Confess Me as Your Namja! [Chapter 2]

Confess Me as Your Namja! Chapter 2
by Luna

Genre:
School-life, Romance, Chaptered

Main Cast:
Cho Kyuhyun | Kim Gyo Ra

Cuap-cuap Author:
Wah, wah, akhirnya nongol juga ya CMYN part 2!
Bener-bener minta maaf baru bisa lanjut sekarang 😦
Ngeronda ngabisin FF Switch ituu nggak bisa nyambi ternyata hehe
Dan lagi, dapat kabar burung virus WannaCry yang bener-bener bisa bikin CRY, membuatku takut nyambungin laptop ke WiFi *sesi curhat ala author*

But, everything is gonna be okay, guys 😀
Perang melawan hati? Are you ready? YES!
Happy reading^^

*Lupa sama ceritanya? Tengok bentar di: Confess Me as Your Namja! [Chapter 1]*

Warning typo bertebaran!
—oo0000oo—

Menghembuskan napas keras-keras. Kyuhyun duduk bersila di tanah puncak bukit seorang diri. Mengejar senja. Meredakan goncangan hatinya. Pikirannya keruh dan dipenuhi sejuta pertanyaan lanjutan tak terjawab.

Apa yang dilakukan Gyo Ra sampai sahabatnya mengatakan jika gadis itu sedang berkencan dengan Ki Bum? Apa jangan-jangan memang benar, Gyo Ra pergi berkencan dengan pria lain karena dia tidak akan merasa malu jika pria itu bukan Kyuhyun?

Kyuhyun merogoh saku belakang celana sekolahnya. Kemeja seragamnya sudah ditanggalkan dan kini tubuh atasnya hanya dibalut kaos putih polos. Kaca matanya diletakkan di atas tumpukan kemejanya.

Mengeluarkan kotak rokok dan pemantik warna silver. Setelah menyulut rokoknya, Kyuhyun menghisapnya dalam-dalam. Apa kalian terkejut kalau dia merokok?

Haha. Jangan takjub. Kyuhyun juga remaja biasa yang suka mencoba-coba. Dia merokok hanya jika sedang suntuk. Bukan seperti orang kebanyakan yang menjadikannya hobi sampai kecanduan.

Meresapi di setiap isapan rokoknya. Tentang arti penting Gyo Ra dalam hidupnya. Kyuhyun ingat pertama kali dia jatuh cinta pada seorang gadis adalah Kim Gyo Ra. Perhatiannya terenggut oleh keusilan gadis itu di suatu hari sepulang sekolah sehabis hujan.

#Flashback ON

Hujan lebat mengguyur Seoul siang itu. Menyisakan genangan-genangan air di rongga sisi jalan. Setelah sekian puluh menit menunggu hujan reda, akhirnya orang-orang bisa melanjutkan aktivitas kembali.

Bel berdenting keras. Siswa-siswa SMP Hanyang berhamburan keluar. Menutup payung masing-masing, menyeberangi jalan dan menunggu bus datang di halte sambil menggosip.

Entah itu tentang Seonsaengnim paling killer di sekolah mereka, materi pelajaran tersulit, atau tugas-tugas yang semakin menggunung di penghujung semester sebelum kenaikan kelas.

Terlalu sibuk menggosip, mereka tidak sadar jika seorang gadis berseragam berantakan, blazer yang sudah tanggal lalu dipaksa masuk ke ranselnya yang penuh, menenteng sepatu sekolahnya, diam-diam melompat ke atas kubangan air dengan riangnya bak melompat di atas trampolin!

“HAHAHA!”

“YAK! KIM GYO RA! Apa yang kau lakukan?!”

Hyu Na mengumpat dengan menggebu-gebu pada gadis berpenampilan acak-acakan yang kini sibuk tertawa cekikikan tanpa rasa bersalah setelah sukses mencipratkan air cokelat campuran air hujan dan tanah di dalam kubangan itu mengenai seragam, sweater, tas teman-temannya.

“Aish! Yak! Seragamku jadi kotor begini! Padahal ini seragam baru aku pakai hari inii!!”

“Gyo Ra sialan! Kau ini usil tidak tahu tempat sama sekali!”

“Awas kau, Gyo Ra!”

“Ups! Sorry… tapi aku sengaja! HAHAHA!!!”

Tawa Gyo Ra membahana seolah-olah sudah menembus tujuh lapisan langit saking kerasnya.

“AAAAKKKKH!! GYO RAA!!!”

Gyo Ra gesit mengambil seribu langkah kabur dari kejaran teman-temannya sambil cekikan mendengar celotehan-celotehan amukan dari belakangnya.

