Where? Chapter 1 (Sequel of Why?)

Title      : Where? Chapter 1(Sequel of Why?)

Author  : Luna

Genre    : Hurt, Romance, Chaptered

Cast      : Cho Kyuhyun, Jun Seo Eun

Luna’s:
“Kenapa bukan sequel-nya Impossible Romance?”

Pasti itu kan yang ada di pikiran kalian? Wkwk, oke, sedikit tidak adil memang.
Jujur aja aku nggak nyiapin apa-apa buat sequel IR. Tapi kalau kalian dukung aku buat kasih sequel, mungkin aku pikir nggak ada salahnya 😀

Aku kasih sequel-nya Why? dulu buat pelipur lara nyambi buat anak kuliahan yang tugasnya lagi numpuk, biar nggak bosen, yuk baca ini^^

Yang lupa atau belum baca oneshoot-nya, bisa:
Why? (Oneshoot)

Warning! Typo dimana-mana!

where
—oo0000oo—

BRAK!!

Kyuhyun membanting pintu mobilnya lalu segera melajukan mobilnya gila-gilaan, tidak mempedulikan teriakan gadis yang ditinggalkannya di halaman rumah di salah satu kompleks elit daerah Gangnam.

Kyuhyun mencengkeram erat kemudinya sambil sesekali memukulnya kesal. Kemarahannya kali ini sudah tidak bisa dibendung lagi.

Beberapa jam yang lalu dia masih berada di Jepang menghadiri rapat penting membahas resort baru yang akan dibangun bulan September nanti.

Rapat itu menjadi sesuatu yang sangat dia kejar ketika sekretarisnya mengirimkan sebuah email mengejutkan berisi foto perselingkuhan istrinya dengan produser terkenal di Korea yang sedang naik daun.

Beberapa foto menunjukkan bahwa mereka sedang berlibur di Eropa dan berpagutan mesra di bawah menara Eiffel, berdansa di salah satu kelab malam, dan foto yang terakhir benar-benar membuat seluruh darah di tubuh Kyuhyun mendidih.

Kim Na Yeon bercinta dengan produser sialan itu di hotel.

Sialan! Akan kupastikan kau tidak akan mendapat apa-apa setelah melakukan ini padaku! Janji Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun menginjak pedal gasnya, mengendarai mobil secara brutal.

Tidak peduli banyak mobil yang menekan klakson sambil memaki padanya. Pikirannya sudah dipenuhi perasaan benci dan marah secara bersamaan.

Sementara itu, Na Yeon menutup wajahnya yang berekspresi sedih dan ketakutan. Tubuhnya luruh di jalan dan tangisannya pecah. Tidak, kenapa Kyuhyun bisa tahu? Bukannya dia sedang di Jepang?

Tidak, ini tidak benar. Dia tidak ingin pernikahannya berakhir dengan sidang perceraian. Dia tidak bisa meninggalkan Kyuhyun. Dia sudah terlanjur jatuh cinta pada pria dingin itu.

Satu-satunya alasan kenapa dia berani bermain api di belakang Kyuhyun karena selama tiga tahun mereka menikah Kyuhyun tidak pernah sedikitpun menyentuhnya.

Kyuhyun memang memperlakukannya seperti putri. Tidak pernah memarahinya kecuali dia melanggar ucapannya. Mereka juga tidak jarang pergi berlibur. Lalu membiarkan berita mereka dimuat di media esoknya.

Tapi justru itu yang membuatnya cepat bosan dan dengan gampangnya tergoda oleh tawaran menjalin hubungan gelap dengan Shim Changmin. Kyuhyun hanya memanjakannya tapi tidak pernah memuaskannya di ranjang.

“Sayang, ayo masuk. Di luar sangat dingin.”

Changmin yang awalnya hanya menatap ke arah Na Yeon yang menyesal sekarang memutuskan untuk berjalan mendekat. Dia tidak mau melepaskan Na Yeon begitu saja. Wanita ini adalah sumber kekayaannya.

Dia bisa membuat film tanpa perlu khawatir akan kekurangan biaya karena Na Yeon dengan suka rela memberikan uangnya padanya.

Yang perlu dia lakukan adalah mengikat Na Yeon dengannya, membuatnya hamil kemudian mencampakkannya setelah kekayaannya jatuh ke tangannya.

“T-tapi Kyuhyun..” kata Na Yeon lemah. “Dia akan menceraikan aku.”

“Tidak. Kyuhyun tidak akan melakukannya. Percaya padaku. Aku akan membuat Kyuhyun tidak akan melepasmu selamanya.”

Na Yeon mendongakkan kepalanya memandang Changmin yang sedang balik menatapnya dalam-dalam. Ada kesungguhan dari mata itu. Akhirnya Na Yeon mengangguk dan membiarkan tubuhnya digendong masuk ke rumah milik Changmin.

Yah, untuk apa lagi? Bercinta tentu saja. Changmin hanya memanfaatkan rasa frustasi dari Na Yeon yang tidak pernah disentuh oleh suaminya sendiri. Kemudian secepat flash dia akan membuang wanita ini ketika sudah tidak diperlukan lagi.

—oo0000oo—

“Wah, pemandangan apa ini? Pria gila kerja yang semakin gila dari hari ke hari.”

Donghae menghempaskan pantatnya di sofa ruang kerja milik Kyuhyun. Sedangkan pria yang dimaksud dalam sindirannya hanya bersikap acuh dan meneruskan kegiatannya mengecek dokumen-dokumen yang menumpuk di atas mejanya.

“Hyukjae tega sekali ya membiarkanmu mengecek dokumen sebanyak itu.”

Donghae masih berusaha mengalihkan perhatian sahabatnya itu agar bisa sejenak mengistirahatkan otot-otot tubuhnya yang menegang.

Bukan tidak tahu, Donghae sangat tahu mengenai pertengkaran di rumah tangga Kyuhyun yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan di media gosip televisi.

Dia datang kesini bertujuan melihat kondisi Kyuhyun. Siapa tahu Kyuhyun akan mabuk-mabukan atau bermain wanita lagi seperti dulu. Tapi dia salah. Kyuhyun yang sekarang tidak melampiaskan kemarahannya dengan alkohol tapi dengan bekerja.

“Ahh, kenapa disini aku jadi seperti tembok yang bisa berbicara ya? Hei! Ada orang tidak disana yang bisa kuajak pergi!”

