Impossible Romance Part 2 [END]

Impossible Romance Part 2 [END]

by Luna

Genre:
PG to NC, Romance, Twoshoot

Cast:
Cho Kyuhyun|Kim Saena

Cuap-cuap Author:
Terharu karena responnya di part 1, “KALIAN KEREN, aku menyayangi kalian^^”
Terpaksa harus berpisah dari pasangan ini karena harus ending sekarang. Tapi nggak usah khawatir, aku pasti kasih FF yang lain lagi, oke?

Happy reading^^

Warning! Typo berceceran dimana-mana!

IR fix

—00000—

“Ramai sekali, ada apa?”

“Dokter Cho akan pindah ke rumah sakit lain.”

“Benarkah? Sayang sekali!”

“Sebentar lagi dia akan menjadi direktur rumah sakit sekaligus mengambil sekolah spesialis di Seoul!”

“Hebat! Hebat!”

Telinga Saena cukup tajam mendengar gosip di pagi hari. Sejak hari dimana dirinya dan Kyuhyun bercumbu yang berujung pada pertengkaran, Kyuhyun tidak lagi mengusik hidupnya.

Apa yang dia lakukan sekarang menjadi keputusannya. Tanpa campur tangan Kyuhyun yang selalu mengomentarinya.

Awalnya dia senang, dengan begitu dia bisa bebas. Tapi ini sudah hampir sebulan Kyuhyun mengabaikannya. Bahkan dia jarang melihat pria itu berada di UGD.

Kata perawat yang jaga bersamanya, Kyuhyun melepas tanggung jawabnya sebagai dokter senior yang mengawasi kinerja dokter muda.

Selama satu minggu selanjutnya, Kyuhyun tidak terlihat dimanapun sampai beredar bahwa Kyuhyun sudah pindah ke rumah sakit lain. Apakah ini ada hubungannya dengan perkataannya yang menyakitkan pria itu?

Sesungguhnya, sampainya di rumah Saena merutuki ucapannya yang kelewat kasar. Tapi itu semata-mata karna dia tidak mau dicap pengkhianat kakaknya.

“Dokter Cho akan menggelar pesta perpisahan di kelab jumat malam.”

“Aku harus ikut!”

Aku juga ingin ikut! Jerit Saena dalam hati. Mungkin ini akan jadi satu-satunya kesempatan untuknya meminta maaf.

.
.
.

Suasana kelab penuh gemerlap malam itu. Kyuhyun melakukan reservasi di ruang VVIP di lantai dua dan akan diadakan pesta disana yang diperuntukkan untuk dokter muda yang pernah dibawah tanggung jawabnya, beberapa teman sejawatnya dan perawat terdekatnya.

Terdapat berbagai jenis minuman beralkohol dan makanan lezat pun tersedia di atas meja bulat ukuran besar.

Saena masuk ke ruangan itu sendirian sebab dia harus menangani pasien dislokasi di UGD tadi sementara teman-temannya sudah undur diri lebih dulu.

Musik mengalun lembut, tidak seperti keadaan di lantai dansa yang penuh hingar-bingar. Ruangan itu tidak didekorasi apapun, tapi sudah cukup ramai oleh perbincangan khas orang pulang kerja.

Saena tidak lagi merasa lapar saat retinanya menangkap sosok yang selama ini diam-diam menjauhinya sedang menikmati minumannya di meja bar. Membenahi penampilannya yang sedikit hancur, Saena memantapkan hatinya mendekati Kyuhyun.

Pria itu tahu kedatangan Saena, tapi matanya seolah tidak lepas menatapi cairan kental wine di tangannya.

“Kyuhyun,” panggil Saena pelan.

Saena sudah merangkai kata-kata di otaknya untuk diutarakan pada pria ini. Tapi, sial! Kenapa kata-kata itu mendadak menguap setelah melihat Kyuhyun, pria yang membuatnya senang karna merasa tidak terkekang lagi berikut sedih karna diabaikan.

Pria itu bergeming, tidak menoleh. Dia meneguk minumannya lagi. Wine dengan kadar alkohol sedang tidak akan membuatnya mabuk. Jadi dia bisa meladeni gadis kecilnya ini dengan kesadaran penuh. “Bicara di luar.”

Kyuhyun berdiri lalu menggandeng tangan Saena keluar bersamanya diiringi tatapan heran orang-orang di sekitarnya. Kyuhyun melepas tangan Saena begitu mereka di luar.

Menunggu beberapa saat, tapi Saena tidak mengatakan apa-apa. “Kau memanggilku pasti akan mengatakan sesuatu. Katakan, apa itu.”

Saena diam. Matanya bergerak gelisah memandang sekitar lalu menunduk. Sama sekali tidak membuat kontak dengan Kyuhyun. “Aku harus berkemas setelah ini. Kau tidak memanggilku secara asal kan?” Saena menggeleng. “Bagus, sekarang katakan.”

Saena mengangkat wajahnya. Menatap mata pria yang pernah memberikan tatapan lembut padanya. Hanya sorot tajam dan dingin tersemat disana. Luka? Apa ekspresi Kyuhyun sekarang seperti orang terluka?

“Selamat.” Kata Saena akhirnya. “Selamat atas promosimu menjadi direktur rumah sakit. Dan juga, selamat karna kau akan mengambil sekolah spesialis.” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Seolah mengatakan: “Itu saja?”

“Terima kasih atas ucapan selamatmu, dokter Kim.” Kyuhyun menunggu lagi. Menunggu Saena mengatakan sesuatu padanya. Sesuatu yang dia harapkan bisa mencegahnya pergi. Karna jauh di dalam hatinya dia ingin tinggal di sisi gadis itu. Sekalipun dia tidak menginginkan dirinya dekat-dekat.

Satu bulan lebih yang menyiksa sejak dia memutuskan menjauh dari kehidupan Saena. Bukankah gadis itu membencinya? Menyuruhnya menjauh? Dan tawaran ayahnya yang sangat menggiurkan, menjadi direktur rumah sakit di Seoul sekaligus sekolah spesialis bedah disana.