Tubuh mungilnya memudahkan Gyo Ra menyelinap di antara pohon dan berjongkok disana. Sesekali mengintip teman-temannya dengan wajah memerah menahan marah. Dia tertawa lagi. Dia yakin dia tidak akan selamat kalau bertemu lagi besok di sekolah.

“Kenapa bersembunyi disitu?”

Kepala Gyo Ra terdongak secepat kilat. Seorang pria memakai seragam sekolah lain membetulkan letak kacamatanya yang turun karena menunduk memandangi Gyo Ra.

“Shhutt!”

Tanpa permisi, Gyo Ra menarik lengan pria itu agar ikut berjongkok bersamanya karena suara teman-temannya mendekat. Gyo Ra mengintip melalui celah pohon tempat dia bersembunyi.

“Cari disana! Tidak mungkin Gyo Ra bisa lari secepat itu. Dia kan siput!”

Sial! Umpat Gyo Ra dalam hati.

Dari ekor matanya dia bisa tahu pria—yang terpaksa harus dia tarik juga untuk bersembunyi karena takut kalau pria itu bermulut besar dan membocorkan tempat persembunyiannya pada teman-temannya dan tamatlah riwaytnya—sedang mengulum senyum.

“Kita berpisah saja! Kau kesana, aku kesini!”

“Oke! Awas saja kalau dia tertangkap, aku tidak segan-segan menyeburkannya ke kolam ikan sekolah!”

Suara langkah kaki teman-temannya mulai menjauh. Gyo Ra menghembuskan napas lega. Punggungnya bersandar pohon di belakangnya. Hari ini dia selamat! Tidak tahu besok!

Oh! Gyo Ra ingat pada pria tidak dikenal yang juga berjongkok di sampingnya. Dia membelalak kaget. Jadi dari tadi dia memegang lengan pria itu?

Gyo Ra terburu-buru melepasnya. Meringis malu. “Maaf! Itu refleks!”

Bukannya tidak tahu. Hanya saja seluruh perhatian Kyuhyun tersita gadis bernama Kim Gyo Ra ini sejak dia berbuat usil pada teman-temannya.

Rambut acak-acakan, wajah lelah, tapi tidak sedikitpun mengesampingkan betapa cantiknya gadis ini. Gadis pertama yang membuatnya tertawa karena tingkah lakunya.

“Terima kasih! Maaf, kau jadi ikut-ikutan bersembunyi,” Pria itu mengangguk-angguk tersenyum. Gyo Ra terkekeh. Pria ini pendiam sekali!

“Kalau begitu, aku duluan ya!” Gyo Ra bergegas bangkit begitu matanya menangkap bus datang dari arah halte. Bus itu berhenti dan Gyo Ra langsung melompat masuk.

Gadis itu belum benar-benar masuk karena dia melupakan sesuatu yang penting. Kepalanya melongok di pintu bus lalu berteriak kencang, “Namamu siapa?!”

Kyuhyun berdiri terkejut. Hatinya menuntun berlari mendekat sambil menjawab, “Cho Kyuhyun!”

“Ah! Gomawo, Cho Kyuhyun-ssi!”

Bus itu pun melaju. Sudut bibirnya terangkat. Gadis energik, yang tidak terlalu memperhatikan penampilan, tidak seperti gadis kebanyakan. Kapan lagi dia bisa bertemu dengan gadis itu?

“Oppa!” Yoo Jin berlari kecil menghampiri Kyuhyun. Melihat kondisi seragam Kyuhyun yang basah, Yoo Jin merasa sedikit bersalah karena kakak sepupunya pasti kehujanan demi menjemputnya seperti permintaan Ibunya.

“Kau melihat siapa?” Yoo Jin melihat ke sekitar Kyuhyun karena dari kejauhan tadi pria itu seperti sedang melamun.

“Kau kenal Kim Gyo Ra?”

Sebelah alis Gyo Ra naik. “Eoh? Kim Gyo Ra sunbae atau hobae? Gyo Ra yang mana oppa? Nama Gyo Ra banyak sekali di sekolahku. Tahu sendiri kan, sekolahku itu sekola khusus wanita. Dan nama Gyo Ra sangat pasaran.”

“Hmm,” Kyuhyun berpikir sejenak. Mengingat-ingat sosok Kim Gyo Ra yang baru dikenalnya. “Dia setinggi bahuku, penampilannya acak-acakan, dan sedikit usil, mungkin?”

Yoo Jin menepuk tangannya! “Gyo Ra sunbae? Aish, si tukang usil itu! Kenapa tiba-tiba bertanya oppa? Kau bertemu dengannya?”

Kyuhyun mengangguk sekali dan bergumam.

Mata Yoo Jin menyipit. Memperhatikan gelagat Kyuhyun yang aneh. Kakak sepupunya tidak pernah berperilaku aneh kalau bertemu dengan seorang gadis. Jangan bilang! “Kau menyukainya, oppa?!”