“Aku sedang sibuk, Hyung. Tolong jangan aku dulu.” Kata Kyuhyun sambil meletakkan map kuning di sisi meja yang lain lalu menggantinya dengan map warna lain. Matanya sebenarnya sudah lelah.

Terlihat sekali dari lingkaran hitam di bawah matanya yang berusaha ditutupi dengan kaca mata minusnya. Kyuhyun benar-benar berusaha keras mengalihkan kemarahannya dengan ini.

Dia tidak ingin kembali pada dirinya yang dulu. Sudah tiga tahun ini dia menunjukkan bahwa dia pria yang bertanggung jawab dan pekerja keras.

“Ara, ara. Padahal aku mau mengajakmu ke studio. Ya sudah, aku pergi!” Donghae menegakkan punggungnya dan hendak pergi dari kantor Kyuhyun.

Pekerjaan Donghae sekarang bukanlah pria kantoran seperti Kyuhun ataupun teman-temannya yang lain yang kebanyakan berasal dari keluarga chaebol dan menjadi seorang penerus perusahaan di masa depan.

Donghae mengelola sebuah studio musik dan tari modern milik ibunya yang sekarang sudah pensiun mengingat usianya yang tidak muda lagi.

Dulunya studio itu hanya mengusung ide-ide lama. Tapi berkat kepintaran Donghae sebagai pengelola baru membuat studionya kini menjadi sorotan dunia.

“Apa disana aku bisa melupakan masalahku, hyung?”

Ucapan aneh dari Kyuhyun barusan membalikkan tubuh Donghae. Dia menyedekapkan lengannya di depan dada dan tersenyum geli. “Well, kalau yang kau cari adalah wanita dan alkohol, maaf kau tidak bisa menemukannya disana.”

Kyuhyun mendengus sebal. “Siapa bilang aku mencari dua hal itu?”

“Yah, kau kan dulu suka menghabiskan waktumu di kelab hanya untuk itu.”

“Itu dulu.” tegas Kyuhyun tidak suka orang lain menyinggung dunia kelamnya. Dia melepas kaca mata bacanya lalu menaruhnya di atas meja. “Aku ikut denganmu. Siapa tahu disana ada yang lebih menarik.”

Kyuhyun berjalan mendahului Donghae membuat pria itu menyungingkan senyum kemenangan. Dia berhasil membujuk Kyuhyun keluar dari lingkaran setan pekerjaan yang sangat membosankan itu.

Tak sampai empat puluh lima menit mobil yang dikendarai oleh Donghae memasuki pelataran parkiran di studio miliknya. Kyuhyun cukup berdecak kagum saat memasuki gedung yang luasnya seperti gedung theater.

Padahal ini hanya studio musik dan tari modern, tapi Donghae mendesainnya agar setiap pengunjung yang datang menikmati kunjungannya.

Meski jauh dari kota tapi disini suasanya benar-benar mendukung untuk melepas penat. Interiornya minimalis bergaya Eropa. Kyuhyun baru tahu kalau sahabatnya ini punya jiwa seni juga.

“Annyeong haseyo, sajangnim. Apa ada yang bisa saya bantu?” sapa pegawai resepsionis ramah menyambut kedatangan mereka.

“Tidak, aku hanya mengajak temanku berkeliling saja.” Donghae menatap sekitarnya yang tumben-tumbenan studionya sangat ramai hari ini. “Ada acara lagi ya?”

“Iya, Tuan. Kebetulan dari studio tari mereka mengadakan acara penyambutan kecil-kecilan pada junior yang baru dinyatakan lolos menjadi anggota baru.”

Donghae mengangguk-angguk. Perhatiannya beralih pada Kyuhyun yang sedang membolak-balik brosur berisikan informasi tentang studio miliknya.

“Kyu, mau kuajak kesana? Studio tari salah satu kebanggan yang kami miliki. Mereka sudah berkali-kali menjuarai perlombaan tingkat internasional dan tak jarang mendapat penghargaan sebagai peserta bertahan di posisi teratas.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

“Ide yang bagus. Tapi aku mau ke toilet sebentar. Kau bisa menunjukkannya padaku?” Donghae menyuruh Kyuhyun berjalan lurus saja di lorong di sebelah kanan mereka.

Toiletnya berada di sisi kanan. Kyuhyun meletakkan brosur itu di meja resepsionis kemudian melangkah santai sambil memasukkan kedua tangannya di saku.

“Sajangnim, itu Tuan  Cho Kyuhyun kan?” bisik Minah, pegawai resepsionis yang tadi menyambut mereka. Donghae mengangguk saja. “Wah, dia kelihatan seribu kali lipat lebih tampan dari yang di foto!”

“Hei, dia sudah beristri kalau kau lupa.” Donghae berdeham tidak suka. Kenapa Kyuhyun selalu mempesona dimanapun dia berada?

“Tentu saja aku tahu. Aah, pasti istrinya sangat beruntung bisa memandangi wajah tampan itu setiap hari.” Donghae tersenyum miris dalam hati.

Minahh salah satu diantara sejuta umat yang tidak mendengar kabar rumah tangga Kyuhyun yang terancam hancur. Dia tidak tahu saja sosok pria yang terlihat diam dingin seperti Kyuhyun bisa membuat wanita manapun menangis karena kemarahannya.

Kyuhyun berhenti di depan pintu toilet kemudian keningnya mengernyit. Ada dua buah pintu berlainan warna disana tapi kenapa tidak ada papan penanda pria dan wanita ya? Kyuhyun membuka kenop pintu yang sebelah kanan lalu masuk ke dalamnya.

“KYAAA!!!! BYUURR!!” Kyuhyun yang tanpa persiapan apa-apa terkejut bukan main ketika seorang wanita menjerit lalu mengguyur tubuhnya dengan seember air membuat seluruh tubuhnya basah kuyup.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” teriak Kyuhyun berang. Dia mengusap berulang kali wajahnya sebelum pandangannya mengarah pada wanita yang menatapnya sambil mendelik.

“Yak! Harusnya aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan di toilet wanita? Dasar penguntit! Duakkk!!” wanita itu menendang tepat di pusat tubuh Kyuhyun membuat pria itu mengerang kesakitan.

Wanita sialan! Tanpa menunggu lagi, wanita itu segera keluar dari toilet dengan terburu-buru melihat wajah Kyuhyun yang memerah seperti menahan marah.

“Pria sialan! Mesum! Cabul! Brengsek!”

“Ada apa?” tanya Donghae setengah khawatir melihat salah satu pegawainya keluar dari lorong tempat Kyuhyun masuk tadi sambil mengumpat tidak karuan.