Hal yang dia cita-citakan sejak dulu yang pernah dia tolak demi menjadi dokter senior dan pengawas kinerja dokter muda di Nowon. Hanya untuk melihat bagaimana gadisnya berkembang.

Kenyataan gadis ini menghinanya seperti binatang yang hanya memiliki nafsu, membuat keinginan lamanya menguap ke permukaan. Selama sebulan ini dia sibuk mengurus administrasi perpindahannya. Selama itu pula dia harus menekan rasa rindunya pada Saena.

“Itu saja, dokter Kim? Kalau sudah tidak ada yang ingin kau katakan, aku permisi pergi.” Kyuhyun membalikkan badan dan pergi menuruni tangga tanpa berbalik lagi. Dia tidak mau berlama-lama berdekatan dengan gadis itu. Hanya tidak ingin membuat gadisnya tidak nyaman.

Saena yang melihat itu tidak bisa berkata-kata. Tenggorokannya tercekik, tidak ada kata yang keluar dari bibirnya. Apa begini saja? Kenapa meminta maaf sangat sulit padahal sudah jelas dia menyakiti perasaan Kyuhyun?

.
.
.

“Saena, sampai kapan kau akan terus menangis?” Seonya, baru sampai rumah larut malam dan menemukan adiknya menangis tersedu-sedu di kamarnya.

“Eonni, maafkan aku.” Saena bangkit dari posisi telungkupnya lalu memeluk kakaknya sangat erat. Rasa penyesalan menggelayutinya. Sudah hampir empat jam dia menangis setelah pulang dari kelab.

Lebih tepatnya setelah pembicaraan singkatnya dengan Kyuhyun. Dia merasa bingung dengan kejadian sebulan terakhir ini.

Kyuhyun yang berandai-andai menikah dengannya, Kyuhyun yang mencumbunya—tidak dipungkiri Saena ikut menikmatinya, Kyuhyun yang mengabaikannya, dan Kyuhyun yang pindah ke rumah sakit lain.

Saena tidak tahu kenapa dia harus merasa sedih, sedangkan wanita dalam pelukannya sekarang adalah wanita yang harusnya lebih sedih jika tau apa yang sebenarnya terjadi.

“Ceritakan padaku, sayang. Ada apa sebenarnya? Kau membuat orang rumah bingung.”

“Eonni, maafkan aku.” Saena mengusap air matanya. Matanya menggembung dan hidungnya sangat merah karna terlalu banyak menangis.

“Aku berciuman dengan tunanganmu.” Ucap Saena akhirnya. Seonya sontak melepas pelukan adiknya dan memandang tepat manik matanya.

“Benarkah?” mata Seonya berbinar diiringi seringaian geli tidak percaya sekaligus takjub. Reaksi aneh apa ini? Saena membersit hidungnya yang penuh ingus dengan tisu.

“Eonni, tanggapanmu tidak masuk akal. Harusnya kau marah karna tunanganmu mencium adikmu sendiri.”

Seonya menggeleng. Seringaiannya tidak pernah hilang. Dadanya yang khawatir keadaan adiknya mendadak lega. Rupanya ini yang dikhawatirkan adiknya. Mengkhianati kakaknya.

“Saena, dengarkan aku. Aku tidak pernah bertunangan dengan Kyuhyun. Itu akal-akalannya saja.”

“Maksudnya?” Saena mengerutkan kening.

Seonya tertawa geli lantas melanjutkan, “Kami hanya pura-pura bertunangan. Kyuhyun yang memohon padaku agar bisa dekat denganmu. Apa selama ini kau tidak sadar, kami tidak pernah pergi berdua kalau perginya bukan sekeluarga?”

Saena merenung. Benar juga, Kyuhyun selalu merengek meminta ikut ketika dia dan keluarganya pergi berlibur di akhir pekan. Oh, dia hanya mengira Kyuhyun melakukannya karna ingin berduaan dengan Seonya. “Aku tidak mengkhianatimu?”

Seonya menggeleng spontan.

“Tidak! Justru bagus karna Kyuhyun sudah berani menciummu. Pria itu hanya tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara jelas padamu, makanya dia memilih cara yang aneh. Awalnya aku menolak, buat apa aku menjadi perantara antara dia dengan adikku? Tapi lama-lama aku setuju juga, sebab aku tidak pernah melihatmu berjalan dengan pria manapun. Dan beruntung sekali kau mendapatkan pria yang jatuh hati lebih dulu padamu.”

“Aku masih tidak mengerti. Ini terlalu mengejutkan. Sedetik aku merasa mengkhianati, sedetik kemudian aku merasa lega.”

Seonya mengusap puncak kepala Saena dengan sayang. “Mintalah penjelasan pada Kyuhyun jika kau merasa perlu. Dia pasti dengan senang hati melakukannya.”

“Dia pindah ke rumah sakit lain, eonni. Dan itu karena aku.” Saena membanting tubuhnya ke ranjang dan bersiap menangis lagi.

Seonya jadi kebingungan mendapati perubahan emosi adiknya yang sekejap berubah menjadi lebih cengeng. Seonya dengan sabar mengusap rambut panjang Saena untuk menenangkan.

“Aku tidak tahu apa masalah kalian dan aku tidak mau ikut campur lagi. Kalian lah yang harus menyelesaikannya. Mungkin kau bisa pergi ke Seoul untuk bertemu dengannya.”

“Eonni sudah tau Kyuhyun pergi ke Seoul.” Kata Saena dengan suara bergumam karena teredam di dalam bantal.

Seonya berdeham sebentar. “Yah, Kyuhun memberitahuku beberapa waktu lalu. Aish, tapi itu tidak penting. Yang terpenting sekarang kau harus menemuinya dan mengungkapkan perasaanmu padanya.”

Saena bangkit lagi sambil mengerutkan keningnya. “Memangnya bagaimana perasaanku?”

“Kau juga menyukainya?”

Saena menggeleng. “Aku bingung dengan perasaanku. Ini terlalu cepat untuk dimengerti.”

“Tidak ada wanita manapun yang tidak menyukai Kyuhyun.”