“Tidak,” Kyuhyun mengedikkan bahu. “Hanya tertarik! Kajja, kita pulang!”

#Flashback OFF

Kyuhyun tidak suka bersosialisasi. Itulah yang membuat dia tidak pernah tahu kalau rumah Gyo Ra satu kompleks perumahan dengannya. Bersebelahan, tepatnya. Kyuhyun baru tahu belakangan setelah mengorek informasi tentang gadis itu lewat adik sepupunya.

For the first time, Cho Kyuhyun jatuh cinta.

For the first rime, Cho Kyuhyun merasa jantungnya meledak oleh karena seorang gadis.

Kim Gyo Ra. Gadis usil dan energiknya. Yang sekarang resmi menjadi kekasihnya. Sekaligus pengacau emosinya.

Emosinya yang selalu terkontrol kini terguncang. Kalau kalian tahu mesin pencatat denyut jantung yang membentuk grafik naik-turun tak beraturan, begitulah gambaran hatinya sekarang.

Kacau-balau.

Dan itu semua hanya karena memikirkan seorang gadis membingungkan. Gyo Ra tidak pernah mengatakan alasan dia menerima pernyataan cinta Kyuhyun.

Gyo Ra selalu berhasil menghindar dengan trik-trik untuk mengalihkan Kyuhyun. Gyo Ra, apa kau pernah menyukaiku, sebenarnya?

Apa kau bosan?

Apa kau menganggapku hanya cinta monyet anak SMP?

Kyuhyun menyesap rokoknya lagi lalu mengepulkannya ke udara. Merasa tidak ada gunanya larut dalam perasaan hambar dan tak menentu, Kyuhyun memilih bergegas menghabiskan rokoknya. Mencoba menghibur diri dengan menuruti kemauan gadis itu agar berpura-pura mereka tidak memiliki hubungan apapun.

Baiklah, jika itu yang kau inginkan Kim Gyo Ra. Aku akan membuatmu merasa diabaikan, sakit. Dan kau harus menyadari jika itu keinginanmu sendiri.

Ponselnya bergetar. Terlalu seringnya nomor itu meneleponnya hingga dia hapal di luar kepala—dia tidak mau repot-repot menyimpan nomor seorang gadis selain nomor Gyo Ra—Kyuhyun hanya bisa menghela napas.

Sial. Gadis itu lagi.

.

.

.

SRAK!

Setelah melempar lembaran kosong laporan praktikum kimia itu ke atas meja Kyuhyun, Ri An berkacak pinggang. “Apa maksudnya?! Kenapa kau seenaknya menghapus namaku dari kelompokmu?” tanyanya galak dan setengah membentak.

Kyuhyun mendongakkan kepala. Dia tahu cepat atau lambat Ri An pasti datang memprotesnya. “Aku tidak ingin kita satu kelompok.”

Daftar kelompok praktikum kimia sudah diumumkan kemarin lusa. Begitu Kyuhyun tahu nama Ri An masuk dalam anggota kelompoknya, dia langsung menghadap Lee Ssaem. Meminta agar nama itu dihapus dan diganti dengan siswa lain.

Lee Ssaem tentu tidak menaruh curiga. Sebab Kyuhyun mengatakan jika dia sedang bermasalah dengan orang itu dan tidak mau tugas praktikumnya terhambat oleh masalah mereka.

Ri An melongo ketika Kyuhyun berdiri dan melengos di depannya. Dia mendumal dalam hati. Sehebat apa dia?! Seenaknya saja main menghapus-mengganti namanya dari kelompoknya.

Tapi seperti menggigit lidahnya sendiri, Ri An terhenyak. Teringat praktikum kimia minggu depan yang tidak main sulitnya. Praktikum ini menunjang dua puluh persen dari total nilai akhir mata pelajaran kimia.

Harusnya satu kelompok dengan Kyuhyun menjadi keberuntungan—pria itu pasti suka rela mengerjakan laporan praktikum seorang diri dan tidak perlu diragukan lagi tingkat kebenarannya seperti apa—jika tiba-tiba Kyuhyun tidak menolak satu kelompok dengannya.

Dan Gyo Ra.

Gadis itu berdiri mematung di ambang pintu kelas saat Kyuhyun melewatinya. Gyo Ra memandangi punggung Kyuhyun yang menghilang di antara siswa-siswa lain yang bergerombol sehabis dari kantin.

Dia mendengar percakapan Kyuhyun dengan Ri An. Tadi pagi Lee Ssaem memanggilnya dan mengatakan tentang pergantian kelompok praktikum. Tentu saja Gyo Ra terkejut karena Kyuhyun sendiri yang meminta Lee Ssaem menghapus namanya dari kelompok.