“Eoh, sajangnim! Aish, itu tadi ada pria mesum yang masuk ke toilet wanita! Langsung saja kusiram mukanya. Sialan sekali, memangnya dia tidak bisa melihat perbedaan warna pintu toiletnya? Dasar mesum! Huh! Merusak mood saja!”

Wanita itu terus saja mengoceh tidak jelas yang hanya ditanggapi gelengan tidak mengerti dari dua orang di depannya. “Ya sudahlah! Aku mau kembali ke studio saja. Awas kalau bertemu dengan dia lagi, kubunuh dia!”

Wanita yang menguncir tinggi rambut cokelatnya itu melangkah menghentak-hentak meninggalkan mereka berdua yang masih terbengong tidak percaya.

“Wah, wah, baru kali ini aku melihatnya cerewet begitu. Yah, walaupun biasanya juga seperti itu sih.” Minah tertawa mendengar gerutuan lucu Donghae. Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun muncul dengan keadaan sudah basah seluruh tubuh.

“Uwoaaw, kau habis berenang, Kyu? Kenapa aku lupa aku pernah membangun kolam renang di toiletku. Haha!” ledek Donghae yang dijawab dengusan kesal oleh Kyuhyun.

“Sialan kau! Aku salah masuk toilet asal kau tahu! Belum apa-apa sudah ada gadis yang menyiramku dengan air.” Kyuhyun mengibas-ngibaskan kemejanya yang lengket karna basah. “Aku mau pulang saja lah, hyung.”

“Eh, tapi, kunjungannya?”

“Aish, lain kali saja. Kau mau aku mati kedinginan? Awas kalau sampai aku bertemu gadis itu lagi, aku akan membuat perhitungan dengannya!”

Donghae tertawa keras. Dia tertawa senang karena sudah lama dia tidak melihat Kyuhyun yang menggerutu begitu seperti anak kecil.

Pasti wanita yang dimaksud adalah pegawainya tadi. Menarik sekali. Dia berjanji akan mengajak Kyuhyun bertemu dengannya nanti.

Mereka berdua pamit pergi dengan Kyuhyun yang masih menggerutu kesal. Kyuhyun sedikit menyesal karna tidak sempat melihat bagaimana rupa wanita tadi yang menyiramnya.

Donghae masih menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau mesum juga, Kyu.”

“Yaak! Toiletmu saja yang kacangan. Masa tanda untuk pria dan wanita saja tidak ada. Ish!” Kyuhyun buru-buru masuk ke dalam mobil Donghae disusul pemiliknya yang masih setia tergelak di belakangnya.

Sepanjang perjalanan pun Kyuhyun tidak habis-habisnya membahas betapa kesalnya dia hari ini. Dia bersumpah akan mencari siapa wanita itu dan benar-benar akan menyengsarakannya. Donghae yang mengendarai mobilnya tertawa saja mendengar ocehannya.

“Kebetulan sekali Kyu, akhir minggu ini akan ada pertunjukan dance yang digelar di gedung theater milikku. Aku akan memberimu gold ticket cuma-cuma. Yah, hitung-hitung sebagai permintaan maafku atas salah satu pegawaiku yang menyirammu.”

Kyuhyun menghentikan aksi mengomelnya lalu menoleh ke samping. “Cih, pasti harga tiketnya murah makanya kau memberiku gratisan.”

“Enak saja!”

“Eh, jadi gadis tadi pegawaimu?”

Donghae mengangguk sambil tersenyum. “Dia yang terbaik yang pernah kami miliki. Dia sangat piawai dalam segala jenis tari sebenarnya. Tapi yang kubutuhkan adalah jenis tari modern yang sedang marak sekarang. Kau tahu, dia benar-benar seksi kalau sudah di atas panggung. Tubuhnya itu sangat indah. Sayang, aku tidak bisa mendekatinya.”

“Oh, bujangan tua!” sindir Kyuhyun.

“Sialan!” Donghae menyikut Kyuhyun dari samping.

Tapi mendengar dari apa yang diceritakan Donghae barusan sepertinya wanita itu sejenis makhluk yang sulit ditakhlukan.

“Mungkin kau kurang berusaha mendekatinya. Tidak salah juga sih, dilihat dari perbuatannya yang menyiramku tadi saja aku sudah tahu dia gadis yang seperti apa.”

“A-a-a, kau salah Kyu. Sebenarnya satu-satunya alasanku sulit mendekatinya karna dia sudah bersuami.”

“Whoah! Kau mengingatkanku pada seseorang.” sindir Kyuhyun halus. Donghae tahu siapa orang itu. Istrinya sendiri. “Aku baru saja mau menyuruhmu mendapatkannya. Tapi mendengar dia sudah bersuami, tentu saja aku akan menolak idemu untuk mendekatinya.”

“Hei, lagipula dia sudah kehilangan suaminya sejak bertahun-tahun yang lalu.” Donghae membelokkan setirnya ke jalan yang akan memperpendek jarak mereka menuju kantor Kyuhyun.

“Maksudnya? Suaminya seorang tentara siap mati Korea? Yang tidak jelas kapan kembali dan mungkin mati tertembak sampai jasadnya tidak ditemukan?”

“Yak! Tidak sedramatis itu juga! Dia sudah menikah tapi suaminya pergi meninggalkannya entah menikah lagi atau bagaimana aku tidak tahu.”

“Wah, kejam sekali ya.” Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya sedikit kasihan. Mungkin karena itu dia bersikap sangat brutal di depan pria.

“Memang kejam. Brengsek sekali pokoknya. Aku saja ingin memukul wajahnya jika aku berkesempatan bertemu. Tega sekali meninggalkan gadis cantik sepertinya.” Donghae memukul setirnya pelan. Kyuhyun tertawa geli.

“Lalu, apa alasanmu tidak mau mendekatinya? Toh, suaminya juga belum tentu kembali.”

“Karena dia sangat mencintai suaminya.”

Kyuhyun terenyuh mendengar kalimat Donghae barusan. Adakah seorang wanita yang ditinggal pergi suaminya tapi tetap setia mencintainya dan menunggunya?

Dimana dia bisa menemukan wanita seperti itu? Dimana dia bisa bertemu dengan wanita yang memendam kesakitannya demi kekasihnya?

—oo0000oo—

“Terjadi sesuatu pada Anna?”

“Dia sudah begitu sejak kepulangannya dari studio.” jawab Minah sekenanya. Wanita yang dimaksud tidak biasanya berlatih tari sampai selarut ini.