“Eonni juga?”

Pertanyaan telak. Seonya tersenyum misteri. Kebersamaannya dengan Kyuhyun sebagai kekasih gadungan memang sedikit-banyak mengubah perasaannya. Tapi dia akan langsung ingat kalau itu tidak benar.

“Tidak juga. Kuralat, tidak ada wanita manapun yang tidak menyukai Kyuhyun, kecuali aku.”

Saena menatap Seonya dengan berlinang air mata. Kelegaan besar melandanya. Mengetahui perbuatannya tempo lalu tidak akan berakibat fatal pada hubungannya dengan Seonya mengangkat beban di dadanya.

Sekarang tinggal bagaimana dia akan memberikan sentuhan terakhir di kisah hidupnya. Mencari tahu apakah dia menyukai Kyuhyun atau tidak. Tapi apa mungkin dia tidak menyukai Kyuhyun, sedangkan yang ditangisinya adalah kepergian pria itu?

“Aku akan mencari jawabannya.”

.
.
.

Disinilah Saena berdiri. Seoul Hospital yang mencakar langit, berdiri angkuh di ibu kota. Saena memandangi tubuhnya yang dibalut gaun satin cokelat muda dengan coat musim gugur berwarna bata dan heels cream yang anggun.

Rambutnya digelung dan menciptakan anak rambut di sekitar wajahnya. Ini hari sabtu, dan Saena menggunakan kesempatannya sebaik mungkin agar bisa bertemu dengan Kyuhyun sebelum dia kembali menjalani hidupnya sebagai dokter muda.

Masuk melalui pintu ganda rumah sakit, Saena menghampiri meja resepsionis yang terbuat dari kaca mewah dengan ukiran halus. “Permisi, dimana aku bisa menemui dokter Cho Kyuhyun?” mencengangkan, Saena bisa mengubah nada suaranya dari semalam yang menangis meraung-raung dan sekarang lemah lembut.

Wanita yang menyanggul rapi rambutnya itu tersenyum pada Saena. “Direktur Cho ada rapat hari ini, mungkin baru selesai nanti siang.”

Dia sesibuk itu ya, sekarang? Ah, biasanya juga past lebih sibuk. “Tidak apa-apa, aku bisa menunggunya.” wanita itu menilik penampilan Saena dari ujung rambut sampai kaki.

Setelah dirasa penampilan Saena cukup meyakinkan sebagai orang yang memiliki kepentingan khusus, wanita bersanggul itu tersenyum lagi. “Anda bisa naik ke lantai 34 dan menunggu disana.”

“Terima kasih.” Saena tersenyum lega dan segera mengikuti arahannya.

Melirik jam tangannya, sekarang masih pukul sembilan pagi dan wanita tadi menyuruh Saena menunggu sampai siang. Entah siang jam berapa, pastinya Saena hanya harus menunggu.

Tidak pernah mengira, Saena akan melakukan sejauh ini. Berkendara dari Nowon sejak pagi demi menemui pria bernama Cho Kyuhyun yang kesehariannya mengomelinya.

Saena bisa mengatakan dia cukup terganggu dengan omelan-omelan Kyuhyun yang menyakitkan telinganya.

Apalagi pria itu sering mengatainya bodoh dan tolol di depan perawat, membuatnya menekan rasa malu dalam-dalam. Bahkan pria itu tidak pernah meminta maaf atas kekasarannya pada Saena.

Dan sekarang malah Saena yang menemuinya untuk meminta maaf. Tapi itu salahnya juga sih, mengatakan Kyuhyun seperti binatang.

Pertama kali mereka bertemu adalah ketika Seonya mengajak Kyuhyun berkunjung ke rumah satu tahun lalu. Awalnya Saena mengangumi ketampanan yang dimiliki pria itu.

Sampai Seonya mengatakan mau menitipkan dirinya pada Kyuhyun karna kebetulan tempat co-ass Saena berada di satu rumah sakit yang sama dengan Kyuhyun.

Beberapa bulan kemudian mereka menggelar acara pertunangan. Mengubur keinginan primtif Saena yang senang dengan keberadaan Kyuhyun. Dia harus mulai menyadari kalau Kyuhyun akan menjadi kakak iparnya kelak.

Pengakuan Seonya semalam yang tiba-tiba seperti menggali keinginan primitifnya dulu dan ingin mencari jawaban keraguannya selama ini kalau dia mungkin menyukai Kyuhyun.

Bagaimana tidak, dia sudah mulai terbiasa dengan Kyuhyun di rumah sakit yang terus berada di sisinya. Sekalipun itu untuk menceramahinya. Bukankah cinta itu bisa datang karena terbiasa?

Pintu lift berdenting keras. Saena menolehkan kepalanya ke sumber suara. Beberapa pria berjas dokter keluar dari sana, lagi-lagi Saena harus menelan kepahitan.

Tidak ada Kyuhyun. Itulah yang dilakukan Saena tujuh jam terakhir. Tiap lift berdenting, dia akan menoleh dan mencari sosok Kyuhyun.

Lantai 34 ini setelah dilihat-lihat ternyata berisi ruangan untuk  kelas VVVIP. Very Very Very Important Person. Ruang rapat diujung koridor dan ruangan direktur.

Gerombolan pria berjas putih keluar lagi dari lift. Saena tidak mau berharap. Ini sudah hampir jam setengah lima sore dan apakah Saena akan membiarkan dirinya terlambat lagi datang ke rumah sakit?

Seakan Tuhan mendengar doanya, sosok yang ditunggu-tunggunya datang bersama gerombolan terakhir. Pria itu terlihat paling muda di antara pria berjas lainnya. Wajahnya sumringah, tapi seperti biasa tetap memperlihatkan sisi dinginnya.

Saena terburu-buru bangkit dari kursi. Pantatnya panas duduk berjam-jam disana. Punggungnya mau rontok jika harus menunggu lebih lama lagi. Menilik penampilannya lagi, masih sama rapinya. Tanpa ragu, Saena memutuskan berjalan mendekat.