Pria itu sangat kentara menunjukkan usaha penghindarannya. Usaha yang membuatnya tidak nyaman.

Bukan masalah praktikum itu, melainkan sikap Kyuhyun padanya. Gyo Ra tidak pernah merasa menggigil dan merinding oleh sikap dingin Kyuhyun.

Meraba dada kirinya yang berdenyut nyeri. Ternyata beginikah rasanya diabaikan? Selama itukah Kyuhyun merasa sakit karena tidak bisa menunjukkan pada dunia jika mereka sepasang kekasih dan terpaksa berpura-pura tidak kenal satu sama lain di sekolah?

Gyo Ra terkejut kemarin mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar malamnya. Seorang pria yang mengaku sebagai teman Gyo Ra yang mengantarnya pulang.

Ibunya bertanya kemana Kyuhyun? Kenapa bukan Kyuhyun yang membawanya pulang? Dan Gyo Ra terpaksa berbohong. Dia mengatakan Kyuhyun sedang mengikuti pelatihan olimpiade dan pria itu tidak tahu sama sekali tentang keadaannya yang sedang sakit.

Padahal Gyo Ra tidak tahu kemana perginya Kyuhyun. Pria itu tidak bisa dihubungi sampai mereka berpapasan di kelas barusan.

Oh, Kyuhyun, kenapa dihindari olehmu rasanya sangat tidak nyaman?

.

.

.

Satu-dua hari mungkin tidak apa-apa dia sendiri. Tanpa ada yang perhatian. Tanpa ada yang tiba-tiba meloncat melalui beranda kamar dan masuk seenaknya ke dalam kamarnya.

Tapi ini sudah dua minggu! Percayalah, dua minggu tanpa Kyuhyun itu, hambar!

Gyo Ra berdiri di depan rumah minimalis keluarga Cho dengan ragu. Menunggu dua puluh menit tapi tidak ada sahutan dari dalam. Sudah akan menyerah, suara klakson mobil di halaman rumah sedikit mengejutkannya.

“Gyo Ra! Annyeong!”

Entah dari mana datangnya, seorang gadis lebih tinggi darinya memeluk Gyo Ra dari samping dengan cengiran lebar. “Kenapa tidak langsung masuk? Jung ahjumma ada kan di dalam?”

“Annyeong, Ahra eonni. Aku sudah memencet bel tapi tidak ada yang membukakan.”

Benar. Dia Cho Ahra. Kakak perempuan Kyuhyun satu-satunya yang Gyo Ra tahu sedang melanjutkan sekolah S2-nya di Sidney.

“Jung ahjumma ijin sakit hari ini, Nuna,”

Tubuh Gyo Ra otomatis menegang. Suara berat khas di dekatnya dan jujur dirindukannya, menjawab pertanyaan Ahra.

Kyuhyun meletakkan satu koper besar di samping kaki Gyo Ra. Pria itu mengeluarkan kunci rumah dari saku jeans-nya dan membuka pintu rumah.

“Ah, begitu, kajja kita masuk Gyo!”

Ahra setengah menyeret bahu Gyo Ra masuk ke dalam rumah keluarga Cho sambil mengobrol tentang perjalanan panjangnya kembali ke Korea.

Dari cerita panjang kali lebar itu, Gyo Ra tahu alasan Ahra pulang ke Korea karena sedang rindu rumah dan kebetulan dia mengambil kelas full tiga hari sebelumnya sehingga tiga hari ke depan dia meliburkan diri.

Selama cerita itu mengalir, mata Gyo Ra tidak henti-hentinya mengawasi gerak-gerik Kyuhyun yang mondar-mandir di dapur.

Pria itu entah sibuk menyiapkan apa dan Ahra seperti tidak mempedulikan itu malah bersemangat mengalirkan cerita-cerita seputar kota Sidney-nya yang spektakular.

“Kapan-kapan kau harus pergi ke Sidney. Opera House, Bondi Beach, Circular Quay, kau wajib pergi ke tempat-tempat itu. Sidney kota yang unik. Sayangnya disana tidak ada bibimbap dan jajangmyeon. Itulah mengapa aku jadi jarang makan.”

“Kau bahkan lebih gendut dari terakhir kali, Nuna. Apa-apaan bilang jarang makan?”

Tiba-tiba Kyuhyun datang menyela sambil membawakan nampan berisi sepiring aneka buah dan tiga gelas minuman. Ledekan iseng Kyuhyun itu tak kuasa mengundang tawa kecil di bibir Gyo Ra.

“Yak! Apa-apaan! Berat badanku turun tiga kilo asal kau tahu!”

“Turun apanya? Kau menyenggolku sedikit saja aku sampai nyaris berguling tadi!”