Minah sendiri sedang bersantai di atas sofa apartemen luas yang disewa untuk tiga orang. “Ada namja mesum yang salah masuk toilet saat dia ada di dalam. Lucu sekali, dia langsung menyiramnya.”

“Benarkah?” Changmin tertawa renyah. Pasti masam sekali muka pria yang disiram olehnya. “Oh iya, apa kalian sudah makan? Aku membelikan ayam dan beer untuk kita.”

“Kebetulan! Aku sangat lapar!” Minah menolehkan kepalanya pada Anna yang sekarang sedang sibuk mencoba gerakan-gerakan baru untuk dance-nya.

“Anna! Malam ini Changmin yang mentraktir kita!” Anna menghentikan gerakannya. Senyumnya terbit. Dia mengambil handuk kecilnya lalu menyeka keringatnya di sekitar leher dan lengannya.

Sudah malam tapi wanita itu masih bersemangat. Yah, mau bagaimana lagi? Pertunjukannya tinggal empat hari lagi. Dia harus berlatih ekstra agar memuaskan para pengunjung.

“Tumben sekali kau yang traktir?” Anna duduk di sofa yang sama dengan Minah kemudian mengambil paha ayam yang masih panas dari kotak kertas di atas meja.

Changmin tersenyum lebar. “Tidak, aku sedang mendapat jackpot hari ini.” Katanya dengan mulut penuh makanan.

“Apa? Apa?” tanya Minah penasaran.

“Film-ku yang baru akan segera digarap.” Tuturnya bangga.

“Wah! Chukkae! Itu artinya akan ada traktiran yang lain lagi!” Anna bersorak senang. Dia menyomot satu lagi paha ayam lalu melahapnya cepat.

“Ngomong-ngomong, siapa investor kita yang mau memberikan uangnya secara cuma-cuma padamu, eoh?”

Changmin menghentikan gerakan makannya. Dia menggaruk telinganya yang tidak gatal. “Hanya investor asing yang berbaik hati.”

Tidak mungkin dia memberitahu yang sebenarnya pada dua sahabatnya kalau dia sedang bermain peran antagonis sebagai pria perebut istri orang untuk mendapat kekayaan.

Minah dan Anna saling menatap Changmin dengan tatapan menyelidik. Mereka seperti mencium keraguan dalam ucapan Changmin barusan.

“Ayo kita makan lagi! Haha!” Changmin tertawa hambar sambil menyeruput beer-nya, membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba kering.

“Tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari kami kan, Shim Changmin?” Minah masih saja ragu dengan kalimat terbatanya.

“Tentu saja tidak! Haha!” Ponsel Changmin berdering dan dia pamit untuk mengangkatnya sebentar. Minah sedikit mengernyit ketika Changmin melihat layar ponselnya langsung buru-buru pergi ke balkon.

Seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin mereka tahu. Tapi Anna tampak tidak peduli. Changmin mungkin memang sedang beruntung mendapat sumber dana yang menakjubkan.

“Changmin aneh.” ucap Minah tanpa sadar. Matanya tidak bisa berhenti mengamati punggung Changmin yang sepertinya sedang berbicara serius disana. Apa itu telepon dari seorang wanita?

Biasanya Changmin tidak seperti itu kalau menerima telepon. Dia pasti akan dengan santainya mengangkatnya di depan mereka. Bahkan ketika Changmin pamit keluar dan jangan menunggunya karna kemungkinan dia tidak pulang lagi, Minah mendesah resah. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Jujur saja mereka bertiga sudah bersahabat sejak kecil dan selama itu pula Minah sudah menaruh perasaan pada Changmin. Pria yang selalu membelanya ketika ada yang menjahilinya dulu.

Melihat betapa sibuknya pria itu sekarang dan tak jarang menghabiskan waktunya di luar, membuat Minah kesepian. Sekalipun Anna selalu ada di sampingya, tetap saja dia merasa lebih senang kalau Changmin juga ada.

—oo0000oo—

Changmin menerobos masuk melewati beberapa orang yang sedang asik meliuk-liuk di lantai dansa kelab malam menuju sofa yang ditempati oleh seorang wanita yang belakangan ini dekat dengannya.

Dia menghembuskan napas panjang melihat wanita itu mabuk-mabukkan dan merokok lagi. Changmin merebut gelas berisi wine dari tangannya lalu membantingnya di lantai hingga pecah dan menyita perhatian beberapa orang.

“Kim Na Yeon, apa yang kau lakukan?” geramnya. Changmin menarik tubuh wanita yang sudah lemas itu berdiri lalu memapahnya keluar dari tempat terkutuk itu.

“Hmm, Changmin-ah, aku lelah. Temani aku ya?”

Pikirannya sedang kacau! Changmin memasukkan tubuhnya ke dalam mobil kemudian membawanya pulang ke rumah suaminya. Dia harus mengantar Na Yeon pulang ke rumah. Dia tidak mau terus-terusan membawa dia ke rumahnya di Gangnam.

Bisa-bisa orang rumah melaporkannya ke orang tuanya tentang kelakuan putranya yang membawa wanita sembarangan ke rumah mereka.

Dua puluh menit perjalanan cukup baginya untuk sampai di halaman rumah mewah di kawasan elit milik siapa lagi kalau bukan milik Cho Kyuhyun, suami kekasih gelapnya.

Na Yeon meronta dilepaskan ketika Changmin memapahnya masuk ke dalam rumahnya. Wanita itu tidak sadar dimana mereka sekarang.

“Siapa kau?” pertanyaan yang Changmin yakini ditujukan padanya membuat pria itu tersenyum sinis. Dia meletakkan tubuh lemas Na Yeon di atas sofa ruang tamu.

Changmin berbalik dan betapa terkejutnya Kyuhyun melihat siapa yang membawa istrinya malam-malam begini.

“Brengsek!” Kyuhyun berlari ke arahnya dan bugh! Tubuh Changmin terjungkang ke belakang setelah mendapat pukulan di wajahnya.

“Kau bermain dengan istriku! Ternyata kau! Aargh!!” Kyuhyun memukul wajah tampan Changmin bertubi-tubi tanpa perlawanan dari pria itu.

Changmin justru membiarkan Kyuhyun melampiaskan kemarahannya padanya. Dia tidak peduli kalau harus pulang dengan keadaan babak belur. Dia hanya tersenyum puas karna berhasil membuat Kyuhyun marah. Itu artinya pancingannya berhasil.