Kedatangan Saena menyela pembicaraan serius mereka seputar rapat barusan mungkin. Pria berdasi merah yang pertama menyadari keberadaannya. “Mencari siapa, agassi?”

Kyuhyun yang berdiri membelakangi Saena, membalikkan badannya dan benar-benar kaget melihat Saena disana. Gadis itu sedikit malu diperhatikan kelewat intens oleh Kyuhyun.

Susah payah Saena mengabaikannya dan mencoba menjawab pertanyaan pria berdasi merah. “Aku datang untuk bertemu dengan Cho Kyuhyun-ssi.”

Saena menangkap ekspresi terkejut dari lima pria di samping Kyuhyun. Mungkin karena dia memanggil Kyuhyun tanpa embel-embel ‘Direktur’.

“Direktur, ini calon istri anda?” Saena mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari pria berambut klimis.

Pandangannya beralih pada Kyuhyun yang berdeham dan kalau tidak salah lihat pipinya bersemu merah. Matanya bergerak liar, tapi tidak berani menatap Saena. Memang apa yang pria ini katakan di depan pria-pria ini?

“Aku ingin berbicara sebentar dengannya. Silahkan, lebih dulu.” Kyuhyun mempersilahkan lima pria berumur itu berjalan lebih dulu ke sebuah ruangan yang tadi Saena kira sebagai ruang rapat.

Setelah mereka pergi, Kyuhyun memusatkan perhatiannya pada Saena. Dia menatap Saena yang sore ini sangat cantik menurutnya.

Gadis itu terbilang susah dibujuk untuk memakai gaun dan heels, tapi bolehkah Kyuhyun percaya diri sekarang kalau Saena melakukannya karna ingin bertemu dengannya?

Dan apa tadi, kenapa dokter Lee bertanya apakah Saena calon istrinya. Benar-benar memalukan. Tunggu, astaga, berapa lama gadis ini menunggunya? Oh sayang, kau pasti lelah menunggu.

“Apa apa Saena?” tanya Kyuhyun setelah puas memandangi Saena yang dirindukannya.

Padahal baru kemarin malam mereka bertemu tapi Kyuhyun sudah sangat merindukannya. Lalu ingatan hari dimana Saena mengatakannya seperti binatang melandanya. Pikiran negatif bergentayangan di kepala Kyuhyun.

Saena memautkan jari jemarinya dan bingung harus mulai dari mana. Meminta maaf?

“Kau menyesal aku pergi?” Saena menaikkan pandangannya hingga bertemu dengan obsidian gelap milik Kyuhyun. Dia meneguk salivanya.

“Aku tidak marah padamu karna kau mengatakan aku seperti binatang yang gila nafsu. Itukah yang kau khawatirkan?”

Saena menggeleng. Aish, kenapa kata-kata yang sudah di ujung lidahnya tidak bisa terucap sejak melihat Kyuhyun? Pria itu membuatnya hilang akal. “Kau terlihat aneh dengan pakaian resmi.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Kemana sebenarnya arah pembicaraan ini? Pria itu mengedikkan bahunya seperti tidak peduli. “Beginilah aku hari-hari ke depan.”

Saena bungkam lagi dan itu membuat Kyuhyun gemas setengah mati. Sebulan tidak berdekatan dengan Saena dan suasana di antara mereka sudah secanggung ini, membuat Kyuhyun tidak tahan untuk menyeret Saena ke dalam ruang pribadinya, mencium bibir manisnya agar mulut itu mengeluarkan suara.

“Kau menungguku berapa lama?”

Well, well, kali ini Kyuhyun mengalah. Dia ingin mencairkan suasana canggung yang menyebalkan ini.

Saena mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi. Kegemasan Kyuhyun naik beberapa persen. Jangan tundukkan wajahmu, sayang, itu membuatku kehilangan kesempatan menikmati wajah cantikmu.

“Hmm, mungkin tujuh jam.”

“Apa?” Kyuhyun membelalak. “Apa kau sudah makan?” tanyanya buru-buru.

Oh tidak, tidak, dia membiarkan Saena-nya menunggu selama itu tanpa menghubunginya—Kyuhyun khawatir Saena tidak memiliki nomor handphone-nya—dan melupakan makan siangnya.

“Aku tidak mau melewatkan lift yang berdenting dengan makan siang.” Cicit Saena yang membuat hati Kyuhyun menghangat.

Gadis ini sengaja menunggu dirimu terus-terusan dan tidak mau kehilanganmu!

Sebenarnya Saena cukup malu diperhatikan intens oleh Kyuhyun, apalagi dia belum meminta maaf perihal perkataannya yang mencabik harga diri Kyuhyun. “Kau harus makan, bodoh. Aku tidak mau melihatmu kurus seperti mumi.”

Kyuhyun menggamit tangan Saena dan menariknya mendekat padanya. Merengkuh pinggang mungil yang kini lebih tinggi tujuh senti karna heels yang dipakainya, menumpukan lengan kekarnya di sekeliling pinggang Saena.

Untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, Saena tidak memprotes perbuatan Kyuhyun. Rasa hangat justru menjalar di sekitar tulang belakangnya.

Rupanya ruangan yang dimasuki pria-pria berjas putih tadi adalah ruang rapat yang disulap menjadi ruang makan. Mereka terbiasa makan setelah menyelesaikan rapat sehingga tidak aneh makan malam di jam sore begini.

Beberapa orang yang melihat kedatangan mereka di pintu masuk cukup terheran-heran. Direktur baru mereka menggandeng seorang wanita cantik di sisinya.

“Biar aku bantu melepaskan coat-mu.” Kyuhyun berjalan memutar dan berdiri di belakang Saena, membantu gadis itu melepaskan coat-nya lalu menitipkannya pada pelayan di pintu masuk.

Kyuhyun kembali menatap tubuh Saena yang terbalut gaun satin cokelat dengan hiasan syal satin melingkar di lehernya. Segera Kyuhyun merengkuh pinggang Saena mendekat padanya dan mereka berdua berjalan mendekati meja panjang berisi berbagai macam makanan.

