanya , ahh tapi kalau suami nya kyuhyun ga masalah lah beda sampai sgitu
    Sungguh panas permainan mereka, aku merasa berdosa jadi kua skip kebawah, ralat , skipnya dikit aja ga banyak2 hahah
    Ciee saena hamil ga tuh ya ? Smoga aja iya 😁

    Liked by 1 person

  2. syalala says:

    huahuahuahua bacanya malem2 makin aja dah degdegan wakakakakaka gemes bgt deh aku paling suka nih kyuhyun saena hahahahaha gemes bgt laahhh anak remaja naggung dan ahjussi kyaaaahahahahahah

    Liked by 1 person

  3. Hyun says:

    woooooo~
    yang bar bar gyu deh xD
    astaga bayangin gyu bersender, jas di pegang, salah satu tangan masuk saku, kok keknya dia yg nge flirting gua sih xD
    and then, keknya saena ga bakal bisa kuliah lagi deh, yg ada dia ngurus penangkaran anak gyuhyun xD

    Liked by 1 person

  4. lyeoja says:

    Uooooooohhhh lunaaa… romancenya udh pke bangt lunn… 😁😁😁😁😁

    Flirting bangt ini mahh… 😂😂😂
    Sebelum puasa ngupdet lagi gagg…???
    Klo puasa pan kita libur baca epep.. 😂😂😂

    Fighting…!!!

    Liked by 1 person

  5. Hana Choi says:

    Aww sena bener” agresif ya ampun, pengen sequel eonni cerita mereka seruu banget pengen tau kenapa kyuhyun bisa Cinta ke sena pengen tau kelanjutannya apakah sena bener” hamil apa engga keren ditunggu karya selanjutnya eonni

    Liked by 1 person

  6. cho nara says:

    Haha suka jalan ceritanyaa
    Please sequal pengen liat saena hamil trus masih penasaran apakah kalau saena hamil kyu masih nyuruh saena jadi pelayannyaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s