“Pergi kau dari rumahku! Dan jangan pernah menginjakkan kakimu di rumahku lagi!” Kyuhyun menendang perut Changmin sampai pria itu batuk berdarah.

Tapi senyum puas tidak pernah lepas dari bibirnya. Hal itu membuat darah Kyuhyun mendidih lalu menendangnya keluar dari rumahnya.

Blam!

Pintu mewah itu ditutup kelewat kencang oleh pemiliknya.

Perhatian Kyuhyun beralih pada Na Yeon yang masih belum sadar juga. Dia menghembuskan napasnya kasar. Dia benar-benar kecewa sekarang. Dia tidak tahan dan tidak tahu harus menanggapi seperti apa lagi istrinya itu. Dia ingin mereka bercerai.

Biarlah ayahnya nanti akan marah-marah padanya. Tidak peduli media akan membicarakan dirinya lagi. Yang jelas dia tidak mau lagi hidup dengan wanita seperti Kim Na Yeon.

“Bangun, Na Yeon! Bangun!!” bentak Kyuhyun tepat di telinga istrinya. Na Yeon perlahan membuka matanya dan pandangannya sangat kabur untuk tahu siapa yang berdiri di depannya. Apa itu Changmin?

“Arrgh! Terserah padamu! Aku sudah muak!”

Na Yeon baru sadar siapa yang barusan berbicara padanya. Tidak mungkin Changmin berkata sekejam dan sedingin itu. Dia berdiri dengan sisa kekuatan yang dia miliki. Dia menggapai lengan pria yang diyakininya sebagai suaminya.

“Kyu-Kyu, kau mau kemana?”

“Lepaskan aku!” Kyuhyun menghentakkan lengannya dan membuat Na Yeon terhuyung jatuh. Kepalanya membentur pinggiran meja ruang tamu yang tajam.

Ringisan pelan itu tidak digubris lagi oleh Kyuhyun. Pria itu berjalan sangat angkuh meninggalkan Na Yeon meringis kesakitan sendiri sambil memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut. Dia berusaha bangkit lagi dan setengah mengejar Kyuhyun masuk ke dalam kamar mereka.

Dia menatap nanar ke arah Kyuhyun yang mengeluarkan beberapa koper besar milik Na Yeon lalu mengisinya dengan pakaiannya.

“Mau kau apakan, Kyu? Kau tidak berpikir untuk mengusirku, kan?” Kyuhyun hanya diam sambil terus memasukkan pakaian dan barang-barang Na Yeon. Kemarahannya pada istrinya sudah tak terbendung lagi.

Kini tubuhnya sudah dikuasai oleh kebencian dan dia tidak mau mempercayai Na Yeon lagi. Wanita itu sudah sangat mengecewakannya.

Setelah selesai memasukkan barang-barang Na Yeon, dia menyeretnya keluar dengan Na Yeon yang setia mengekor di belakang.

Kyuhyun melempar koper-koper itu ke luar rumahnya tanpa ampun. Na Yeon terkesiap dan hanya menutup mulutnya tidak percaya. Kyuhyun benar-benar berniat mengusirnya?

“Keluar dari rumahku dan jangan pernah kembali lagi. Kita bercerai!”

Kyuhyun mendorong tubuh Na Yeon bersama koper miliknya kemudian membanting pintu rumahnya dengan napas memburu.

“Kyu! Kyu! Kau tidak bisa berbuat seperti ini! Ini salah paham, Kyu! Kyu! Buka pintunya!” Na Yeon menggedor-gedor pintu rumah yang tidak pernah terbuka lagi untuknya.

Kyuhyun menutup kedua telinganya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya. Dia sudah terlalu kecewa dengan kelakuan istrinya yang pembangkang dan pendusta itu.

Bagaimana bisa dia menyebut ini sebagai bentuk kesalahpahaman? Sedangkan jelas-jelas mereka bermain di belakangnya. Kyuhyun mengepalkan tangannya lalu berjalan mengambil ponselnya.

“Pengacara Park, aku ingin kau mengurus sidang perceraianku malam ini. Kalau perlu kau kerahkan semua koneksimu agar sidangnya berjalan secepat mungkin.”

Na Yeon menangis tersedu-sedu. Dia memeluk lututnya sendiri. Dia tidak tahu kalau harus berakhir seperti ini. Kenapa dia dengan bodohnya melakukannya? Kenapa dia mudah tergoda oleh kesenangan sesaat yang diberikan oleh Changmin?

Mengingat nama itu, Na Yeon menggapai ponselnya yang juga dibuang oleh Kyuhyun tadi. Dia memencet nomor yang sudah dihapalnya di luar kepala.

Terdengar nada tunggu sebelum suara operator yang menjawab sambungan teleponnya. Berulang kali dia mencoba, tapi hasilnya tetap sama.

Apa Changmin sekarang juga ikut-ikutan mengusirnya dari hidupnya?

—oo0000oo—

Pertunjukan dance malam itu berlangsung sangat meriah. Terlihat sekali bahwa para pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan biasa tapi kalangan berada pun turut memeriahkannya.

Pertunjukan itu digelar di salah satu gedung theater milik Lee Donghae yang kapasitasnya mencapai sepuluh ribu orang.

Donghae patut berbangga karna tiket yang tersedia pun habis tak bersisa. Setelah menyampaikan pidatonya yang sangat singkat itu, acara pun dimulai.

Penonton dibuat terperangah dengan kelincahan para penari yang menggunakan lagu-lagu hits sebagai latar menari mereka.

Sebenarnya ini bukan acara yang terlalu resmi tapi Donghae mengemasnya agar tetap terkesan berkelas.

Penonton dibuat duduk di satu meja bundar yang berisi sepuluh orang yang tiap mejanya disajikan berbagai macam kue ringan dan wine.

Theater yang dimiliki oleh Donghae memang berbeda dari gedung lainnya. Dia memiliki dua sisi yang berlainan.

Yang satu sisi seperti theater sungguhan dan sisi lainnya seperti aula luas dengan masing-masing panggung mewah di bagian terdepan.

Semula Donghae ingin membuat konsep seperti konser-konser. Namun beberapa orang menyarankan jangan seperti itu karna mereka juga memiliki tamu kehormatan. Sehingga pilihan Donghae jatuh pada pilihan konsep semi-resmi.

“Maaf, aku terlambat.” bisik Kyuhyun pelan yang baru saja datang ketika acara sudah berjalan separuhnya. Dia duduk di samping Donghae yang malam ini tampak begitu menikmati acaranya yang sukses.