Perut Saena sontak memberontak minta diisi.

“Slop disini enak sekali. Aku pernah beberapa kali mencobanya.”

Tanpa melepas pegangannya, Kyuhyun membawa Saena mendekat pada piring berisi slop seafood yang menggiurkan. Kyuhyun mengambil garpu dengan tangan kanannya yang bebas lalu menusuk slop udang dan mengarahkannya ke mulut Saena.

Gadis itu menatap Kyuhyun sekilas sebelum melahapnya. “Coba saus ini juga.”

Saena melihat semangkuk saus berwarna krim seperti mayonaise dengan taburan bawang hijau di atasnya. Kyuhyun menyuapinya lagi. Hmm, ini sangat enak. Saena tanpa sadar tersenyum yang juga mengundang senyum Kyuhyun terbit. Pria itu memasukkan slop cumi ke dalam mulutnya. Kyuhyun terus menyuapi Saena sampai gadis itu meminta berhenti.

“Ingin coba pasta?” Saena mengangguk-angguk.

Mereka berjalan ke sisi pasta dengan beraneka rasa. Kyuhyun memilihkan pasta bolognaise yang rasanya sangat enak. Membuat Saena ketagihan. Kyuhyun merasa senang bisa melihat senyum itu. Dia bersumpah tidak akan membuat senyum itu memudar dari bibirnya.

“Kenapa orang-orang melihat kita takjub, Kyuhyun?” tanya Saena di sela-sela dia makan.

“Karena aku tidak pernah terlihat pergi dengan wanita manapun.” Kyuhyun kemudian mendekatkan wajahnya dan berbisik lembut di telinga Saena. “Kau wanita pertama yang terlihat dekat denganku.”

Setelah itu Kyuhyun mengecup pelipis Saena. Sudah lama dia menahan tidak menyentuh gadis itu dan di depan semua mata yang berdecak kagum. Saena menundukkan wajahnya malu.

“Berarti ada wanita yang tidak terlihat dan dekat denganmu?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Bukan itu balasan yang ingin dia dengar.

“Kau wanita pertamaku, Saena. Dan aku tidak bermaksud mencari wanita kedua atau ketiga.” Kyuhyun mengeratkan pegangannya di pinggang Saena sambil membalikkan tubuh gadis itu menghadapnya.

“Aku sudah pernah mengatakannya kan, aku menginginkanmu. Dan jujur saja, ini bukan tempat yang cocok untuk membicarakan hal ini. Kalau kau tidak keberatan, aku mau mengajakmu ke ruanganku dan memilikimu untukku sendiri.”

Saena meneguk salivanya. Menatap manik mata Kyuhyun yang sarat akan kesungguhan, dan pipinya memanas mendengar setiap penuturan pria ini. “Kita bisa bicara di ruanganmu.” Kyuhyun tersenyum lega.

“Setelah minum, Saena.”

Dan sesuai yang dikatakan Kyuhyun, setelah mereka mencicipi cocktail yang lezat, Kyuhyun membawanya ke ruang kerjanya yang megah. Luas dan berisi sofa letter U dan meja kerja dekat jendela besar dengan rak tinggi di belakangnya.

“Jadi mau mulai dari mana?” tanya Kyuhyun setelah menutup pintu di belakangnya.

Saena berbalik kemudian meletakkan coat-nya di bahu sofa dan berjalan mendekati pria itu. “Darimu? Penjelasan tentang pertunangan pura-puramu dengan kakakku.”

Otot-otot leher Kyuhyun menegang. Darimana Saena tahu tentang hal itu? Seakan menjawab pertanyaan dalam hati Kyuhyun, Saena berbicara, “Eonni yang memberitahuku. Tapi dia menyuruhku agar kau saja yang menceritakannya. Apa benar kau berpura-pura bertunangan dengan kakakku untuk mendekatiku?”

Apakah Saena harus memalukannya dengan pertanyaan bodoh itu? Kyuhyun mengendurkan ikatan dasinya berikut melepasnya dan membuka dua kancing teratas kemeja putihnya lalu meletakkan jas dokternya di samping coat bata milik Saena. Kini Kyuhyun terlihat dua kali lipat lebih panas dan seksi.

“Aku memang melakukannya.” Saena terkejut Kyuhyun bisa sejujur ini.

“Aku akan jujur padamu. Aku menyukaimu, sejak Seonya membawaku ke rumahnya dan mengenalkanmu padaku. Aku benar-benar pria yang teritorial, tidak bisa membiarkan gadisku berkeliaran tanpa pengawasan sedangkan dia dikagumi banyak pria walaupun dia tidak pernah menyadarinya.”

Saena terpana. Itu dirimu!

“Selama ini aku tidak pernah digosipkan dekat dengan wanita manapun dan sampai melihatmu, disitulah aku merasa aku benar-benar ingin memilikimu untukku sendiri. Tapi aku yang tidak mempunyai pengalaman membuatku takut ditolak olehmu.”

Sial! Kyuhyun si cassanova takut ditolak? Pemikiran macam apa itu?

“Maka dari itu aku memutuskan mendekatimu dengan berpura-pura menjadi kekasih Seonya. Aku mendapat banyak informasi tentangmu. Masa kecilmu, teman-temanmu, kesukaanmu, semuanya.”

Kyuhyun mengikis jarak di antara mereka. Menjangkau pinggang Saena mendekat padanya dan mengusap pipi Saena lembut.

“Sampai kemudian aku mendapat kesempatan menciummu yang membuatku bahagia dan tidak bisa melupakan hari itu. Tapi sejurus kemudian kau menolak dan membenciku. Aku jadi berpikir mungkin aku salah selama ini berusaha mendekatimu padahal kau ingin aku menjauh darimu.”

Kyuhyun menghentikan usapannya di pipi Saena dan gadis itu ingin meronta agar Kyuhyun jangan melepasnya.

“Dan sekarang tiba-tiba aku melihatmu disini, menungguku berjam-jam, melupakan makan siang dan kelelahan. Aku bingung. Apa yang kau inginkan sebenarnya, Saena? Memintaku pergi atau tinggal?”