“Berlebihan! Jangan dengarkan, Gyo!” Ahra mencomot stroberi yang dibawa Kyuhyun dengan sedikit kesal. “Kusarankan Gyo, kau harus ekstra sabar menghadapi Kyuhyun. Diam-diam kata-katanya itu menyakitkan, setajam pisau—AOW!”

“Jangan bicara aneh-aneh, Nuna. Jika tidak ingin kau mendapat makan wortel saja sebagai makan malammu.” dengus Kyuhyun pelan sukses mencubit perut Ahra gemas.

“Nah! Ini dia! Adik kurang ajar. Kakaknya pulang, lelah, malah diancam tidak diberi makan! Huh!”

“Salah sendiri bicara sembarangan!”

“Kau juga meledekku duluan!”

“Aku tidak meledek. Itu kan kenyataan. Kau memang gendut, Nuna!”

“Dasar adik menyebalkan!”

Gyo Ra tidak bisa tidak terkekeh melihat keributan kecil kakak-beradik di depannya. Begitukah mereka mengekspresikan perasaan rindu mereka setelah sekian bulan tidak bertemu?

Ah, enaknya. Gyo Ra tidak tahu rasanya memiliki saudara yang bisa diajak ribut kapanpun. Yah, karena dia anak tunggal.

Makan malam Gyo Ra habiskan di rumah Cho dengan hasil masakan Kyuhyun yang menakjubkan. Meski berulang kali pria itu memasakkan sesuatu untuknya—hmm! Untuk Ahra dan Gyo Ra—tetap saja tidak mengurangi sedikitpun kekagumannya pada bakat memasak pria itu. Jarang-jarang ada seorang pria remaja yang jago memasak.

“Jjang! Aku bangga memiliki adik super duper baik-ku ini!” Ahra mencubit pipi Kyuhyun.

Kyuhyun mencibir. Pasalnya, tadi Ahra mencemoohnya sebagai adik kurang ajar dan menyebalkan. Dasar, wanita itu, kalau ada maunya saja memujinya selangit.

Tak banyak yang mereka bincangkan selama makan malam. Mereka, Kyuhyun dan kakaknya. Gyo Ra hanya menjadi pendengar yang baik. Dia tidak ingin merusuhi suasana akrab di antara keduanya.

Dari percakapan mereka, Gyo Ra tahu kalau orang tua mereka sedang pergi ke luar kota. Jadilah di rumah hanya tinggal mereka berdua.

Tadi pun Ahra hampir naik taksi sendiri pulang kalau Kyuhyun tidak meneleponnya dan muncul di pintu kedatangan menjemputnya.

“Aku tidak bantu beres-beres tidak apa-apa ya? Ada Gyo Ra kan, Kyu? Gyo pasti tidak keberatan berduaan denganmu!”

Ahra mengedipkan sebelah matanya ke arah Gyo Ra, menyenggol pinggangnya kemudian berlalu masuk ke kamarnya. Gyo Ra memandang Kyuhyun yang berdiri membelakanginya sambil meneruskan kegiatannya mencuci piring-piring kotor.

“Mau kubantu?”

Tanpa banyak bicara, Gyo Ra mengambil tempat kosong di sisi Kyuhyun. Untungnya Kyuhyun tidak menyuruhnya pergi. Kyuhyun membiarkan Gyo Ra membantunya mengelap piring habis dicucinya sebelum diletakkan kembali ke atas rak piring.

“Kyu, kau marah padaku?”

Pertanyaan Gyo Ra tidak digubris. Pria itu seolah tidak mendengarnya dan asyik mencuci.

“Kyu,” Gyo Ra mematikan keran air dan memegang tangan Kyuhyun, menghentikan gerakan tangannya yang hendak membilas gelas bersabun dengan air.

Kyuhyun menghela napas. Dia menggeletakkan gelas itu di bak cuci, mengelap tangan penuh sabunnya dengan lap bersih, lalu bersedekap di depan Gyo Ra. Memberikan tatapan intimidasi pada gadis itu.

“Apa kalau aku diam artinya aku marah?”

“Hmm,” Kedua bola mata Gyo Ra bergerilya ke kanan-kiri, mencari pencerahan sekaligus menghindari tatapan lekat pria di depannya. “Kau tidak mengajakku bicara dua minggu ini. Kau marah padaku?” tanyanya akhirnya.

“Nona Kim, kau sungguh membingungkan. Siapa yang memintaku berpura-pura tidak kenal satu sama lain? Dan apakah kediamanku karena keinginanmu juga termasuk kategori marah?”

“T-tapi, itu di sekolah, aku—”

“Aku hanya berusaha menuruti semua kemauanmu. Sekarang kenapa kau justru bertanya apa aku marah padamu? Coba kau pikir, adil-kah untukku?”