“Tidak apa-apa. Aku juga minta maaf karena tidak hadir di sidang perceraianmu.” Balas Donghae tak kalah berbisik.

Mendengar hal itu Kyuhyun berdeham saja lalu melepaskan jasnya, menyisakan kemeja hitam tanpa dasi dengan percikan benda berkilauan di sekitar dada. Hanya mengenakan itu saja sudah membuat semua wanita di sekitarnya yang melihatnya memekik gila.

“Wah, seksi sekali ya Cho Kyuhyun!”

“Bahkan sehabis menyelesaikan sidang perceraiannya dia masih tampak segar.”

“Sut! Kecilkan suaramu, dia bisa mendengarnya!”

Kyuhyun mendengarnya tapi dia cukup lelah untuk mempedulikannya. Tiga hari ini dia mempersiapkan perceraiannya yang mendapat tolakan mentah-mentah dari ayahnya juga keluarga calon mantan istrinya.

Tapi begitu dia menunjukkan bukti bahwa Na Yeon telah berselingkuh selama ini, itu cukup membuat mereka bungkam dan mengikuti kemauannya.

Kyuhyun tidak peduli ketika melihat Na Yeon dengan tampilan berantakan datang di sidang kedua mereka tadi. Matanya berkantong hitam dan sangat lelah.

Hanya perlu satu sidang lagi sebelum dia benar-benar mendepak wanita itu dari hidupnya.

“Sebentar lagi Anna akan tampil!”

“Anna?”

“Nah itu dia!” Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah panggung yang jaraknya lumayan dekat dari tempat duduknya sehingga dia bisa melihat dengan jelas siapa di atas sana.

Kyuhyun mengamati satu per satu wajah wanita muda yang bergerak lincah di atas panggung dengan latar lagu menghentak-hentak. Tatapannya memaku pada satu orang.

Gadis yang memakai baju potongan warna putih ketat yang sangat jelas mencetak lekuk tubuh indahnya. Dia hanya mengenakan hot pants berwarna senada yang tidak sampai menutupi separuh paha mulusnya dengan bagian bahu yang menggembung.

Tatanan rambutnya yang lurus berwarna cokelat gelap tergerai indah mengikuti gerakan tubuhnya yang luwes. Dia bergerak kesana-kemari bersama lima orang lainnya mengikuti alunan musik.

“Dia sangat seksi! Oh!” Donghae bertepuk tangan riuh setelah satu kelompok itu menyelesaikan tiga lagu sekaligus. Benar-benar penampilan paling memukau di antara yang lain.

“Oh! Kyu! Kau mau kemana?” Donghae mengedikkan bahunya saja ketika Kyuhyun tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berlalu pergi. Mungkin dia sedang kebelet saja. Donghae terkikik dalam hati.

Kyuhyun berjalan tak tentu arah. Dia menabrak beberapa orang yang berjalan di lorong yang tidak bisa dibilang sepi. Mungkin mereka sempat mengenali Kyuhyun tapi tidak terlalu mempedulikannya karna fokus pada pertunjukan di dalam sana.

Setelah bertanya dimana dia bisa menemukan ruang pengisi acara, dia segera menuju tempat itu. Dia harus memastikan sesuatu. Memastikan kalau penglihatannya salah. Tidak mungkin dia melihatnya disana.

“Aarggh!!!” para gadis berteriak kencang ketika Kyuhyun membuka ruang ganti mereka. Mata Kyuhyun menjelajahi seluruh ruangan, tidak menggubris teriakan-teriakan dan cakaran dari pada wanita yang menyangkanya sebagai penguntit.

Tidak menemukan apa yang dia cari, Kyuhyun menutup pintu itu lalu membuka pintu yang satunya. Keadaan yang sama dia dapati disana. Apa yang dia cari tidak disana. Dimana? Dimana gadis itu? Dimana dia?

“Wow, wow, keributan macam apa ini? Yak! Kau tidak bisa masuk sembarangan, Tuan!”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Dadanya bergetar. Jantungnya berdegup sangat kencang. Tatapannya menajam ke arah gadis yang sejak di atas panggung tadi sudah menjadi fokusnya. Dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari gadis ini.

Gadis yang kini berdiri beberapa meter di depannya sambil bersedekap. Dia berubah. Gadis ini berubah drastis. Tidak ada tatapan lugu atau polos. Tidak ada kata-kata yang lembut. Tidak ada sopan santun dalam nada bicaranya ketika berhadapan dengan orang asing.

Ya Tuhan, tiga tahun mereka tidak bertemu. Tiga tahun lamanya dia menghabiskan waktunya untuk berubah habis-habisan.

Mengubah kebiasaan buruknya dan berharap ketika mereka bertemu lagi dia bisa memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Tuhan, dia merindukan gadisnya. Istrinya pertamanya. Tidak, istri satu-satunya.

“Oh! Kau pria mesum itu! Yak! Ternyata kau benar-benar penguntit ya! Dasar mesum! Aku akan melaporkanmu!”

Ketika gadis itu akan berbalik, Kyuhyun segera menangkap lengannya lalu memaksa tubuhnya berputar ke arahnya dan memeluknya dengan sepenuh hati.

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Kumohon, kembali padaku.”

Kyuhyun merengkuh tubuh mungilnya, tubuh yang tidak pernah disentuhnya lagi. Tubuh yang pernah dia buang seperti sampah dahulu.

Tangan kiri Kyuhyun melekat di tengkuk gadisnya menarik ke dalam dekapannya. Kepala Kyuhyun diletakkan di bahu gadisnya yang memiliki wangi masih sama seperti terakhir kali.

Anna memberontak di dalam dekapan pria asing yang dia tahu sebagai penguntit yang dia siram tempo hari. Ini pertama kalinya dalam hidupnya ada seorang pria berani memeluknya selain Changmin.

“Bagaimana bisa kau merindukanku, Tuan, padahal kita baru bertemu?” Anna mendorong tubuh Kyuhyun keras-keras ke belakang hingga pelukan mereka terurai.

Kyuhyun memandang istrinya bingung. Kenapa Jun Seo Eun tidak mengenalinya? Apa dia sengaja melakukannya untuk menghindarinya?

Anna benar-benar tidak mengerti mengapa pria ini bisa merindukannya.Baru saja Anna hendak berbalik meninggalkannya ketika suara Kyuhyun menggema di lorong itu. “Kau tidak mengenaliku?”