Oh, inilah kebimbangan yang dirasakan Kyuhyun padanya. Saena mengerti sekarang. Pria itu hanya mengikuti nalurinya sebagai seorang pria tidak berpengalaman dalam urusan wanita.

Dan harusnya, setelah mendengar pengakuan Kyuhyun barusan menghilangkan keraguan Saena dan menjawab semua pertanyaannya. Kyuhyun hanya memintanya untuk memutuskan. Mengusir ataukah memohon pria itu tinggal di sisinya.

Mengikuti keinginan primitifnya, Saena menangkup wajah Kyuhyun dan menariknya mendekat lalu menyatukan bibir mereka dengan mata tertutup. Saena semula hanya menempelkan bibir keduanya sebelum melumatnya lembut, berharap Kyuhyun mengerti maksud hatinya yang juga menginginkan pria itu untuknya.

Kyuhyun melepas pagutan mereka lalu menggeleng. “Aku ingin jawabanmu, Saena.”

Saena menelan ludahnya dan berbicara, “Aku meminta maaf karna sudah mengatakan kata-kata yang kasar padamu. Aku menyesal dan semakin benci ketika kau mengabaikanku. Dan jujur, aku sendiri masih bingung dengan perasaanku. Tapi aku yakin aku bisa memintamu untuk tinggal di sisiku untuk membuatku sadar akan perasaanku.”

Kyuhyun tersenyum lembut dan dengan cepat melumat bibir Saena lagi. Melumatnya dengan bergairah karna lama dia tidak merasakan bibir yang membuatnya candu ini.

Tahu kalau Saena tidak akan kuat berdiri lebih lama lagi, Kyuhyun mendorong gadis itu ke belakang kemudian mendudukkannya di meja kerjanya yang belum terisi barang apapun.

Saena mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun dan bersemangat membalas ciuman Kyuhyun yang memabukkan.

Sambil sesekali kepala mereka miring ke kiri dan ke kanan, mengambil napas di sela-sela ciuman mereka tanpa berniat melepaskannya.

Kyuhyun menurunkan ciumannya di lekukan leher Saena, mengecupnya sangat lama dan sensual. Lalu ciumannya beralih pada tulang selangka gadis itu membuat Saena melepaskan desahan geli karna ujung-ujung rambut Kyuhyun menusuk wajahnya lembut.

Tangan gadis itu pun bergerak mengusap rambut Kyuhyun perlahan.

“Saena, hentikan aku. Aku ingin memilikimu, tapi tidak di atas meja kerjaku.” Kyuhyun mengusap paha Saena hingga gadis itu memekik pelan kemudian mendesah nikmat.

Saena memutuskan ciuman mereka. Mengalungkan kakinya di sekitar pinggang Kyuhyun. Mendekatkan pusat tubuh mereka, merasakan ereksi Kyuhyun menekan miliknya.

Kyuhyun mengerang pelan. Saena meremas lembut rambut Kyuhyun. “Kalau begitu miliki aku di tempat lain.”

Kyuhyun menggeleng. “Aku akan menyentuhmu setelah kita menikah—itupun kalau kau mau. Kita bisa melakukan hal lain tapi tidak untuk bercinta.”

Pria itu membenamkan wajahnya di sekitar leher Saena, mengecupnya pelan lalu mengecup telinga belakangnya. Saena panas-dingin dibuatnya. “Menikahlah denganku, Kim Saena. Dan kau akan memilikiku seutuhnya.”

Saena terdiam. Kyuhyun menginginkan hubungan yang mengikat untuk melakukan hal sampai tahap bercinta. Saena tersenyum lega. Kyuhyun menghormati dirinya sebagai wanita baik-baik dan menginginkan bercinta dengan cara yang sah.

Kyuhyun meremas paha Saena dari luar, merangkak naik dan memijat pinggangnya yang tegang lalu mengusap perutnya. Sementara bibir pria itu mengecup dan menggigit telinga Saena dengan gemas.

Saena menggeliat. Dan entah otaknya yang sedang kalang kabut menghadapi sentuhan Kyuhyun sehingga membuat mulutnya berbicara, “Aku mau menikah denganmu.”

.
.
.

Kyuhyun melepaskan tuksedo putihnya lalu menyampirkannya punggung sofa kamarnya.

Resepsi pernikahannya dengan Saena sudah berakhir beberapa jam lalu tapi dia baru bisa kembali ke kamar setelah berbincang lama dengan petinggi-petinggi rumah sakit.

Saena tadi pergi duluan, tidak menemaninya lantaran gadisnya sangat lelah seharian melakukan pemberkatan di gereja yang dilanjutkan resepsi pernikahan.

Kyuhyun melepas dasi kupu-kupunya dan berjalan ke arah ranjang dimana istrinya berbaring disana dengan wajah yang sarat akan kelelahan.

Dia mempersiapkan pernikahannya selama tiga bulan pasca pertemuan mereka sabtu itu dan menunjukkan kemajuan pesat dalam hubungan mereka. Kyuhyun bersyukur selama persiapannya tidak mengalami kendala apapun.

“Sayang,” Kyuhyun mencium puncak kepala istrinya sayang.

Kyuhyun tidak akan meminta haknya sekarang, melihat Saena sekarang. Dia bisa melakukannya nanti, sesering yang dia mau dan dimanapun.

Tapi yang jelas dia ingin melakukannya yang pertama di atas ranjang. “tidurlah yang nyenyak.”

Kyuhyun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengket. Tanpa Kyuhyun tahu, Saena tersenyum setelah mendengar ucapan suaminya barusan.

Tidak perlu berlama-lama di dalam kamar mandi, Kyuhyun sudah segar dengan handuk melilit di sekitar pinggangnya dan memakai handuk kecil lain untuk mengusap air yang menetes dari rambutnya yang basah.

Kyuhyun mengambil celana boxernya dari lemari dan saat akan memakainya, tiba-tiba sebuah tangan mungil memeluk perutnya dari belakang.

Kyuhyun nyaris berteriak terkejut tapi saat dirasa punggungnya basah oleh ciuman hangat, pria itu tersenyum.