Gyo Ra mendengus. Ini dia. Kyuhyun bilang tidak marah, tapi ucapannya dan sikapnya menunjukkan sebaliknya.

Kyuhyun tidak hanya marah. Sangat marah. Emosinya yang sulit ditebak itulah yang membuat Gyo Ra kelimpungan bagaimana cara menghadapinya.

“Kau ingin aku diam dan beranggapan kita tidak kenal satu sama lain, aku lakukan. Apa balasannya? Kau sibuk mengajak pria lain menemanimu pergi. Kenapa?”

Tangan Kyuhyun meremas pundak Gyo Ra. Gemas. Kesal. Marah.

“Kenapa kau diam saja? Apa bibir ini terkunci? Tidak bisa bicara lagi?”

Melihat Gyo Ra berdiri di depan rumahnya tadi sore, Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

Namun selanjutnya Kyuhyun seperti menelan pil pahit. Apa yang menahan Gyo Ra sehingga mereka harus melalui dua minggu yang menyiksa dulu, baru gadis itu datang dan bertanya?

“Kalau kau tidak suka dengan hubungan ini, kita putuskan saja. Aku lelah, jujur.”

Remasan di pundak Gyo Ra menguat. Kyuhyun tidak ingin hubungan mereka berakhir. Tapi dia lelah.

Dia juga pria biasa yang memiliki batas kesabaran tertentu yang tidak boleh sembarangan dilangkahi walaupun itu kekasihnya sendiri.

Kyuhyun tidak ingin kalap dan menunjukkan kondisi sebenarnya dia.

Satu menit. Dua menit. Kyuhyun menunggu dengan kesal. Gyo Ra tidak membuka mulutnya. Bibir gadis itu terkunci entah apa yang dipikirannya. Merasa tidak ada gunanya lagi menunggu, Kyuhyun menghempaskan tangannya.

Mungkin mereka tidak ditakdirkan bersama. Mungkin keberadaan Kyuhyun hanya membatasi gerak gadis itu. Kyuhyun tidak akan egois lagi.

Mempertahankan perasaannya dan bertempur melawan hati tidak semudah itu jika dia melakukannya seorang diri.

“Pulanglah. Begitu kakimu melangkah keluar dari rumah ini, anggaplah kita memang tidak pernah memiliki hubungan apapun. Sesuai keinginanmu.”

Tidak ingin hancur lebih dalam, Kyuhyun memilih jalan itu. Dia memalingkan muka dan bergegas menyelesaikan kegiatan mencuci piringnya seorang diri.

Gerakannya langsung terhenti begitu Gyo Ra berlari meninggalkan dapur dan dadanya berdenyut parah saat gadis itu membanting pintu rumah.

Kyuhyun mengepalkan tangannya di pinggir bak cuci. Memukul berulang kali pinggiran itu dan berteriak marah. Gelas dalam genggamannya meluncur jatuh ke lantai dan pecah.

Menendang rak bawah sambil terus memukul tangannya di bak cuci. Tidak peduli pecahan gelas yang tersisa melukai buku-buku jarinya.

Marah. Marah karena Gyo Ra pergi begitu saja seolah-olah memang tidak berniat mempertahankan hubungan mereka lagi.

Marah kenapa harus dia yang berusaha mati-matian bertahan seorang diri. Juga marah karena tidak bisa menahan gadis itu tinggal selama yang dia inginkan di sisinya.

Tanpa Kyuhyun tahu, Gyo Ra lari bukan karena tidak bertanggung jawab atas hubungan mereka. Melainkan dia seperti tidak mengenal sosok Kyuhyun lagi.

Pria itu marah. Dan baru kali ini Gyo Ra melihat kemarahan itu begitu nyata di matanya.

Gyo Ra menekan air matanya yang sudah mendesak-desak ingin keluar. Begitu dia berada di dalam kamarnya sendiri, Gyo Ra menumpahkan air matanya di antara tumpukan bantal. Dia menangis. Dia sedih karena Kyuhyun memutuskannya.

Pria itu tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan. Pria itu hanya menumpahkan kemarahannya. Tanpa tahu jika Gyo Ra mati-matian berdiri tegar karena dia sadar jika tadi dia sendirian.

Jika biasanya Kyuhyun selalu melindunginya, sekarang pria itu berdiri jauh di depannya seperti musuh. Dan Gyo Ra tidak bisa berbuat apapun selain pergi menjauh, meredam perasaannya.

Gyo Ra masih ingin bersama Kyuhyun. Dia masih sangat menyayangi Kyuhyun. Seberapapun orang-orang di sekelilingnya menjelek-jelekkan Kyuhyun, pria itu tetap kekasihnya.