Dalam jarak sedekat ini Kyuhyun bisa lebih leluasa mengamati wajah yang selalu membayangi malam-malamnya.

Alasan yang membuatnya tidak ingin menyentuh Na Yeon adalah karena gadisdi depannya kini. Dia tidak bisa lupa kejahatan apa yang telah dia lakukan di masa lampau.

Meninggalkannya setelah mereka bercinta sekali di mobil. Tapi justru percintaan mereka itulah hingga dia tidak sanggup menghapus bayang-bayangnya dan memilih menghentikan semua kebejatannya dengan wanita pelacur.

Anna menggeleng. Dia sebenarnya cukup kasihan dengan pria di hadapannya. Apa wajahnya sebegitu miripnya dengan wanita yang dia rindukan sehingga pria ini mengira dirinya adalah wanita itu?

Kyuhyun menghembuskan napasnya. Dia menarik tubuh Anna ke dalam pelukannya lagi. Dia tidak peduli apa gadis ini hanya berpura-pura atau tidak, Kyuhyun hanya berharap bisa memeluk tubuh ini sepanjang malam.

“Jun Seo Eun, maafkan aku. Maafkan kesalahanku di masa lalu. Aku mohon kembalilah padaku. Aku berjanji akan menebusnya dengan apapun yang kumiliki.”

Kalimat Kyuhyun barusan membuat Anna mendorong tubuh Kyuhyun lagi membuat pelukan mereka terlepas. Apa pria ini bukan hanya penguntit, melainkan pria gila yang sedang mencari-cari kekasihnya?

“Maaf, Tuan, namaku bukan Jun Seo Eun. Kau salah orang,” tegasnya membuat Kyuhyun menggeleng.

“Tidak! Kau adalah Jun Seo Eun! Ya Tuhan, kumohon jangan membuatku lebih gila lagi! Aku sudah sangat frustasi mencarimu kemana-mana. Aku tahu aku bersalah dulu. Tapi aku sudah berubah. Kalau kau tidak percaya, ayo kita bertemu dengan Donghae. Dia sahabatku yang sangat mengenalku! Biar dia menjadi saksi bahwa aku bukan Cho Kyuhyun yang dulu!”

“A-apa?!” tanpa bisa dicegah lengan Anna sudah dicekal dan diseret masuk ke dalam gedung pertunjukan.

Perhatian semua orang teralihkan pada dua orang yang barusan masuk itu. Kyuhyun menggenggam tangan Anna begitu erat sedangkan gadis itu meronta-ronta meminta dilepaskan.

“Apa yang terjadi? Bukankah itu Cho Kyuhyun?”

“Siapa wanita itu? Dia penari yang tadi kan?”

Anna menundukkan mukanya malu. Sialan! Siapa pria ini? Apa yang dia lakukan hanya membuatku malu saja!

“Lepaskan tanganku sekarang atau aku akan melapor ke polisi.” ancamnya setengah berbisik yang ditanggapi dengan senyuman lebar dari Kyuhyun.

“Laporkan saja aku tidak peduli. Kau akan malu sendiri nantinya. Jangan meronta atau aku akan menciummu disini. Di depan semua orang.”

“Lepaskan aku!”

Anna tidak peduli dengan gertakan Kyuhyun barusan. Dia terus memberontak meminta dilepaskan. Dia tidak suka menjadi perhatian semua orang. Dia tidak mau reputasi tempat kerjanya tercoreng gara-gara ulahnya dan pria sinting ini.

Kyuhyun menarik Anna ke dalam pelukannya, membawa gadis itu hingga mereka berdiri di depan Donghae yang membeo melihat mereka.

“Hyung, sebelumnya aku minta maaf karna sudah mengacaukan acaramu. Tapi aku hanya ingin memperkenalkanmu pada istriku. Jun Seo Eun.”

Donghae yang saat itu kebetulan sedang meminum bir-nya langsung menyemburkannya keluar setelah mendengar penuturan Kyuhyun barusan yang dirasa sangat-sangat tidak masuk akal!

Bahkan perhatian pengunjung kini malah beralih pada dua orang itu yang posisinya memang cocok menjadi bahan tontonan.

“Hyung, katakan padanya aku sudah berubah. Aku bukan Cho Kyuhyun yang dulu pernah dia kenal.”

“Mwoya?!” Anna menghempaskan cekalan Kyuhyun ketika pria itu lengah. Kesabarannya benar-benar habis. Dilarikan kemana otak pria ini?

“Aku bukan istrimu! Namaku adalah Anna bukan Jun Seo Eun!”

Anna berteriak kelewat kencang. Memudarkan senyuman lebar milik Kyuhyun yang sangat jarang dia tunjukkan di depan orang-orang.

Anna menggelengkan kepalanya lalu berlari meninggalkan ruangan yang kini ramai oleh desas-desus kejadian singkat aneh barusan.

Kyuhyun masih terpaku di tempatnya berdiri. Kenapa? Ada apa dengan Seo Eun? Sebegitu bencinya-kah gadis itu padanya?

“Err, Kyu, sepertinya kau salah orang.” Donghae menarik lengan Kyuhyun agar duduk kembali lalu menyuruh orangnya untuk melanjutkan jalannya acara yang sudah berada di penghujung acara.

Donghae menyuruh orang-orangnya agar mengkondisikan beberapa orang yang tertangkap sedang merekam apa yang terjadi barusan. Dia tidak ingin berita ini sampai terdengar di telinga media. Bisa-bisa Kyuhyun terjerat masalah.

“Kau mabuk? Tenangkan dirimu, bung. Aku baru melihatmu hilang kendali seperti ini.”

Kyuhyun tidak bisa menenangkan pikirannya. Otaknya sudah dipenuhi rasa penasaran kenapa Jun Seo Eun tidak mengenalinya justru memperkenalkan diri sebagai orang lain.

Apa yang sudah terjadi padanya? Dirinya sudah digerogoti rasa bersalah dan perasaan ingin menebus kesalahannya tapi mengapa dia malah pergi?

“Dia Jun Seo Eun, hyung. Istri pertamaku.” Kyuhyun mengusap wajahnya kasar.

“A-eh, aku baru mendengarnya Kyu, setahuku istrimu hanya Kim Na Yeon.” Kyuhyun meremas rambutnya frustasi.

Sial!

Kyuhyun merasa bersalah kenapa dulu dia selalu menyembunyikan pernikahannya dengan Jun Seo Eun sehingga tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Hyukjae, sekretaris sekaligus sahabatnya yang kini menjauh darinya walau masih bekerja di perusahaannya.