“Kupikir kau sudah tidur.” Katanya tanpa menoleh. Saena di belakangnya tersenyum lalu menempelkan pipinya di punggung Kyuhyun.

“Aku merasa terabaikan karna kehadiran teman-temanmu.”

“Maaf, mereka memang kurang tau waktu dan tempat. Padahal aku sudah meminta mereka membicarakannya di rumah sakit saja besok senin.” Kyuhyun sedikit menyesal karna tadi benar-benar tidak terduga.

Saena menggeleng. “Tidak apa, aku mengerti suamiku pria yang sibuk.”

“Istri yang perhatian. Hmm, sebenarnya aku menyukai caramu yang memelukku dari belakang seperti ini, tapi ijinkan aku memakai pakaianku dulu sayang.”

Saena melepaskan pelukannya dan Kyuhyun berbalik.

Ketika dia akan membuka lilitan handuknya, matanya menatap Saena lagi. “Gadis nakal, kau mau melihatku berganti baju?”

Saena menyedekapkan tangannya di depan dada. “Apa kau berani?” tanyanya sedikit menggoda. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.

“Tentu saja.” dan Kyuhyun benar-benar melepaskan handuknya.

Tanpa membiarkan Saena melihat kejantanannya yang mengeras, Kyuhyun memeluk tubuh istrinya yang membuka matanya lebar-lebar dan serta merta mendorong tubuh Saena ke belakang hingga terjatuh di atas kasur lalu menindihnya.

Tidak benar-benar menindih, Kyuhyun menopangkan lengannya di sisi tubuh Saena agar gadis itu tidak merasa sesak.

Kyuhyun menyentuhkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Saena dan gadis itu tertawa geli. “Kau sengaja menggodaku, hm?” Kyuhyun mengecup tenggorokan Saena hingga gadis itu menggeliat. “Mau bermain sebentar?”

Saena menatap bingung ke arah Kyuhyun. Tidak mengerti maksud bermain itu seperti apa.

“Seperti ini.” Kyuhyun menyelipkan tangannya di bawah kemeja putih Saena lalu mengusap paha dalam gadis itu.

“Sial, Saena, kau tidak memakai celana dalam?”Saena mengangguk malu mengiyakan.

Kyuhyun menggeram lalu melancarkan aksinya memasuki lubang hangat milik Saena dengan satu jarinya.

Menggodanya dengan gerakan memutar keluar-masuk sangat pelan, menyiksa Saena. Dia menggelinjang di atas ranjang dan mendesah yang dimanfaatkan Kyuhyun melumat bibir itu.

Kyuhyun meredam desahan Saena dengan pagutannya yang lembut sementara gerakan jarinya dibawah sana semakin liar.

Saena memejamkan matanya erat dan tangannya dikalungkan di sekitar leher Kyuhyun. Dia tidak kuasa menahan gairahnya dan Kyuhyun pandai menyiksanya seperti sekarang.

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya begitu merasa Saena akan sampai. Saena membuka matanya protes. “Tidak sabaran, sayang.”

Kyuhyun menurunkan ciumannya di sepanjang leher, tulang selangka kemudian ciumannya memanas di atas payudara Saena.

Siksaan lagi.

Saena mencengkeram rambut Kyuhyun, merasa geli dengan kecupan-kecupan kecil di puncak payudaranya sementara lenguhannya keluar ketika Kyuhyun sengaja menggoda Saena di bawah sana dengan menempelkan ereksinya di pusat tubuh istrinya.

Saena tidak bisa berpikir jernih dan ingin mencapai klimaks cepat. Tapi Kyuhyun lagi-lagi menghentikan dua aksinya.

Saena melihat Kyuhyun menurunkan ciumannya terus ke bawah dan mengecup lubang kewanitaannya sangat lembut.

Kyuhyun menciumnya, menghembuskan napasnya disana membuat Saena bergerak gelisah.

Kyuhyun tidak pernah melakukan sejauh ini dan pertama kalinya ini sungguh nikmat. Ciuman itu berubah menjadi lebih liar ketika Saena mengerang dan tangannya mendorong kepala Kyuhyun lebih dekat dengan miliknya.

“Akh!” Saena mencapai klimaksnya yang pertama. Membiarkan Kyuhyun menikmatinya dibawah sana. Saena sampai harus menutup wajahnya karna malu.

Perhatian Kyuhyun beralih padanya lalu membuka tangannya.

“Kau sangat cantik saat datang. Aku akan membuamu datang lagi.”

Dan setelah mengatakan kata-kata vulgar itu, Kyuhyun memasukkan satu jarinya ke dalam lubang hangat Saena yang masih basah oleh cairan orgasme.

Kyuhyun melumat bibir Saena dan mempercepat gerakan jarinya dengan menambah satu jari lagi masuk ke dalamnya.

Tidak membiarkan desahan Saena keluar dari bibirnya, Kyuhyun mengunci bibir istrinya dengannya. Selang beberapa detik, Saena melenguh panjang pertanda dia menjadi klimaksnya lagi.

Tanpa menunggu lebih lama, Kyuhyun memegang kejantanannya yang sudah mengeras dan menegang, mengocoknya sebentar lalu melihat Saena yang sudah membuka matanya.

“Aku pernah mendengar saat penetrasi akan terasa sakit. Tahanlah, aku akan berusaha selembut mungkin. Kau bisa melakukan apa saja padaku untuk menahannya.”

Kyuhyun mengecup bibir Saena yang mengangguk. Kyuhyun mengarahkan kejantanannya masuk ke dalam lubang vagina Saena.

Baru ujungnya saja, Saena sudah merintih kesakitan. Dia menggigit bibirnya dan memejamkan matanya. Tangannya meremas bahu Kyuhyun hingga buku-buku jarinya memutih.

Saena yang sangat sempit di bawah sana membuat Kyuhyun kesusahan memasukkan miliknya, padahal dia sudah membuat Saena klimaks dua kali.

Kyuhyun mengalihkan rasa sakit yang diderita Saena dengan melumat bibirnya, membiarkan bibir Kyuhyun menjadi sasaran gigitan istrinya.