Hanya saja Kyuhyun tidak tahu, jika diam-diam Gyo Ra mencaci-maki orang-orang itu. Sekalipun itu sahabatnya sendiri.

Kadang sahabatnya juga heran kenapa Gyo Ra membela Kyuhyun. Mereka kadang menaruh curiga apa jangan-jangan dia menyukai Kyuhyun.

DAN.

Gyo Ra sudah membeberkan hubungannya dengan Kyuhyun pada sahabatnya kemarin. Tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk mengejek Kyuhyun. Sebab harga dirinya juga terinjak setiap mereka mengejek kekasihnya.

LALU.

Setelah ini? Setelah hubungan mereka berakhir? Bagaimana?

Gyo Ra menghapus kasar air matanya. Dia menyesal baru sadar tidak ada pria manapun selain Kyuhyun yang dia inginkan. Tidak juga Ki Bum sunbae. Oh, Gyo Ra bahkan sudah melupakan sunbae-nya itu karena sibuk memikirkan Kyuhyun-nya.

Harusnya poin ‘Kyuhyun tidak pernah menyakiti Gyo Ra’ itu cukup menjadikannya sebagai alasan untuk mempertahankan hubungan mereka.

Jika Kyuhyun tidak pernah menyerah ataupun mengeluh setiap Gyo Ra berkeinginan menyembunyikan hubungan mereka, sepatutnya dia tidak menyerah sekarang.

BESOK.

Dia akan menemui Kyuhyun lagi. Bernegosiasi lagi. Dan Gyo Ra yakin, Kyuhyun akan mau menerimanya kembali.

.

.

.

“Apa yang kau lakukan?”

Terperanjat, terperangah, mendapati seorang gadis sedang mengikutinya dan ikut masuk ke toilet pria dengannya! Apa gadis ini sudah kehilangan akalnya?

“Kyuhyun, bersediakah kau menjadi kekasihku?”

“A-apa?”

“Ayolah, aku tahu kau sudah putus dengan Gyo Ra. Tidak ada alasan lagi bukan, untuk menolak permintaanku?”

“Jangan gila! Keluar dari sini sebelum ada siswa lain yang melihatmu!”

Gadis itu menggeleng tegas. Pendiriannya sudah kuat. Dia tidak akan melepaskan Kyuhyun. Pria yang membuatnya jatuh cinta sejak hari pertama Masa Orientasi Sekolah.

Kyuhyun si pria kaca mata dan kutu buku yang berbaik hati membelanya di depan tekanan senior-senior dari komisi kedisiplinan. Dia tidak pernah bisa lupa itu.

“Aku akan tetap disini sampai kau bilang iya!”

Kyuhyun berdecak kesal. Bola matanya berputar keras. Mencoba memikirkan cara mengusir gadis ini keluar. Bahaya jika ada yang melihat. Terutama bila Ssaem yang melihat, bisa gawat.

Seolah doa yang dipanjatkan Kyuhyun tidak terkabul, salah seorang pria yang terburu-buru masuk ke dalam toilet, terkejut mendapati keberadaan makhluk berbeda jenis kelamin disana.

Dan sialnya lagi pria itu langsung berlari keluar dan berkoar-koar, “CHO KYUHYUN SEDANG BERMESRAAN DENGAN SEORANG GADIS DI TOILET!!”

“Brengsek!” umpat Kyuhyun kesal. “Cepat keluar, LEE MIN JI! Atau aku akan membencimu seumur hidupku!”

BLAM!

Kyuhyun setengah membanting salah satu bilik kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Meremas rambutnya sendiri dengan kesal. Lee Min Ji. Gadis gila yang juga sahabat Gyo Ra sudah lama menaruh perasaan padanya. Tentu saja Kyuhyun menolak.

Apa gadis itu gila? Padahal Min Ji tahu jika dirinya masih berstatus sebagai kekasih Gyo Ra saat menyatakan cintanya dulu. Benar-benar tidak habis pikir.

Sejurus kemudian Kyuhyun menepuk keningnya. BODOH! Pria yang memergokinya sedang berbicara dengan Min Ji tadi pasti sedang menyebarkan gosip buruk!

Kyuhyun membuka pintu kamar mandi dan nyaris berteriak karena Min Ji berdiri di depannya dan tanpa aba-aba meraih rahangnya mendekat lalu menempelkan bibir mereka! BIBIR!

Bukan ciuman itu yang Kyuhyun persoalkan. Melainkan ekor matanya yang menangkap sosok gadis berdiri mematung dan pucat di ambang pintu toilet pria dengan ekspresi tak terbaca.