Pantas juga Donghae tidak tahu karena ketika itu dia sedang berada di luar negeri.

“Aku akan memesan teh hangat untukmu.”

Donghae mengangkat tangannya ke salah satu pelayan untuk membawakan teh hangat sekarang. Dia benar-benar tidak tahu dimana titik permasalahannya.

Kenapa Kyuhyun mengira Anna sebagai istrinya? Lagipula dia tidak pernah tahu kalau pernikahannya dengan Na Yeon adalah pernikahan keduanya.

Bukankah dulu Kyuhyun sendiri yang mengelak kalau dia sudah pernah menikah sekali. Hmm, apakah dia telah melewatkan sesuatu yang penting disini?

“Aku mau pulang saja, hyung. Maaf sudah menghancurkan acaramu. Aku pergi.”

Kyuhyun bahkan belum menyentuh teh hangat yang baru diletakkan oleh pelayan di atas meja lantas berjalan meninggalkan gedung theater.

Pikirannya penuh dengan sejuta pertanyaan yang tidak tahu siapa yang bisa menjawabnya. Dia harus membawa Seo Eun ke dalam pelukannya. Apapun caranya.

.
.
.

TO BE CONTINUE

Advertisements

27 thoughts on “Where? Chapter 1 (Sequel of Why?)

  1. Piggypink says:

    Baru nemu blog author dan langsung baca one shoot why ( kalo nemu blog baru suka baca oneshoot dulu hehe) sempet galau kenapa nasib so eun miris bangeet, sampe berkaca kaca dan ga tega terus iseng refresh chrome taunya sequel why langsung muncul dan langsung aku baca, sukaa bangeeett.. Apa jangan jangan so eun hilang ingatan? Pokonya biking kyuhyun nyesel sample nyesel bangeett baru satuin mereka lagi hehehe tapi apapun Dan gimanapun ceritanya bakal aku tunggu teruus ff Ini. Semangat author-nim❤

    Liked by 1 person

  2. lyeoja says:

    Awalnya gak ngeh sm ni ff, aku pernh baca gak yaa….
    Bner2 lupa, tp stelah hampir ludes nih ff kebaca baru dahh *cling*#lampu diatas kepala langsung nyala. Kekek k
    Trnyata ini toh bner aku udh baca si kyu yg bner2 brengsek..
    Seo jun itu bneran anna gak sih..?
    Amnesia,,, knpa..?
    Fighting thor dtunggu klanjutan ffny bntar.. hihihi

    Liked by 1 person

  3. LeeAhn says:

    Apa jgn2 soe eun trauma yg mengakibatkan amnesia karena dia g mau mengingat sakit hatinya??
    Kyuhyun egois, buat soe eun jual mahal ya sama kyuhyun biar tau rasa…
    Semoga juga nayeon n kyuhyun beneran cepetan pisah hehehehehe
    Changmin jgn2 juga suka lgi sama soe eun??? Biar aja changmin suka sama soe eun buat bumbu2 hehehehehe
    Wah seneng banget sama author nya updatenya cepet hehehehe
    Semangat…

    Liked by 1 person

  4. kyuwonhae's wife says:

    So eun amnesia kah? Menyesal? Sebaiknya simpan kata2 itu, klo bner anna itu adlah so eun, jgn pernh kyu gnggu dia lagi, biarkan dia bhgia . Kyu aja tega bgt membuang so eun dlu, bhkan dia diperkosa sma org tdak dikenal 😢😢😢

    Liked by 1 person

  5. KartikaApriya says:

    Hallo ka aku pembaca baru diblog ini salam kenal yaa☺☺
    .
    .
    Tadi nya mau komen dibagian oneshoot tapi karena ada lanjutannya ya aku komen disini aja ya hehehe😂😂
    .
    .
    Kyuhyun kejam bnget aku tau klo udah ilang baru nyesek cuman keterlaluan bnget nyeselnya .. kayanya seo eun trauma karena kejadian itu .. ya iyalah siapa yg ga trauma pas udah diperlakuin kaya jalang2 diluar sana sama suami sendiri gadiaku trus diperkosa 2 orang suaminya nikah lagi ga diakuin lagi gila bnget karakter kyuhyun disini gila parah😠😠😠 tapi aku suka jalan ceritanya😍😍

    Liked by 1 person

  6. Vikyu says:

    Apa benar anna itu seoeun ? Atau orng berbeda ? Tapi ga mungkin
    Atau jangan jangam sangking depresinya seo jdi lupa ingatan ? Mungkin aja
    Kyu rasain kamu,dulu kamu pemain sekrang malah istrimu,ahh ralat mantan istri maksudnya jdi pemain, sakit ga ? Sakit kan walau kamu ga cinta
    Sekrng apa, anna yg kamu sebut seo itu atau mungkin orng yg sama, Ga ngenalin kamu sebagai suami disaat kamu bilang pada smua orng kalau dia istri mu, wahh next ditunggu kak gereget , fightinh

    Liked by 1 person

  7. ardriela says:

    Apa Seo Eun hilang ingatan dan berubah jadi Anna? arrgh penasaran…

    syukurin Kyu, disaat kamu sadar dan nyesel eh wanita yang kamu harapkan malah gak ingat kamu sama sekali.

    Liked by 1 person

  8. ddianshi says:

    Kyuhyun disini benar2 memuakkan huweekk -_- sudah membuang so eun dan sekarang setelah bertemu kembali mau memiliki so eun 😀 dimana otakmu??? Tapi ko so eun jadi Anna? Apa so eun hilang ingatan? Kasian sekarang kyuhyun jadi duda kkk itu lah karma mu kyu 😉 >_<

    Liked by 1 person

  9. syalala says:

    hmmmm gilak sih kyuhyun setelah apa yg dia lakuin ke seo un dan sekalinya ketemu lagi malah mau ngajak balikan gilak sih dia gatau kan kalo seo un diperkosa juga setelah dipaksa bercinta ah anjir sih gemes bgtttt!!! haha lanjuuutttt

    Liked by 1 person

  10. hanhanna says:

    Setelah kerjaan beres akhirnya bisa kembali baca2 ff 😁
    Aku ga tau kalo why? Ternyata ada sequelnya. Penasaran jg knp jun seo eun bisa lupa sama kyuhyun? Hilang ingatan kah?
    Atw mungkin karma jg bagi kyuhyun?

    Nama seo eun jadi berubah, sama kaya nama aku “Anna” 😄

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s