Kyuhyun berhasil memasukkan setengah dari batang tubuhnya, memundurkan satu senti kemudian mendorongnya hingga masuk seluruhnya.

“Akh!” Saena merasakan sakit luar biasa dan tak tertahankan. Tubuhnya serasa ingin terbelah jadi dua. Kyuhyun masih diam belum bergerak, membiarkan miliknya menyesuaikan tempat baru yang hangat di dalam tubuh Saena.

“Sayang, aku akan bergerak.”

Kyuhyun mulai mengeluarkan kejantanannya lalu mendorongnya masuk secara cepat. Membuat dorongan-dorongan lembut sampai Saena yang semula mengeluh kesakitan berubah menjadi kenikmatan.

Sesuatu di dalam sana terkoyak dan Kyuhyun melihat pada penyatuan tubuh mereka, darah segar mengalir.

“Aku tamu pertama.” Saena mengangguk-angguk.

“Aku mohon bergeraklah, cepat, ini menyiksaku.”

Kyuhyun menyanggupi lalu benar-benar mendorong kejantanannya masuk dengan cepat, menyentuh titik-titik sensitif istrinya tanpa melepaskan pagutan mereka.

Saena mencengkeram punggung Kyuhyun mencari pegangan apapun dan membiarkan desahannya keluar tanpa bisa dicegah.

Merasakan otot-otot kewanitaan Saena mengetat, Kyuhyun mempercepat gerakannya dan selanjutnya Saena meledak. Mengeluh panjang yang disusul erangan keras dari Kyuhyun. Dia membenamkan benihnya di dalam tubuh Saena bersama dengan cairan orgasme-nya, mendorong sedalam mungkin agar tidak ada cairan yang keluar.

Kepala Saena terdongak ke atas, merasa lega dengan pelepasannya yang hebat. Kyuhyun mengecup leher Saena dan saling menatap. Pusat tubuhnya masih mengalirkan benihnya di dalam.

“Sudah puas, sayang?”

Saena mengangguk. “Aku teringat sesuatu.”

“Apa itu?”

“Aku pernah mendengarmu merintih di kamar mandimu. Kau belum menjawab pertanyaanku waktu itu, apa kau memuaskan dirimu sendiri?”

“Iya.” Kyuhyun mengecup bibir Saena. “Aku memikirkanmu saat melakukannya. Berharap suatu saat bisa bercinta denganmu.”

“Kau mendapatkannya sekarang.”

“Yah, dan aku menginginkan ronde kedua. Sekarang.”

Kyuhyun menggerakkan batang tubuhnya lagi, mendorongnya dengan gerakan nikmat hingga Saena tidak sadar mereka sudah melakukan berapa kali malam itu sampai pagi.

Kyuhyun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menanamkan benihnya untuk Saena. Berharap Saena akan segera mengandung darah dagingnya. “Aku mencintaimu, sayang.”

“Aku juga!”

Saena meledak untuk kesekian kalinya dan memeluk tubuh Kyuhyun erat dengan kakinya mendorong tubuh suaminya ke arahnya ketika mereka mencapai klimaks bersama.

.
.
.
THE END

 Kurang Puas?
Vote disini:
Voting Request Sequel FF

 

 

Advertisements

33 thoughts on “Impossible Romance Part 2 [END]

  1. Hunsoo says:

    Yaelah aku fikir kyuhyun sama kk nya saena beneran tunangan tapi nyatanya cuma akal2an nya sih cho aja.
    Selamat ya cho atas pernikahannya, semoga cepet dpt baby hihi .
    Semangat untuk cerita yg lain kak

    Liked by 2 people

  2. Kyupit says:

    WOW panas bgt hahaha gw gx nyanka ternyata kyu cuma pura2 tunangan sma seonya cuma buat deketin saena hahaha dasar kyu cowok kaku tp kyu berhasil bikin saena jatuh cinta sama dia selamat

    Liked by 1 person

  3. lyeoja says:

    Si saena sebenernya malu2 mauuu… kekekek
    Jadi gemmesss sendiriii
    Aku suka semua ceritanya author..

    Fighting authornim,,,
    Klo bisa sering2 ya apdetnya.. ihihi

    Liked by 1 person

  4. laela says:

    Ternyta pura” ya kirain beneran tunangan oantesan tdk pernah kencan ya kkkkk tp kayanya kakak saena jg duka sama kyu tp a mau ngakuin krn kyu udh suka sama saena dluan dan akhirnya nikah jg

    Liked by 1 person

  5. kris_cho92 says:

    annyong unni aku readers baru dan gk sengaja ketemu dgn ini ff dn faalla ff ya bagus dn ku ijin baca ya unni, dan dr part 1 dan part 2 sumpah keren cinta diam” ala kyuoppa dan klo bisa ada sequel ya biar bisa tau kehidupan kyuoppa setelah menikah dn gmn profesi kyuoppa dan saeena d tunggu poko ya dan salam kenal ya unnie ^-^♡ fighting

    Liked by 1 person

  6. ddianshi says:

    Yeay akhirnya Happy Ending 🙂 dan berakhir dengan pergulatan yang panas juga 😀 senengnya akhirnya mereka menikah 🙂 jadi ini alasan kyuhyun dengan pura2 bertunangan dengan kakanya kkk

    Liked by 1 person

  7. syalala says:

    duh duh duhhhhh sweet bgt kenapa sihhhhh huhu aku suka bgt kalo kyuhyun macem begini nih, yg ngehormatin pasangannya kaya dia menghindar dari saena gitu kan karena saena begitu terlepas dari kata2 nyakitin saena huhu sukaaaaa bgttt dan butuh bgt sequel sweet2 begini hahaha kalo bisa sequelnya jangan cuma twoshoot ya hahah

    Liked by 1 person

  8. Indribaekiii says:

    Yeayyy happy endingggg
    Ternyata dugaan aku bener klo status tunangan itu cuman didepan saena ajaa

    Dibikinin sequel nya boleh kalii eonn^^

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s