Kyuhyun ingin melepas ciuman itu, tapi entah kenapa mungkin tekad seorang gadis ingin memiliki seorang pria berkekuatan lebih besar sehingga Kyuhyun tetap berada di posisinya berciuman dengan Min Ji.

Brengsek.

Gyo Ra, jangan berpikir macam-macam!

.

.

.

To Be Continue

 Jangan lupa vote ya 😉
Cuap-Cuap Author

Advertisements

19 thoughts on “Confess Me as Your Namja! [Chapter 2]

  1. choky_1408 says:

    Yahhh gantian Gyora udah ngakuin Kyuhyun, mereka malah putus. Ditambah lagi, scene terakhir itu. Apalagi yg perempuan itu temennya Gyora, nggak kebayang deh gimana kalo jadi Gyora liat langsung hal itu. Semoga aja mereka nggak terlarut2 dlm masalah ini
    Fighting buat next part !!!

    Liked by 1 person

  2. kyunhyun123 says:

    dan mereka bener2 akan berakhir karna gyeora melihat hal ini, ditikung ama teman sendiri gk terbayang sakitnya.dtggu nextnya eonn please jgn lama2

    Liked by 1 person

  3. Aika says:

    Wah ternyata ada udang dibalik batu,itu kah tujuan minji menjodohkan gyora sama Kibum,karna minji suka sm kyu.disini hubungan gyora SM kyu LG di uji

    Liked by 1 person

  4. Hyun says:

    salah paham.
    konflik baru. sahabatnya gila ya,
    astaga.. ditusuk lah itu gyora.
    dan ternyata kharisma seorang gyu memang ngeri ya, dlm kondisi ‘nerd’ pun dia tetep ada yg ngejar.. iyalah, bayangin dia jelek aja ga mampu xD

    dan.. aku suka banget sama karakter gyu, ada sisi liar nya, jadi dia punya pertahanan bagus, cuma minus di penampilan, yg lainnyq tetep aja dia berkarakter pelaku dr penyakit baper

    Liked by 1 person

  5. kyuoi says:

    nyesek! part satu nyesek di Kyuhyun nya, part ini nyesek di Gyo Ra.
    tapi di part ini sakit juga sih nempatin di posisi Kyuhyun
    Kyuhyun nya ga sabaran pengen dapet penjelasan, Gyo Ra nya ketakutan lihat Kyuhyun marah begitu
    dan ketika ada orang ketiga udah masuk terlalu jauh begini pasti tambah sulit T.T
    kenapa juga di awal Gyo Ra minta hubungan mereka disembunyikan? ya pasti sakitlah ada di posisi Kyuhyun

    Liked by 1 person

  6. lyeoja says:

    Heheheheeh…
    Bgtu muncul langsung wow ceritanya… 😂😂😂

    Aduhhh gyo_ra kyukyu sama2 egois dgn hatinya…
    Jdinya gini dehh
    Mana lagi si min jii
    Ya ampunn
    Temen sendiri di sukaiinnn…???

    Fighting lunaaa…
    Chap selanjutnya ditungguu

    Liked by 1 person

  7. amaliamstka says:

    bagiku disini gyora maupun kyuhyun duaduanya samasama salah si. si gyora yang gamau publikasiin kyuhyun dan kyuhyun yang gamau dengerin penjelasannya gyora.

    Liked by 1 person

  8. wienfa says:

    aduh sorry banget kak luna..baru comment nih..gara2 brita virus wanna cry,aku jadi phobia buka internet,tangan udh gatel dri kmrn pngen ngbuka situs2 blog ff.(kok mlah curhat siihh)
    soal comment story ini,crtanya smkin seruu..tp knp sih smuany jdi slah pham gtu,di saat smuanya akn trjlin dg indah.lgian gyora prtmnya slah gk mau ada yg tahu cuz hbgnnya m kyu.pkonya brhrap smuany baik2 aja.semangat jga buat author kak luna

    Liked by 1 person

  9. syalala says:

    ih anjir gemes bgt sihhhhhhh parah sih gyora emg kalo begitu, yah aku jg bisa ngerasain gimana sakitnya kyuhyun, jelas sakit duaduanya karena emg mereka ga saling jujur! ah gemes bgt hahahahaha mana duh endingnya lah paraahh!! padahal aku udah ngarep biar gyora yg ngemis2 cinta ke kyuhyun tp endingnya begitu pasti tetep aja kyuhyun yg ngerayu2 huhu sedih bgtttt daahhhs emoga cepet dilanjut hihi

    Liked by 1 person

  10. Rae Hwa says:

    Tuh enak ga kalo di gituin,, seperti itulah yg Kyuhyun rasakan… Astaga Min Ji suka sama Kyuhyun,,, makin rumit kisah mereka bertiga…. Semangat ngelanjutinnya author nim…. Saranghae 💙💙

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s